Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.173


__ADS_3

Becca membuka pintu kamar mandi, dengan mengenakan handuk


yang melilit di tubuhnya lalu berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian


yang akan ia kenakan. Aby yang melihat istrinya tidak berhenti tersenyum karna


merasa sangat bahagia, kebahagian yang tidak bisa ia ungkapkan dengan sebuah


kata-kata.


Karna ia merindukan hari dimana istrinya selalu bersikap


manja dan posesif kepadanya itulah sikap yang selalu Aby rindukan. Sementara


Becca yang melihat suaminya duduk di pinggir tempat tidur tersenyum.


“By. Kamu kenapa?” tanya Becca pelan dengan senyuman manis


ia tunjukkan untuk suaminya.


Aby yang mendengar ucapan istrinya tersenyum ia beranjak


dari tempat duduknya lalu berjalan ke arah istrinya yang kini tengah berdiri di


depan lemari pakaian dan lansung memeluk tubuh istrinya dari belakang.


“Aku mencintaimu sayang, dan juga sangat merindukanmu.” Bisik


pelan Aby di telinga istrinya dan itu membuat Becca tersenyum.


Becca membalikkan tubuhnya, lalu mengalungkan tangannya di


leher Aby dan berkata. “Aku juga sangat mencintaimu dan juga sangat


merindukanmu.” Becca menggesek-gesekkan hidungnya ketika mengatakan itu pada


suaminya.


Aby ingin mengecup bibir istrinya namun dengan segera ia


menahan bibir Aby dengan tangannya sambil berkata. “Mandi dulu sana.” Tertawa “Kamu


bau”


Becca membalikkan tubuh Aby agar ia segera berjalan ke arah


kamar mandi untuk membersikan dirinya dengan di dorong oleh Becca di


belakangnya, namun sebelum Aby masuk ke dalam kamar mandi ia berbalik badan


melihat ke arah istrinya sambil berkata.


“Baiklah aku akan segera membersikan diri, setelah itu


bersiaplah” tersenyum jail “Aku akan memakanmu.”


Setelah mengatakan itu Aby masuk ke dalam kamar mandi untuk


segera membersikan diri, sementara wajah Becca merona seketika ketika mendengar


ucapan suaminya.


“Siapa takut!” Becca tersenyum sambil berjalan ke arah


lemarinya dan memakai gaun tidurnya.


Setelah selesai membersikan diri, Aby keluar dari dalam


kamar mandi dan mendapati istrinya kini tengah terlelap di atas tempat tidur.


“Hem.” Mengacak rambut, memasang wajah cemberut karna


rencana gagal ingin memakan istri batal melihat Becca kini tengah membalut


tubuhnya dengan selimut.


Aby berjalan ke arah lemari lalu mencari baju yang akan ia


gunakan untuk tidur, “Dimana bajuku?” Aby mulai mencari, namun yang ia cari


tidak ketemu.


Becca yang mendengar ucapan suaminya berkata. “Tidak perlu


memakai baju, cukup pakai itu saja.” Ucap Becca, namun tidak melihat ke arah


Aby karna ia merasa malu. Dan entah apa yang membuatnya malu? Mungkin karna


lama baru mengingat semuanya atu apalah itu.


Aby yang mendengar ucapan istrinya, berbalik dan lansung


memasang senyuman manisnya melihat ke arah istrinya.


“Yes, istriku belum tidur, hihihi. Berarti aku bisa


memakannya.” Aby berkata pelan dan itu masih bisa di dengar jelas oleh Becca


dan Becca yang mendengarkan itu tersenyum.


Dengan langkah cepat Aby berjalan ke arah tempat tidur degan


hanya mengenakan celana pendeknya saja, dan lansung masuk ke dalam selimut


istrinya dan mulai memeluknya dari belakang karna saat ini Becca merebahkan


tubuhnya dalam keadaan miring.


“Balik sini donk sayang.”


“Enggak! Aku malu.”


“Kenapa mesti malu? aku kan suamimu, semuanya pernah aku


lihat.” Aby mengecup lembut bahu Becca ketika selesai mengatakan itu.


