
Becca membuka pintu kamar mandi, dengan mengenakan handuk
yang melilit di tubuhnya lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian
yang akan ia kenakan. Aby yang melihat istrinya tidak berhenti tersenyum karna
merasa sangat bahagia, kebahagian yang tidak bisa ia ungkapkan dengan sebuah
kata-kata.
Karna ia merindukan hari dimana istrinya selalu bersikap
manja dan posesif kepadanya itulah sikap yang selalu Aby rindukan. Sementara
Becca yang melihat suaminya duduk di pinggir tempat tidur tersenyum.
“By. Kamu kenapa?” tanya Becca pelan dengan senyuman manis
ia tunjukkan untuk suaminya.
Aby yang mendengar ucapan istrinya tersenyum ia beranjak
dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah istrinya yang kini tengah berdiri di
depan lemari pakaian dan lansung memeluk tubuh istrinya dari belakang.
“Aku mencintaimu sayang, dan juga sangat merindukanmu.” Bisik
pelan Aby di telinga istrinya dan itu membuat Becca tersenyum.
Becca membalikkan tubuhnya, lalu mengalungkan tangannya di
leher Aby dan berkata. “Aku juga sangat mencintaimu dan juga sangat
merindukanmu.” Becca menggesek-gesekkan hidungnya ketika mengatakan itu pada
suaminya.
Aby ingin mengecup bibir istrinya namun dengan segera ia
menahan bibir Aby dengan tangannya sambil berkata. “Mandi dulu sana.” Tertawa “Kamu
bau”
Becca membalikkan tubuh Aby agar ia segera berjalan ke arah
kamar mandi untuk membersikan dirinya dengan di dorong oleh Becca di
belakangnya, namun sebelum Aby masuk ke dalam kamar mandi ia berbalik badan
melihat ke arah istrinya sambil berkata.
“Baiklah aku akan segera membersikan diri, setelah itu
bersiaplah” tersenyum jail “Aku akan memakanmu.”
Setelah mengatakan itu Aby masuk ke dalam kamar mandi untuk
segera membersikan diri, sementara wajah Becca merona seketika ketika mendengar
ucapan suaminya.
“Siapa takut!” Becca tersenyum sambil berjalan ke arah
lemarinya dan memakai gaun tidurnya.
Setelah selesai membersikan diri, Aby keluar dari dalam
kamar mandi dan mendapati istrinya kini tengah terlelap di atas tempat tidur.
“Hem.” Mengacak rambut, memasang wajah cemberut karna
rencana gagal ingin memakan istri batal melihat Becca kini tengah membalut
tubuhnya dengan selimut.
Aby berjalan ke arah lemari lalu mencari baju yang akan ia
gunakan untuk tidur, “Dimana bajuku?” Aby mulai mencari, namun yang ia cari
tidak ketemu.
Becca yang mendengar ucapan suaminya berkata. “Tidak perlu
memakai baju, cukup pakai itu saja.” Ucap Becca, namun tidak melihat ke arah
Aby karna ia merasa malu. Dan entah apa yang membuatnya malu? Mungkin karna
lama baru mengingat semuanya atu apalah itu.
Aby yang mendengar ucapan istrinya, berbalik dan lansung
memasang senyuman manisnya melihat ke arah istrinya.
“Yes, istriku belum tidur, hihihi. Berarti aku bisa
memakannya.” Aby berkata pelan dan itu masih bisa di dengar jelas oleh Becca
dan Becca yang mendengarkan itu tersenyum.
Dengan langkah cepat Aby berjalan ke arah tempat tidur degan
hanya mengenakan celana pendeknya saja, dan lansung masuk ke dalam selimut
istrinya dan mulai memeluknya dari belakang karna saat ini Becca merebahkan
tubuhnya dalam keadaan miring.
“Balik sini donk sayang.”
“Enggak! Aku malu.”
“Kenapa mesti malu? aku kan suamimu, semuanya pernah aku
lihat.” Aby mengecup lembut bahu Becca ketika selesai mengatakan itu.
Becca yang mendapat kecupan lembut di bahunya merasakan
sensasi yang berbeda, karna selama beberapa bulan tidak bersama, dan melakukan
hal itu bersama suaminya ia merasa kurang percaya diri dengan dirinya sendiri.
