
Abdy berhenti melakukan hal itu ketika mendengar suara
desahan Lisa, karna ia takut akan melakukan hal yang lebih dari apa yang tengah
ia lakukan saat ini.
Abdy masih berpegan teguh dengan apa yang selalu Nabila
ajarkan padanya padanya, dan ia juga sangat menghargai cinta sucinya untuk
Lisa,
Abdy menarik tubuhnya yang tadi menindih tubuh Lisa lalu
berkata.
“Kita tidak boleh melakukannya sekarang, kita akan
melakukannya setelah kita menikah nanti.” Abdy mengecup lembut dahi Lisa ketika
selesai mengatakan itu.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum sambil
menyandarkan kepalanya di dada bidang Abdy, Lisa setuju dengan semua yang Abdy
katakan karna setelah menikah toh semuanya akan mereka lakukan tampa ada yang
akan menghalangi semua yang mereka berdua lakukan.
Cukup lama mereka bercerita-cerita hingga suara dering hape
Abdy menyadarkannya mereka berdua.
Trinzzzz.
Mimi calling...
Itulah nama yang tertera di layar hape Abdy, Lisa yang
melihat nama yang tertera di layar hape Abdy berkatah.
“Mimi siapa Dy?” tanya pelan Lisa sambil melihat ke arah
wajah Abdy yang kini tengah menatap layar hapenya.
“Huss.” Menaruh jari telunjuk di bibirnya “Mama nelpon, kamu
jangan berbicara ya.”
Lisa mengangukkan kepala mengerti dengan apa maksud ucapan
Abdy yang menyuruhnya untuk diam.
Abdy mulai memencat tombol hijau, lalu menyalakan pengeras
suara di dan mulai berbicara dengan mamanya.
“Dy kamu bawa Lisa kemana? Apa kamu tau Lisa masih butuh
istirahat yang banyak.” Nabila mulai mengomeli putranya karna telah membawa
Lisa pergi tampa mengabari mereka bertiga.
Abdy dan Lisa yang mendengar omelan Mamanya hanya tersenyum
karna memang semua yang Nabila katakan benar adanya Lisa memang harus istirahat
yang banyak biar kondisinya segera pulih mengingat hari pernikahannya tinggal dua
minggu lagi.
“Iya ma, disini Lisa istirahat ko, aku tidak akan
membiarkannya kelelahan.” Abdy merangkul Lisa masuk ke dalam pelukannya ketika
mengatakan itu.
Sementara Lisa memeluk Abdy dengan senyuman ceria yang ia
pancarkan di wajahnya, rasa senang dan rasa bahagia yang kedua perlihatkan
sungguh membuat orang lain akan merasa iri jika melihatnya.
Hari berganti hari tidak terasa pernikahan Abdy dan Lisa
tinggal seminggu lagi, Lisa dan Abdy mulai di sibukkan dengan poto prawedding
yang mereka berdua lakukan, begitu pun dengan Aby dan Becca.
Semua undangan telah di sebar ke setiap penjuru kota, bahkan
undangan pernikahan Aby dan Becca sampai di Sydney negara kelahiran Becca,
banyak orang yang merasa senang yang mendengar pernikan Aby dan Becca banyak
juga yang merasa sangat sakit hati dengan pernikahan itu, begitupun dengan
pernikahan yang akan Lisa lakukan bersama dengan Abdy.
Ada seseorang yang sangat sakit hati atas pernikahannya,
namun ia tidak bisa melakukan apapun untuk membatalkannya, karna ia mengetahui
kalau mertua dari salah satu putra Atmaja adalah seorang mafia yang sangat di
takuti di negaranya.
Meskipun merasa sakit hati karna pernikahannya di batalkan
secara sepihak, namun ia tidak bisa melakukan apapun karna melakukan sesuatu
itu akan membuat dirinya berurusan dengan para anak buah dari mertua Aby
Atmaja.
Lisa nampak sangat cantik dengan balutan gaun yang berwarna
peac, sementara Abdy mengenakan jas tuksedo yang barwarna hitam dan itu membuat keduanya sangat cocok dan
serasi.
Abdy dan Lisa melakukan sesi pemotretan, begitupun dengan
Aby dan Becca yang ikut melakukan sesi pemotretan tersebut.
