Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 141


__ADS_3

Kesal, kecewa, marah, itulah yang tengah Lisa rasakan saat


ini. Baginya menunggu adalah pekerjaan yang sangat membosangkan. Menunggu dan


menunggu, Itulah yang selalu Lisa alami ketika membuat janji dengan Abdy.


Kejenuhan mulai menghampiri relung hati Lisa, di saat


memimpikan menikah dengan kekasihnya, kekasihnya malah berkhianati dirinya,


memiliki sahabat, teman, yang jelas Lisa tidak tau dengan hubungan yang tengah


Ia jalani bersama dengan Abdy. Berciuman, berpelukan, bahkan tidur bersama


dengan Abdy semuanya pernah ia lakukan. Terkadang Abdy berlaku sangat baik


padanya, dan itu membuat Lisa merasa kalau Abdy mencintainya. Namun di saat


melihat Abdy bersama dengan wanita lain, Lisa merasa kalau Abdy hanya


mengangapnya sebagai seorang sahabat tak lebih.


“Ah, kenapa hidupku menjadi seperti ini?” menendang batu


yang ada di hadapannya “Apa yang harus aku lakukan? Agar diriku tidak terbebani


seperti ini.” Dudukdi pinggir pantai menikmati dinginnya malam menusuk seluruh


tubuhnya, karna saat ini Lisa hanya mengenakan baju kaos biasa tampa mengenakan


jaket.


Cukup lama Lisa duduk di pinggir pantai. Namun sebuah jas


menutupi tubuhnya, Lisa brbalik melihat ke arah orang yang tengah memakaikannya


jas.


“Abdy.” Berdiri dari duduknya.


Dengan segara Abdy berkata. “Maaf, ya, Lis. Aku terlambat


menemuimu karna aku harus mengantar Lara pulang kerumahnya.” Tersenyum melihat


ke arah wajah Lisa yang mulai taidak senang mendengar ucapan yang keluar dari


mulutnya.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Abdy, seperti tamparan


buat Lisa. Ternyata Abdy memilih mengantar secertaris kakaknya, dan


membiarkannya menunggu selama hampir satu jam lebih. Lisa menarik nafasnya


melihat ke arah Abdy. Lalu berkata.


“Abdy apa kamu menyukai Lara.” Tersenyum, walaupun


pertanyaannya sangat menyakitkan baginya.


Mendengar pertanyaan Lisa, Abdy menggaruk telinganya yang tidak


gatal, lalu berkata “Bagaimana aku harus menjelaskannya. Lara itu cantik, baik.


tapi jujur sih aku suka semua yang ada pada Lara.” Tersenyum melihat ke arah


Lisa “Memangnya kenapa kamu bertanya soal itu?” menaikkan alis melihat ke arah


Lisa yang berdiri tepat di hadapannya.


Mendengar kata yang keluar darimulut Abdy. Membuat Lisa

__ADS_1


yakin, kalau selama ini Abdy hanya mengangapnya sebagai sahabatnya saja tak


lebih. Meskipun merasa sakit hati mendengar semua kata yang di ucapkan Abdy,


Lisa tetap berusaha menyembunyikan rasake cewanya itu.


Lisa tersenyum tipis, lalu berkata. “Tidak ada apa-apa, aku


cuman pengen tau saja, kalau sahabatku ini tengah jatuh cinta dengan secertaris


kakaknya.” Tersenyum manis melihat ke arah Abdy. Meskipun sebenarnya Lisa


sangatlah bersedih dengan ini semua.


Abdy yang tak mengerti dengan maksud ucapan Lisa hanya


tersenyum, tak menanggapi karna Abdy hanya berfikir Lisa hanya bercanda


mengucapkan itu.


“Baiklah Dy, aku sudah mau pulang.” Tersenyum “Ini sudah


sangat larut, aku juga sudah mulai sedikit mengantuk.” Setelah mengatakan itu


Lisa mulai berjalan.


Melihat Lisa berjalan menjahuinya, Abdy pun berkata. “Lis,


kamu mengajakku kesini untuk apa?” berlari di belakang Lisa.


Mendengar pertanyaan Abdy, Lisa mnghentikan langkahnya, lalu


berbalik melihat ke arah Abdy. Lisa pun berkata. “Aku cuman ingin mengajakmu


makan malam berdua saja.” Tersenyum “Namun untuk saat ini perutku sudah kenyang


karna banyak makan angin. Jadi makan malamnya kita tunda dulu.”


Setelah mengatakan itu Lisa memeluk erat tubuh Abdy sambil


lalu mengecup lembut pipi Abdy.


