
Mendengar ucapan Lisa, Aby hanya menggaruk kepalanya yang
tidak gatal, karna merasa malu dengan tingkah yang tengah di tunjukkannya saat
ini. Aby yang biasanya bersikap dingin dan datar kini bersikap layaknya seorang
anak kecil yang takut kehilangan permennya.
Lisa membuka pintu rumah neneknya dan mempersilahkan Aby dan
yang lainnya masuk. Sementara Abdy yang berjalan paling belakang masuk ke dalam
rumah nenek Lisa, karna selalu memperhatikan gerak-gerik Adi yang di
perkenalkan Lisa sebegai calon suaminya masuk ke dalam rumah.
Aby masuk ke dalam rumah, dan di sambut hangat oleh nenek
Lisa. “Selamat datang di kediaman kami.” Sambut hangat kakek dan nenek Lisa.
Aby dan Abdy yang mendapat penyambutan seperti itu. Tersenyum
dan lansung berjalan mendekat ke arah nenek dan kakek Lisa dan menyalimi tangan
kedua orang tua yang ada di hadapannya.
“Terimakasih karna telah menyambut baik kedatangan kami
berdua, dan terimakasih karna telah menerima istriku untuk tinggal di rumah
anda dan menjaganya dengan baik.” Aby nampak sangat senang dan bahagia ketika
mengatakan itu kepada kakek dan nenek Lisa.
Terlihat jelas dari sorot mata Aby yang hanya memperlihatkan
kebahagian, kebahagia yang sulit Aby ungkapkan dengan sebuah kata-kata.
Sementara Abdy yang melihat Adi terlihat akrab dengan kedua
kakek dan nenek Lisa, nampak sedikit kesal, dan mulai berpikir kalau memang
tenyata Lisa memang lebih bahagia dengan Adi calon suaminya itu.
Apa lagi yang harus aku lakukan?
Lisa dan calon suaminya terlihat sangat serasi,bahkan Lisa terlihat sangat bahagia
*dan paling utama kakek dan nenek Lisa begitu sangat menyukainya. sadar Abdy, kamu tidak memiliki *
kesempatan lagi.
Dengan wajah yang terlihat murung, Abdy berjalan ke arah
sopa yang ada di dalam ruangan tamu kakek dan nenek Lisa, dan Lisa yang melihat
itu merasa sedikit bersalah karna telah berbohong tentang hubungannya dengan
Adi kakak sepupunya.
Sementara Aby mulai tidak sabar ingin bertemu dengan
istrinya, istri yang begitu sangat di rindukannya, dan itu membuatnya tidak
berhenti melihat sekeliling dalam ruanga rumah nenek Lisa.
“Lisa.” Aby memanggil Lisa, namun tidak mengatakan apapun.
Lisa yang mengerti arti dari panggilan Aby, terenyum “Iya,
sabar.” Lisa tertawa pelan melihat ke arah Aby, lalu melihat ke arah neneknya “Nenek,
aku ingin membawa Aby masuk ke dalam kamar untuk menemui istrinya.” Lisa
meminta izin kepada neneknya, karna sebelum mendapat persetujuan dari neneknya
Lisa tidak berani mengajak pemuda siapapun masuk ke dalam kamarnya.
Kakek dan nenek Lisa yang tau kalau wanita yang ada di dalam
kamar Lisa, adalah istri dari Aby Atmaja tersenyum dan berkata “Masuk saja Lis,
karna nenek tau kalau Tuan Atmaja ini adalah suami dari wanita yang ada di
dalam kamar kamu.” Kakek Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan itu.
Setelah mendapat persetujuan dari kakeknya, Lisa mulai
mengajak Aby masuk ke dalam kamarnya. Namun sebelum masuk ke dalam kamarnya,
Lisa memperingati Aby agar tidak membautnya takut berhubung kondisi Becca saat
ini yang tidak mengingat apapun dan jika melihat orang asing yang tidak di
kenalnya itu akan membuatnya merasa takut.
Aby yang mengerti dengan semua yang tengah Lisa katakan
padanya, menganggukkan kepalanya dan berkata. “Baik Lisa aku mengerti.”
Lisa memutar knop pintu lalu masuk bersama Aby, dan
mendapati Becca tengah tertidur di atas tempat tidurnya.
