Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 150


__ADS_3

Wajah Albert nampak begitu sangat pucat, karna takut apa


yang akan Hamish lakukan padanya.


“Dimana putramu Ryo?” Hamish kembali mengeluarkan nada


datarnya, dan itu membuat tubuh Albert bergetar takut.


“Aku disini Om.” Ryo tersenyum melihat ke arah Hamish,


berusaha menutupi ketakutannya, meskipun sebenarnya dirinya begitu sangat


ketakutan “Ada apa mencariku Om? Apa ada sesuatu yang ingin Om sampaikan?” Ryo


berjalan mendekat ke arah Hamish yang kini mulai menatap tajam ke arahnya.


Melihat tatapan Hamish yang begitu sangat mematikan, melihat


ke arahnya membuat tubuh Ryo bergetar takut, takut jika Hamish sampai


mengetahui semuanya.


Dengan senyuman yang di paksakan Ryo tersenyum melihat ke


arah wajah Hamish yang kini ada di hadapannya. Hamish melingkarkan tangannya di


leher Ryo, dan itu membuat Ryo merasa begitu sangat ketakutan.


“Ryo.” Hamish menepuk bahu Ryo dengan sangat kasar dengan


tangannya yang kini tengah melingkar di bahu Ryo.


Karna menarasa begitu sangat ketakukan, dengan segera Ryo


menjawab ucapan Hamish. “Iya, Om. Ada apa?” Ryo melirik sejenak melihat ke arah


wajah Hamish yang kini tengah melihat ke arah wajahnya.


“Kamu tau kan? Kalau aku memiliki hewan peliharaan di


rumahku.” Hamish mengeluarkan pertanyaan yang begitu sangat mematikan membuat


bibir Ryo bergetar.


“Iya, Om, aku tau kalau Om memiliki binatan buas yang Om


pelihara.”


“Hem, bagus kalau kamu tau, dan apa kamu tau? Kalau sampai


aku mengetahui dan memiliki bukti siapa penyebab dari kecelakaan putriku dan


membuatnya harus meninggalkanku untuk selamanya. Aku tak akan segan-sagan


memberikan tubuhnya kepada hewan peliharaanku itu. Kamu tau kan? kalau hewan


peliharaanku begitu sangat menyukai memakan dagin manusia. Kamu tau itu kan?”


Setelah mengatakan itu, Hamish beserta anak buahnya keluar


dari kediaman Albert. Sementara Albert tak bisa berdiri dari duduknya karna


begitu sangat ketakutan, kaki dan lututnya terasa begitu sangat kaku, tubuhnya


masih bergetar mendengar semua peringatan yang keluar dari mulut Hamish.


Sementara Ryo tak bisa berkata apa-apa lagi. Ryo yang hanya


selalu mendengar ucapan Daddynya yang mengatakan kalau Hamish adalah orang yang


begitu sangat kejam, tak segan-sengan melenyapkan nyawa seseorang yang berani


menggangu ketenangannya dan ketenangan seluruh anggota keluarganya, kini

__ADS_1


membuktikannya sendiri.


“Ahh, Dad. Apa yang harus aku lakukan? Aku sangat takut


dengan ucapan Om Hamish. Apakah yang di ucapkannya akan selalu di lakukannya?”


Ryo menatap ke arah wajah Daddynya yang kini masih terlihat masih sangat pucat


karna takut.


“Iya, Hamish akan selalu membuktikan semua kata-katanya, dan


untuk menghilangkang jejak orang yang telah di habisinya Hamish akan memberikan


tubuh orang yang di lenyapkannya kepada ketiga Harimaunya.


Sebulan telah berlalu, kini Aby kembali ke kota tempat


tinggalnya, dan memilih tinggal di Apartemennya dengan alasan ingin mengenang


cinta kasihnya bersama istrinya, istri yang sangat di cintainya, istri yang


begitu sangat dirindukannya, karna di Apartemennya itu awal dari kisa cinta


mereka di mulai.


Nabila yag melihat putranya terus bersedih dan berduka


seperti itu, merasa tak tega hingga akhirnya mereka semua memilih pindah di


Apartemen Aby dan tinggal bersama di sana. Tiap malam Aby selalu memandangi


poto istrinya, berharap istrinya akan segera kembali dan memeluknya dengan


sangat erat.


