Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.156


__ADS_3

Sameera terlihat begitu sangat takut, takut ketika Aby


menatap tajam ke arahnya, tatapan yang seakan ingin memakannya mentah-mentah. Aby


terlihat begitu sangat marah, ketika mendengar semua kata yang keluar dari


mulut Sameera, karna semua yang Sameera katakan kepada orang yang di telponnya


semuanya Aby dan Abdy dengar.  Dan Aby


mulai tau kalau Sameera adalah penyebab di balik kecelakaan yang di alami


istrinya.


Dengan wajah yang sangat marah, Aby berjalan mendekat ke


arah Sameera dan tampa berkata apapun Aby lansung memukul wajah Sameera dengan


begitu sangat kerasnya dan membuat Sameera meringgis kesakitan.


“Ahhh.” Sameera meringgis kesakitan sambil memegan wajahnya


yang terkena pukulan dari Aby. Dan Sameera juga nampak sangat terkejut dengan


apa yang tengah di lakukan Aby padanya “Apa yang kamu lakukan Aby? Kenapa kamu


memukulku?” Sameera masih mencoba pura-pura tidak tau dengan apa yang membuat


Aby memukulnya.


Sementara Abdy yang melihat Sameera mendapat pukulan dari


wajahnya, sangat terkejut, terkejut melihat Aby memukul seorang wanita. Karna selama


Abdy tau kakaknya memang selalu berkata datar dan dingin, namun ini pertama


kalinya Abdy melihat Aby memukul seseorang dan apalagi yang di pukulnya adalah


seorang wanita.


“Ihh, pasti sakit!” Abdy memegan wajahnya sambil menutup


matanya ketika melihat Sameera tekena bau tangan tangan kakanya “Rasakan! Rasanya


pasti enak, kan?” Abdy tersenyum sinis melihat ke arah Sameera yang kini tengah


memegan wajahnya. Wajah yang selalu berseri dan ceria kini berubah memerah


karna terkena bekas pukulan tangan Aby.


“Berani sekali kamu melakukan hal ini! Ha!” Aby menjambak


rambut Sameera dn itu membuat Sameera meringgis kesakitan.


“Aoo. Aby apa yang kamu lakukan?” mencoba melepas tangan Aby


yang kini tengah menjambak rambutnya dengan begitu sangat kasar “Aku tidak melakukan


apapun! Percayalah Aby, aku sungguh tidak melakukan apapun” Sameera masih


mencoba membela diri dan itu membuat Aby tersenyum sinis melihat ke arahnya.


Tampa menggubris apa yang tengah Sameera katakan, Aby memerintahkan


Abdy untuk menelpon Hans, Body Guard papanya, untuk membawa Sameera pergi dari


kantotrnya, karna Aby harus segera ke tempat di mana istrinya saat ini.


“Dy, Telpon Hans dan suruh segera ke sini untuk membawa


wanita sialan ini!” Aby terlihat begitu sangat marah, terlihat jelas dari


caranya memandang ke arah Sameera yang kini mulai terlihat sangat pucat.


Sameera yang mendengar ucapan Aby begitu sangat terkejut,


karna merasa begitu sangat terkejut Sameera membocorkan rahasianya sendiri “Maafkan


aku Aby.” Menangis “Aku melakukan ini karna aku sangat mengharapkanmu menjadi milikku


dan bukan milik Becca istrimu. Semua ini aku lakukan karna aku sangat


menginginkamu menjadi suamiku.” Karna begitu sangat takut Sameera tidak


menyadari apa yang tengah di katakannya.


Abdy yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut


sameera, begitu sangat syok dan juga marah dan itu membuatnya tidak menyadari


sampai tangannya tiba-tiba melayang di wajah Sameera.


Plakkk.


Satu pukulan kembali mendarat di wajah Sameera, Sameera yang


masih menahan rasa sakit, rasa sakit karna rambutnya masih di jambak kasar oleh


tangan Aby, kembali meringgis.


Auccc.


“Sakit!” Sameera kembali meringgis kesakitan ketika tangan


Abdy kembali melayan di wajahnya dan itu membuat kedua sisi bibirnya sobek dan


berdarah.


