
Mendengar kata gelandangan keluar dari mulut, orang yang ada
di hadapannya, Aby pun berkata. “ Siapa dan siapa gelandangan di sini?” menatap
wajah Menejer Restorand, lalu menatap wajah gadis yang bernama Sameera yang ada
di hadapannya.
Mendengar ucapan Aby dengan segera Sameera berkata. “Maafkan
aku.” Tersenyum ramah “Aku tak tau kalau anda adalah Nyonya Atmaja dan juga
pemilik Restorand ini.” Sameera menatap ke arah Aby ketika mengatakan itu.
Mendengar ucapan Sameera, Becca menatap wajah gadis yang ada di hadapannya, lalu berkata. “Kamu
sangat cantik.” Melipat tangan di dadanya “Tapi sayang kamu terlalu sombong dan
angkuh, cecce.” Mengeleng wajah “lain kali jangan menilai seseorang dari
penampilan luarnya saja, berpenampilan biasa, belum tentu gelandangan seperti
yang anda katakan. Ubahlah sifat sombong anda, jadikan ini sebagai pelajaran
untuk merendahkan sesama.” Setelah mengatakan itu, Becca mengalungkanng
tangannya di lengan Aby lalu kembali mengajaknya berjalan ke arah tempat
duduknya sebelumnya.
Sementara Sameera merasa sangat kesal mendengar semua kata
yang tengah Becca katakan. Semua kata yang keluar dari mulut Becca seperti
tamparan baginya. Sameera melihat ke arah tempat yang tengah Aby tempati duduk
bersama istrinya, di sana Sameera melihat Aby tengeh menyuapi istrinya denga
sesendok ice krim. Tampa rasa malu Sameera berjalan mendekat ke arah Aby dan
juga Becca.
Setelah sampai di meja yang tengah Aby gunakan bersama
istrinya, Sameera pun berkata. “Boleh aku ikut bergabung dengan kalian berdua?”
tersenyum manis melihat ke arah Becca dan juga Aby.
Mendengar ucapan Sameera, Becca pun berkta. “Tentu saja,”
membalas senyuman Sameera “Silahkan duduk. Lagian kamu dan suamiku saling kenal
kan?” melihat ke arah Aby yang kini tengah melihat ke arahnya.
Setelah mendengar ucapan Becca, Sameera pun duduk di hadapan
mereka berdua, lalu melihat ke arah Aby yang tengah melihat ke arah istrinya,
Sameera pun berkata. “Aby.” Memanggil.
Mendengar panggilan Sameera, Aby pun berkata. “Iya, ada apa?”
melihat ke arah Sameera.
“Aby apa kamu masih mengingatku?” kembali bertanya. Dengan senyuman
manis di bibirnya.
“Maaf, anda siapa? Aku tak mengingat ataupun mengenalmu.” Aby
berkata pelan dan santai ketika mengatakan itu. Karna bagi Aby mengetahui atau
__ADS_1
mengingat gadis yang ada di hadapannya bukanlah hal yang penting untuknya,
karna baginya yang terpenting dalam hidupnya saat ini cuman ada Becca seorang.
Mendengar ucapan santai Aby, Sameera pun berkata, “Oh,
astaga Aby, kamu telah melupakanku, tapi kamu mungking tak melupakan Ameera
kan?” berkata pelan dan santai.
Mendengar nama Ameera di sebut oleh Sameera, dengan segera
Aby melihat ke arah Sameera, lalu berkata, “Apa kamu mengenal Ameera?” menatap
ke arah wajah Sameera “Dimana dia sekarang? Sudah lama sekali aku tak pernah
mendengar kabar darinya, semenjak hari itu?” Aby mengantungkang kata-katanya
ketika mengatakan itu.
Mendengar ucapan Aby, Becca menatap tajam suaminya lalu
berkata, “Sayang siapa Ameera? Dan wanita ini?” menunjuk gadis yang ada di
hadapannya.
Mendengar pertanyaan Becca untuk Aby dengan segera Sameera
berkata. “Oya, kenalkan namaku Sameera.”mengulurkan tangan “Dan Ameera dia
adalah saudara kembar aku, wajah kami tak terlalu mirip, mungkin karna itu Aby
tak mengenalku.” Setelah mengatakan itu pada Becca, Sameera melihat ke arah
Aby.
