Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.196


__ADS_3

Becca nampak sangat cantik mengenakan pakaian kebaya yang


berwarna maron, yang di padukan dengan rok batik yang berwana merah ke emesan


yang panjangnya sampai pergelangan kaki, begitu pun dengan Aby ia mengenakan


pakaian batik dengan warna senada dengan kebaya yang di gunakan Becca.


Aby tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah menatap


pantulan tubuhnya di cermin yang mengenakan pakaian kebaya, dan tidak lupa ia


menggulung-gulung rambutnya seperti mi keriting, dan itu membuat kecantikan


Becca benar terlihat sempurna.


Aby berjalan ke arah istrinya lalu berkata, “ kamu sangat


canik” tersenyum hengat “Apa kamu sudah siap?” tanya Aby melihat ke arah Becca


yang kini tidak berhenti melihat wajahnya ke arah cermin.


“Iya, aku sudah siap,” ucap pelan Becca tersenyum


melingkarkan tangan di lengan Aby berjalan keluar dari dalam kamarnya menurungi


anak tangga dan berjalan ke arah rombongan yang telah siap membawa iringan


penganting menuju ke rumah mempelai wanitanya.


Nabila dan Doni kini tengah berdiri di depan pintu utama


dengan mengenakan pakaian kebaya dengan warna yang sama dengan Becca kenakan


sementara Doni dan Aby mengenakan pakaian yang sama persis, karna itu semua


keinginan Nabila agar keluarga mereka terlihat sangat kompak dengan mengenakan


pakaian couple seperti itu.


Abdy terlihat sangat tampan menggenakan pakaian adat jawa


keluar dari dalam kamarnya menghampiri anggota keluarganya yang kini tengah


berdiri di depan pintu menunggu kedatangannya.


“Abdy apa ini kamu?” tanya Becca tidak percaya melihat ke arah


adik iparnya yang kini terlihat sangat tampan.


Abdy yang mendengar sanjungan kakak iparnya tersenyum,


berkata. “Aku tampan ya kakak ipar? Hehehe, asyik biar Lisa semakin jatuh cinta


kepadaku.” Ucap Abdy melucu dan itu membuat semua rombongan yang ingin membawa


iringan penganting ke rumah calon istri Abdy tertawa dan itu membuat suasana


riuh di depan rumah Atmaja, karna mendengar lawakan Abdy yang terdengar lucu.


Doni, Nabila, Aby dan Becca ikut tertawa melebar mendengar


Abdy mengatakan hal lucu seperti itu menurut mereka berempat.


“Kamu itu apa-apaan Dy, memangnya Lisa tidak jatuh cinta


kepadamu?” tanya Nabila melihat ke arah Abdy yang kini tidak berhenti tersenyum


karna merasa sangat bahagia dengan pernikahan yang akan menyatukan hubungan


cintanya dengan Lisa.


Bukannya menjawab pertanyaan Nabila Abdy justru


tersenyum-senyum sendiri sambil membayankan sesuatu dan itu membuat Nabila


kembali bertanya.


“Hadeh” mengelengkan kepala “Sepertinya kita harus segera


menikahkannya dan akan lebih baik jika kita berangkat sekarang.” Nabila


mengelengkan kepalanya melihat ke arah putranya yang kini terlihat seperti


orang bodoh, mungki sudah kebelet pengen nikah jadi tingkahnya konyol seperti


itu.


Mereka berlima menggunakan mobil yang sama, Nabila, Abdy dan


Doni duduk betiga di job belakang, sementara Aby menjadi sopir untuk mereka


berempat dan Becca duduk di sampin Aby melihat ke arah Abdy yang kini teidak


berhenti tersenyum-senyum sendiri.


“Abdy, bagaimana apa kamu sudah menghapal bacaan untuk ijob


qobul nanti?” tanya Aby melihat ke arah Abdy yang kini terlihat seperti orang


bodoh yang sering melamun.


Aby mengatakan kalau saat ini Abdy terlihat sangat bodoh


karna dulu ia tidak menjalani acara pernikahan yang seperti yang tengah Abdy


lakukan saat ini, karna dulu Aby lansung menikahi Becca di kantor KUA.