Aby yang melihat istrinya mengenakan gaun yang
memperlihatkan punggunnya dan bentuk lekuk-lekuk tubuhnya, merasa sedikit kesal
karna ia tidak ingin poto graper itu melihat punggun mulus istrinya.
Dengan wajah yang sedikit kesal Aby melakukan sesi
pemotretan karna ia tidak menyukai gaun yang istrinya kenakan, Becca yang
melihat wajah kesal suaminya memanyumkan bibirnya karna ia tidak suka melihat
wajah Aby yang seperti itu.
Karna menurut Becca Aby harus memperlihatkan senyuman yang
membuat ketampanannya terlihat sempurna.
“By, aku mohon kamu tersenyum ya.” Becca tersenyum melebar
sambil memperlihatkan deretan giginya “Ini adalah poto kenangan yang akan kita
perlihatkan kepada anak dan cucu-cucu kita kelak, ini hanya akan terjadi sekali
seumur hidup kita dan aku tidak mau kalau poto suamiku memperlihatkan wajah
kesalnya, apa yang akan di katakan anak-anak kita nantinya? Dan mungkin mereka
akan berpikir kalau ayah mereka terpaksa menikahi ibunya.”
Becca mengatakan itu panjang lebar agar Aby memasang wajah
cerianya karna menurutnya memasang wajah seperti itu di saat melakukan sesi
pemotretan tidaklah baik, karna apa Becca mengatakan itu? Karna wajah Aby tidak
setampan ketika ia merasa sangat senang dan bahagia.
Aby yang mendengar ucapan panjang lebar istrinya mulai
menampakkan senyuman ceria di wajahnya dan itu memperlihatkan ketampanan yang
ia miliki.
Setelah melihat senyuman ceria yang Aby sunggingkan di wajahnya,
Becca tersenyun senang karna melihat ke tampanan yang suaminya miliki.
“Nah gitu donk seperti itukan terlihat sangat tampan.” Becca
tidak berheti tersenyum ketika melihat senyuman ceria yang Aby perlihatkan.
Meskipun senarnya Aby hanya memaksa senyumannya karna tidak
ingin membuat istrinya merasa sedih dengan wajah kesal yang ia perlihatkan.
Aby dan Becca kembali melakukan sesi pemotretan keduanya
memasang banyak pose dan gaya, dan itu membuat kedua tidak berhenti tertawa
melihat semua poto-poto mereka yang telah di ambil oleh poto graper.
Setelah selesai melakukan sesi pemotretan mereka berempat
pergi melakukan pitin baju pengantin di sebuah butiq ternama dan termahal yang
ada di kota tempat tinggal mereka.
Aby melajukan mobilnya menuju arah butiq, begitu pun dengan
Abdy yang menggunakan mobilnya sendiri untuk pergi ke butiq, karna menurutnya
menggunakan mobil sendiri akan lebih bebas melakukan apa saja yang ingin ia
lakukan kepada Lisa tampa harus merasa malu kepada siapa pun.
Dan memang benar, di sepangjang perjalanan menuju butiq Abdy
dan Lisa tidak berhenti saling berpengan tangan, saling bercanda dan saling
kecup mengecup itulah yang tengah mereka berdua lakukan saat ini.
Mobil aby memasuki parkiran butiq begitupun dengan mobil
yang Abdy gunakan kini ikut memasuki parkiran butiq.
Becca turun lalu melihat ke arah mobil Abdy dan melihat Lisa
turun dari mobil Abdy.
“Lisa.” Becca melambaikan tangan kepada, agar Lisa berjalan
ke arahnya.
Lisa yang melihat Becca melambaikan tangan kepadanya, dengan
segera berjalan ke arah Becca dan meninggalkan Abdy yang kinimasih berada di
dalam mobil.
“Iya, kakak ipar ada apa?” tanya Lisa pelan ketika berada di
hadapan Becca.
“Lisa akan sebaiknya kita masuk ke dalam butiq bersama,
biarkan Aby dan Abdy masuk bersamaan.”
__ADS_1
“Ide baik.” Lisa mengangukkan kepalanya setuju dengan apa
yang di katakan Becca pedanya.
