
Nabila pun berjalan mendekat ke arah Becca yang sedang terbaring di atas tempat tidur rumah sakit. Nabila mengelus lembut wajah Becca. Sementara Aby tak pernah melepas pegangan tangannya dari Becca. Becca pun mulai membuka matanya dengan sangat pelan.
"Aby." panggil Becca.
Aby pun melihat ke arah Becca sambil tersenyum. Doni dan Abdy pun berdiri dari tempat tidurnya ketika mendengar suara Becca lalu berjalan ke arah di mana Becca terbaring. Aby pun membantu Becca untuk bersandar di sandaran tempat tidur rumah sakit. Sementara Nabila tersenyum senang melihat Becca yang kini telah sadar.
"Maafkan, aku sayang, semua ini gara -gara aku, kamu menjadi seperti ini," ucap Nabila sambil memegan tangan Becca.
Mendengar itu Becca pun tersenyum sambil melihat ke arah Nabila lalu berkata.
"Tidak papa Ma, justru aku merasa senang karna bisa menyelamatkan Mama." ucap Becca tersenyum sambil membalas pegangan tangan Nabila.
Doni pun mendekat ke arah Becca lalu berkata.
"Terimah kasih banyak nak, tampa dirimu aku tak tau apa yang akan terjadi dengan Mama mertuamu ini," ucap Doni sambil mengelus lembut rambut Becca. Melihat itu Abdy pun ikut berkata.
__ADS_1
"Kakak iparku memang sangat keren. Selain jago balapan, kakak iparku juga jago melindungi mertuanya. Alhasil kakak iparku berakhir di kamar rumah sakit ini. Sekian dan terimah terimah kasih dariku," ucap Abdy sambil memegan dadanya sambil membungkukkan kepalanya.
Mendengar itu. Nabila, Becca dan Aby tertawa. Sementara Doni berjalan mendekat ke Arah Abdy sambil menjewer telinganya.
"Ao, ao, ao, ampun Pa, sakit." ringgis Abdy sambil memegan telinganya.
"Dasar anak nakal, kapan kamu dewasanya." ucap Doni sambil melepas jewerannya di telinga Abdy.
Melihat itu semua. Becca tertawa lebar. Sementara Aby tak berenti melihat wajah Becca yang tertawa lebar. Menyadari pandangan Aby, Becca pun melihat ke arah wajah Aby sambil berkata.
Mendengar itu. Nabila mengajak Doni dan juga Abdy keluar dari kamar Becca karna ingin agar Aby bisa leluasa berbicara dengan Becca.
"Mas, aku sangat lapar," alasan Nabila agar bisa keluar dari kamar Becca. Doni yang mengerti maksud Nabila pun mengiyakan ke inginannya dan tak lupa Nabila juga mengajak Abdy.
"Abdy ikut Mama sebentar."
__ADS_1
"Tapi, Ma, aku masih penge melihat kakak ipar."
"Ayo, nanti kita kembali lagi ke sini," ucap Nabila sambil menarik tangan Abdy keluar dari kamar yang di tempati Becca bersama Aby.
Melihat itu semua. Aby pun tersenyum sambil memandang wajah Becca. Aby pun mulai memegan tangan Becca lalu berkata.
"Terimah kasih karna telah menolong Mamaku, tampamu aku tak tau apa yang akan terjadi dengannya."
"Mama aku juga Aby, dia adalah ibu dari suami aku. dan menolongnya itu telah menjadi kewajibanku sebagai seorang menantu. Kalau bukan aku siapa lagi yang akan melakukannya?," Ucap Becca sambil tersenyum melihat ke arah Aby.
Mendenagr ucapan Becca. Aby pun menarik nafasnya pelan lalu membuangnya kembali. Hupp, hemm.
"Apa kamu mau makan sesuatu?." tanya Aby yang memecah kecanggungan yang di rasakannya.
"Iya, aku ingin makan itu." tungjuk Becca pada buah yang ada di atas meja sampin tempat tidurnya.
__ADS_1
Aby pun mengambil buah yang di inginkan Becca lalu mengupaskannya kemudian menyuapinya dengan rasa cinta yang ada di dalam hatinya.