Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.121


__ADS_3

Cukup lama pintu ruangan perawatan tertutup. Hingga akhirnya Dokter yang menangani Bella keluar dari ruangan tersebut. Dengan wajah sedikit takut Dokter itu berkata.


"Maaf, Tuan Hamish janin yang ada dalam kandungan istri anda harus segera kami angkat, karna ini sangat berbahaya bagi keselamatan nyawa istri anda" Dokter menjelaskan.


Bagaikan di sambar petir di siang bolong, ketika Hamish mengdengarkan ucapan dokter tersebut. Hamish tak menduga anak yang selalu Ia inginkan harus di angkat sebelum keluar menikmati ke indahan dunia. Karna merasa terkejut Hamish melangkah ke belakang, tak percaya mendengar apa yang Ia dengar.


Namun setelah mengingat istrinya, Hamish kembali berjalan sedikit mendekat ke arah dokter, lalu berkata.


"Terus bagaimana keadaan istri saja? apa baik -baik saja?" Hamish menatap dokter yang ada di hadapannya dengan wajah yang sangat panik.


Dokter menepuk bahu Hamish dengan sangat pelan, lalu berkata.


"Sebaiknya anda ikut ke ruangan saya. Di sana aku akan menjelaskan semuanya" Dokter itu berjalan ke arah ruangan kerjanya diikuti oleh Hamish di belakannya.


Setelah mendengar semua penjelasan Dokter, Hamish melangkah keluar dengan keki yang gemetar, dan dada terasa begitu sangat sesak, bahkan saat ini keringat dingin tengah membasahi wajahnya, setelah mendengar semua apa yang di katakan Dokter.


"Istri anda mengidap penyakit kanker Rahim setadium lanjut." itulah yang Dokter katakan.


Hamish duduk di bangku yang ada di lorong rumah sakit, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Hamish nampak sangat sedih,hatinya terasa perih mendengar kalau istri yang Ia cintai dan Ia kasihi kini tengah di ponis mengidap penyakit yang sangat mematikan bahkan telah menemui tahap akhir.


Dalam keheningan Hamish mengeluarkan air mata, tampa suara. Menangis tampa ada yang tau penderitaan yang tengah Ia alami saat ini.


Setelah merasa sedikit baikan, Hamish berjalan ke arah ruangan perawatan, karna saat ini Bella tengah di pindahkan.


Hamish membuka pintu, kamar yang di tempati Bella di rawat. Di sana Bella tengah terbaring, dan masih tak sadarkan diri.


Hamish melangkah ke arah tempat tidur, lalu mengambil kursi, kemudian duduk di sampin berangka dimana ada Bella tengah terbaringa.


Hamish meraih tangan Bella, lalu mengecupnya dengan sangat lembut, kemudian berkata.


"Kamu harus kuat sayang, Kamu harus tetap hidup demi anak kita Becca dan juga aku suamimu, suami yang begitu sangat menyayangimu dan sangat mencintaimu." setelah mengatakan itu air mata Hamish kembali menetes di wajahnya.


Hamish tak berenti mencium dan mengengam erat tangan Bella, takut Bella akan pergi meninggalkannya.

__ADS_1


Bella yang mulai sadar, menbuka matanya secara pelan -pelan. Lalu melihat sekeliling ruangan yang Ia tempati dan terakhir Ia menatap Hamish yang kini tengah mencium tangaannya dengan menutup kedua matanya.


Bella tersenyum melihat ke ara Hamish, lalu berkata.


"Sayang" memegan kepala Hamish.


Hamish yang mendengar suara istrinya dengan segera membuka ke dua bola matanya. Lalu berdiri kemudian mengecup lembut dahi Bella.


Bella yang mendapat kecupan lembut dari suaminya, menutup kedua matanya sambil tersenyum.


"Kamu udah sadar sayang?" setelah mengatakan itu Hamish memencat tombol yang ada di atas kepala Bella, Memberi tanda pada Dokter kalau saat ini Bella tengah sadar.


Setelah beberapa menit, para dokter yang menangani Bella, masuk ke dalam ruangan, dimana ada Bella.


