Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.192


__ADS_3

Abdy berhenti melakukan hal itu ketika mendengar suara


desahan Lisa, karna ia takut akan melakukan hal yang lebih dari apa yang tengah


ia lakukan saat ini.


Abdy masih berpegan teguh dengan apa yang selalu Nabila


ajarkan padanya padanya, dan ia juga sangat menghargai cinta sucinya untuk


Lisa,


Abdy menarik tubuhnya yang tadi menindih tubuh Lisa lalu


berkata.


“Kita tidak boleh melakukannya sekarang, kita akan


melakukannya setelah kita menikah nanti.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa ketika


selesai mengatakan itu.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum sambil


menyandarkan kepalanya di dada bidang Abdy, Lisa setuju dengan semua yang Abdy


katakan karna setelah menikah toh semuanya akan mereka lakukan tampa ada yang


akan menghalangi semua yang mereka berdua lakukan.


Cukup lama mereka bercerita-cerita hingga suara dering hape


Abdy menyadarkannya mereka berdua.


Trinzzzz.


Mimi calling...


Itulah nama yang tertera di layar hape Abdy, Lisa yang


melihat nama yang tertera di layar hape Abdy berkatah.


“Mimi siapa Dy?” tanya pelan Lisa sambil melihat ke arah


wajah Abdy yang kini tengah menatap layar hapenya.


“Huss.” Menaruh jari telunjuk di bibirnya “Mama nelpon, kamu


jangan berbicara ya.”


Lisa mengangukkan kepala mengerti dengan apa maksud ucapan


Abdy yang menyuruhnya untuk diam.


Abdy mulai memencat tombol hijau, lalu menyalakan pengeras


suara di dan mulai berbicara dengan mamanya.


“Dy kamu bawa Lisa kemana? Apa kamu tau Lisa masih butuh


istirahat yang banyak.” Nabila mulai mengomeli putranya karna telah membawa


Lisa pergi tampa mengabari mereka bertiga.


Abdy dan Lisa yang mendengar omelan Mamanya hanya tersenyum


karna memang semua yang Nabila katakan benar adanya Lisa memang harus istirahat


yang banyak biar kondisinya segera pulih mengingat hari pernikahannya tinggal dua


minggu lagi.


“Iya ma, disini Lisa istirahat ko, aku tidak akan


membiarkannya kelelahan.” Abdy merangkul Lisa masuk ke dalam pelukannya ketika


mengatakan itu.


Sementara Lisa memeluk Abdy dengan senyuman ceria yang ia


pancarkan di wajahnya, rasa senang dan rasa bahagia yang kedua perlihatkan


sungguh membuat orang lain akan merasa iri jika melihatnya.


Hari berganti hari tidak terasa pernikahan Abdy dan Lisa


tinggal seminggu lagi, Lisa dan Abdy mulai di sibukkan dengan poto prawedding


yang mereka berdua lakukan, begitu pun dengan Aby dan Becca.


Semua undangan telah di sebar ke setiap penjuru kota, bahkan


undangan pernikahan Aby dan Becca sampai di Sydney negara kelahiran Becca,


banyak orang yang merasa senang yang mendengar pernikan Aby dan Becca banyak


juga yang merasa sangat sakit hati dengan pernikahan itu, begitupun dengan


pernikahan yang akan Lisa lakukan bersama dengan Abdy.


Ada seseorang yang sangat sakit hati atas pernikahannya,


namun ia tidak bisa melakukan apapun untuk membatalkannya, karna ia mengetahui


kalau mertua dari salah satu putra Atmaja adalah seorang mafia yang sangat di


takuti di negaranya.


Meskipun merasa sakit hati karna pernikahannya di batalkan


secara sepihak, namun ia tidak bisa melakukan apapun karna melakukan sesuatu


itu akan membuat dirinya berurusan dengan para anak buah dari mertua Aby


Atmaja.


Lisa nampak sangat cantik dengan balutan gaun yang berwarna


peac, sementara Abdy mengenakan jas tuksedo yang barwarna hitam  dan itu membuat keduanya sangat cocok dan


serasi.