“Sudah bos, aku sangat ingat dan tidak mungkin aku


melupakannya, karna jika aku sampai melupakannya bisa-bisa Lisa marah padaku


dan tidak ingin menikah denganku.” Ucapan yang keluar dari dalam mulut Aby


masih terdengar koyol di telinga anggota keluarganya yang lain, dan itu membuat


Becca terkekeh pelan karna merasa lucu dengan apa yang baru saja Aby katakan.


Hihihi.


Becca menutup mulutnya melihat ke arah depan, ketika ia


terkekeh, Aby yang melihat istrinya bertingkah seperti itu ikut tersenyum namun


tidak menampakkannya karna saat ini ia pokus melajukan mobilnya.


Setelah 20 menit, mobil Aby berhenti di depan pintu gerban


rumah Lisa, suasana terlihat sangat ramai banyak keluarga Lisa yang tengah


menunggu dan menanti kedatangan calon mempelai pria, di sana Hamish salah


satunya, ia sengaja menanti kedatangan besannya karna ia telah mengangap Lisa


sebagai putrinya, hingga ia mengatakan hal itu kepada Doni dan Nabila dan


mendapat persetujuan hangat dari Nabila.


“Besan, apakah aku boleh menanti kedatangan kalian di rumah


Lisa?” tanya Hamish kepada Nabila dan Doni semalam.


“Tentu saja bisa, kami sangat mengerti kalau kamu telah


mengangap Lisa sebagai putrimu sendiri.” Nabila tersenyum setelah mengatakan


itu kepada Hamish.


“Baiklah besok aku akan menanti kedatangan kalian di


kediaman Rendi, biar aku yang akan menjemput kedatangan kalian besok.”


Becca turun dari mobil lalu berjalan ke arah Hamish yang


kini tengah berdiri di pintu gerban bersama dengan Rendi.


“Dad” Becca memeluk Hamish dengan hangat begitu pun dengan


Hamish yang ikut memeluk tubuh putrinya dengan begitu sangat hangat.


“Kamu terlihat sangat cantik putri kecilku.” Hamish


menyentuh rambut putrinya yang kini seperi mi keriting karna selesai ia sosis.


Becca yang mendengar ucapan Daddynya tersenyum berkata,


“Tentu Dad, dari dulu hingga sekarang aku selalu terlihat sangat cantik.” Becca


tersenyum manis setelah selesai mengatakan itu kepada Daddy.


Memang benar Becca nampak sangat cantik dari ia kecil hingga


ia dewasa wajah Becca masih terlihat sangat cantik. Namun memiliki kecantikan


seperti itu Becca tidaklah sombong justru ia menjadi gadis yang sangat baik.


Nabila, Doni dan Aby turun dari mobil namun tidak dengan


Abdy. Ia merasa tiba-tiba nyalinya menciut ketika mobil yang ia tumpangi kini


telah sampai di depan rumah Lisa, wajah cerianya tiba-tiba memucat seperti ia

__ADS_1


merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari dalam tubuhnya.


Abdy melihat ke arah halaman rumah Lisa yang terlihat ramai


penuh dengan para tamu-tamu yang menunggu kedatangannya lalu kembali menunduk


melihat ke arah tangan dan lututnya yang nampak gemetaran.


“Apa yang terjadi denganmu Abdy? Kenapa kamu terlihat gugup


seperti ini?” berkata sendiri dalam mobil “Ayo turun tinggal selangkah lagi,


Lisa akan segera menjadi milikmu.” Abdy tidak berhenti berkata sendiri di dalam


mobil karna merasa sangat gugup dengan apa yang akan segera ia lakukan.


Doni dan Nabila melihat ke dalam mobil dan masih melihat


Abdy masih duduk sama seperti ia keluar, Aby yang melihat adiknya masih berada


di dalam mobil berjalan ke arah pintu mobil lalu melihat masuk, berkata.


“Apa kamu gugup? Hehehe” menertawai “Mana keberanian yang


baru saja kamu perlihatkan?” Aby mengejek Abdy karna melihat ke gugupankini


terlihat jelas di wajah Abdy.


