
Becca mulai gelisah, tak tau harus bagaimana lagi. Yang ada di dalam fikirannya saat ini, suaminya tengah marah padanya. Becca kembali lagi menghubungi nomor Aby, dan lagi Aby tak menjawab panggilannya.
Sementara Aby tersenyum melihat semua panggilan istrinya. Aby sengaja tak menjawab atau membalas pesan yang Becca kirim, karna Ia ingin melihat sampai dimana Becca akan berusaha. Berhubung selama mereka menikah, dan berhubungan baik, ini pertama kalinya Aby melakukan ini pada istrinya.
Aby masuk ke dalam Apartmensnya. Sementara Roy dan para anak buahnya di dalam mobil hitam yang selalu mengikutinya. Roy sangatlah marah, ketika melihat Aby masuk ke dalam Apartmensnya sendiri tampa adanya Becca bersamanya. Roy sampai meremas kaleng soda yang yang ada ditangannya.
Ryo pun berkata. "Oh, jadi ini caramu melingdungi Rebecca? kamu sengaja membawanya ke rumah orangtuamu." kembali meminum soda yang ada ditangannya "Hem. Satu hal yang harus kamu tau, dimana pun Rebeccaku berada, aku akan segera membawanya kembali. Ini sudah cukup. Udah terlalu lama Rebeccaku tinggal di kota ini. Cepat atau lambat aku akan segera membawanya pulang ke Sydney." Roy nampak geram ketika mengatakan itu.
Setelah mengatakan itu, Roy kembali berkata pada anak buahnya. "Awasi kediaman Atmaja, besok. kalau kita ada cela besok, kita akan membawa Rebecca pergi dari kota ini." perintah Roy pada anak buahnya.
Roy tau kalau Rebecca telah menjadi istri dari Aby Atmaja, karna selama anak buahnya berada di kota yang ditempati Becca. Ia tak berenti mencari tau, dengan siapa Becca tinggal? dan apa hubungan mereka?.
****
Di dalam kamar Apartmens. Aby mulai mengemas semua pakaian istrinya dan juga beberapa pakaiannya. Aby hanya memasukkan beberapa pakaiannya saja, karna di rumah orangtuanya masih banyak pakaian yang tak pernah Ia pakai.
Setelah selesai, Aby mengambil hapenya yang Ia simpan di atas meja sampin tempat tidurnya. Lalu melihat ada berapa banyak panggilan, bahkan panggilan Vidio call Becca. Aby tersenyum ketika membaca pesan yang di kirim Becca padanya.
Aby sayangku, cintaku, kamu jangan marah ya, sungguh aku tak sengaja membentakmu. Aku mohon maafkan aku. pelease.
Itulah pesan yang dikirim Becca di Hape Aby. Setelah membaca pesan itu. Aby memasukkan Hapenya ke dalam kantong celananya. Kemudian menarik kopernya keluar dari Apartmensnya.
Aby mulai melajukan mobilnya, menuju arah kediaman orangtuanya. Namun di perjalanan pulang. Aby melihat pengjual buah. Aby memarkirkan mobilnya lalu turun membeli beberapa buah.
Dan buah yang paling di sukai oleh istrinya adalah Mangga yang udah masak. Terlihat jelas ketika sekertarisnya membelikannya makanan dan juga jus buah mangga. Becca nampak begitu sangat senang ketika menemukan itu di dalam paper beg.
__ADS_1
Aby mulai membeli beberapa buah mangga yang udah masak dan tak lupa membeli buah yang lainny. Setelah selesai, Aby berjalan kembali menuju arah mobilnya, lalu melajukannya menuju arah rumah orangtuanya.
Waktu hampir malam ketika Aby sampai di rumah Orangtuanya. Aby keluar dari mobilnya, lalu berjalan masuk ke dalam.
Setelah sampai di dalam rumah. Aby di sambut oleh senyuman hangat istrinya. Becca menyapa lembut suaminya.
"Kamu udah pulang sayang? kamu darimana saja? kenapa pergi tak memberitahukanku?" begitu banyak pertanyaan yang Becca katakan pada Aby.