“Jadi ini semua ulah kamu?”  Abdy menatap tajam ke arah wajah Sameera yang


kini terlihat memar kiri kanan “Karna kamu seluruh angota keluargaku berduka


dan hampir membuat Ibuku meninggal karna terkejut dan membuatnya jantungan, dan


membuat kakakku berduka, bersedih hingga saat ini.” Abdy terlihat begitu sangat


marah. Abdy yang tidak pernah memukul seorang wanita kini ikut memukul wanita


yang ada di hadapannya sama yang tengah Aby lakukan.


“Sudah Bos, hubungi Om Hamish, biar dia yang memberi


hukuman  kepada wanita sialan ini.” Abdy berjalan


mundur ketika selesai mengatakan itu, dan mulai menghubungi nomor Hamish dan


bukannlah menghubungi Body Guar papanya.


Setelah sambungan telponnya terputus dengan Hamish. Abdy kembali


berjalan mendekat ke arah Aby yang kini masih memegan rambut Sameera, sambil


berkata.


“Body guard kepercayaan Om Hamish ada di kota kita ini. Dan sebentar

__ADS_1


lagi akan segera sampai di atap kantor, karna mengunakan kapal Helli kopter. Dan


Om Hamish juga menyarankan agar kita menggunakan kapal Helli kopternya untuk


pergi menjemput kakak Ipar. Dan bahkan saat ini Om Hamish tengah bersiap akan


pergi menemui putrinya di Paris. Dan untuk wanita sialan ini, kita serahkan


kepada Body Guar Om Hamish, biar mereka yang menentukan apa yang akan mereka


lakukan kepada wanita ini!” Abdy terlihat sangat kesal dan marah ketika


mengatakan itu kepada Aby yang kini tengah menatap ke arahnya.


“Baiklah.” Aby melepas pegangan tangannya dari rambut


Sameera dan itu membuat Sameera jatuh tersungkur di lantai.


Sameera pun menangis, tidak tau apa yang harus di lakukannya


lagi. Namun karna merasa begitu sangat ketakutan, Sameera memeluk paha Aby yang


ingin berjalan menjauh darinya.


“Aby, tolong maafkan aku” memohon “Aku tidak akan


melakukannya lagi.” Memeluk erat paha Aby, berharap Aby akan berbaik hati


padanya.


Namun ternyata Aby begitu sangat terluka ketika mendengar


semua yang di katakan Sameera dengan orang suruhannya itu, di tambah ketika


Abdy menceritakan semua soal kakak iparnya yang kini tidak mengenal siapapun,


dan juga calon anaknya yang kini telah tiada.


Rasa marah dan benci iya, itulah yang tengah Aby rasakan


saat ini. Rasa sakit yang tidak bisa di ungkapkan dengan sebuah kata-kata. Melihat


jari istrinya berdarah, Aby merasa begitu sangat panik dan juga takut, apalagi


mengetahui kondisi istrinya saat ini yang tidak mengenali siapapun bahkan Aby


mengetahui kalau tubuh istrinya terlihat begitu sangat kurus.


Namun Aby begitu sangat bersyukur, meskipun belum melihat


lansung wajah istrinya. Namun mengetahuinya masih hidup itu membuat Aby merasa


begitu sangat senang, karna ke ajaiban yang selalu Aby tunggu kini telah


terjadi.


Satu jam telah berlalu, kini Aby dan Abdy kini telah berada


di atas kapal Helli kopter. Sementara Sameera di bawa pergi oleh para Body Guar


Hamish.


Di dalam kapal Aby tidak berhenti bertanya, kepada pilot


yang tengah membawanya ke Paris. Namun jawabannya selalu sama. Yaitu menyuruh


Aby untuk bersabar, karna nantinya pasti akan sampai.


Sementara abdy tidak berhenti tersenyum sendiri, karna


kesenangannya daubels akan bertemu dengan kakak iparnya dan juga akan bertemu


Dengan wajah Ceria Abdy melihat ke arah jendela pesawat dan


melihat semua pemandangan yang ada di hadapannya. Higga tidak menyadari dirinya


tengah terlelap sama dengan Aby.