“Aku merasa aneh bos, aku juga tidak tau kenapa aku jadi


seperti ini.” Abdy melihat sejenak ke arah Aby lalu kembali melihat ke arah


rumah Lisa yang kini nampak sangat ramai.


Nabila yang melihat Abdy masih berada di dalam mobil dengan


segera menghapiri ke dua putranya karna saat ini aby tengah berdiri di depan


pintu mobil.


“Abdy ayo turun” membuka pintu mobil “Sebentar lagi ijob


qobulnya akan segera di mulai, karna waktu baik akan segera berlalu.” Ucap Nabila


pelan.


Abdy yang mendengar ucapan mamanya pelan-pelan turun dari


dalam mobil, meskipun merasa sangat gugup namun ia berusaha untuk keluar semua


demi Lisa menurutnya.


Abdy beserta dengan rombongan iringan pengantinnya berjalan


masuk melewati pintu gerban rumah Lisa, semua para tamu undangan melihat ke


arah mereka semua, Nabila berjalan di belakang putranya dengan mengandenga


tangan suaminya Doni ia tidak berhenti tersenyum kepada semua para tamu yang


kini tengah tersenyum melihat ke arah mereka.


Begitupun dengan Aby dan Becca mereka berdua berjalan


berdampingan, Aby melinkarkan tangannya di pinggul ramping istrinnya


memperlihatkan kepada semua tamu undangan kalau gadis yang ada di sampinnya


adalah istrinya, istri yang sangat ia cintai.


Meskipun merasa sangat gugup Abdy tetap mengumbar


senyumannya melihat ke arah pintu rumah Lisa yang sebentar lagi akan ia lewati


untuk masuk ke dalam rumah calon istrinya.


Di dalam kamar yang telah di hias sedemikian rupa, Lisa


terlihat sangat cantik mengenakan pakaian kebaya berwarna putih yang akan ia


gunakan untuk acara ijob qobul, Lisa juga merasa sangat gugup ia mulai memikirkan


apa Abdy sudah menhapal ucapan yang akan ia katakan untuk ijob qobul nanti?


Lisa tidak berhenti memikirkan itu semua, hingga pintu kamarnya terbuka dan


masuk Clarisa mamanya dengan menampakkan senyum bahagia melihat ke arah wajah


putrinya yang nampak sangat cantik.


“Putriku sangat cantik” Lisa mengecup lembut dahi putrinya


bahagia, Clarisa nampak sangat terharu karna ia bisa melihat pernikahan putri


semata wayangnya, meskipun telah banyak melewati rintangan untuk bersama dengan


calon suaminya hingga akhirnya cinta itu tersampaikan juga dengan rasa bahagia


yang tidak terkirakan.


Lisa yang mendengar ucapan mamanya tersenyum tidak


mengatakan apapun, karna ia merasa sangat senang dengan pernikahan yang akan ia


jalani bersama dengan Abdy orang yang sangat ia cintai.


“Ayo, sekarang kita turun ke bawah, calon suamimu telah


menanti kedatanganmu di depan penghulu.” Ucap Clarisa pelan.


 Clarisa membantu


putrinya untuk berdiri karna rok dan kebaya yang Lisa kenakan sangat sulit


membuat Lisa untuk berdiri sendiri, mungkin karna sempit atau bagaimana yang jelasnya


Lisa sedikit susah untuk berdiri tampa ada yang membantunya.


Dengan langkah yang sangat pelan Lisa menurungi anak tangga,


sambil menggandeng tangan Mamanya yang kini setia memegan pinggan putrinya


karna takut jika sampai putrinya terjatuh di tengah-tengah orang banyak.


Semua para tamu dan iringan penganting Abdy melihat ke arah


mempelai wanita kini tengah menurungi anak tangga dengan langkah yang sangat


anggun, Abdy melihat ke arah semua orang yang kini tengah melihat ke arah


belakang penasaran dengan apa yang tengah mereka lihat, hingga akhirnya ia ikut


melihat ke arah belakang dan melihat Lisa kini tengah tersenyum berjalan ke


arah nya dengan mengenakan baju kebaya berwarna putih yang senada dengan


pakaian adat yang tengah ia kenakan saat ini.


