
Becca nampak sangat cantik mengenakan pakaian kebaya yang
berwarna maron, yang di padukan dengan rok batik yang berwana merah ke emesan
yang panjangnya sampai pergelangan kaki, begitu pun dengan Aby ia mengenakan
pakaian batik dengan warna senada dengan kebaya yang di gunakan Becca.
Aby tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah menatap
pantulan tubuhnya di cermin yang mengenakan pakaian kebaya, dan tidak lupa ia
menggulung-gulung rambutnya seperti mi keriting, dan itu membuat kecantikan
Becca benar terlihat sempurna.
Aby berjalan ke arah istrinya lalu berkata, “ kamu sangat
canik” tersenyum hengat “Apa kamu sudah siap?” tanya Aby melihat ke arah Becca
yang kini tidak berhenti melihat wajahnya ke arah cermin.
“Iya, aku sudah siap,” ucap pelan Becca tersenyum
melingkarkan tangan di lengan Aby berjalan keluar dari dalam kamarnya menurungi
anak tangga dan berjalan ke arah rombongan yang telah siap membawa iringan
penganting menuju ke rumah mempelai wanitanya.
Nabila dan Doni kini tengah berdiri di depan pintu utama
dengan mengenakan pakaian kebaya dengan warna yang sama dengan Becca kenakan
sementara Doni dan Aby mengenakan pakaian yang sama persis, karna itu semua
keinginan Nabila agar keluarga mereka terlihat sangat kompak dengan mengenakan
pakaian couple seperti itu.
Abdy terlihat sangat tampan menggenakan pakaian adat jawa
keluar dari dalam kamarnya menghampiri anggota keluarganya yang kini tengah
berdiri di depan pintu menunggu kedatangannya.
“Abdy apa ini kamu?” tanya Becca tidak percaya melihat ke arah
adik iparnya yang kini terlihat sangat tampan.
Abdy yang mendengar sanjungan kakak iparnya tersenyum,
berkata. “Aku tampan ya kakak ipar? Hehehe, asyik biar Lisa semakin jatuh cinta
kepadaku.” Ucap Abdy melucu dan itu membuat semua rombongan yang ingin membawa
iringan penganting ke rumah calon istri Abdy tertawa dan itu membuat suasana
riuh di depan rumah Atmaja, karna mendengar lawakan Abdy yang terdengar lucu.
Doni, Nabila, Aby dan Becca ikut tertawa melebar mendengar
Abdy mengatakan hal lucu seperti itu menurut mereka berempat.
“Kamu itu apa-apaan Dy, memangnya Lisa tidak jatuh cinta
kepadamu?” tanya Nabila melihat ke arah Abdy yang kini tidak berhenti tersenyum
karna merasa sangat bahagia dengan pernikahan yang akan menyatukan hubungan
cintanya dengan Lisa.
Bukannya menjawab pertanyaan Nabila Abdy justru
tersenyum-senyum sendiri sambil membayankan sesuatu dan itu membuat Nabila
kembali bertanya.
“Hadeh” mengelengkan kepala “Sepertinya kita harus segera
menikahkannya dan akan lebih baik jika kita berangkat sekarang.” Nabila
mengelengkan kepalanya melihat ke arah putranya yang kini terlihat seperti
orang bodoh, mungki sudah kebelet pengen nikah jadi tingkahnya konyol seperti
itu.
Mereka berlima menggunakan mobil yang sama, Nabila, Abdy dan
Doni duduk betiga di job belakang, sementara Aby menjadi sopir untuk mereka
berempat dan Becca duduk di sampin Aby melihat ke arah Abdy yang kini teidak
berhenti tersenyum-senyum sendiri.
“Abdy, bagaimana apa kamu sudah menghapal bacaan untuk ijob
qobul nanti?” tanya Aby melihat ke arah Abdy yang kini terlihat seperti orang
bodoh yang sering melamun.
Aby mengatakan kalau saat ini Abdy terlihat sangat bodoh
karna dulu ia tidak menjalani acara pernikahan yang seperti yang tengah Abdy
lakukan saat ini, karna dulu Aby lansung menikahi Becca di kantor KUA.
