
Hamis menatap sinis ke arah wanita yang hampir melenyapkan
nyawa putrinya. Kemarahan Hamish kepada Sameera dan Ryo benar-benar besar. Terlihat
jelas dari cara Hamish menghukum Sameera dan Ryo.
Sedangkan Ryo yang baru saja menjalani hukumannya dengan
cara seluruh kuku-kuku kakinya di cabut satu persatu oleh anak buah Hamish dan
itu membuatnya meringgis, bahkan berteriak meminta pengampunan dari Hamish.
Namun Hamish sudah terlanjur marah dengan kedua orang yang
ada di hadapannya yang telah menyakiti putrinya, dan sampai membuat calon
cucunya hilang dari dalam kandungan putrinya.
“Bagaimana Ryo?” berjalan ke arah Ryo yang kini tengah di
ikat di sebuah kursi “Sakit! Atau kurang sakit?” Hamish menarik rambut Ryo karna
saat ini Ryo tengah menundukkan kepalanya.
“Ampun Om, aku mohon ampuni aku.” Menatap wajah Hamish “Semua
ini aku lakukan karna aku sangar mencintai Becca dan ingin menjadikannya
milikku.”
Ryo terlihat sangat ketakutan ketika menatap wajah Hamish
yang kini sangat marah kepadanya, bahkan sorot mata Hamish memancarkan
kemarahan yang begitu sangat besar, itulah yang saat ini Ryo lihat di tatapan
mata Hamish ketika melihat ke arahnya.
“Cinta. Hem” berdehem sambil melepaskan jambakan tangannya
dari kepala Ryo “Bukankah sudah aku katakan, lupakan putriku! Dan bahkan aku
sudah mengampuni kesalahanmu yang dulu yang telah menculik putriku dari
Indonesia.” Menampar wajah Ryo agar mengingat penculikan yang telah di
lakukannya beberapa bulan yang lalu “Dan sekarang kamu akan menerima hukuman
yang pernah aku katakan sebelumnya.” Tersenyum sinis sambil berjalan menjauh
dari Ryo dan berjalan ke arah Sameera yang kini tengah tergeletak di lantai
tampa mengenakan pakaian sehelaipun.
Itulah Sameera selama ia di bawa kerumah Hamish dia tidak
pernah berhenti di hukum, di hukum yang sangat keji menurutnya, karna selama
sebulan Sameera harus melayani Semua nafsu bejat para Body Guard Hamish dan
setelah melayani semuanya Sameera akan di cambuk sampai ia tidak sadarkan diri.
Dan menurut Hamish hukuman untuk keduanya sudah ber akhir
dan kini Sameera dan Ryo akan menjalani hukuman terakhirnya yaitu di masukkan
ke dalam kandang hewan peliharaan Hamish yaitu di masukkan kedalam kandang Harimaunya.
Hamish memerintahkan kepada anak buahnya agar memasukkan
keduanya ke dalam kandang hewan peliharaannya, sesuai yang ia katakan kepada
Ryo sewaktu ia datang kerumah Ryo waktu itu.
Sementara Albert hanya menangis dalam diam melihat putranya
menjadi santapan binatan buas peliharaan Hamish, karna ia juga takut membantah
dengan apa yang di katakan Hamish, mengingat Hamish adalah bos Mafia yang
paling di segani dan di takuti oleh seluruh warga yang ada di Sydney.
Siapa yang tidak mengenal Hamish Daud Willie, ketua Mafia
yang paling di takuti di negaranya, karna Hamish memiliki sipat yang begitu
sangat dingin, yang tidak segan-segan melakukan apa yang dia inginkan.
Dan bahkan ketika ia mengetahui Rumah sakit yang di tempati
putrinya, di rawat dan sampai mengetahui kalau putrinya layak sebagia tahanan
rumah sakit tersebut, kini rumah sakit tersebut telah ia ratakan dengan tanah. Karna
rumah sakit itu, iya juga memiliki saham yang begitu sangat besar, dan semua
yang menjaga putrinya saat di ikat di rumah sakit tersebut semuanya telah ia
lenyapkan setelah melihat siaran CCTV yang merekam setiap apa yang di
lakukannya kepada putrinya.