Abdy dan Lisa melakukan sesi pemotretan, begitupun dengan


Aby dan Becca yang ikut melakukan sesi pemotretan tersebut.


Aby yang melihat istrinya mengenakan gaun yang


memperlihatkan punggunnya dan bentuk lekuk-lekuk tubuhnya, merasa sedikit kesal


karna ia tidak ingin poto graper itu melihat punggun mulus istrinya.


Dengan wajah yang sedikit kesal Aby melakukan sesi


pemotretan karna ia tidak menyukai gaun yang istrinya kenakan, Becca yang


melihat wajah kesal suaminya memanyumkan bibirnya karna ia tidak suka melihat


wajah Aby yang seperti itu.


Karna menurut Becca Aby harus memperlihatkan senyuman yang


membuat ketampanannya terlihat sempurna.


“By, aku mohon kamu tersenyum ya.” Becca tersenyum melebar


sambil memperlihatkan deretan giginya “Ini adalah poto kenangan yang akan kita


perlihatkan kepada anak dan cucu-cucu kita kelak, ini hanya akan terjadi sekali


seumur hidup kita dan aku tidak mau kalau poto suamiku memperlihatkan wajah


kesalnya, apa yang akan di katakan anak-anak kita nantinya? Dan mungkin mereka


akan berpikir kalau ayah mereka terpaksa menikahi ibunya.”


Becca mengatakan itu panjang lebar agar Aby memasang wajah


cerianya karna menurutnya memasang wajah seperti itu di saat melakukan sesi


pemotretan tidaklah baik, karna apa Becca mengatakan itu? Karna wajah Aby tidak


setampan ketika ia merasa sangat senang dan bahagia.


Aby yang mendengar ucapan panjang lebar istrinya mulai


menampakkan senyuman ceria di wajahnya dan itu memperlihatkan ketampanan yang


ia miliki.


Setelah melihat senyuman ceria yang Aby sunggingkan di wajahnya,


Becca tersenyun senang karna melihat ke tampanan yang suaminya miliki.


“Nah gitu donk seperti itukan terlihat sangat tampan.” Becca


tidak berheti tersenyum ketika melihat senyuman ceria yang Aby perlihatkan.


Meskipun senarnya Aby hanya memaksa senyumannya karna tidak


ingin membuat istrinya merasa sedih dengan wajah kesal yang ia perlihatkan.


Aby dan Becca kembali melakukan sesi pemotretan keduanya


memasang banyak pose dan gaya, dan itu membuat kedua tidak berhenti tertawa


melihat semua poto-poto mereka yang telah di ambil oleh poto graper.


Setelah selesai melakukan sesi pemotretan mereka berempat


pergi melakukan pitin baju pengantin di sebuah butiq ternama dan termahal yang


ada di kota tempat tinggal mereka.


Aby melajukan mobilnya menuju arah butiq, begitu pun dengan


Abdy yang menggunakan mobilnya sendiri untuk pergi ke butiq, karna menurutnya


menggunakan mobil sendiri akan lebih bebas melakukan apa saja yang ingin ia


lakukan kepada Lisa tampa harus merasa malu kepada siapa pun.


Dan memang benar, di sepangjang perjalanan menuju butiq Abdy


dan Lisa tidak berhenti saling berpengan tangan, saling bercanda dan saling


kecup mengecup itulah yang tengah mereka berdua lakukan saat ini.


Mobil aby memasuki parkiran butiq begitupun dengan mobil


yang Abdy gunakan kini ikut memasuki parkiran butiq.


Becca turun lalu melihat ke arah mobil Abdy dan melihat Lisa


turun dari mobil Abdy.


“Lisa.” Becca melambaikan tangan kepada, agar Lisa berjalan


ke arahnya.


Lisa yang melihat Becca melambaikan tangan kepadanya, dengan


segera berjalan ke arah Becca dan meninggalkan Abdy yang kinimasih berada di


dalam mobil.


“Iya, kakak ipar ada apa?” tanya Lisa pelan ketika berada di


hadapan Becca.


“Lisa akan sebaiknya kita masuk ke dalam butiq bersama,


biarkan Aby dan Abdy masuk bersamaan.”