“Sudah bos, aku sangat ingat dan tidak mungkin aku
melupakannya, karna jika aku sampai melupakannya bisa-bisa Lisa marah padaku
dan tidak ingin menikah denganku.” Ucapan yang keluar dari dalam mulut Aby
masih terdengar koyol di telinga anggota keluarganya yang lain, dan itu membuat
Becca terkekeh pelan karna merasa lucu dengan apa yang baru saja Aby katakan.
Hihihi.
Becca menutup mulutnya melihat ke arah depan, ketika ia
terkekeh, Aby yang melihat istrinya bertingkah seperti itu ikut tersenyum namun
tidak menampakkannya karna saat ini ia pokus melajukan mobilnya.
Setelah 20 menit, mobil Aby berhenti di depan pintu gerban
rumah Lisa, suasana terlihat sangat ramai banyak keluarga Lisa yang tengah
menunggu dan menanti kedatangan calon mempelai pria, di sana Hamish salah
satunya, ia sengaja menanti kedatangan besannya karna ia telah mengangap Lisa
sebagai putrinya, hingga ia mengatakan hal itu kepada Doni dan Nabila dan
mendapat persetujuan hangat dari Nabila.
“Besan, apakah aku boleh menanti kedatangan kalian di rumah
Lisa?” tanya Hamish kepada Nabila dan Doni semalam.
“Tentu saja bisa, kami sangat mengerti kalau kamu telah
mengangap Lisa sebagai putrimu sendiri.” Nabila tersenyum setelah mengatakan
itu kepada Hamish.
“Baiklah besok aku akan menanti kedatangan kalian di
kediaman Rendi, biar aku yang akan menjemput kedatangan kalian besok.”
Becca turun dari mobil lalu berjalan ke arah Hamish yang
kini tengah berdiri di pintu gerban bersama dengan Rendi.
“Dad” Becca memeluk Hamish dengan hangat begitu pun dengan
Hamish yang ikut memeluk tubuh putrinya dengan begitu sangat hangat.
“Kamu terlihat sangat cantik putri kecilku.” Hamish
menyentuh rambut putrinya yang kini seperi mi keriting karna selesai ia sosis.
Becca yang mendengar ucapan Daddynya tersenyum berkata,
“Tentu Dad, dari dulu hingga sekarang aku selalu terlihat sangat cantik.” Becca
tersenyum manis setelah selesai mengatakan itu kepada Daddy.
Memang benar Becca nampak sangat cantik dari ia kecil hingga
ia dewasa wajah Becca masih terlihat sangat cantik. Namun memiliki kecantikan
seperti itu Becca tidaklah sombong justru ia menjadi gadis yang sangat baik.
Nabila, Doni dan Aby turun dari mobil namun tidak dengan
Abdy. Ia merasa tiba-tiba nyalinya menciut ketika mobil yang ia tumpangi kini
telah sampai di depan rumah Lisa, wajah cerianya tiba-tiba memucat seperti ia
__ADS_1
merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam tubuhnya.
Abdy melihat ke arah halaman rumah Lisa yang terlihat ramai
penuh dengan para tamu-tamu yang menunggu kedatangannya lalu kembali menunduk
melihat ke arah tangan dan lututnya yang nampak gemetaran.
“Apa yang terjadi denganmu Abdy? Kenapa kamu terlihat gugup
seperti ini?” berkata sendiri dalam mobil “Ayo turun tinggal selangkah lagi,
Lisa akan segera menjadi milikmu.” Abdy tidak berhenti berkata sendiri di dalam
mobil karna merasa sangat gugup dengan apa yang akan segera ia lakukan.
Doni dan Nabila melihat ke dalam mobil dan masih melihat
Abdy masih duduk sama seperti ia keluar, Aby yang melihat adiknya masih berada
di dalam mobil berjalan ke arah pintu mobil lalu melihat masuk, berkata.
“Apa kamu gugup? Hehehe” menertawai “Mana keberanian yang
baru saja kamu perlihatkan?” Aby mengejek Abdy karna melihat ke gugupankini
terlihat jelas di wajah Abdy.