Namun Aby menanggapi semua itu dengan cuek tak seperti biasa, yang selalu ia lakukan ketika Ia pulang. Becca yang tau kalau saat ini suaminya masih marah terhadapnya. Berjalan mengikuti dibelakangnya.
"Sayang, apa kamu masih marah?" berjalan di belakan Aby. "Sayang, jawab aku dong, jangan diamin aku kaya gini. Aku tau aku salah, tapi kamu juga bisa kan, memaafkan aku. Aby, maafkan aku ya sayang." Becca menghalangi langkah Aby ketika mengatakan itu.
Aby berhenti melangkah, ketika Becca tengah berada di hadapannya. Becca menatap wajah Aby dengan tatapan cemas. Melihat wajah istrinya yang kini terlihat cemas. Ingin rasanya Ia memeluknya, lalu berkata.
"Rebecca, Aku udah memaafkanmu, dan aku sangat mencintaimu sayang" Namun semua itu hanya ada dalam fikirannya saja.
Becca yang merasa tak tahan lagi, air matanya kini tengah membendung di pelupuk matanya. Dengan melihat kediaman suaminya. Becca meneteskan airmatanya, menangis. Hingga akhirnya Ia berlari turun ke lantai bawah.
Melihat istrinya berlari turun ke lantai bawah. Dengan segera Ia mengejarnya, karna takut Istrinya akan jatuh, dan itu akan membahayakan yawa calon anaknya.
"Becca, berhenti!" teriak Aby ketika melihat Becca mulai menurungi anak tangga.
Nabila yang mendengar teriakan Aby. Keluar dari kamarnya bersama dengan Doni suaminya. Karna saat ini Doni telah pulang dari kantornya.
Nabila sangat takut ketika melihat Becca berlari menurungi anak tangga.
__ADS_1
"Becca, jangan lari seperti itu Nak, nanti kamu jatuh." Teriak Nabila.
Mungkin karna marah atau kecewa dengan Aby. Becca tak mendengar apa yang di katakan suaminya dan juga mertuanya.
Becca terus berlari, sampai ia menemukan kamar, Ia juga tak tau itu kamar siapa. Becca masuk lalu mengunci diri di dalam.
Sesampai di dalam kamar tersebut Becca mulai menangis sejadi -jadinya. Ia menangis dengan memanggil Mommynya.
"Hiks, Mommy, aku merindukanmu, Hiks, hiks, Mommy kenapa kamu terlalu cepat meninggalkanku. Hiks, hiks."
Sementara di luar kamar, Aby dan Nabila tak berenti mengetuk pintu, berharapa Becca segera membukakan pintu untuk mereka bertiga.
Doni melihat ke arah Aby, lalu bertanya. "Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa istrimu sampai menangis seperti itu?" tanya Doni.
"Apa kamu melakukan hal yang buruk pada menantuku?" Nabila menatap tajam ke arah putranya "Ingat By! istri kamu itu tengah hamil, berlari seperti itu tidaklah baik bagi kesehatan janin yang ada di dalam kandungannya." Nabila begitu sangat kesal pada Aby.
Aby yang mendapat marah dari kedua orangtuanya. Hanya terdiam, karna tak seharusnya Ia bersikap berlebihan seperti itu pada istrinya.
Jika terjadi sesuatu yang buruk pada istri dan calon anaknya. Pasti Ia sendiri yang akan sangat menyesal.
Pelan -pelan Aby mengetuk pintu kamar yang di tempati Becca mengunci dirinya saat ini.
"Sayang, buka pintunya." masih mengetuk pintu. "Sayang, buka dong, Aku dan Mama khawatir di sini." ucap Aby dengan mengetuk pintu.
Doni yang melihat anak dan istrinya mulai panik. Berlalu meninggalkan mereka berdua. Doni berjalan ke arah ruang tamu, lalu menarik laci meja, kemudian mencari kunci duplicat pintu kamar yang di tempati Becca saat ini.
__ADS_1
Setelah mendapat kunci. Dengan segera Doni berjalan ke arah istri dan anaknya. Doni pun menyerahkan kunci pada Aby.
"Aby, buka pintunya pake ini." Doni menyerahkan kunci duplicat yang ada ditangannya kepada Aby.