
Becca yang mendengar ucapan suaminya, berjalan menuju arah sopa yang ada di dalam ruangan Aby. Setelah beberapa saat pintu ruangan kerja Aby di ketuk.
Tok, tok, tok.
"Masuk," sahut Aby dari dalam.
Pintu ruangan Aby terbuka dan memperlihatkan Lara, tengah memegan paper beg yang berisi makanan yang Ia pesan untu Becca.
Setelah di persilahkan masuk, Lara berjalan ke arah sopa, dimana Aby dan Becca tengah duduk bersama.
"Ini, pesanannya Pak." setelah mengatakan itu Lara meletakkan paper beg yang Ia pegan di atas meja.
"Terimakasih, ya Lara." Becca tersenyum ramah pada Lara.
Setelah itu, Lara keluar dari ruangan bosnya, lalu kembali melanjutkan pekerjaanya yang sempat Ia tunda, karna mendapat perintah dari bosnya.
Becca mulai membuka paper beg yang ada di hadapannya. Dan mengeluarkan isinya. Becca tesenyum senang ketika menemukan sebuah jus mangga dalam cap.
"Wah, Lara tau saja, kalau aku sangat ingin minum jus mangga." Setelah mengatakan itu Becca langsung menyedot jus tersebut.
Sementara Aby berjalan ke arah kursi kebesarannya, lalu menyalakan komputer yang ada di atas mejanya dan memulai memeriksa semua laporan dan email yang masuk.
Aby mulai bekerja. Sementara Becca sibuk makan, makanan yang di bawa Lara barusan. Aby tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah sibuk menghabiskan makanannya.
Mungkin karna kekenyangan atau kelelahan Becca tertidur di sopa dalam keadaan menjadikan tangannya sebagai bantal.
Melihat itu. Aby beranjak dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah Becca. Aby tersenyum, lalu pelan -pelan Ia mengankat tubub istrinya masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di dalam ruangan kantornya.
Ruangan pribadi Aby sangatlah luas. Di dalamnya terdapat pasilitas yang lengkap. Ada tempat tidur, lemari pakaian yang lumayan besar, kulkas dan juga kamar mandi. Kamar pribadinya itu sering Ia gunakan jika Aby bekerja lembur dan tak sempat pulang ke Apartmensnya.
Namun selama Aby menikah dengan Becca. Aby jarang dan bahkan tak pernah lagi menggunakan kamar pribadinya itu. Karna Ia lebih memilih kembali ke Apartmensnya dan tidur bersama dengan istrinya.
__ADS_1
Aby merebahkan tubu Becca di atas tempat tidur, lalu menyelimutinya. Setelah itu Ia duduk di pinggir tempat tidur, sambil mengelus lembut wajah Becca yang kini nampak terlelap dengan sangat nyenyak.
Aby berdiri, karna ingin kembali menyelesaikan pekerjaannya sebelum jam makan siang tiba, karna Ia ada jadwal mithing setelah jam makan siang selesai.
Namun, sebelum Aby keluar dari kamar pribadinya, dan meninggalkan Becca sendiri di dalam, Aby mengecup lembut dahi Istrinya. Lalu berjalan keluar.
Aby keluar dan mendapati Abdy tengah duduk di kursi depan mejanya.
"Abdy, kamu sudah datang?" tanya Aby ketika melihat Abdy tengah duduk dengan memainkan Hapenya.
"Iya, bos." melihat ke arah jam yang melingkar di tangannya. "Cukup lama aku di sini, mungking sekitar lima belas menit yang lalu." setelah mengatakan itu Abdy tertawa cukup keras. Dan itu membuat Aby berjalan mendekat ke arahnya, lalu membekap mulut Abdy dengan tangannya.
Abdy yang mendapat seranagn seperti itu dari Aby. Hanya membulatkan matanya. Karna tak bisa berkata apa -apa, karna mulutnya dibekap oleh tangan Aby.
Aby pun berkata pelan. "Pelankan suaramu, istriku tengah tertidur di dalam. Aku tak ingin, karna mendengar suara tawamu yang cempreng itu, mengganngu tidur nyenyaknya." Setelah mengatakan it Aby melepas tangannya dari mulut Abdy.
