
Arka yang mendengar kata yang keluar dari mulut Arlin. Membuatnya melihat ke arah perut Arlin yang kini tengah mulai sedikit membuncin, lalu Arka mencoba bertanya.
"Arlin, apa kamu tak melakukan dengan apa yang aku katakan padamu? bukannya aku tak mau tanggun jawah. Namun ini belum saatnya, ada masih banyak cita -cita yang belum terwujudkan. Jadi minta pengertian kamu." Wajah Arka sedikit memohon ketika mengatakan itu pada Arlin.
Becca yang mendengar apa yang tengah Arka katakan mendengus kesal. "Hei, Arka kamu sadar apa yang telah kamu lakukan pada Arlin itu salah?." Menatap tajam ke arah Arka. "Karna perbuatanmu ini, Arlin bisa mendapat aib di kampus ini, dan bahkan di lingkungan tempat tinggalnya."
Dengan segera Arka menjawab apa yang tengah Becca katakan. "Iya aku tau Ca, tapi aku belum siap menikah. Aku masih ingin menikmati masa mudaku." Arka menatap ke arah Becca.
Becca sangat marah dan kesal setelah mendengar apa yang tengah Arka katakan.
"Siap tak siap, kamu harus bertanggun jawab dengan apa yang tengah kamu lakukan pada Arlin, jika tidak kamu akan tau sendiri akibat dari perbuatanmu ini." Becca meningikan suaranya ketika mengatakan itu pada Arka.
Arka mengacak rambutnya ketika ia mendengar ancaman yang keluar dari mulut Becca.
"Tapi, Ca." Arka melihat ke arah Becca yang kini terlihat sangat marah padanya.
__ADS_1
"Tak, ada tapi -tapian, aku hanya ingin mendengar kata siap menikah keluar dari mulutmu." Becca menekannkan kata siap menikah pada Arka.
Setelah mendengar ketegasan Becca. Arka lalu mengajak mereka berdua duduk di bangku yang ada di sekitar mereka.
"Becca, Arlin sebaiknya kita duduk di sana." Arka menunjuk sebuah bangku koson."Lalu membicarakan semua ini dengan baik."
Setelah mengatakan itu mereka bertiga berjalan ke arah bangku tersebut. Becca dan Arlin duduk. Sementara Arka berdiri di hadapan mereka.
Arka kembali berbicara pada mereka berdua. "Aku harus bagaimana? jika aku ingin bertanggun jawab pada Arlin, apa yang akan aku katakan pada kedua orang tuaku?" Arka terlihat bingun ketika ia mengatakan itu.
"Duduklah." Menpersilahkan Arka duduk.
Setelah Arka duduk di sampin Arlin. Becca pun berkata.
"Kamu tenang saja soal kedua orang tua kamu, biar aku yang mengurus semuanya." tersenyum melihat keduanya. "Sekarang yang harus kamu lakukan. Hanya siap lahir bathin untuk menjadikan Arlin pendampin hidupmu, dan juga calon ibu dari anakmu yang kini tengah ia kandung."
__ADS_1
Arka melihat ke arah Arlin yang kini tengah menundukkan kepalanya. Arka meraih tangan Arlin lalu berkata.
"Lin, maafkan aku. Apa kamu mau menerimaku sebagai calon suamimu dan juga calon ayah untuk anakmu?" Arka berkata pelan dengan mengengam erat tangan Arlin.
Arlin melihat ke arah Arka yang kini tengah melihat ke arahnya. Arlin mengangukkan kepalanya setuju dengan apa yang Arka katakan padanya.
"Iya, aku mau Ka. Ini demi calon anak kita." Arlin berkata pelan.
Melihat itu. Becca tersenyum senang melihat Arka ingin bertanggun jawab pada Arlin. Becca bertepuk tangan, bahagia melihat Arlin kembali ceria seperti sebelumnya.
"Selamat ya Lin, sebentar lagi kalian akan segera menikah, dan jadi calon orangtua." Becca memeluk Arlin setelah mengatakan itu. Lalu melihat ke arah Arka yang kini tengah melihat ke arahnya.
Setelah itu Becca melepas pelukannya. Lalu bertanya pada Arlin. "Oya, Lin, apa kedua orang tuamu ada di rumah? kalau mereka ada, siang ini kita akan ke rumahmu. Dan menbahas semua ini dengannya. Namun setelah itu aku akan menghubungi suamiku terlebih dahulu."
Setelah mengatakan itu Becca mulai membuka tasnya lalu mengambil Hapenya.
__ADS_1
"Tunggu bentar ya Lin. Aku akan menhubungi Aby terlebih dahulu." Setelah mengatakan itu Becca berjalan sedikit memjauh dari Arka dan Arlin.