Becca yang mendapat kecupan lembut di bahunya merasakan


sensasi yang berbeda, karna selama beberapa bulan tidak bersama, dan melakukan


hal itu bersama suaminya ia merasa kurang percaya diri dengan dirinya sendiri.


Becca masih tetap posisinya saat ini membalakangi suaminya,


karna jujur ia tidak percaya diri lagi dengan semua yang pernah terjadi


padanya, bahkan untuk melayani suaminya dengan baik Becca kuran yakin.


Aby yang melihat itu mengerti, Aby membalikkan tubuh


istrinya, lalu mengecup lembut dahinya sambil berkata. “Kamu kenapa sayang? Apa


kamu tidak percaya lagi padaku? Hem” mengecub lembut wajah istrinya yang kini


tengah melihat ke arahnya.


“Bukan itu By.” Meneteskan air mata “Aku hanya tidak percaya


dengan diriku saja kalau aku bisa membuatmu bahagia seperti dulu lagi.”


Aby yang melihat Becca mengeluarkan air mata berkata. “Sayang”


mengusap air mata istrinya dengan bibirnya “Apa kamu tau? Kebahagianku yang


sesungguhnya adalah dirimu berada di sampinku, aku tidak perduli dengan yang


lainnya, yang jelasnya hanya kamu yang aku inginkan hari ini dan untuk


selamanya. Aku Mencintaimu Rebecca Aby Atamaja tetaplah ada di sampingku sampai


kita menua bersama.”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Aby mengecup lembut dahi istrinya


dengan sangat lama, seperti ia tidak ingin melepas pautan bibirnya dari dahi


istrinya.


“Aby maafkan aku” kembali menangis “Karna aku tidak bisa


menjaga dengan baik anak kita”


Aby yang mendengar ucapan istrinya memeluk erat tubuh Becca,


karna ia tau rasa sakit yang Becca alami karna ia juga mengalami rasa sakit


yang sama. Anak yang di sangat di harapakan olehnya dan seluruh anggota


keluarganya kini lenyap karna ulah wanita ular itu


“Sudahlah sayang, lupakan semua itu, jika Allah masih percaya,


kita akan segera memilikinya lagi. Dan akan lebih baik kalau kita memulainya


sekarang.”


Setelah mengatakan itu, Aby mulai menindih tubuh istrinya


dan mulai menhujaninya dengan begitu banyak ciuman lembut di wajahnya, setelah


itu ia beralih ke bibir istrinya, bibir yang selalu ia rindukan, karna ia


selalu merindukan kata-kata manja istrinya.


Aby mulai mengecup lembut dan memperdalam ciumannya dan di


sambut hangat oleh istrinya. Setelah merasa cukup bermain di bibir istrinya,


Aby menurungkan bibirnya di leher jenjang istrinya dan mulai bermain di sana


sementara tangannya mulai menyelusup masuk ke dalam gaun yang di kenakan


istrinya dan mulai menyentuh bagian favoritnya yang ada pada istrinya.


Aby mulai membuka gaun tidur yang di kenakan oleh istrinya


dan tidak lupa ia juga ikut membuka celana yang ia kenakan lalu kembali


menciumi setiap inci bagian tubuh istrinya tampa terkecuali karna jujur ia


sangat merindukan semua yang ada pada tubuh istrinya. Ciuman lembut yang Aby


berikan untuk istrinya membuat Becca mengeluarkan desahannya karna merasa


nikmat.


“By. Aku merasakan sesuatu yang menusuk di pahaku.” Becca


mengatakan itu ketika senjata Aby tidak sengaja menyentuh pahanya.


Aby yang mendengar ucapan istrinya, melepas ciumannya, karna


sedari tadi ia bermain di tempat favoritnya.


“Hem” tersenyum menatap wajah istrinya “Dia juga sangat


merindukanmu, coba kamu elus, dia pasti akan sangat senang.”


Becca yang mendengar ucapan Aby, merasa malu dan itu membuat


wajahnya merona seketika. “Apaan sih.” Menutup wajah dengan tangan sendiri


karna merasa sangat malu.


“Benar sayang dia juga sangat merindukanmu.” Aby mengambil


tangan istrinya lalu meletakkan di senjatanya.


Sementara Aby yang mendapat sentuhan dari tangan istrinya


seperti membankitkan gairahnya yang selama ini ia tahan ketika bersama dengan


“Aku mencintaimu sayang.”


