Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 71


__ADS_3

Waktu terus berlalu, hubungan Aby dan Becca semakin terlihat jauh lebih baik dari pada pada sebelumnya. Aby mulai memperlihatkan sikap posesifnya. Sementara Becca menyukai semua itu. Tiap hari Aby selalu mengantar jemput Becca di kampusnya.


Sementara Arka semakin menjauh dari Becca. Lain dengan Arlin yang kini tengah berbadan dua. Semakin hari perut Arlin semakin membesar. Dan itu membuat Becca penasaran dengan bentuk tubuh Arlin yang kini lebih berisi dari pada sebelumnya.


"Arlin." panggil Becca ketika baru turun dari mobil Aby.


Arlin pun berbalik melihat ke arah Becca yang kini tengah berjalan ke arahnya.


"Iya, ada apa?," ucap Arlin pelan.


Setelah sampai di sampin Arlin. Becca pun berbalik melihat ke arah mobil Aby, dengan melambaikan tangan dan juga tersenyum manis.


Setelah itu Becca melihat ke arah Arlin, lalu bertanya. "Kamu terlihat gemukan Arlin?, eh, kenapa wajah kamu pucat begini?." itulah kata yang di ucapkan Becca ketika berjalan bersama Arlin masuk di area kampus.

__ADS_1


Mendengar ucapan Becca. Arlin hanya tersenyum masam. lalu menjawab. "Iya, aku juga merasakannya, aku tak apa ko, aku hanya memikirkan soal wisuda kelulusan kita yang tak lama lagi akan di gelar." ucap Arlin pelan.


"Oo, aku pikir kamu sakit."


Ketika hampir masuk ke dalam kelas, Arlin merasa pusin, perlihatanya mulai memburam. Arlin memegan dahinya, lalu tangan yang satunya memegan pundak Becca.


"Becca." itulah ucapan Arlin sebelum pingsang. Arlin pinsan sambil memeluk Becca.


"Arlin, kamu kenapa?." teriak Becca panik ketika melihat Arlin tak sadarkan diri.


"Aku juga tak tau, sebaiknya kita bawa Arlin ke klinik kampus kita deh, aku takut terjadi apapun dengannya."


Mendengar ucapan Becca. Arka pun mengankat tubuh Arlin yang kini jauh berisi dari pada sebelumnya, menuju arah klinik yang ada di kampusnya.

__ADS_1


Sambil mengankat tubuh Arlin. Arka berkata dalam hati. "Apa Arlin tidak melakukan apa yang aku suruhkan?, kenapa sekarang tubuhnya jauh lebih berisi dari pada sebelumnya. Kalau meman tidak?. Ah, Arlin kenapa kamu tak melakukannya?, aku belum siap untuk ini."


Setelah sampai di dalam klinik, Arka pun merebahkan tubuh Arlin di atas tempat tidur yang telah di siapkan di dalam klinik tersebut. Arka melihat wajah Arlin yang kini nampak pucat, lalu beralih ke arah perut Arlin yang kini nampak sedikit membuncit. Arka ingin menyentuh perut Arlin. Namun Becca masuk ke dalam klinik, dengan membawa sebotol air mineral.


"Arka, apa di sini tak ada dokter?." Becca melihat sekelilin klinik yang nampak sepi.


"Sepertinya belum sampai."


"Baik lah, kalau begitu biar aku yang memeriksanya." Becca pun berjalan ke arah lemari kaca yang menyimpan banyak peralatan medis. Berhubung Becca mengambil jurusan kedokteran, jadi Becca bisa tau banyak tentang apa yang membuat Arlin pingsan.


Perlahan Becca mulai mengecek tekanan darah Arlin. Becca sedikit terkejut ketika melihat tekanan darah Arlin yang begitu sangat rendah. Lalu beralih memeriksa denyut nadinya. Becca lebih terkejut lagi ketika mengetahui kalau saat ini Arlin sedang mengandung. Karna setau Becca, Arlin belum memiliki suami.


"Apa yang terjadi dengannya?." tanya Arka dengan wajah sedikit panik.

__ADS_1


Becca pun melihat ke arah Arka yang kini sedang menanti jawabannya.


__ADS_2