“Aku merasa aneh bos, aku juga tidak tau kenapa aku jadi
seperti ini.” Abdy melihat sejenak ke arah Aby lalu kembali melihat ke arah
rumah Lisa yang kini nampak sangat ramai.
Nabila yang melihat Abdy masih berada di dalam mobil dengan
segera menghapiri ke dua putranya karna saat ini aby tengah berdiri di depan
pintu mobil.
“Abdy ayo turun” membuka pintu mobil “Sebentar lagi ijob
qobulnya akan segera di mulai, karna waktu baik akan segera berlalu.” Ucap Nabila
pelan.
Abdy yang mendengar ucapan mamanya pelan-pelan turun dari
dalam mobil, meskipun merasa sangat gugup namun ia berusaha untuk keluar semua
demi Lisa menurutnya.
Abdy beserta dengan rombongan iringan pengantinnya berjalan
masuk melewati pintu gerban rumah Lisa, semua para tamu undangan melihat ke
arah mereka semua, Nabila berjalan di belakang putranya dengan mengandenga
tangan suaminya Doni ia tidak berhenti tersenyum kepada semua para tamu yang
kini tengah tersenyum melihat ke arah mereka.
Begitupun dengan Aby dan Becca mereka berdua berjalan
berdampingan, Aby melinkarkan tangannya di pinggul ramping istrinnya
memperlihatkan kepada semua tamu undangan kalau gadis yang ada di sampinnya
adalah istrinya, istri yang sangat ia cintai.
Meskipun merasa sangat gugup Abdy tetap mengumbar
senyumannya melihat ke arah pintu rumah Lisa yang sebentar lagi akan ia lewati
untuk masuk ke dalam rumah calon istrinya.
Di dalam kamar yang telah di hias sedemikian rupa, Lisa
terlihat sangat cantik mengenakan pakaian kebaya berwarna putih yang akan ia
gunakan untuk acara ijob qobul, Lisa juga merasa sangat gugup ia mulai memikirkan
apa Abdy sudah menhapal ucapan yang akan ia katakan untuk ijob qobul nanti?
Lisa tidak berhenti memikirkan itu semua, hingga pintu kamarnya terbuka dan
masuk Clarisa mamanya dengan menampakkan senyum bahagia melihat ke arah wajah
putrinya yang nampak sangat cantik.
“Putriku sangat cantik” Lisa mengecup lembut dahi putrinya
bahagia, Clarisa nampak sangat terharu karna ia bisa melihat pernikahan putri
semata wayangnya, meskipun telah banyak melewati rintangan untuk bersama dengan
calon suaminya hingga akhirnya cinta itu tersampaikan juga dengan rasa bahagia
yang tidak terkirakan.
Lisa yang mendengar ucapan mamanya tersenyum tidak
mengatakan apapun, karna ia merasa sangat senang dengan pernikahan yang akan ia
jalani bersama dengan Abdy orang yang sangat ia cintai.
“Ayo, sekarang kita turun ke bawah, calon suamimu telah
menanti kedatanganmu di depan penghulu.” Ucap Clarisa pelan.
Clarisa membantu
putrinya untuk berdiri karna rok dan kebaya yang Lisa kenakan sangat sulit
membuat Lisa untuk berdiri sendiri, mungkin karna sempit atau bagaimana yang jelasnya
Lisa sedikit susah untuk berdiri tampa ada yang membantunya.
Dengan langkah yang sangat pelan Lisa menurungi anak tangga,
sambil menggandeng tangan Mamanya yang kini setia memegan pinggan putrinya
karna takut jika sampai putrinya terjatuh di tengah-tengah orang banyak.
Semua para tamu dan iringan penganting Abdy melihat ke arah
mempelai wanita kini tengah menurungi anak tangga dengan langkah yang sangat
anggun, Abdy melihat ke arah semua orang yang kini tengah melihat ke arah
belakang penasaran dengan apa yang tengah mereka lihat, hingga akhirnya ia ikut
melihat ke arah belakang dan melihat Lisa kini tengah tersenyum berjalan ke
arah nya dengan mengenakan baju kebaya berwarna putih yang senada dengan
pakaian adat yang tengah ia kenakan saat ini.