Becca yang mendengar itu tersenyum manis sambil berkata. “Aku


juga mencintaimu By.”


Karna sudah merasa tidak tahan dan ingin segera


menuntaskannya, Aby mulai mengarahkan senjatanya di bagian bawah istrinya dan


mulai mendorongnya.


“Ah.” Becca merasa sedikit kesakitan ketika Aby memasukkan


senjatanya di bagian bawahnya “Sakit.” Meringgis.”


Becca merasakan sakit, mungkin karna cukup lama ia tidak


melakukannya dan itu membuatnya merasakan sakit, sakit hampir sama ketika ia


melakukan untuk yang pertama kalinya dengan Aby.


Aby yang melihat istrinya meringgis berhenti sejanak


melakukan aksinya, lalu menatap wajah istrinya yang kini menahan rasa sakit.


“Kamu tidak apa-apa kan sayang?” tanya Aby pelan.


“Hem, aku merasakan sakit, tapi sekarang udah tidak lagi.”


Aby yang mendengar ucapan istrinya kembali mencumbuinya lagi


sambil memainkan yang di bawah.


Cukup lama mereka berdua melakukannya dan tidak menyadari


kalau saat ini pagi telah menampakkan sinarnya, dan mulai masuk ke dalam


cela-cela tirai kamar yang mereka tempati tengah memadu kasih, namun sepasang


suami istri itu masih asyik dalam pergulatan mereka yang tidak kungjung selesai.


Mungkin karna keduanya sangat saling merindukan hingga ia lupa cara untuk


berhenti melakukan hal itu.


Seluruh bagian tubuh Becca semuanya merah-merah dan yang


lebih parah bagian favorit Aby, karna di sana Aby tidak pernah melepas pautan


bibirnya.


Kerja keras dan kerja keras itulah yang tengah Aby lakukan


saat ini, dan lupa akan waktu kalau saat ini jam telah menunjukkan pukul


delapan pagi, namun yang ia lakukan tidak kungjung selesai.


Sementara di kamar yang tengah di tempati Abdy dan Lisa. Mereka


berdua masih sama-sama terlelap dalam balutan selimut yang sama, saling berpelukan,


karna mereka berdua juga tertidur hampir pagi karna ke asyikan pacaran.


Trinzzzz.


Suara nada dering telpon Abdy berdering yang menandakan


seseorang telah menelponnya. Lisa yang mendengarkan suara nada telpon Abdy


bangun, dan meraih telpon Abdy yang berada di atas meja yang ada di sampin

__ADS_1


tempat tidur yang mereka gunakan saat ini.


Lara Calling...


Itulah nama yang tertera dalam layar hape Abdy, dan itu


membuat jantung Lisa berdetak tidak karuang, karna ia kembali mengingat


hubungan Abdy dengan Lara secretaris Aby.


“Apa Abdy masih memiliki hubungan dengan Lara?” berkata


pelan sambil melihat ke arah Abdy yang kini masih setia menutup kedua matanya “Ah,


tidak! Abdy tidak akan pernah menkhianati aku. Aku percaya kalau ia hanya


mencintaiku bukannya mencintai Lara.” Lisa melawan ucapannya sendiri.


Lisa mulai merasa tidak nyaman, tidak nyaman dengan hubungan


yang kini tengah ia jalani dengan Abdy. Karna setau Lisa Abdy juga memiliki


hubungan dengan Lara dan karna hubungan itu Lisa pergi menjauh.


Lisa meneteskan air matanya dengan mengeluarkan suara


isakannya kecil, sementara Abdy yang mendengar secara samar-samar suara isakan


itu membuka matanya, lalu melihat ke arah Lisa yang kini tengah mengusap


wajahnya dengan tangannya.


Abdy yang melihat itu merasa sangat terkejut karna ia


berpikir ia telah melakukan hal itu dengan Lisa dan itu membuatnya menangis,


itulah yang terlintas dalam pikiran Abdy saat ini.


“Kamu kenapa nangis Lis.” Bangun dan duduk di sampin Lisa.


Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy hanya terdiam tidak


menjawab apapun, justru saat ini Lisa tidak ingin melihat ke arahnya, Abdy yang


melihat itu kembali melihat ke arah pakaiannya karna ia benar-benar berpikir


kalau mereka telah melakukan hal itu. Namun setelah melihat pakaian yang ia


kenakan masih utuh Abdy kembali merasa lega.


“Syukurlah.” Mengelus dada.


“Kamu kenapa Lis? Apa yang membuatmu menangis?” Abdy bingun


setelah melihat Lisa menangis.


“Jangan sentuh aku!”


Lisa mengatakan itu di saat Abdy menyentuh bahunya. Abdy


yang bingun mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Lisa berkata.


“Memangnya kenapa?” bingun “Kalau aku menyentuhmu?” menatap


wajah Lisa yang basah karna air mata.


“Dy, kalau kamu masih memiliki hubungan dengan Lara, akan


lebih baik kalau kita akhiri hubungan kita cukup sampai di sini!” l


Lisa nampak sangat  kesal dan marah ketika mengtakan itu,


sekaligus membuat Abdy bingun karna jujur iatidak mengerti di tambah Lisa


menyebut nama Lara.


“Lara??” bingun “Memangnya apa hubungan Lara dengan hubungan


kita?”


Abdy yang mulai mencerna setiap kata yang keluar dari mulut


Lisa, dan mulai mengetahui kalau saat ini Lisa cemburu.


“Dengar Dy, barusan Lara menghubungi nomormu dan aku tidak


tau apa yang membuatnya menghubungi nomormu.” Lisa memberikan hape Abdy yang


ada di tangannya.


Abdy yang menerima hapenya dari tangan Lisa segera melihat


daftar panggilannya dan meman benar ada nomor Lara masuk dalam panggilan tidak


terjawab , dan segera menghubungi kembali karna ia ingin tau kenapa Lara


menghubunginya di jam seperti ini dan tidak ingin ada kesalah fahaman terjadi


antara hubungannya dengan Lisa.


Lisa yang melihat Abdy menghubungi nomor Lara, ingin turun


dari tempat  tidur karna merasa tidak


nyaman, namun dengan segera Abdy memegan tangan Lisa agar ia tetap tinggal


duduk di sampinnya.


“Jangan pergi Lis. Tetaplah duduk di sini di sampinku.”


Lisa yang mendengarkan ucapan Abdy, dengan sedikit kesal


kembali mendudukkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Setelah sambungan telponnya tersambung dengan Lara, Abdy


mulai menanyakan semua kenapa Lara menghubunginya di jam seperti ini dan tidak


lupa ia menyalakan pengeras suara telponnya agar Lisa bisa mendengar semua yang


Lara katakan.


“Kamu sudah percaya?” menatap wajah Lisa “Kalau aku dan Lara


tidak memiliki hubungan apapun. Dengar Lis” memegan kedua bahu Lisa dengan ke


dua tangannya “Aku hanya mencintaimu, menginginkanmu bukan yang lain, apa kamu


tau itu? Apa kamu masih ragu dan tidak yakin kalau aku hanya mencintaimu? Jawab


Lis! Aku butuh jawaban karna aku tidak ingin melihatmu meneteskan air mata


ketika bersamaku.” Abdy mengusap air mata Lisa setelah selesai mengatakan itu.


“Maafkan aku Dy. Bukannya aku tidak percaya dan tidak yakin,


namun aku takut kamu berpalin dariku. Apa kamu tau? kalau aku juga sangat mencintaimu


tidak ingin berbagi dengan orang lain meskipun itu dengan Lara.”


“Ya, ampun Lis” tersenyum “Lara itu sudah bertunangan dan


sebentar lagi akan menikah.” Abdy kembali menjelaskan karna ia tidak ingin Lisa


memiliki pemikiran yang buruk dan berakhir dengan pergi meninggalkannya tampa


ada kabar dan Abdy tidak ingin itu terjadi lagi cukup sekali ia merasakan ditinggal


pergi oleh orang yang sangat di cintainya.


Selesai menjelaskan semuanya, Abdy memeluk erat tubuh Lisa

__ADS_1


sambil berkata. “Percaya padaku ya Lis” mengelus lembut rambut Lisa “Kalau aku


hanya mencintaimu.”


__ADS_2