Sementara Abdy yang melihat saudaranya berduka seperti berusaha


yang Abdy lakukan tidak ada yang membuat Aby tersenyum.


Tak tahan melihat saudara terus bersedih seperti itu. Abdy


berlari keluar dari kamar Aby dengan mengusap air matanya yang kini mulai


membasahi wajahnya.


“Ma.” Abdy memeluk Nabila sambil menangis “Aku tak tahan


melihat penderitaan kaka, aku bisa merasakan kesedihan yang  tengah di rasakannya. Aku bisa ikut merasakan


kesedihan dan rasa sakit kaka.” Abdy menangis sambil memeluk tubuh Nabila


ketika mengatakannya.


Mendengar suara putranya manangis, Nabila ikut menangis,


karna jujur Nabila masih tak percaya kalau menantunya benar-benar telah tiada.


Sementara Sameera semakin gencar mendekati Aby, karna


menurutnya sudah tak ada halangan lagi, karna halangan terbesarnya hanya istri


Aby, yang kini masih terbaring koma, dan sebentar lagi akan segera meninggal


itulah yang ada dalam pikiran Sameera saat ini.


Karna ingin mendekati Aby, Sameera bahkan mengikuti Aby


sampai ke kota tempat tinggalnya, sampai mencari tau dimana Aby tinggal saat


ini. Seprti siang ini Sameera mengambangi Apartemens Aby, mengira disana Aby


hanya tinggal sendirian dan akan mulai melancarkan aksinya.

__ADS_1


Dengan pakaian yang begitu sangat terbuka, Sameera menekan


bel Apartmens Aby. Nabila yang mendengar suara bel Apartmens putranya berbunyi


segera berjalan ke arah pintu untuk membukanya.


“Iya, maaf anda mencari siapa?” Nabila menatap penampilan


gadis yang ada di hadapannya, yang terlihat begitu sangat seksi menurutnya.


“Benar ini Apartemens Aby.” Sameera membuka kecamata yang di


kenakannya dan terlihat sok dan sombon dari cara berbicaranya.


“Benar. Ini Apartemens Aby.”


Tampa di persilahkan Sameera menerobos masuk, dan itu


membuat Nabila merasa begitu sangat terkejut dengan perlakuan gadis yang tengah


mencari putranya.


“Hei, apa yang kamu lakukan? Cobalah bersikap sopan Nak.” Nabila


mencoba berbicara lembut kepada gadis yang ada di hadapannya.


“Ya, ampun Bi, Bibi tidak tau ya, kalau aku ini calon istri


Aby Atmaja.” Dengan sombongnya Sameera mengatakan itu pada Nabila. Tampa mengetahui


bahwa wanita yang ada di hadapannya adalah Ibu dari pemuda yang tengah di


carinya.


Nabila yang mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya


terkejut. “Apa! Calon istri. Istri Aby baru saja meninggal sebulan yang lalu,


bahkan sampai sekarang Aby belum berhenti berduka di dalam kamarnya, lantas


dari mana asal gadis ini mengaku calon istrinya Aby.” Nabila terlihat bingun


melihat ke arah wanita yang kini tengah mengenakan pakaian yang kekurangan


bahan itu.


“Aby ada di kamarnya. Kenapa? Apa kamu ingin menemuinya? Kalau


kamu mau menemuinya sebentar aku akan memanggilnya.” Nabila berkata pelan dan


lembut melihat ke arah gadis yang ada di hadapannya.


“Tidak perlu Bi, biar aku saja yang menemuinya, sekarang


Bibi tunjukkan kamar Aby di seblah mana.” Sameera berbalik melihat ke arah


kamar yang tak jauh dari tempatnya duduk.


Mendengar ucapan gadis yang ada di hadapannya, Nabila


menyengitkan dahi tak suka dengan perilaku gadis yang ada di hadapannya itu,


karna menurutnya gadis yang ada di hadapannya ini terlalu tidak sopan, dan juga


berprilanya kurang baik. Nabila tak menyukai gadi yang seperti ini sama dengan


gadis yang tengah berdiri di hadapannya saat ini.


“Maaf, saya tidak akan membiarkan siapapun masuk ke dalam


kamar aby.” Nabila sengaja tak mengatakan kalau Aby adalah putranya karn ingin


tau semua sipat gadis yang ada di hadapannya saat ini.

__ADS_1


__ADS_2