Rasa gugup yang tadinya Abdy rasakan kini hilang seketika,
ketika melihat Lisa kini telah duduk di sampinnya dengan wajah yang sangat
cantik dengan senyuman ceria yang menghiasi di bibirnya.
“Apa kita sudah bisa memulai acara ijob qobulnya?” tanya
penghulu kepada semua para saksi dan wali mempelai Abdy dan Lisa.
“Bisa kita mulai,”ucap Rendi dan Doni bersamaan.
Semua para tamu dan para undangan yang mendengar kekompakan
yang terdengar di dari mulut Doni dan Rendi tertawa riuh dan itu membuat
suasana di dalam rumah terdengar sangat ramai, bahkan ada yang berkata.
“Wah, sunggu besan yang sangat sempurna, dari sini saja
mereka sudah kompak apalagi kalau mereka sudah memiliki cucu, pasti mereka
semua akan bertengkar ingin mengendong cucunya.”
Seluruh ruangan kembali tertawa riuh ketika mendengar ucapan
salah satu para tamu, yang mengatakan hal itu kepada keluarganya.
Doni dan Rendi yang mendengar itu saling berpelukan di
tambah Hamish datang menghapiri keduanya, dan itu membuat mereka bertiga saling
berpelukan dan berkata.
“Sahabat menjadi besanan” ucap mereka bertiga sambil saling
berpegangan tangan.
Becca dan Lisa yang melihat kebahagian yang tengah di alami
ayahnya meneteskan air mata karna merasa terharu mendengar ucapan ketika ayah
dan ayah mertunya yang mengatakan sahabat menjadi besanan.
__ADS_1
Persahabatan yang tidak mereka pernah mereka ketahui, dan
mereka semua mengetahuinya setelah semua anak-anak mengikat tali kepada
anak-anak mereka tampa ada yang saling mengetahui.
Lisa meneteskan air mata begitupun dengan Becca yang tidak
pernah menyangka kalau orang tua mereka adalah sahabat dekat ketika masih muda.
“Aku merindukanmu Mom.” Ucap Becca pelan yang tiba-tiba
merindukan mamanya.
Aby yang mendengar ucapan istrinya yang merindukan mommynya
dengan meneteskan air mata, mengusap air mata yang ada di wajah Becca tampa
memperdulikan orang lain akan melihat itu.
Aby mengerti dengan apa yang di rasakan istrinya saat ini,
merindukan seseorang yang tidak akan pernah kembali lagi sangatlah menyakitkan,
hingga Aby memilih menarik wajah istrinya bersandar di dadanya.
“Sabar sayang, Mommi saat ini pasti tengah bahagia melihat
kebahagian yang tengah kita rasakan saat ini.” Beccamenguatkan istrinya agar
Becca berhenti bersedih dan juga menangis.
Abdy yang melihat Lisa meneteskan air mata memberikan sapu
tangan yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, Lisa yang melihat Abdy
memberikannya sapu tangan dengan segera mengabilnya dan mengusap wajahnya
dengan sapu tangan Abdy.
“Kita mulai sekarang” tanya penghulu melihat ke arah abdy.
Abdy mengangukkan kepala setuju dengan apa yang di katakan
penghulu kepadanya, Rendi duduk di hadapan Abdy lalu mengulurkan tangan untuk
Abdy.
Sebagai ayah dari mempelai wanita Rendi memiliki hak untuk
menikahkan putrinya dengan orang yang sangat ia cintai yang tidak lain adalah
pemuda yang kini tengah duduk di sampinnya.
Bismillahi rohmani rahim.
“Saya nikahkan dan kawinkan, ananda Abdy dengan Lisa Baskoro
dengan seperangkat alat sholat, uang 100 juta beserta mobil mewah di bayar
tunai.”
“Saya terima cinta kasih Lisa, beserta semua yang ada pada
dirinya di bayar tunai.” Ucap Abdy lantang tidak berpikir apa yang baru saja ia
katakan membuat seisi dalam ruangan tertawa mendengar apa yang baru saja di
katakan mempelai pria.