Aby yang melihat istrinya tengah terbaring di atas tempat
__ADS_1
tidur, merasa sangat senang dan bahagia, Air matanya tiba-tiba jatuh membasahi
wajahnya, karna merasa sangat senang dan bahagia melihat wajah istrinya kini
tengah terlelap di atas tempat tidur, Aby sampai lupa apa yang baru saja Lisa
katakan padanya.
Aby ingin segera berlari ke arah tempat tidur dimana Becca
saat ini tengah terlelap, karna ingin memeluknya. Namun dengan cepat Lisa
memegan bahu Aby sambil berkata.
“Husss.” Menaruh jari telunjuk di bibir “Kak, kakak jangan
terburu-buru nanti kakak ipar terkejut dan takut sama kak Aby. Jangan gangu
dulu ya. Aku mohon ini demi kakak dan juga kakak ipar.” Lisa melarang Aby untuk
membangunkan Becca,karna lisa takut Becca akan terkejut dan takut kepada
suaminya sendiri.
“Tapi, Lisa aku sangat merindukan istriku.” Melepas tangan
Lisa yang ada di lengannya.
“Iya, aku mengerti kak, bahkan aku sangat mengerti dengan
apa yang kak Aby rasakan. Tapi jika kakak melakukan ini, dan ini membuat kakak
ipar terkejut dan takut kepada Kak Aby bagimana? Apa kakak Aby akan sanggup
kalau kakak ipar sampai takut kepadamu.” Lisa menjelaskan semua yang tidak
boleh Aby lakukan.
Aby yang mendengar semua ucapan Lisa, terdiam sejenak sambil
berjalan mendekat ke arah tempat tidur untuk melihat istrinya dari jarak dekat.
Lisa yang melihat itu, berkata “Kak, Aby apa yang kamu
lakukan?”
“Huss, kamu jangan ribut Lis. Aku hanya ingin melihat wajah
istriku dari jarak yang sangat dekat.” Aby berkata pelan sambil berjalan ke
arah tempat tidur.
Setelah sampai di sampin tempat tidur. Aby kembali
meneteskan air matanya, tidak percaya kalau wanita yang ada di hadapannya
selama lima bulan pergi dan tidak ada kabar dan sekarang kembali dalam keadaan
yang begitu sangat memperihatinkan.
Aby menatap wajah istrinya yang terlihat tirus, lingkaran
matanya terlihat menghitam dan di bagian tangannya terlihat banyak luka-luka
dan bahkan di pergelangan tangannya masih terlihat memerah. Aby yang melihat
itu ingin menyentuh tangan istrinya, namun sebelum itu terjadi dengan segera
Lisa menarik tangan Aby keluar dari dalam kamar yang di tempati Becca tengah
terlelap saat ini. Karna Lisa tidak ingin Becca merasa terganggu dengan
tidurnya terkejut dan takut ketika melihat Aby tiba-tiba ada di sampinnya.
Setelah sampai di luar kamar. Aby memukul tembok karna
merasa sangat marah melihat seluruh bekas luka yang ada di tubuh istrinya.
“Kurang ajar! Wanita sialan itu akan mendapat hukuman yang
setimpal dengan apa yang tengah di lakukan terhedap istriku.” Aby nampak sangat
kesal dan marah ketika mengatakan itu terlihat jelas dari ekpresi wajahnya,
rahangnya yang kokoh terlihat mengeras dan matanya memancarkan kemarahan yang begitu
sangat besar.
Lisa yang pertama kali melihat Aby marah, nampak sedikit takut
karna ini pertama kalinya Lisa melihat kemarahan dari seorang Aby Atmaja. Melihat
Aby merasa sedikit tenang Lisa mengajaknya kembali ke ruangan tamu untuk
bergabung dengan yang lainnya.
Namun belum sempat Aby sampai di ruangan tamu, bel pintu
rumah nenek Lisa bersuara. Adi selaku tuan rumah berjalan ke arah pintu dan
membukakan pintu untuk tamunya.