Hamish sampai sangat marah ketika melihat siaran CCTV katika
melihat putrinya di ikat dengan rantai yang begitu sangat besar di kakinya di
tambah datangnya Sameera menemui Becca saat di rumah sakit dan menamparnya
dengan begitu sangat kasar hingga membuat Becca taidak sadarkan diri. Dan kata
yang keluar dari dalam mulut Sameera membuat Hamish sangat marah.
****
“Ternyata umur kamu panjang juga.” Menarik kasar rambut
Becca “Kenapa sih kamu tidak mati saja? Anak kamu sudah mati tapi kamu masih
hidup. Ah, Becca kenapa kamu tidak mati saja.”
Becca yang rambutnya di tarik kasar oleh Sameera berkata. “Ao,
sakit. Huhuhu, sakit.” Becca berusaha melepas tangan yang mejambak rambutnya.
“Sakit ya, uh, kasian.” Melepas tangan dari rambut Becca “Apa
kamu tau kalau kamu memiliki Bayi?” Sameera sengaja mengatakan itu karna
berharap kondisi kejiwaan Becca tergangu dan itu akan sulit untuk mengingat
semuanya dan kemunkinan besar Becca akan di rujuk ke rumah sakit jiwa setelah
ia mengatakan itu, itulah yang terlintas dalampikiran Sameera saat ini.
Becca yang mendengar kata bayi keluar dari mulut Sameera
berkata. “Bayi! Aku memiliki bayi?” Becca melihat ke arah Sameera yang kini
tengah melipat tangan di perutnya.
“Iya. Kamu memiliki bayi, dan mereka telah membawa bayimu.” Tersenyum
sinis dan kembali mendekat ke arah Becca “Apa kamu ingin tau di mana bayimu?”
__ADS_1
berbisik.
“Iya, aku ingin tau dimana bayiku.” Dengan segera Becca
mengatakan itu, meskipun dalam keadaan hilang ingatan hati Becca merasa sangat
senang ketika ia mendengar kata bayi keluar dari mulut Sameera, mungkin karna
jiwa keibuan Becca yang sempat mengandung tersirat indah dalam hatinya.
Sameera yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut
Becca tersenyum sinis sambil berkata. “Tapi sayang mereka semua telah membawa
bayimu pergi, pergi darimu, pergi jauh darimu.” Berbisik.
Dan itu membuat Becca beraksi dan lansung mendorong kasar
tubuh Sameera agar menjauh darinya. Sementara Sameera yang mendapat dorongan
kasar dari Becca terjatuh di atas lantai dan itu membuatnya sangat marah.
“Dimana bayiku! huhuhu?” Becca mulai berteriak sambil
menangis mencari keberadaan bayinya sambil menutup kedua telinganya.
Sameera bangun dari lantai dan berjalan ke arah Becca dan
berkata. “Dasar wanita sialan. Mati saja kamu!” Sameera menampar keras wajah
Becca dan itu membuatnya jatuh hingga tidak sadarkan diri.
Melihat Becca terjatuh dan tidak sadarkan diri, Sameera
memanggil perawat laki-laki masuk ke dalam ruangan di mana Becca tengah di ikat
kakinya dengan sebuah rantai besi yang cukup lumayan besar.
“Kirim wanita ini ke rumah sakit jiwa. Tapi bukan rumah
sakit jiwa yang ada di negara ini. Aku ingin kamu membawanya ke rumah sakit
Jiwa yang berada di Banlades karna di sana aku memiliki kenalan yang akan
membuat wanita ini benar-benar gila!” Sameera tersenyum sinis ketika selesai
mengatakan itu “Dan untuk bayaran kalian aku akan mentranfer sebagiannya dulu
nanti jika wanita ini sudah sampai aku akan mentransfer semuanya di rekeningmu.”
Setelah mengatakan itu Sameera keluar dari ruangan yang di
tempati Becca tidak sadarkan diri dan semua itu terekam CCTV yang ada di dalam
ruangan tersebut. Sameera keluar dari rumah sakit dan lansung kembali ke
Indonesia untuk kembali mendekati Aby.
Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Becca telah di suntik
obat penenang. Agar ia tidak sadar ketika menjalani perjalanan menuju Bandara
karna hari ini para anak buah Sameera akan membawa ke Banlades, sesuai yang di
katakan Sameera selaku bos mereka.
Namun setelah mobil yang di tumpangi Becca yang tidak lain
adalah mobil pribadi salah satu anak buah Sameera mogok, tidak jauh dari menara
Effell Becca tersadar dari tidurnya menurutnya. Becca melihat ke arah depan namun
tidak menemukan siapapun, lalu melihat kiri dan ke kanan mobil yang di
adalah salah satu orang yang mengikatnya di dalam kamar rumah sakit.
Hingga akhirnya ia memilih untuk keluar dari pintu seblah
kiri karna orang itu berdiri di sebelah kanan membelakangi mobil karna sedang
menelpon seseorang.
Pelan-pelan Becca membuka pintu mobil, lalu berlari sekuat
tenaga karna jujur saat ini pergelangan kakinya sangat sakit di tambah selama
ia sadar Becca tidak pernah berjalan karna ia di ikat di atas berangka rumah
sakit.
Becca berlari ke arah menara Eiffel dan bertemu dengan
seseorang wanita dan bersembunyi di belakangnya dan juga meminta tolong.
****
Setelah menyaksikan Sameera dan Ryo masuk ke dalam kandang hewan
peliharaannya Hamish berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut karna
pekerjaan telah selesai, pekerjaan yang menguras emosi menurut Hamish. dan kini
waktunya ia akan ke Indonesia untuk menemui putri ke sayangannya.
Di Indonesia di dalam Apartemen Aby. Aby berdebat dengan
Abdy karna alasan Aby ingin agar adiknya membantunya untuk mengantikannya
keluar kota selama dua hari.
Aby tidak ingin pergi, dan menyuruh Abdy untuk
mengantikannya dengan alasan Aby tidak ingin meninggalkan istrinya terlalu
lama, karna kondisi Becca saat ini yang tidak mengingat siapapun.
“Abdy. Ayolah bantu aku untuk ini. Aku tidak mungkin
meninggalkan kakak iparmu dalam ke adaan seperti ini.” Melihat ke arah abdy
ketika mengatakan itu.
“Maaf, Bos untuk kali ini aku tidak bisa membantumu, karna
aku juga tidak ingin jauh dari Lisa dan tidak tahan jika aku harus
meninggalkannya selama dua hari.” Alasan Abdy yang tidak ingin menggantikan
Abdy ke luar kota.
“Ayolah Dy. Tolong mengerti aku. Aku tidak bisa
meninggalakan kakak iparmua.” Aby kembali mengulang alasan yang sama.
“Maaf, Bos dan aku juga tidak ingin meninggalkan Lisa
terlalu lama.” Abdy kembali mengulang alasannya dengan alasan yang sama sama
seperti alasan sebelumnya.
“Abdy!”
“Maaf, Bos. Aku tidak bisa titik.”
__ADS_1
Becca dan Lisa yang menyaksikan perdebatan kedua saudara itu
tersenyum,namun tidak dengan Becca yang tidak mengerti apa yang membuat
keduanya begitu.
“Mereka kenapa?” bingun “Apa ada sesuatu yang terjadi dengan
keduanya?” Becca bertanya kepada Lisa, karna sedari tadi Becca melihat Lisa
hanya tersenyum.
Lisa tinggal di Apartemen Aby karna Aby yang memintanya,
karna Becca tidak merasa nyaman jika Aby terlalu dekat dengannya, dan Lisa
menerima dengan baik permintaan Aby karna mengerti dengan kondisi Becca saat
ini.
Abdy yang mengetahui kalau Lisa akan tinggal di Apartemen
Aby, ikut tinggal dengan alasan ia ingin ikut merawat kakak iparnya, dan tidak
tau alasan yang lainnya.
Sementara Doni dan Nabila selaku orang tua Aby dan Abdy
kembali ke rumah mewah mereka karna sudah cukup lama mereka tidak tinggal di
Apartmens Aby, dan kini Aby dan istrinya telah kembali hingga akhirnya Nabila
dan Doni memilih untuk kembali ke rumahnya denga alasan sudah terlalu
merindukan rumahnya.