Suasana di dalam ruangan yang di tempati melakukan ijob
qobul, kembali terdengar riuh mendengar apa yang di katakan Abdy. Lisa yang
mendengar ucapan Abdy membulatkan matanya terkejut melihat ke arah Abdy yang
kini tengah tersenyum-senyum bahagia.
“Apa yang kamu katakan?” bisik pelan Lisa di telinga Abdy
sambil menutup mulutnya dengan tangannya.
“Memangnya apa yang aku katakan? Aku kan hanya mengatakan
yang harus aku katakan.” Jawab Abdy santai melihat ke arah Lisa.
Mungkin karna terbawa suasana, atau terlalu senang dan
bahagia hingga Abdy tidak menyadari apa yang baru saja ia katakan.
Abdy melihat sekeliling ruangan dan melihat semua para tamu
kini tengah tertawa melihat ke arahnya, dan itu membuatnya menyengitkan dahi
bingun dengan apa yang baru saja ia katakan.
“Memangnya apa yang baru saja aku katakan? Sehingga semua
orang tertawa seperti itu melihat ke arahku?” bisil Abdy di tlinga Lisa.
Lisa mulai mengatakan apa yang baru saja Abdy katakan ketika
melakukan ijob qobul dan itu membuat Abdy kembali membulatkan matanya terkejut
dengan apa yang baru saja ia katakan.
“Mha,”terkejut “Apa benar aku mengatakan itu?” Abdy merasa
sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan.
“Abdy dengarkan dengan baik apa yang aku katakan?” ucap
pelan Rendi melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat sekeliling.
“Baik ayah,” ucap pelan Abdy.
Rendi kembali membacakan ijob qobul yang harus Abdy ikuti
dengan benar, sementara Abdy mulai pokus mendengarkan apa yang di katakan ayah
Lisa.
“Sah”
“Sah, para saksi, sah para ibu-ibu” tanya penghulu melihat
ke arah tamu yang menhadiri acara ijob qobul Abdy dan Lisa.
“Sah” ucap semua nya serentak.
Lisa nampak sangat bahagia meraih tangan suaminya lalu
mengecup punggun tangan Abdy dengan sangat lembut, sementara Abdy memegan wajah
istrinya lalu mengecup lambut dahi istrinya.
Abdy dan Lisa nampak sangat bahagia, terlihat jelas di wajah
kedua, Lisa tidak berhenti tersenyum, begitupun dengan Abdy.
Kini mereka berdua tangah duduk berdampingan di atas
pelaminan, keduanya terlihat sangat serasi, senyum manis dari bibir keduanya
tidak pernah menghilang.
Becca yang melihat adik iparnya kini tengah bercanda dengan
istrinya berjalan mendekat ke arahnya, lalu berkata.
“Cie, cie, cie” meledek “Akhirnya penantian pangjang kalian
berdua akhirnya bersatu juga, selamat ya Lisa” mengecup pipi kiri pipi kanan “Selamat
ya Abdy” Becca ingin menyentuh dan memeluk adik iparnya untuk memberi selamat,
namun tubuh Aby lebih cepat berada di depan tubuh Abdy dan itu membuat Becca
hanya memeluk dan mencium wajah suaminya saja.
Lisa dan Abdy yang melihat ke duanya terkekeh melihat
tindakan konyol yang tengah di lakukan Aby saat ini.
“Apa-apaan sih kamu By, aku kan ingin memberi selamat ke
pada Abdy bukannya memberi selamat kepada kamu” Becca nampak sedikit kesal
melihat apa yang tengah di lakukan suaminya saat ini.
“Kamu yang apa-apaan, mau kasih selamat tapi pake
cium-ciuman dan peluk-pelukan, kasi selamat itu cukup dengan kata tidak perlu
pake semua itu.” Aby nampak sedikit kesal mengatakan itu kepada istrinya.
Dan itu membuat Lisa dan Abdy tertawa melihat ke arah mereka,
karna menurut mereka berdua Aby dan Becca masih terlihat seperti pasangan yang
baru menikah sama dengan mereka yang baru saja menikah.
__ADS_1