Adi sangat terkejut ketika melihat Hamish dan para anak
buahnya tengah berdiri di depan pintu rumah neneknya. “Tuan Hamish” terkejut “Anda
__ADS_1
datang juga?” pertanyaan bodoh keluar dari dalam mulut Adi, karna tidak percaya
dengan apa yang tengah di lihatnya saat ini. Seoarang Hamish Daud Willie
pebisnis ternama datang ke rumah neneknya.
“Iya.” Hamish tersenyum ramah melihat ke arah ady yang kini
tidak percaya melihatnya “Apa menantuku sudah sampai? Maksudku Aby atmaja?”
orang pertamya yang Hamish cari adalah menantunya ketika sampai di kediaman
nenek Lisa.
“Iya, Tuan Hamish, Menantu anda sudah sampai sekitar satu
jam yang lalu. Oya silahkan masuk.” Adi mempersilah.
Hamish masuk ke dalam rumah nenek Lisa, dan melihat beberapa
orang di ruangan tamu. “Apa kabar semua.” Hamish meyapa hangat semua yang ada
di dalam ruangan tamu tersebut.
Sementara Aby yang melihat Ayah mertuanya, berjalan
mendekat, dan setelah sampai di depan ayah mertunya Aby lansung memeluk Hamish
dengan begitu sangat eratnya.
“Dad, Becca, Becca masih hidup.” Melepas pelukan “Aku sangat
bahagia setelah melihatnya, dan juga sedih karna Becca tidak dapat mengingat
salah satu di antara kita semua.” Aby kembali meneteskan air matanya setelah mengatakan itu.
“Sabar, Aby. Daddy juga turut senang dan juga sedih ketika mendengar
semua itu. Tapi satu hal yang harus kita syukuri Becca masih hidup hingga saat
ini.” Hamish menguatkan Aby dan juga menguatkan dirinya sendiri. Meskipun sebenarnya
Hamish sangatlah khwatir dengan kondisi putrinya saat ini.
Mereka semua berkumpul di ruangan tamu nenek Lisa, dan
tiba-tiba mata mereka melihat ke arah Becca yang kini tengah berdiri tidak jauh
dari tempat mereka berkumbul.
“Becca!” Hamish berjalan ke arah putrinya yang kini menatap
bingun ke arahnya.
“Kamu siapa?” Becca menatap wajah yang tengah berdiri di
hadapannya.
“Ini Daddimu Nak. Becca apa kamu ingat?” Hamish tersenyum
hangat melihat ke arah putrinya yang kini tengah berdiri di hadapannya.
“Daddy?? Daddy itu siapa?” Becca melihat ke sana kemari
ketika mengatakan itu, dan matanya tertuju kepada Lisa yang kini tengah melihat
ke arahnya “Sini.” Melambaikan tangan ke arah Lisa.
Lisa yang melihat itu segera berjalan ke arah Becca yang
kini terlihat bingun dan juga sedikit ketakutan, setelah sampai di depan Becca
Lisa pun berkata.
“Ini Daddymu.” Tersenyum hangat “Apakamu tidak ingin
memeluknya? Daddymu sangat merindukanmu.” Lisa sedikit mendekatkan tubuh Becca
dan Hamish yang melihat itu lansung memeluk hangat putrinya, dan meneglus lembut
kepala Becca sambil berkata.
“Putri kesayanganku.” Mengecup lembut dahi Becca “Putri
kecilku yang cantik.” Hamish mengupap wajah Becca yang yterlihat tirus.
Becca yang mendapat perlakuan seperti itu dari Daddynya
terdiam, karna merasa nyaman dengan pelukan hangat yang di berikan Daddynya.
mungkin karna ikatan bathin di antara mereka berdua sangat kuat dan itu membuat
Becca tidak bereaksi apapun.
Lalu Lisa melihat ke arah Aby yang kini tengah melihat ke
arahnya. Dan Lisa bisa mengerti kalau Aby juga sangat ingin memeluk istrinya.
Lisa tersenyum dan memberi kode ke Aby agar berjalan mendekat ke arahnya.
Aby yang mengerti dengan kode yang di berikan Lisa, berjalan
mendekat ke arahnya. Sementara Hamish yang melihat Aby berada di sampinnya
melepas pelukannya dari putrinnya.
__ADS_1
“Dia siapa?” Becca menunjuk ke arah Aby yang kini tengah
berdiri di sampinnya.