Rasa gugup yang tadinya Abdy rasakan kini hilang seketika,


ketika melihat Lisa kini telah duduk di sampinnya dengan wajah yang sangat


cantik dengan senyuman ceria yang menghiasi di bibirnya.


“Apa kita sudah bisa memulai acara ijob qobulnya?” tanya


penghulu kepada semua para saksi dan wali mempelai Abdy dan Lisa.


“Bisa kita mulai,”ucap Rendi dan Doni bersamaan.


Semua para tamu dan para undangan yang mendengar kekompakan


yang terdengar di dari mulut Doni dan Rendi tertawa riuh dan itu membuat


suasana di dalam rumah terdengar sangat ramai, bahkan ada yang berkata.


“Wah, sunggu besan yang sangat sempurna, dari sini saja


mereka sudah kompak apalagi kalau mereka sudah memiliki cucu, pasti mereka


semua akan bertengkar ingin mengendong cucunya.”


Seluruh ruangan kembali tertawa riuh ketika mendengar ucapan


salah satu para tamu, yang mengatakan hal itu kepada keluarganya.


Doni dan Rendi yang mendengar itu saling berpelukan di


tambah Hamish datang menghapiri keduanya, dan itu membuat mereka bertiga saling


berpelukan dan berkata.


“Sahabat menjadi besanan” ucap mereka bertiga sambil saling


berpegangan tangan.


Becca dan Lisa yang melihat kebahagian yang tengah di alami


ayahnya meneteskan air mata karna merasa terharu mendengar ucapan ketika ayah


dan ayah mertunya yang mengatakan sahabat menjadi besanan.

__ADS_1


Persahabatan yang tidak mereka pernah mereka ketahui, dan


mereka semua mengetahuinya setelah semua anak-anak mengikat tali kepada


anak-anak mereka tampa ada yang saling  mengetahui.


Lisa meneteskan air mata begitupun dengan Becca yang tidak


pernah menyangka kalau orang tua mereka adalah sahabat dekat ketika masih muda.


“Aku merindukanmu Mom.” Ucap Becca pelan yang tiba-tiba


merindukan mamanya.


Aby yang mendengar ucapan istrinya yang merindukan mommynya


dengan meneteskan air mata, mengusap air mata yang ada di wajah Becca tampa


memperdulikan orang lain akan melihat itu.


Aby mengerti dengan apa yang di rasakan istrinya saat ini,


merindukan seseorang yang tidak akan pernah kembali lagi sangatlah menyakitkan,


hingga Aby memilih menarik wajah istrinya bersandar di dadanya.


“Sabar sayang, Mommi saat ini pasti tengah bahagia melihat


kebahagian yang tengah kita rasakan saat ini.” Beccamenguatkan istrinya agar


Becca berhenti bersedih dan juga menangis.


Abdy yang melihat Lisa meneteskan air mata memberikan sapu


tangan yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi, Lisa yang melihat Abdy


memberikannya sapu tangan dengan segera mengabilnya dan mengusap wajahnya


dengan sapu tangan Abdy.


“Kita mulai sekarang” tanya penghulu melihat ke arah abdy.


Abdy mengangukkan kepala setuju dengan apa yang di katakan


penghulu kepadanya, Rendi duduk di hadapan Abdy lalu mengulurkan tangan untuk


Abdy.


Sebagai ayah dari mempelai wanita Rendi memiliki hak untuk


menikahkan putrinya dengan orang yang sangat ia cintai yang tidak lain adalah


pemuda yang kini tengah duduk di sampinnya.


Bismillahi rohmani rahim.


“Saya nikahkan dan kawinkan, ananda Abdy dengan Lisa Baskoro


dengan seperangkat alat sholat, uang 100 juta beserta mobil mewah di bayar


tunai.”


“Saya terima cinta kasih Lisa, beserta semua yang ada pada


dirinya di bayar tunai.” Ucap Abdy lantang tidak berpikir apa yang baru saja ia


katakan membuat seisi dalam ruangan tertawa mendengar apa yang baru saja di


katakan mempelai pria.