Waktu terus berlalu tidak terasa negara yang mereka kunjungi


saat ini telah sampai di bandara. Aby dan Abdy yang masih ketiduran tidak


menyadri akan hal itu. Namun setelah di bangunkan dengan segera keduanya


terbangun. Mungkin karna tujuan keduanya sama dan itu membuat keduanya dengan


segera membuka matanya ketika di bangunkan.


Dengan wajah ceria Aby dan Abdy turun dari pesawat dan


berjalan keluar dari dalam bandara dan mendapati Lisa telah menunggu kedatangan


keduanya. Lisa tau kalau Abdy akan segera sampai di negara yang di tempatinya


karna sebelum memasuki kawasan bandara Bandara Paris. Hape Abdy berdering namun


saat itu Abdy tengah tertidur dan tidak menyadari hapenya tengah berdering yang


di simpan di atas meja mini yang ada di dalam pesawat yang di tumpanginya dan


itu membuat pilotnya mengankat panggilan tersebut dan menjawabnya dan


mengatakan kalau kapal Helli kopter mereka akan segera sampai di bandara.


Lisa yang mengetahui itu dengan segera mengajak Adi kakak


sepupunya untuk pergi ke bandara untuk menjemput suami dari wanita yang tengah


berada di dlam kamarnya. Namun sebelum Lisa pergi meninggalkan rumah neneknya


Lisa berpesan kepada neneknya agar tidak membiarkan wanita yang berada di dalam


kamarnya keluar.


Jantung Lisa mulai berdetak dengan begitu sangat kencang


ketika mobil kakak sepupunya mulai memasuki areaparkiran bandara. Adi yang


melihat Lisa terlihat begitu sangat gugup berkata.


“Kamu kenapa Lis? Kenapa wajahmu berubah tegan seperti itu? Apa


kamu takut menemui pemuda yang telah membuatmu patah hati.” Adi terkekeh


setelah mengatakan itu kepada Lisa. Meskipun Lisa tidak pernah mengatakan kalau


ia menyukai Abdy, namun Adi dapat mengetahui kalau Lisa menyukai pemuda itu. Terlihat


jelas dari caranya menyebut nama Abdy.


“Aku tidak kenapa-napa Kak.” Lisa tersenyum melihat ke arah


Adi yang kini tengah melihat ke arahnya.


“Ayo kita turun. Mungkin Abdy dan kakaknya sudah menunggumu.”

__ADS_1


Adi tersenyum jail melihat ke arah Lisa yang kini mulai memperlihatkan wajah


pucatnya.


Lisa pun turun dari mobil di ikuti oleh Adi di belakangnya. Mereka


berdua berjalan masuk ke dalam bandara dan mulai mencari keberadaan Aby dan


Abdy.


Lisa sangat terkejut ketika seorang pemuda tiba-tiba


memeluknya dengan begitu sangat erat. Namun di saat Lisa mencium bau parpum


pemuda yang tengah memeluknya, Lisa tau kalau itu adalah Abdy, orang yang


begitu sangat dirindukannya.


“Abdy.” Berusaha melepas pelukan “Lepaskan aku. Kamu jangan


memelukku seperti ini!” Lisa masih berusaha melepas pelukan Abdy, meskipun


sebenarnya Lisa juga begitu sangat merindukan orang yang telah memeluknya saat


ini.


“Aku sangat merindukanmu Lisa.” Abdy mempererat pelukannya


dan itu membuat Aby dan Adi tersenyum melihat ke arah mereka berdua.


Aby yang melihat tingkah adiknya hanya mengelengkan


kepelanya. Namun Aby juga mengerti dan mungkin akan sangat mengerti, di


tinggalkan oleh orang yang begitu sangat kita cintai ternyata begitu sangat


menyakitkan dan setelah bertemu rasanya ia tidak ingin melepaskannya lagi,


itulah yang tengah terlintas dalam pikiran Aby saat ini. Karna dirinya masih


selalu membayankan apa yang akan di lakukannya jika dirinya bertemu dengan


istrinya nanti, apakah akan memeluk, memangku, mengendong atau bahkan tinggal


dalam balutan selimut selama dua puluh empat jam, itulah yang tengah Aby


pikirkan saat ini.