Mereka berdua melangkah masuk tampa mengajak pasanga
masing-masing, Aby yang melihat istrinya berjalan masuk ke dalam butiq tampa
memberitahukannya, mengacak rambutnya karna merasa sedikit kesal karna istrinya
tidak mengajak masuk.
Abdy yang melihat Aby memandang istrinya melangkah masuk ke
dalam butiq tampa mengajaknya, berjalan menghampirinya.
“Mereka berdua meninggalakan kita bos, mereka berdua seperti
melupakan keberadaa kita.”
Abdy sengaja mengatakan itu karna ia merasa sedikit kesal
melihat Lisa meninggalkannya begitu saja tampa mengatakan apapun kepadanya.
Aby melihat ke arah Abdy sejenak, lalu beralih melihat ke
arah Becca dan Lisa yang kini tengah masuk ke dalam butiq tampa berbalik
melihat ke arahnya.
“Menurut kamu apa yang harus kita lakukan?” Aby melihat ke
arah Abdy ketika mengatakan itu, karna ia ingin tau apa rencana konyol Abdy
yang akan mengerjai calon isrtinya.
“Aku juga tidak tau bos” berpikir “Karna aku takut jika
sampai Lisa menangis.”
Hal yang paling Abdy takutkan adalah melihat Lisa meneskan
air mata karna menurut Abdy membuat menangis orang yang ia cintai sama halnya
dengan menyakiti dirinya sendiri.
Dan itu juga yang ada di dalam pikiran Aby saat ini yang
tidak ingin melihat istrinya bersedih apalagi sampai ia menangis, cukup
kejadian di kantor yang membuat isrtinya sangat bersedih dan menangis tiada
henti.
Hingga akhirnya mereka berdua berjalan masuk ke dalam butiq
tampa memikirkan ide konyol yang akan menyakiti hati pasangan mereka berdua.
Setelah mereka berempat selesai melakukan pitin baju
penganting Aby dan Becca kembali ke rumahnya sementara Abdy dan Lisa memutuskan
untuk pergi berbelanja untuk barang-baranga yang akan perlukan ketika pindah ke
rumah mereka sendiri.
Karna setelah menikah Abdy dan Lisa akan tinggal di rumah
mereka sendiri, karna menurut keduanya tinggal di rumah sendiri akan terasa
lebih indah dari pada harus tinggal di rumah orang tua mereka berdua, mandiri
lebih awal akan lebih baik, merasakan suka duka dalam hubungan sebuah rumah
tangga akan menjadi sebuah perjalanan hidup yang indah untuk mereka berdua
nantinya.
Itulah yang selalu ada di dalam pikiran Lisa dan Abdy.
Abdy dan Lisa mulai membeli semua keperluan yang nantinya akan
mereka perlukan setelah menikah,
Setelah selesai membeli semua keperluannya Lisa berjalan ke
arah di mana banyak perlengkapan untuk wanita seperti, bedak dan listp namun di
antara banyaknya perlengkapan wanita Lisa tidak menemukan apa yang ia cari.
Lisa berjalan ke sana kemari, mencari sesuatu yang ingin ia
beli, Abdy yang melihat Lisa berjalan ke sana kemari, bertanya.
“Lis. kamu mencari apa?” tanya Abdy pelan,
Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy, bukannya menjawab
justru ia kembali berjalan melalui lorong yang telah ia lalui sebelumnya.
Abdy yang melihat Lisa melalui lorong yang baru saja ia
lewati mengacak rambutnya bingun, melihat Lisa dan mulai bertanya-tanya sendiri
apa yang tengah Lisa cari? Di tengah banyaknya perlengkapan wanita.
“Lisa, kamu mencari apa?” Abdy mengulan kembali kata-katanya
dan itu membuat Lisa tersenyum karna menemukan sesuatu yang telah membuatnya
berjalan ke sana kemari.
“Aku mencari ini.” Lisa memperlihatkan sesuatu di tangannya
yang Abdy tidak tau itu isisnya apa.
Abdy berjalan mendekat ke arah Lisa, lalu melihat apa yang
ada di tangan Lisa, Abdy meraih sesuatu yang ada di tangan Lisa lalu membaca
Pembalut wanita.