Melihat tingkah aneh Lisa, Abdy sedikit bingun, lalu


berkata. “Kamu baik-baik saja kan Lis?” memegan dahi Lisa, karna menurut Abdy


tingkah Lisa sangatlah aneh dan berbeda dari pada biasanya. Lisa yang biasanya


kebanyakan diam, namun sekarang Lisa tak berhenti bertanya ini dan itu, dan itu


membuat Abdy merasa sedikit bingun.


Lisa yang melihat kebingungan Abdy tersenyum, Lisa pun


berkata. “Sudahlah Dy, kamu tak perlu terlihat bingun sepertiitu.” Tersenyum sambil


mengibaskan tangannya di depan wajah Abdy “Sudah ya Dy, aku pulang dulu dan


kamu juga pulang ya. Kamu tak perlu mengantarku, karna aku membawa mobil


sendiri.”


Setelah mengatakan itu Lisa kembali melanjutkan langkahnya. Namun


tampa Lisa sadari airmatanya menetes membasahi wajahnya. Lisa mulai menyadari


kalau sebenarnya kalau Abdy hanya mengangapnya hanya sebagai seorang sahabat


tidaklah lebih. Dengan langkah cepat Lisa berjalan ke arah mobilnya, setelah


sampai di sampin pintu mobilnya tampa berbalik melihat ke arah Abdy, Lisa

__ADS_1


langsung membuka pintu mobilnya, lalu masuk.


Seminggu telah berlalu, semenjak pertemuannya malam itu


dengan Lisa. Abdy tak pernah mendapat telpon ataupun pesan dari Lisa. Abdy mulai


merasa ada yang aneh, dengan Lisa.


Abdy duduk bersandar di dalam ruangan yang telah di siapkan


untuknya, di dalam perusahaan Aby kakaknya. Meskipun Aby menyuruhnya untuk


menggunakan ruangan kerjanya. Namun Abdy tidak mau menggunakan ruangan kakaknya


karna merasa tidak pantas duduk di kursi kebesaran saudaranya itu. Abdy menarik


nafasnya, lalu mengbuangnya secara perlahan, melihat ke arah layar hapenya. Karna


Abdy mengharapkan ada panggilan ataupun pesan dari Lisa, namun ternyata salah


satu di antara keduanya tidak ada satupn yang tertulis layar hape Abdy.


Dengan perasaan kesal, Abdy pun berkata. “Kemana si


Lisa-Lisa ini? Sudah satu minggu aku tak pernah mendengar kabar darinya. Apa dia


baik-baik saja?”


Setelah mengatakan itu, Abdy mulai menghubungi nomor hape


Lisa. Namun jawaban yang Abdy dengar dari dalam operator hapenya cuman berkata.


“Nomor yang anda hubungi sedang tidak aktip.” Abdy mematikan panggilannya


setelah mendengar ucapan tersebut, lalu kembali melakukan panggilan yang sama,


namun jawabannya tetaplah sama. Dan itu membuat Abdy kembali berkata. “Ah, Lisa


kemana? Tidak biasanya dia mematikan hapenya seperti ini.”


Setelah pulang dari kantor. Abdy bukannya pulang ke rumah


orang tuanya melaingkan mendatangu rumah Lisa. Abdy melajukan mobilnya dengan


sangat cepat, karna yang  Abdy pikirkan


saat ini, Lisa pasti sedang sakit, dan karna itu hapenya tidak di aktipkan. Setelah


sampai di pintu gerban rumah Lisa. Abdy masuk ke dalam pekarangan, lalu


berjalan ke arah pintu utama, kemudian memecet bei pintu.


Cukup lama Abdy berdiri di depan pintu utama rumah Lisa. Hingga


akhirnya pintu rumah Lisa terbuka. Seorang wanita paruh baya membuka pintu,


lalu tersenyum melihat ke arah Abdy, wanita itu pun berkata.


“Den, Abdy. Ada apa aden kemari?” tanya bingun pembantu


rumah tangga Lisa yang bernama Mbo Ere.


Dengan segera Abdy berkata. “Lisa ada Mbo?” tersenyum


melihat ke arah Mbo Ere.


Mbo Ere menyengitkan dahinya bingun ketika mendengar


pertanyaan yang keluar dari mulut Abdy. Dengan segera Mbo Ere menjawab


pertanyaan Abdy.

__ADS_1


“lho, memangnya aden tidak tau? Kalau beberapa hari yang


lalu Non Lisa ke Paris, ikut dengan kakek, neneknya.”


__ADS_2