Becca masih tetap posisinya saat ini membalakangi suaminya,
karna jujur ia tidak percaya diri lagi dengan semua yang pernah terjadi
padanya, bahkan untuk melayani suaminya dengan baik Becca kuran yakin.
Aby yang melihat itu mengerti, Aby membalikkan tubuh
istrinya, lalu mengecup lembut dahinya sambil berkata. “Kamu kenapa sayang? Apa
kamu tidak percaya lagi padaku? Hem” mengecub lembut wajah istrinya yang kini
tengah melihat ke arahnya.
“Bukan itu By.” Meneteskan air mata “Aku hanya tidak percaya
dengan diriku saja kalau aku bisa membuatmu bahagia seperti dulu lagi.”
Aby yang melihat Becca mengeluarkan air mata berkata. “Sayang”
mengusap air mata istrinya dengan bibirnya “Apa kamu tau? Kebahagianku yang
sesungguhnya adalah dirimu berada di sampinku, aku tidak perduli dengan yang
lainnya, yang jelasnya hanya kamu yang aku inginkan hari ini dan untuk
selamanya. Aku Mencintaimu Rebecca Aby Atamaja tetaplah ada di sampingku sampai
kita menua bersama.”
__ADS_1
Setelah mengatakan itu Aby mengecup lembut dahi istrinya
dengan sangat lama, seperti ia tidak ingin melepas pautan bibirnya dari dahi
istrinya.
“Aby maafkan aku” kembali menangis “Karna aku tidak bisa
menjaga dengan baik anak kita”
Aby yang mendengar ucapan istrinya memeluk erat tubuh Becca,
karna ia tau rasa sakit yang Becca alami karna ia juga mengalami rasa sakit
yang sama. Anak yang di sangat di harapakan olehnya dan seluruh anggota
keluarganya kini lenyap karna ulah wanita ular itu
“Sudahlah sayang, lupakan semua itu, jika Allah masih percaya,
kita akan segera memilikinya lagi. Dan akan lebih baik kalau kita memulainya
sekarang.”
Setelah mengatakan itu, Aby mulai menindih tubuh istrinya
dan mulai menhujaninya dengan begitu banyak ciuman lembut di wajahnya, setelah
itu ia beralih ke bibir istrinya, bibir yang selalu ia rindukan, karna ia
selalu merindukan kata-kata manja istrinya.
Aby mulai mengecup lembut dan memperdalam ciumannya dan di
sambut hangat oleh istrinya. Setelah merasa cukup bermain di bibir istrinya,
Aby menurungkan bibirnya di leher jenjang istrinya dan mulai bermain di sana
sementara tangannya mulai menyelusup masuk ke dalam gaun yang di kenakan
istrinya dan mulai menyentuh bagian favoritnya yang ada pada istrinya.
Aby mulai membuka gaun tidur yang di kenakan oleh istrinya
dan tidak lupa ia juga ikut membuka celana yang ia kenakan lalu kembali
menciumi setiap inci bagian tubuh istrinya tampa terkecuali karna jujur ia
sangat merindukan semua yang ada pada tubuh istrinya. Ciuman lembut yang Aby
berikan untuk istrinya membuat Becca mengeluarkan desahannya karna merasa
nikmat.
“By. Aku merasakan sesuatu yang menusuk di pahaku.” Becca
mengatakan itu ketika senjata Aby tidak sengaja menyentuh pahanya.
Aby yang mendengar ucapan istrinya, melepas ciumannya, karna
sedari tadi ia bermain di tempat favoritnya.
“Hem” tersenyum menatap wajah istrinya “Dia juga sangat
merindukanmu, coba kamu elus, dia pasti akan sangat senang.”
Becca yang mendengar ucapan Aby, merasa malu dan itu membuat
wajahnya merona seketika. “Apaan sih.” Menutup wajah dengan tangan sendiri
karna merasa sangat malu.
“Benar sayang dia juga sangat merindukanmu.” Aby mengambil
tangan istrinya lalu meletakkan di senjatanya.
Sementara Aby yang mendapat sentuhan dari tangan istrinya
seperti membankitkan gairahnya yang selama ini ia tahan ketika bersama dengan
“Aku mencintaimu sayang.”