Dokter pun mulai memeriksa keadaan Bella, Bella yang mendapat pemeriksaan seperti itu, bertanya karna merasa penasaran.


"Dokter, sebenarnya saya sakit apa?" tanya Bella penasaran.


Dokter yang mendengar pertanyaan pasiennya, bukannya menjawab Dokter itu malah melihat ke arah Hamish.


Hamish yang mengerti dengan tatapan itu memberi kode, agar Ia saja yang mengatakannya secara langsun pada istrinya.


Setelah Dokter keluar dari ruangannya, Bella menatap suaminya. Berharap suaminya akan mengatakan semua apa yang tengah terjadi padanya.


"Sayang, sebenarnya aku sakit ap?" tanya Bella pelan dan lembut.


Hamish yang mendapat pertanyaan dari istrinya, terdiam. Karna Ia tak tau, Harus memulainya dari mana?.


Melihat ke bungkaman suaminya, Bella kembali bertanya.


"Sayang, aku sakit apa?"


Hamish yang mendapat pertanyaan ke dua dari istrinya, tak kuasa lagi menahan rasa sedihnya. Hamish langsung menarik tubuh Bella masuk ke dalam pelukannya. Hamis memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat, dengan deraian air mata.


Bella yang merasa aneh dengan perlakuan suaminya. Mendongak melihat wajah Hamish yang kini tengah penuh dengan air mata. Karna saat ini Bella masih berada dalam pelukan suaminya.

__ADS_1


"Kamu harus sembuh sayang" memeluk erat "Aku tak akan pernah membiarkanmu pergi meninggalkanku" kembali mengeluarkan air mata.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Hamish. Bella berusaha melepas pelukan suaminya.


Setelah terlepas, dengan segera Bella berkata.


"Sayang, aku sakit apa?" menatap wajah Hamish "Tolong kamu kasi tau aku."


"Anak dalam kandungan kamu harus segera di angkat, kalau tidak...?" Hamish tak bisa melanjuka ucapannya.


Namun Bella yang mendengar ucapan separuh suaminya, kembali berkata.


"Kalau tidak kenapa? dan kenapa anak kita harus segera di angkat?"


Pertanyaan Bella membuat Hamish, semakin sedih dan merasa bersalah.Karna sebetulnya Hamish tak ingin memberitahukan Bella, kalau saat ini Ia tengah sakit keras.


Namun kata dokter, "Kita harus segera mengambil tindakan, sebelum semuanya terlambat."


Dengan pandangan sendu. Hamish melihat wajah pucat istrinya lalu berkata.


"Kamu mengidap kanker Rahim setadium lanjut." setelah mengatakam itu Hamish menundukkan wajahnya.


Tangan yang ada di lengan suaminya, terlepas begitu saja, ketika mendengar kata yang keluar dari mulutnya.


Bella meneteskan air mata sambil berkata.


"Apa! aku sakit, dan penyakitku separah itu? tidak, ini pasti salah, ini tidak mungkin" berteriak tak percaya apa yang telah terjadi dengannya.


"Dan anakku" memegan perutnya yang masih rata "Aku tak akan membiarkan siapapun menyentuhnya." Setelah mengatakan itu Bella tertawa melihat ke arah Hamish yang kini tengah menangis melihat ke arahnya.


"Sayang kenapa kamu menangis?" meraih tangan Hamish, lalu mengecup lembut punggun tangan suaminya.


Hamish hanya terdiam, kembali memeluk istrinya dengan sangat erat. Bella yang mendapat pelukan hangat dari suaminya. Mulai menumpahkan tanggisannya.


"Kenapa?" menangis "Kenapa harus aku?" memeluk eret pinggan Hamish "Kenapa Tuhan begitu sangat kejam pada kita. Apa salah anakku?, anak kita? sehingga dia harus di angkat sebelum melihat dunia. Kenapa?" kembali menangis.

__ADS_1


Hamish yang mendengar curahan hati Bella, hanya bisa menangis. Hamish pun berkata.


"Sudah ya sayang" mengelus belakan istrinya dengan sangat pelan "Serahkan semuanya pada yang di atas, Semuanya akan baik -baik saja" Hamish menyemangati Bella.


__ADS_2