Aby yang harus bertukar tempat tidur dengan Lisa setiap
malam hari ketika Becca telah terlelap, dan harus bangun sebelum Becca membuka
matanya karna ia tidak ingin melihat istrinya terkejut ketika ia terbangun dan
mendapatkan Aby di sampinnya. Dan itu sebuah cobaan yang sangat besar untuk
Aby. Yang selalu tertidur di sampin istrinya tampa harus melakukan yang
seharusnya ia lakukan. Namun rasa syukur selalu membuat Aby mersa bersemangat
melihat istrinya tertidur di sampinnya itu sebuah Mujizat yang paling besar
untuknya.
“Mereka ingin mengajak kita jalan-jalan.” Lisa tersenyum
melihat ke arah Becca ketika mengatakan itu.
Aby yang mendengar kata yang keluar dari mulut Lisa, berbalik
ke arah Lisa yang kini tengah tersenyum melihat ke arah istrinya.
“Jalan-jalan. Sepertinya ide Lisa bagus juga.” Aby berjalan
ke arah Lisa setelah mengatakan itu “Apa kalian ingin pergi jalan-jalan?” Aby
bertanya kepada kedua wanita yang ada di hadapannya.
“Mau. Kamu juga maukan Becca?” Lisa melihat ke arah Becca
ketika mengatakan itu.
“Iya, aku mau.” Angguk pelan Becca dan itu membuat Aby
tersenyum senang, karna masalahnya telah terselesaikan dengan membawa Lisa dan
istrinya ikut keluar kota, sekaligus jalan-jalan biar Becca juga mendapatkan
suasana baru itulah yang terlintas dalam pikran Aby saat ini.
“Baikalah Lisa, sekarang kamu bersiap, dan aku juga akan
menyiapkan semua kebutuhan istriku selama dua hari di sana.” Mereka bertiga melangkah
masuk ke dalam kamar Aby.
Namun sebelum mereka masuk, Abdy kembali masuk ke dalam
Apartmen karna sempat keluar sebentar setelah selesai berdebat dengan Aby
berkata.
“Kalian mau kemana?” menatap ketiganya “Jangan bilang kalau
bos ingin mengajak mereka berdua dan tidak mengajakku.” Aby menatap dengan
pandangan menyelidiki ke arah Aby.
“Kalau iya, memang kenapa? Apa kamu keberatan?” menantang.
“Bos, jangan begitu, heheh.” Terlihat bodoh “Aku kan juga
mau di ajak.” Abdy berjalan mendekat ke arah Aby.
“Tadikan aku sudah mengajakmu. Dan kamu menolaknya secara
mentah-mentah. Jadi kamu tidak usah ikut.” Aby pura-pura menolak keinginan adiknya
dan itu membuat Abdy merengek seperti anak kecil.
“Ah, Bos, ma tidak asyik. Tidak menerti, hehehe. Aku boleh
ikut ya, Bos, kakak ipar, Lisa. Boleh ya.” Abdy memasang wajah lucunya dan itu
membuat Becca tertawa melihatnya.
Hahaha.
Suara tawa Becca “Kamu sangat lucu.” Ucap Becca dalam
tawanya.
Dan itu membuat Aby melihat ke arah istrinya yang kini
tengah tertawa melihat ke arah wajah Abdy. Melihat itu Aby pun berkata.
“Baiklah,karna kamu telah membuat Beccaku tertawa ceria
seperti ini, kamu boleh ikut.” Menepuk pelan bahu Abdy.
Abdy yang mendengar ucapan Aby tersenyum senang, karna bisa
membuat hubungannya dengan Lisa kembali seperti semula lagi tidak seperti saat
ini yang terlihat sangat kaku. Itulah yang terlintas dalampikran Abdy saat ini.
Aby yang melihat senyuman ceria adiknya kembali berkata. “Eits,
tapi kamu jangan senang dulu. Kamu boleh ikut jika kamu yang menyetir mobil
kesana.”
Abdy yang mendengar ucapan Aby berkata. “Tidak masalah, asal
Lisa juga ikut duduk di sampinku, dan kamu dan kakak ipar bisa duduk di
__ADS_1
belakang berduaan juga.” Abdy menaikkan alisnya ketika selesai mengatakan itu.