__ADS_1


“Ide baik.” Lisa mengangukkan kepalanya setuju dengan apa


yang di katakan Becca pedanya.


Mereka berdua melangkah masuk tampa mengajak pasanga


masing-masing, Aby yang melihat istrinya berjalan masuk ke dalam butiq tampa


memberitahukannya, mengacak rambutnya karna merasa sedikit kesal karna istrinya


tidak mengajak masuk.


Abdy yang melihat Aby memandang istrinya melangkah masuk ke


dalam butiq tampa mengajaknya, berjalan menghampirinya.


“Mereka berdua meninggalakan kita bos, mereka berdua seperti


melupakan keberadaa kita.”


Abdy sengaja mengatakan itu karna ia merasa sedikit kesal


melihat Lisa meninggalkannya begitu saja tampa mengatakan apapun kepadanya.


Aby melihat ke arah Abdy sejenak, lalu beralih melihat ke


arah Becca dan Lisa yang kini tengah masuk ke dalam butiq tampa berbalik


melihat ke arahnya.


“Menurut kamu apa yang harus kita lakukan?” Aby melihat ke


arah Abdy ketika mengatakan itu, karna ia ingin tau apa rencana konyol Abdy


yang akan mengerjai calon isrtinya.


“Aku juga tidak tau bos” berpikir “Karna aku takut jika


sampai Lisa menangis.”


Hal yang paling Abdy takutkan adalah melihat Lisa meneskan


air mata karna menurut Abdy membuat menangis orang yang ia cintai sama halnya


dengan menyakiti dirinya sendiri.


Dan itu juga yang ada di dalam pikiran Aby saat ini yang


tidak ingin melihat istrinya bersedih apalagi sampai ia menangis, cukup


kejadian di kantor yang membuat isrtinya sangat bersedih dan menangis tiada


henti.


Hingga akhirnya mereka berdua berjalan masuk ke dalam butiq


tampa memikirkan ide konyol yang akan menyakiti hati pasangan mereka berdua.


Setelah mereka berempat selesai melakukan pitin baju


penganting Aby dan Becca kembali ke rumahnya sementara Abdy dan Lisa memutuskan


untuk pergi berbelanja untuk barang-baranga yang akan perlukan ketika pindah ke


rumah mereka sendiri.


Karna setelah menikah Abdy dan Lisa akan tinggal di rumah


mereka sendiri, karna menurut keduanya tinggal di rumah sendiri akan terasa


lebih indah dari pada harus tinggal di rumah orang tua mereka berdua, mandiri


lebih awal akan lebih baik, merasakan suka duka dalam hubungan sebuah rumah


tangga akan menjadi sebuah perjalanan hidup yang indah untuk mereka berdua


nantinya.


Itulah yang selalu ada di dalam pikiran Lisa dan Abdy.


Abdy dan Lisa mulai membeli semua keperluan yang nantinya akan


mereka perlukan setelah menikah,


Setelah selesai membeli semua keperluannya Lisa berjalan ke


arah di mana banyak perlengkapan untuk wanita seperti, bedak dan listp namun di


antara banyaknya perlengkapan wanita Lisa tidak menemukan apa yang ia cari.


Lisa berjalan ke sana kemari, mencari sesuatu yang ingin ia


beli, Abdy yang melihat Lisa berjalan ke sana kemari, bertanya.


“Lis. kamu mencari apa?” tanya Abdy pelan,


Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy, bukannya menjawab


justru ia kembali berjalan melalui lorong yang telah ia lalui sebelumnya.


Abdy yang melihat Lisa melalui lorong yang baru saja ia


lewati mengacak rambutnya bingun, melihat Lisa dan mulai bertanya-tanya sendiri


apa yang tengah Lisa cari? Di tengah banyaknya perlengkapan wanita.


“Lisa, kamu mencari apa?” Abdy mengulan kembali kata-katanya


dan itu membuat Lisa tersenyum karna menemukan sesuatu yang telah membuatnya


berjalan ke sana kemari.


“Aku mencari ini.” Lisa memperlihatkan sesuatu di tangannya


yang Abdy tidak tau itu isisnya apa.