Suasana di dalam ruangan yang di tempati melakukan ijob


qobul, kembali terdengar riuh mendengar apa yang di katakan Abdy. Lisa yang


mendengar ucapan Abdy membulatkan matanya terkejut melihat ke arah Abdy yang


kini tengah tersenyum-senyum bahagia.


“Apa yang kamu katakan?” bisik pelan Lisa di telinga Abdy


sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


“Memangnya apa yang aku katakan? Aku kan hanya mengatakan


yang harus aku katakan.” Jawab Abdy santai melihat ke arah Lisa.


Mungkin karna terbawa suasana, atau terlalu senang dan


bahagia hingga Abdy tidak menyadari apa yang baru saja ia katakan.


Abdy melihat sekeliling ruangan dan melihat semua para tamu


kini tengah tertawa melihat ke arahnya, dan itu membuatnya menyengitkan dahi


bingun dengan apa yang baru saja ia katakan.


“Memangnya apa yang baru saja aku katakan? Sehingga semua


orang tertawa seperti itu melihat ke arahku?” bisil Abdy di tlinga Lisa.


Lisa mulai mengatakan apa yang baru saja Abdy katakan ketika


melakukan ijob qobul dan itu membuat Abdy kembali membulatkan matanya terkejut


dengan apa yang baru saja ia katakan.


“Mha,”terkejut “Apa benar aku mengatakan itu?” Abdy merasa


sangat terkejut dengan apa yang baru saja ia katakan.


“Abdy dengarkan dengan baik apa yang aku katakan?” ucap


pelan Rendi melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat sekeliling.


“Baik ayah,” ucap pelan Abdy.


Rendi kembali membacakan ijob qobul yang harus Abdy ikuti


dengan benar, sementara Abdy mulai pokus mendengarkan apa yang di katakan ayah


Lisa.


“Sah”


“Sah, para saksi, sah para ibu-ibu” tanya penghulu melihat


ke arah tamu yang menhadiri acara ijob qobul Abdy dan Lisa.


“Sah” ucap semua nya serentak.


Lisa nampak sangat bahagia meraih tangan suaminya lalu


mengecup punggun tangan Abdy dengan sangat lembut, sementara Abdy memegan wajah


istrinya lalu mengecup lambut dahi istrinya.


Abdy dan Lisa nampak sangat bahagia, terlihat jelas di wajah


kedua, Lisa tidak berhenti tersenyum, begitupun dengan Abdy.


Kini mereka berdua tangah duduk berdampingan di atas


pelaminan, keduanya terlihat sangat serasi, senyum manis dari bibir keduanya


tidak pernah menghilang.


Becca yang melihat adik iparnya kini tengah bercanda dengan


istrinya berjalan mendekat ke arahnya, lalu berkata.


“Cie, cie, cie” meledek “Akhirnya penantian pangjang kalian


berdua akhirnya bersatu juga, selamat ya Lisa” mengecup pipi kiri pipi kanan “Selamat


ya Abdy” Becca ingin menyentuh dan memeluk adik iparnya untuk memberi selamat,


namun tubuh Aby lebih cepat berada di depan tubuh Abdy dan itu membuat Becca


hanya memeluk dan mencium wajah suaminya saja.


Lisa dan Abdy yang melihat ke duanya terkekeh melihat


tindakan konyol yang tengah di lakukan Aby saat ini.


“Apa-apaan sih kamu By, aku kan ingin memberi selamat ke


pada Abdy bukannya memberi selamat kepada kamu” Becca nampak sedikit kesal


melihat apa yang tengah di lakukan suaminya saat ini.


“Kamu yang apa-apaan, mau kasih selamat tapi pake


cium-ciuman dan peluk-pelukan, kasi selamat itu cukup dengan kata tidak perlu


pake semua itu.” Aby nampak sedikit kesal mengatakan itu kepada istrinya.


Dan itu membuat Lisa dan Abdy tertawa melihat ke arah mereka,


karna menurut mereka berdua Aby dan Becca masih terlihat seperti pasangan yang


baru menikah sama dengan mereka yang baru saja menikah.

__ADS_1


__ADS_2