Becca yang mendengar itu tersenyum manis sambil berkata. “Aku
juga mencintaimu By.”
Karna sudah merasa tidak tahan dan ingin segera
menuntaskannya, Aby mulai mengarahkan senjatanya di bagian bawah istrinya dan
mulai mendorongnya.
“Ah.” Becca merasa sedikit kesakitan ketika Aby memasukkan
senjatanya di bagian bawahnya “Sakit.” Meringgis.”
Becca merasakan sakit, mungkin karna cukup lama ia tidak
melakukannya dan itu membuatnya merasakan sakit, sakit hampir sama ketika ia
melakukan untuk yang pertama kalinya dengan Aby.
Aby yang melihat istrinya meringgis berhenti sejanak
melakukan aksinya, lalu menatap wajah istrinya yang kini menahan rasa sakit.
“Kamu tidak apa-apa kan sayang?” tanya Aby pelan.
“Hem, aku merasakan sakit, tapi sekarang udah tidak lagi.”
Aby yang mendengar ucapan istrinya kembali mencumbuinya lagi
sambil memainkan yang di bawah.
Cukup lama mereka berdua melakukannya dan tidak menyadari
kalau saat ini pagi telah menampakkan sinarnya, dan mulai masuk ke dalam
cela-cela tirai kamar yang mereka tempati tengah memadu kasih, namun sepasang
suami istri itu masih asyik dalam pergulatan mereka yang tidak kungjung selesai.
Mungkin karna keduanya sangat saling merindukan hingga ia lupa cara untuk
berhenti melakukan hal itu.
Seluruh bagian tubuh Becca semuanya merah-merah dan yang
lebih parah bagian favorit Aby, karna di sana Aby tidak pernah melepas pautan
bibirnya.
Kerja keras dan kerja keras itulah yang tengah Aby lakukan
saat ini, dan lupa akan waktu kalau saat ini jam telah menunjukkan pukul
delapan pagi, namun yang ia lakukan tidak kungjung selesai.
Sementara di kamar yang tengah di tempati Abdy dan Lisa. Mereka
berdua masih sama-sama terlelap dalam balutan selimut yang sama, saling berpelukan,
karna mereka berdua juga tertidur hampir pagi karna ke asyikan pacaran.
Trinzzzz.
Suara nada dering telpon Abdy berdering yang menandakan
seseorang telah menelponnya. Lisa yang mendengarkan suara nada telpon Abdy
bangun, dan meraih telpon Abdy yang berada di atas meja yang ada di sampin
__ADS_1
tempat tidur yang mereka gunakan saat ini.
Lara Calling...
Itulah nama yang tertera dalam layar hape Abdy, dan itu
membuat jantung Lisa berdetak tidak karuang, karna ia kembali mengingat
hubungan Abdy dengan Lara secretaris Aby.
“Apa Abdy masih memiliki hubungan dengan Lara?” berkata
pelan sambil melihat ke arah Abdy yang kini masih setia menutup kedua matanya “Ah,
tidak! Abdy tidak akan pernah menkhianati aku. Aku percaya kalau ia hanya
mencintaiku bukannya mencintai Lara.” Lisa melawan ucapannya sendiri.
Lisa mulai merasa tidak nyaman, tidak nyaman dengan hubungan
yang kini tengah ia jalani dengan Abdy. Karna setau Lisa Abdy juga memiliki
hubungan dengan Lara dan karna hubungan itu Lisa pergi menjauh.
Lisa meneteskan air matanya dengan mengeluarkan suara
isakannya kecil, sementara Abdy yang mendengar secara samar-samar suara isakan
itu membuka matanya, lalu melihat ke arah Lisa yang kini tengah mengusap
wajahnya dengan tangannya.
Abdy yang melihat itu merasa sangat terkejut karna ia
berpikir ia telah melakukan hal itu dengan Lisa dan itu membuatnya menangis,
itulah yang terlintas dalam pikiran Abdy saat ini.
“Kamu kenapa nangis Lis.” Bangun dan duduk di sampin Lisa.
Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy hanya terdiam tidak
menjawab apapun, justru saat ini Lisa tidak ingin melihat ke arahnya, Abdy yang
melihat itu kembali melihat ke arah pakaiannya karna ia benar-benar berpikir
kalau mereka telah melakukan hal itu. Namun setelah melihat pakaian yang ia
kenakan masih utuh Abdy kembali merasa lega.
“Syukurlah.” Mengelus dada.
“Kamu kenapa Lis? Apa yang membuatmu menangis?” Abdy bingun
setelah melihat Lisa menangis.
“Jangan sentuh aku!”
Lisa mengatakan itu di saat Abdy menyentuh bahunya. Abdy
yang bingun mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Lisa berkata.
“Memangnya kenapa?” bingun “Kalau aku menyentuhmu?” menatap
wajah Lisa yang basah karna air mata.
“Dy, kalau kamu masih memiliki hubungan dengan Lara, akan
lebih baik kalau kita akhiri hubungan kita cukup sampai di sini!” l
Lisa nampak sangat kesal dan marah ketika mengtakan itu,
sekaligus membuat Abdy bingun karna jujur iatidak mengerti di tambah Lisa
menyebut nama Lara.
“Lara??” bingun “Memangnya apa hubungan Lara dengan hubungan
kita?”
Abdy yang mulai mencerna setiap kata yang keluar dari mulut
Lisa, dan mulai mengetahui kalau saat ini Lisa cemburu.
“Dengar Dy, barusan Lara menghubungi nomormu dan aku tidak
tau apa yang membuatnya menghubungi nomormu.” Lisa memberikan hape Abdy yang
ada di tangannya.
Abdy yang menerima hapenya dari tangan Lisa segera melihat
daftar panggilannya dan meman benar ada nomor Lara masuk dalam panggilan tidak
terjawab , dan segera menghubungi kembali karna ia ingin tau kenapa Lara
menghubunginya di jam seperti ini dan tidak ingin ada kesalah fahaman terjadi
antara hubungannya dengan Lisa.
Lisa yang melihat Abdy menghubungi nomor Lara, ingin turun
dari tempat tidur karna merasa tidak
nyaman, namun dengan segera Abdy memegan tangan Lisa agar ia tetap tinggal
duduk di sampinnya.
“Jangan pergi Lis. Tetaplah duduk di sini di sampinku.”
Lisa yang mendengarkan ucapan Abdy, dengan sedikit kesal
kembali mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur.
Setelah sambungan telponnya tersambung dengan Lara, Abdy
mulai menanyakan semua kenapa Lara menghubunginya di jam seperti ini dan tidak
lupa ia menyalakan pengeras suara telponnya agar Lisa bisa mendengar semua yang
Lara katakan.
“Kamu sudah percaya?” menatap wajah Lisa “Kalau aku dan Lara
tidak memiliki hubungan apapun. Dengar Lis” memegan kedua bahu Lisa dengan ke
dua tangannya “Aku hanya mencintaimu, menginginkanmu bukan yang lain, apa kamu
tau itu? Apa kamu masih ragu dan tidak yakin kalau aku hanya mencintaimu? Jawab
Lis! Aku butuh jawaban karna aku tidak ingin melihatmu meneteskan air mata
ketika bersamaku.” Abdy mengusap air mata Lisa setelah selesai mengatakan itu.
“Maafkan aku Dy. Bukannya aku tidak percaya dan tidak yakin,
namun aku takut kamu berpalin dariku. Apa kamu tau? kalau aku juga sangat mencintaimu
tidak ingin berbagi dengan orang lain meskipun itu dengan Lara.”
“Ya, ampun Lis” tersenyum “Lara itu sudah bertunangan dan
sebentar lagi akan menikah.” Abdy kembali menjelaskan karna ia tidak ingin Lisa
memiliki pemikiran yang buruk dan berakhir dengan pergi meninggalkannya tampa
ada kabar dan Abdy tidak ingin itu terjadi lagi cukup sekali ia merasakan ditinggal
pergi oleh orang yang sangat di cintainya.
Selesai menjelaskan semuanya, Abdy memeluk erat tubuh Lisa
__ADS_1
sambil berkata. “Percaya padaku ya Lis” mengelus lembut rambut Lisa “Kalau aku
hanya mencintaimu.”