Itulah kata yang keluar dari dalam mulut abdy ketika membaca
apa yang telah Lisa cari.
“Kamu datang bulang ya Lis?” tanya Abdy pelan, karna ia
tidak ingin ada seseorang yang mendengarnya.
Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy terkekeh pelan karna ia
merasa sangat lucu mendengar Abdy menanyakan soal ia datang bulan.
“Tidak, aku belum datang bulan, mungkin beberapa hari ke
depan.” Lisa jujur mengatakan itu kepada Abdy karna cepat atau lambat abdy juga
akan segera menjadi suaminya dan tentu ia akan mengetahui semua tentang hari
dan tanggal haidnya nanti.
Abdy menggaruk pelipisnya yang tidak gatal ketika mendengar
ucapan Lisa, dan diam-diam ia berdoa di dalam hati semoga Lisa tidak datang
bulan di malam pertamanya nanti mengingat pernikahannya tinggal seminggu lagi.
Lisa yang melihat Abdy terdiam sambil melihat ke arah
pembalut yang ada di tangannya, kembali terkekeh karna tidak tahan melihat Abdy
yang kini menatap pembungkus pembalut.
“kamu memikirkan apa Dy?” tanya Lisa pelan.
Lisa tidak tau apa yang tengah Abdy pikirkan saat ini karna
yang ia lihat Abdy hanya sibuk melihat ke arah pembalut yang ada di tangannya.
Setelah selesai membeli semua yang ingin ia beli, Lisa dan
Abdy kembali, namun tidak mengantar Lisa ke rumah orang tuanya, melainkan ke
rumah mereka yang tidak jauh dari rumah Aby dan Becca.
Abdy mulai memasuki gerban pintu rumahnya dan mematikan
mesin mobil pas di depan pintu rumah utama, Lisa turun bagitupun dengan
dirinya.
Abdy berjalan ke arah pintu utama dengan membawa kunci rumah
yang ia mainkan di tangannya, Abdy membuka kunci pintu rumahnya lalu masuk ke
dalam begitupun dengan Lisa.
Lisa membawa semua keperluannya naik ke lantai atas dimana
letak kamarnya, sementara Abdy membawa keperluan yang lainnya ke dapaur untuk
ia masukkan ke dalam kulkas.
Setelah selesai memasukkan semua ke dalam kulkas, Abdy berlari-lari
pelan menaiki anak tangga untuk segera sampai ke kamar mereka yang akan ia
gunakan setelah menikah.
Dengan senyuman kecil yang selalu Abdy perlihatkan, ia
berlari ke arah kamarnya dan di sana ia melihat Lisa tengah mengatur
barang-barang yang telah ia beli ketika berbelanja.
Abdy membuka jaket yang ia kenakan lalu melemparnya ke atas
tempat tidur, lalu berjalan ke arah Lisa yang kini tengah sibuk mengatur semua
pakaian ke dalam lemari.
Iya, sebagian pakaian Lisa dan Abdy telah ada di rumah mereka
dan kini pakaian Abdy dan Lisa tinggal satu lemari yang sama.
Abdy yang melihat kesibukan Lisa, berjalan menghampirinya
lalu melinkarkan tangannya di perutnya rampin Lisa sambil mengecup pelan
punggun Lisa.
“Lis, aku ingin sesuatu?” bisik pelan Abdy di telinga Lisa.
lisa yang mendengar ucapan Abdy berhenti melakukan apa yang
saat ini ia lakukan lalu berbalik melihat ke arah abdy sambil berkata.
“Kamu ingin apa Dy?” jawab Lisa pelan.
Lisa melinkarkan
tangannya di leher Abdy dengan senyuman manis yang ia miliki. Abdy yang melihat
Lisa dengan tingkah seperti itu kembali berbisik di telinga Lisa.
Dan itu membuat Lisa membulatkan matanya terkejut dengan apa
yang tengah Abdy bisikkan di telinganya sekaligus membuat wajahnya merah
seketika karna merasa malu mendengar kata yang Abdy bisikkan.
“Apaan sih Dy.”
__ADS_1
Lisa nampak terlihat malu-malu dan entah apa yang tengah Abdy bisikkan di
telinganya dan membuatnya terlihat seperti itu.