“Abdy. Tolong lepaskan pelukan kamu. Jangan melakukan ini di


depannya, karna aku harus mengjaga perasaannya.” Lisa sengaja mengatakan itu


karna mulai merasa tidak nyaman dengan pelukan Abdy yang sudah sangat lama dan


seperti tidak ingin melepaskannya lagi.


Abdy yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut Lisa


begitu sangat terkejut. Dan segera melepas pelukannya dan menatap wajah pemuda


yang kini tengah berdiri di sampin Lisa.


Apa pemuda ini suami LIsa? atau kekasihnya? tidak! tidak!


*Lisa tidak boleh! menjadi milik orang lain! Lisa hanya akan menjadi milikku seorang. * Abdy membatin.


Abdy menatap wajah pemuda yang tengah berdiri di sampin Lisa


dengan penuh banyak pertanyaan, siapa dia? Dam kenapa Lisa sampai mengatakan


hal itu kepadanya. Dan pemuda yang Abdy tatap tidak berhenti tersenyum melihat


ke arahnya.


Pemuda itu mengulurkan tangan kepada Abdy, karnaingin


memperkenalkan dirinya. Namun Lisa lansung berkata.


“Oya, Aby, Abdy. Kenalkan Adi, calon suamiku.” Lisa


melingkarkan tangannya di lengan Adi ketika mengatakan itu.


Sedangkan Adi hanya tersenyum mendengar ucapan adik


sepupunya yang mengatakan kalau dia adalah calon suaminya. Dan terbukti dengan


jelas dengan apa yang ada di pikiran Adi saat ini. Kalau Lisa benar- benar


menyukai pemuda yang baru saja memeluknya dengan begitu sangat erat.


Aby yang melihat itu semua berkata “Akan lebih baik kalau


kita segera ke rumah nenek kamu Lis. Aku sangat ingin menemui istriku, karna


aku begitu sangat merindukannya.” Aby tersenyum ceria setelah mengatakan itu.


“Tentu saja Kak Aby. Akan lebih baik kalau kita segera ke


rumah nenek aku.” Setelah mengatakan itu Lisa merangkul tangan Adi berjalan


keluar dari dalam bandara.


Aby yang melihat wajah adiknya yang terlihat begitu sangat


kecewa berkata. “Sabar Dy.” Menepuk bahu “Kamu harus tetap berjuan untuk


mendapatkan cinta orang yang kamu cintai. Dan sebelum janur kunin dan tenda


biru menghias di depan rumah Lisa, itu berarti kamu masih memiliki kesempatan


untuk mendapatkan cintanya.” Aby sedikit berkata konyol dan ia juga tidak tau


entah dari mana ia menemukan kata-kata konyol itu keluar dari dalam mulutnya.


Aby merasa begitu sangat heran dengan dirinya saat ini, mungkin karna efek


terlalu bahagia karna sebentar lagi ia akan segera menemui istrinya, istri yang


begitu sangat di cintainya.


Dua puluh lima menit telah berlalu, kini Aby dan Abdy telah


sampai di depan rumah nenek Lisa. Aby yang mulai tidak bersabar ingin segera


bertemu dengan istrinya segera keluar dari dalam mobil dan lansung berlari ke


arah pintu utama rumah nenek Lisa.


Dengan senyuman merekah di bibirnya Aby kembali berkata. “Lisa.”


Memanggil “cepat buka pintunya.” Aby terlihat tidak sabar.


Lisa yang mendengar ucapan Aby tersenyum, mengerti dengan


apa yang tengah di rasakan Aby saat ini. “Iya, tunggu!” tertawa pelan “Sabar,

__ADS_1


istrimu tidak akan kemana-mana.” Lisa berjalan ke arah pintu dimana saat ini


Aby telah menunggunya.


__ADS_2