Abdy berjalan mendekat ke arah Lisa, lalu melihat apa yang


ada di tangan Lisa, Abdy meraih sesuatu yang ada di tangan Lisa lalu membaca


Pembalut wanita.


Itulah kata yang keluar dari dalam mulut abdy ketika membaca


apa yang telah Lisa cari.


“Kamu datang bulang ya Lis?” tanya Abdy pelan, karna ia


tidak ingin ada seseorang yang mendengarnya.


Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy terkekeh pelan karna ia


merasa sangat lucu mendengar Abdy menanyakan soal ia datang bulan.


“Tidak, aku belum datang bulan, mungkin beberapa hari ke


depan.” Lisa jujur mengatakan itu kepada Abdy karna cepat atau lambat abdy juga


akan segera menjadi suaminya dan tentu ia akan mengetahui semua tentang hari


dan tanggal haidnya nanti.


Abdy menggaruk pelipisnya yang tidak gatal ketika mendengar


ucapan Lisa, dan diam-diam ia berdoa di dalam hati semoga Lisa tidak datang


bulan di malam pertamanya nanti mengingat pernikahannya tinggal seminggu lagi.


Lisa yang melihat Abdy terdiam sambil melihat ke arah


pembalut yang ada di tangannya, kembali terkekeh karna tidak tahan melihat Abdy


yang kini menatap pembungkus pembalut.


“kamu memikirkan apa Dy?” tanya Lisa pelan.


Lisa tidak tau apa yang tengah Abdy pikirkan saat ini karna


yang ia lihat Abdy hanya sibuk melihat ke arah pembalut yang ada di tangannya.


Setelah selesai membeli semua yang ingin ia beli, Lisa dan


Abdy kembali, namun tidak mengantar Lisa ke rumah orang tuanya, melainkan ke


rumah mereka yang tidak jauh dari rumah Aby dan Becca.


Abdy mulai memasuki gerban pintu rumahnya dan mematikan


mesin mobil pas di depan pintu rumah utama, Lisa turun bagitupun dengan


dirinya.


Abdy berjalan ke arah pintu utama dengan membawa kunci rumah


yang ia mainkan di tangannya, Abdy membuka kunci pintu rumahnya lalu masuk ke


dalam begitupun dengan Lisa.


Lisa membawa semua keperluannya naik ke lantai atas dimana


letak kamarnya, sementara Abdy membawa keperluan yang lainnya ke dapaur untuk


ia masukkan ke dalam kulkas.


Setelah selesai memasukkan semua ke dalam kulkas, Abdy berlari-lari


pelan menaiki anak tangga untuk segera sampai ke kamar mereka yang akan ia


gunakan setelah menikah.


Dengan senyuman kecil yang selalu Abdy perlihatkan, ia


berlari ke arah kamarnya dan di sana ia melihat Lisa tengah mengatur


barang-barang yang telah ia beli ketika berbelanja.


Abdy membuka jaket yang ia kenakan lalu melemparnya ke atas


tempat tidur, lalu berjalan ke arah Lisa yang kini tengah sibuk mengatur semua


pakaian ke dalam lemari.


Iya, sebagian pakaian Lisa dan Abdy telah ada di rumah mereka


dan kini pakaian Abdy dan Lisa tinggal satu lemari yang sama.


Abdy yang melihat kesibukan Lisa, berjalan menghampirinya


lalu melinkarkan tangannya di perutnya rampin Lisa sambil mengecup pelan


punggun Lisa.


“Lis, aku ingin sesuatu?” bisik pelan Abdy di telinga Lisa.


lisa yang mendengar ucapan Abdy berhenti melakukan apa yang


saat ini ia lakukan lalu berbalik melihat ke arah abdy sambil berkata.


“Kamu ingin apa Dy?” jawab Lisa pelan.


 Lisa melinkarkan


tangannya di leher Abdy dengan senyuman manis yang ia miliki. Abdy yang melihat


Lisa dengan tingkah seperti itu kembali berbisik di telinga Lisa.


Dan itu membuat Lisa membulatkan matanya terkejut dengan apa


yang tengah Abdy bisikkan di telinganya sekaligus membuat wajahnya merah


seketika karna merasa malu mendengar kata yang Abdy bisikkan.


“Apaan sih Dy.”