"Oke, bos, maaf, aku tak tau kalau kakak ipar ada di sini."
"Ini, bos, barang yang kamu pesan kemarin. Sekarang kamu bisa menyetel lewat Hape dan juga laptopmu." menyerahkan kotak yang tengah Ia pegan.
Aby mengambil kotak tersebut dari tangan Abdy, lalu melihat isinya. Aby tersenyum senang melihat isi kotak tersebut, lalu berkata
"Ini terlihat sangat cantik. Bentuknya yang mungil dan terlihat elegant, sangat cocok jika istriku mengenakan di leher dan jari manisnya.
Setelah mengatakan itu. Aby berjalan ke arah kursi kebesarannya,lalu mulai mengaktipkan lokasi yang ada di dalam kalun dan cincin yang akan Aby berikan pada Becca.
Setelah selesai Aby melihat ke arah Abdy, lalu berkata. Nanti aku akan mentransfer ke rekeningmu."
Mengerti dengan apa yang di maksud Aby. Abdy pun pamit pulang karna tengah janji dengan seseorang di luar.
"Baiklah, bos, aku pamit pulang." setelah mengatakan itu Abdy berangjak dari duduknya.
__ADS_1
Namun sebelum itu, Aby berkata. "Kenapa terburu -buru? apa kamu ada pekerjaan di luar? atau ingin menemuinya?" Aby menebak siapa yang akan Abdy temui di luar.
"Ingat Abdy jangan sering mempermainkan hati wanita. Dapat karma rasanya sangat menyakitkan. Lebih baik mencintai satu wanita daripada mengajak sembarang wanita untuk berkencang." Aby mengingatkan.
Abdy tersenyum ketika mendengar apa yang tengah di katakan Aby padanya, lalu Ia berkata.
"Aku hanya akan serius pada satu wanita, dan dialah yang akan menjadi pendamping hidupku kelak. Namun untuk saat ini, aku belum menemukannya."
"Benarkah? lalu bagaimana dengan gadis itu? siapa namanya?" mengingat "Ya, Lisa kalau aku tak salah" Aby menaikkan jari telunjuknya ketika menyebut nama Lisa.
Abdy berbalik melihat ke arah Aby, lalu berkata. "Aku dan Lisa cuman temanan baik tak lebih." Abdy tersenyum ketika mengatakan itu.
"Benarkah? teman baik. Aku suka sebutan itu. Teman baik, ya, ya, Baiklah pergilah temui teman baikmu." Aby asal menebak. Namun ternyata benar, yang ingin di temui Abdy adalah Lisa.
Abdy hanya diam mendengar, tak menjawab. Karna jika Ia menjawab, pembicaraan ini tak akan pernah selesai.
Abdy melanjutkan langkahnya keluar dari ruangan Aby. Setelah Ia keluar dari ruangan Aby. Abdy melihat Lara tengah duduk santai dengan melihat ke arah layar Hapenya.
Abdy berjalan mendekat ke arah Lara, lalu berkata. "Halo, cantik, kamu apa kabarnya? udah lama ya, aku tak bertemu denganmu. Sekarang kamu terlihat semakin cantik ya?" gombal Abdy.
Itulah Abdy dimana pun Ia menemukan gadis cantik, sifat play boynya selalu mungcul begitu saja.
Lara yang mendengar gombalan Abdy tersenyum manis, lalu berkata.
"Aku baik. Kalau kamu kabarnya gimana?" Lara kembali bertanya pada Abdy.
"Baik, sangat baik malah. Di tambah bertemu denganmu saat ini. Aku merasa hidup aku terasa terhenti ketika melihat senyuman manismu itu." Abdy kembali mengombal Lara.
Setelah Abdy ingin melanjutkan gombalannya. Tiba -tiba suara Hapenya berdering di dalam saku jasnya.
ku mencintaimu lebih dari apapun.
__ADS_1
Nada panggilan telpon Abdy. Abdy mengambil Hapenya dari dalam saku jasnya dan melihat nama Lisa yang tertera di layar Hapenya.