Mendengar kata saudara kembar yang keluar dari mulut
kembar, karna setau Aby, Ameera tak memiliki saudara kembar. Aby menatap ke
arah Sameera, lalu berkata, “Dimana Ameera sekarang? Apa dia baik-baik saja?”
Mendengar kata Ameera keluar dari mulut Aby, Becca kembali
berkata. “Sayang, siapa Ameera?” menatap ke arah Aby lalu mentap ke arah
Sameera.
Mendengar pertanyaan istrinya, Aby hanya dia tak mau Becca
tau tentang dirinya dan Ameera, karna bagi Aby, Ameera hanya bagian dari masa
lalunya dan masa depannya hanya ada Becca seorang. Aby juga tidak ingin ada
kesalah fahaman yang terjadi di antara mereka berdua.
Namun dengan segera Sameera menjawab pertanyaan Becca. “Ameera
adalah saudari kembarku, dan dia adalah kekasih Aby dimasa lalu.” Dengan santainya
Sameera mengatakan itu, tampa memperdulikan wajah Becca yang mulai merah padam
karna merasa sangat kesal mendengar semua yang tengah Sameera katakan.
“Apa! Kekasih!” dengan wajah merah Becca menatap ke arah Aby
yang kini tengah melihat ke arahnya.
Melihat wajah istrinya yang nampak terlihat merah, dengan
segera Aby berkata. “Sayang ini semua tak seperti yang kamu fikirkan.” Menenangkang
__ADS_1
“Aku dan Ameera menjalin hubungan, sewaktu kami masih kuliah.” Menjelaskan “Hingga
saat ini aku tak pernah tau dimana keberadaannya.” Memegan erat tangan Becca
yang mulai ingin beranjak dari duduknya.
Mendengar ucapan Aby, Sameera pun berkata. “Sampai kapanpun
kamu tak akan pernah tau kabarnya dan tau dimana dia berada.” Tersenyum tipis
melihat ke arah Aby dan Becca.
“Maksud kamu apa?” Becca menyengitkan dahi, bingun dengan apa
yang tengah Sameera katakan.
Sameera tersenyum lalu berkata. “Ameera ada di sisni?”
memegan bagian jantungnya “Jantungnya selalu berdetak di dalam bagian tubuhku.”
Kebali tersenyum manis ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar ucapan Sameera, Aby juga ikut bingun. Tampa melihat
ke arah istrinya Aby berkata. “Maksud kamu apa? Aku tak mengerti dengan semua
yang kamu katakan.” Setelah mengatakan itu Aby baru melihat ke arah Becca.
“Ameera sudah lama meninggal By, dan sekarang jantung Ameera
berada dalam tubuhku.” Setelah mengatakan itu Sameera berlalu meninggalkan
Becca dan Aby di meja yang di tempatinya saat ini.
Setelah kepergian Sameera, Becca menatap ke arah wajah Aby,
lalu berkata. “Apa kamu masih mencintai Ameera?” menatap wajah Aby.
Mendengar pertanyaan istrinya dengan segera Aby berkata. “Sayang.”
Memegan wajah Becca “Apa kamu tak percaya padaku? Kalau aku sangat, sangat, mencintaimu.
Hem.” Mendekatkan hidungnya di hidung istrinya. Dan itu membuat Becca tersenyum
mendengar semua yang tengah Aby katakan padanya.
Namun di dalam hati, Becca merasa tidak nyaman dengan
pertemuannya dengan Sameera, apalagi ketika Sameera mengatakan kalau yang berda
dalam tubuhnya adalah jantung Ameera kekasih Aby di saat dulu.
Di dalam perjalanan pulang dari Restorand, Becca hanya
terdiam,sambil menatap kedepan. Sementara
Aby pokus melihat ke arah depan karna saat ini, Ia tengah mengemudikam mobil
Becca. Aby melihat ke arah istrinya, yang sejak tadi hanya terdiam, Aby lalu
berkata.
“Sayang, kamu kenapa?”melihat ke arah istrinya, lalu meraih
tangan, kemudian menciuminya dengan sangat lembut.
Tampa berkata apapun Becca menyandarkan kepalanya di bahu
Aby, sementara Aby mencium lembut dahi Becca, setelah bersandar di bahunya.
“Sayang, aku sangat mencintaimu.” memegan erat bahu Aby
__ADS_1
dengan kedua tangannya.