“Lakukan semua yang ingin kamu lakukan setelah kita menikah
titik, tidak pake koma.” Itulah kata terakhir yang Lisa ucapkan ketika tidak
tau, apa yang harus ia katakan kepada Abdy.
*****
Becca melangkah masuk ke dalam rumahnya dengan meyandarkan
kepalanya di bahu suaminya Aby, ia merasa sangat kelelahan seharian berada di
luar rumah.
Dengan tingkah manja Becca bergelayut di bahu Aby, Aby yang
melihat istrinya bermanja seperti itu tersenyum sambil berkata.
“Sayang apa kamu merasa sangat kelelahan?” tanya Aby pelan.
Aby menanyakan itu karna ia melihat wajah istrinya sedikit
pucat dan menurut Aby mungkin saat ini istrinya sangat kelelahan karna seharian
berada di luar rumah.
“Hem.” Becca hanya menjawab ucapan Aby dengan deheman saja.
Aby yang mendengar deheman istrinya mengerti kalau saat ini
Becca benar-benar kelelahan, hingga tampa bertanya apapun Aby mengendong tubuh
Becca dengan gaya brydal style menaiki anak tangga karna di saat Aby melihat
wajah istrinya yang terlihat kelelahan mereka berada di depan tangga yang ada
di dalam rumahnya.
Becca melihat suaminya menggendong tubuhnya tersenyum sambil
melingkarkan tangannya di leher Aby dan menyandarkan kepalanya di dada bidang
suaminya.
Becca merasa sangat bahagia, dan sangat beruntung mendapat
suami sebaik Aby, ia selalu berkata kebaikan apa yang telah di lakukan oleh ke
dua orang tuanya sehingga ia mendapat suami sebaik Aby.
Tiga hari menjelang hari pernikahan, Lisa tiba-tiba sakit
seluruh tubuhnya terasa panas, namun ia tetap berusaha terlihat sehat di
hadapan seluruh anggota keluarganya karna ia tidak ingin anggota keluarganya
merasa panik dengan ke adaannya.
Lisa berjalan masuk ke dalam kamarnya sambil memegan
kepalanya yang terasa sangat pusing, Lisa berjalan ke arah lemari yang ada di
sampin tempat tidurnya lalu menarik laci untuk mengambil obat pereda panas,
setelah itu Lisa meminumnya lalu berjalan ke arah tempat tidur.
Lisa merebahkan tubuhnya sambil berkata, “Semoga besok
panasnya akan segera reda, karna mulai besok ia akan menjalani semua ritual
yang akan di lakukan semua wanita ketika akan menikah.
Lisa mulai menarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang
terasa dingin, namun sebelum ia menutup kedua matanya, hapenya tiba-tiba
berdering.
Trinzzzzz.
Abdy calling...
Itulah nama yang tertera dalam dalam layar hape Lisa, Abdy
ingin melakukan panggilan Vidio call dengannya, walaupun merasa sangat berat
untuk tersenyum namun Lisa berusaha menampakkan senyumannya agar Abdy tidak
mengetahui kalau saat ini ia tengah deman.
Lisa meula menggeser tombol hijau, lalu berkata, “Hai Dy.” Ucap
Lisa dengan nada suara agak sedikt serak karna Lisa merasa saat ini seluruh
tubuhnya gemetaran, mungkin karna demam yang menyerang tubuhnya.
Abdy yang mendengar suara Lisa yang terdengar aneh menurutnya,
berkata, “Lisa, suara kamu kenapa? Dan sekarang kamu berada di mana?”
Abdy menanyakan itu karna ia melihat Lisa membungkus
tubuhnya dengan selimut, dan di tambah suara Lisa terdengar tidak sama seperti
biasanya.
Lisa yang mendenagar pertanyaan Abdy, menjauhkan layar
hapenya dari wajahnya agar Abdy bisa mengetahui di mana ia saat ini.
“Oh, kamu di kamar ya? Udah mau tidur?” ucap Abdy pelan.
Abdy tidak berhenti menatap wajah Lisa yang terlihat sangat
pucat, dan itu membuat Abdy merasa ada yang aneh yang Lisa sembunyikan darinya.