__ADS_1


Lisa nampak terlihat malu-malu  dan entah apa yang tengah Abdy bisikkan di


telinganya dan membuatnya terlihat seperti itu.


“Lakukan semua yang ingin kamu lakukan setelah kita menikah


titik, tidak pake koma.” Itulah kata terakhir yang Lisa ucapkan ketika tidak


tau, apa yang harus ia katakan kepada Abdy.


*****


Becca melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan meyandarkan


kepalanya di bahu suaminya Aby, ia merasa sangat kelelahan seharian berada di


luar rumah.


Dengan tingkah manja Becca bergelayut di bahu Aby, Aby yang


melihat istrinya bermanja seperti itu tersenyum sambil berkata.


“Sayang apa kamu merasa sangat kelelahan?” tanya Aby pelan.


Aby menanyakan itu karna ia melihat wajah istrinya sedikit


pucat dan menurut Aby mungkin saat ini istrinya sangat kelelahan karna seharian


berada di luar rumah.


“Hem.” Becca hanya menjawab ucapan Aby dengan deheman saja.


Aby yang mendengar deheman istrinya mengerti kalau saat ini


Becca benar-benar kelelahan, hingga tampa bertanya apapun Aby mengendong tubuh


Becca dengan gaya brydal style menaiki anak tangga karna di saat Aby melihat


wajah istrinya yang terlihat kelelahan mereka berada di depan tangga yang ada


di dalam rumahnya.


Becca melihat suaminya menggendong tubuhnya tersenyum sambil


melingkarkan tangannya di leher Aby dan menyandarkan kepalanya di dada bidang


suaminya.


Becca merasa sangat bahagia, dan sangat beruntung mendapat


suami sebaik Aby, ia selalu berkata kebaikan apa yang telah di lakukan oleh ke


dua orang tuanya sehingga ia mendapat suami sebaik Aby.


Tiga hari menjelang hari pernikahan, Lisa tiba-tiba sakit


seluruh tubuhnya terasa panas, namun ia tetap berusaha terlihat sehat di


hadapan seluruh anggota keluarganya karna ia tidak ingin anggota keluarganya


merasa panik dengan ke adaannya.


Lisa berjalan masuk ke dalam kamarnya sambil memegan


kepalanya yang terasa sangat pusing, Lisa berjalan ke arah lemari yang ada di


sampin tempat tidurnya lalu menarik laci untuk mengambil obat pereda panas,


setelah itu Lisa meminumnya lalu berjalan ke arah tempat tidur.


Lisa merebahkan tubuhnya sambil berkata, “Semoga besok


panasnya akan segera reda, karna mulai besok ia akan menjalani semua ritual


yang akan di lakukan semua wanita ketika akan menikah.


Lisa mulai menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang


terasa dingin, namun sebelum ia menutup kedua matanya, hapenya tiba-tiba


berdering.


Trinzzzzz.


Abdy calling...


Itulah nama yang tertera dalam dalam layar hape Lisa, Abdy


ingin melakukan panggilan Vidio call dengannya, walaupun merasa sangat berat


untuk tersenyum namun Lisa berusaha menampakkan senyumannya agar Abdy tidak


mengetahui kalau saat ini ia tengah deman.


Lisa meula menggeser tombol hijau, lalu berkata, “Hai Dy.” Ucap


Lisa dengan nada suara agak sedikt serak karna Lisa merasa saat ini seluruh


tubuhnya gemetaran, mungkin karna demam yang menyerang tubuhnya.


Abdy yang mendengar suara Lisa yang terdengar aneh menurutnya,


berkata, “Lisa, suara kamu kenapa? Dan sekarang kamu berada di mana?”


Abdy menanyakan itu karna ia melihat Lisa membungkus


tubuhnya dengan selimut, dan di tambah suara Lisa terdengar tidak sama seperti


biasanya.


Lisa yang mendenagar pertanyaan Abdy, menjauhkan layar


hapenya dari wajahnya agar Abdy bisa mengetahui di mana ia saat ini.


“Oh, kamu di kamar ya? Udah mau tidur?” ucap Abdy pelan.