“Baiklah akan lebih baik kalau sekarang kamu istirahat.”
Setelah mengatakan itu Abdy lansung menutup sambungan telponnya.
Abdy menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur, sambil
memikirkan wajah Lisa yang terlihat sangat pucat. Hingga Abdy mulai berpikir
kalau saat ini Lisa pasti tidak enak badan karna terlihat jelas dari wajah dan
suara Lisa yang terdengar nampak sangat
berbeda.
Hingga akhirnya Abdy memilih untuk datang menemui Lisa malam
ini, karna ia sangat takut terjadi sesuatu yang buruk dengan Lisa.
Abdy mengambil jaketnya, lalu keluar dari dalam kamarnya,
Nabila yang melihat Abdy keluar dari dalam kamar dengan mengenakan jaket
berkata,
“Dy kamu mau kemana? Malam-malam ingat esok lusa adalah hari
pernikahanmu kamu tidak boleh kemana-mana.” Ucap Nabila pelan.
Nabila mengatakan itu kepada putranya, karna ia tidak ingin
Abdy keuar rumah setelah hari pernikahannya, karna menurut dalam ritual dan
budaya, seseoaran yang ingin menikah di larang untuk keluar rumah karna pamali
menurutnya.
Abdy yang mendengar ucapan Mamanya, berjalan ke arah Nabila
lalu memeluknya sambil berkata, “Aku ingin menemui Lisa Ma, karna aku baru saja
melakukan vidio cal dengannya, aku melihat sepertinya ia sedang sakit , namun
ia tidak mengetakan padaku mungkin karna ia tidak ingin membuatku khawatir.” Abdy
menjelaskan agar Nabila mengerti kenapa ia ingin keluar rumah di saat malam
seperti ini.
“Baiklah nak, tapi ingat jangan bawa mobil sendiri suruh
sopir untuk mengantarmu.”
“Baik ma, akan lebih baik kalau aku pergi sekarang.”
Setelah mengatakan itu kepada Mamanya Abdy berjalan keluar
rumahnya dan menghampiri sopir yang akan mengantarnya ke rumah Lisa.
Setelah menempuh perjalanan selama 25 menit, kini Abdy tengah
berdiri di depan pintu gerban rumah ke dua orang tua Lisa, Abdy menyuruh
supirnya untuk pulang, dengan alasan ia akan pulan sendiri setelah melihat
keadaan calon istrinya.
Abdy melangkah masuk melewati pekarangan rumah Lisa yang
kini telah di hias, mengingat hari pernikahan mereka esok lusa dengan senyuman
Abdy berjalan ke arah pintu rumah Lisa, lalu memencet bel.
Tinong-tinong.
Suara bel rumah Rendi di pencet oleh Abdy, Clarisa yang baru
saja dari dapur mendengar suara bel rumahnya berbunyi dengan segera berjalan ke
arah pintu lalu membukanya.
“Abdy kamu kenapa nak? Malam-malam datang ke mari.” Tanya Clarisa
pelan.
Abdy menggaruk kepalanya yang tidak gatal ketika mendengar
pertanyaan calon ibu mertuanya.
“Memangnya siapa yang datang ma?” tanya Rendi yang baru saja
keluar dari dalam kamarnya.
“Abdy pa, sepertinya ia ingin menemui Lisa.” Clarisa melihat
ke arah Rendi ketika mengatakan itu “Mungkin ada sesuatu yang penting yang
ingin Abdy katakan kepada Lisa.”
“Masuk saja, Lisa ada di atas, di kamarnya.”
Abdy yang mendengar ucapan ayah mertuanya yang
mempersilahkannya masuk, tersenyum karna sebelumnya Abdy di anggap tidak sopan
ketika ia datang menemui Lisa dan bahkan berakhir di penjara.
Setelah di persilahkan masuk oleh kedua calon mertunya,
dengan segera Abdy menaiki anak tangga lalu berlari-lari pelan menuju arah
kamar Lisa.
Abdy membuka pintu kamar Lisa, lalu masuk dan mendapatkan
__ADS_1
Lisa kini tengah menggigil kedinginan di
dalam balutan selimutnya...