Abdy tidak berhenti menatap wajah Lisa yang terlihat sangat


pucat, dan itu membuat Abdy merasa ada yang aneh yang Lisa sembunyikan darinya.


“Baiklah akan lebih baik kalau sekarang kamu istirahat.”


Setelah mengatakan itu Abdy lansung menutup sambungan telponnya.


Abdy menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur, sambil


memikirkan wajah Lisa yang terlihat sangat pucat. Hingga Abdy mulai berpikir


kalau saat ini Lisa pasti tidak enak badan karna terlihat jelas dari wajah dan


suara Lisa yang  terdengar nampak sangat


berbeda.


Hingga akhirnya Abdy memilih untuk datang menemui Lisa malam


ini, karna ia sangat takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Lisa.


Abdy mengambil jaketnya, lalu keluar dari dalam kamarnya,


Nabila yang melihat Abdy keluar dari dalam kamar dengan mengenakan jaket


berkata,


“Dy kamu mau kemana? Malam-malam ingat esok lusa adalah hari


pernikahanmu kamu tidak boleh kemana-mana.” Ucap Nabila pelan.


Nabila mengatakan itu kepada putranya, karna ia tidak ingin


Abdy keuar rumah setelah hari pernikahannya, karna menurut dalam ritual dan


budaya, seseoaran yang ingin menikah di larang untuk keluar rumah karna pamali


menurutnya.


Abdy yang mendengar ucapan Mamanya, berjalan ke arah Nabila


lalu memeluknya sambil berkata, “Aku ingin menemui Lisa Ma, karna aku baru saja


melakukan vidio cal dengannya, aku melihat sepertinya ia sedang sakit , namun


ia tidak mengetakan padaku mungkin karna ia tidak ingin membuatku khawatir.” Abdy


menjelaskan agar Nabila mengerti kenapa ia ingin keluar rumah di saat malam


seperti ini.


“Baiklah nak, tapi ingat jangan bawa mobil sendiri suruh


sopir untuk mengantarmu.”


“Baik ma, akan lebih baik kalau aku pergi sekarang.”


Setelah mengatakan itu kepada Mamanya Abdy berjalan keluar


rumahnya dan menghampiri sopir yang akan mengantarnya ke rumah Lisa.


Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, kini Abdy tengah


berdiri di depan pintu gerban rumah ke dua orang tua Lisa, Abdy menyuruh


supirnya untuk pulang, dengan alasan ia akan pulan sendiri setelah melihat


keadaan calon istrinya.


Abdy melangkah masuk melewati pekarangan rumah Lisa yang


kini telah di hias, mengingat hari pernikahan mereka esok lusa dengan senyuman


Abdy berjalan ke arah pintu rumah Lisa, lalu memencet bel.


Tinong-tinong.


Suara bel rumah Rendi di pencet oleh Abdy, Clarisa yang baru


saja dari dapur mendengar suara bel rumahnya berbunyi dengan segera berjalan ke


arah pintu lalu membukanya.


“Abdy kamu kenapa nak? Malam-malam datang ke mari.” Tanya Clarisa


pelan.


Abdy menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika mendengar


pertanyaan calon ibu mertuanya.


“Memangnya siapa yang datang ma?” tanya Rendi yang baru saja


keluar dari dalam kamarnya.


“Abdy pa, sepertinya ia ingin menemui Lisa.” Clarisa melihat


ke arah Rendi ketika mengatakan itu “Mungkin ada sesuatu yang penting yang


ingin Abdy katakan kepada Lisa.”


“Masuk saja, Lisa ada di atas, di kamarnya.”


Abdy yang mendengar ucapan ayah mertuanya yang


mempersilahkannya masuk, tersenyum karna sebelumnya Abdy di anggap tidak sopan


ketika ia datang menemui Lisa dan bahkan berakhir di penjara.


Setelah di persilahkan masuk oleh kedua calon mertunya,


dengan segera Abdy menaiki anak tangga lalu berlari-lari pelan menuju arah


kamar Lisa.


Abdy membuka pintu kamar Lisa, lalu masuk dan mendapatkan

__ADS_1


Lisa kini  tengah menggigil kedinginan di


dalam balutan selimutnya...


__ADS_2