Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.161


__ADS_3

Hamis menatap sinis ke arah wanita yang hampir melenyapkan


nyawa putrinya. Kemarahan Hamish kepada Sameera dan Ryo benar-benar besar. Terlihat


jelas dari cara Hamish menghukum Sameera dan Ryo.


Sedangkan Ryo yang baru saja menjalani hukumannya dengan


cara seluruh kuku-kuku kakinya di cabut satu persatu oleh anak buah Hamish dan


itu membuatnya meringgis, bahkan berteriak meminta pengampunan dari Hamish.


Namun Hamish sudah terlanjur marah dengan kedua orang yang


ada di hadapannya yang telah menyakiti putrinya, dan sampai membuat calon


cucunya hilang dari dalam kandungan putrinya.


“Bagaimana Ryo?” berjalan ke arah Ryo yang kini tengah di


ikat di sebuah kursi “Sakit! Atau kurang sakit?” Hamish menarik rambut Ryo karna


saat ini Ryo tengah menundukkan kepalanya.


“Ampun Om, aku mohon ampuni aku.” Menatap wajah Hamish “Semua


ini aku lakukan karna aku sangar mencintai Becca dan ingin menjadikannya


milikku.”


Ryo terlihat sangat ketakutan ketika menatap wajah Hamish


yang kini sangat marah kepadanya, bahkan sorot mata Hamish memancarkan


kemarahan yang begitu sangat besar, itulah yang saat ini Ryo lihat di tatapan


mata Hamish ketika melihat ke arahnya.


“Cinta. Hem” berdehem sambil melepaskan jambakan tangannya


dari kepala Ryo “Bukankah sudah aku katakan, lupakan putriku! Dan bahkan aku


sudah mengampuni kesalahanmu yang dulu yang telah menculik putriku dari


Indonesia.” Menampar wajah Ryo agar mengingat penculikan yang telah di


lakukannya beberapa bulan yang lalu “Dan sekarang kamu akan menerima hukuman


yang pernah aku katakan sebelumnya.” Tersenyum sinis sambil berjalan menjauh


dari Ryo dan berjalan ke arah Sameera yang kini tengah tergeletak di lantai


tampa mengenakan pakaian sehelaipun.


Itulah Sameera selama ia di bawa kerumah Hamish dia tidak


pernah berhenti di hukum, di hukum yang sangat keji menurutnya, karna selama


sebulan Sameera harus melayani Semua nafsu bejat para Body Guard Hamish dan


setelah melayani semuanya Sameera akan di cambuk sampai ia tidak sadarkan diri.


Dan menurut Hamish hukuman untuk keduanya sudah ber akhir


dan kini Sameera dan Ryo akan menjalani hukuman terakhirnya yaitu di masukkan


ke dalam kandang hewan peliharaan Hamish yaitu di masukkan kedalam kandang Harimaunya.


Hamish memerintahkan kepada anak buahnya agar memasukkan


keduanya ke dalam kandang hewan peliharaannya, sesuai yang ia katakan kepada


Ryo sewaktu ia datang kerumah Ryo waktu itu.


Sementara Albert hanya menangis dalam diam melihat putranya


menjadi santapan binatan buas peliharaan Hamish, karna ia juga takut membantah


dengan apa yang di katakan Hamish, mengingat Hamish adalah bos Mafia yang


paling di segani dan di takuti oleh seluruh warga yang ada di Sydney.


Siapa yang tidak mengenal Hamish Daud Willie, ketua Mafia


yang paling di takuti di negaranya, karna Hamish memiliki sipat yang begitu


sangat dingin, yang tidak segan-segan melakukan apa yang dia inginkan.


Dan bahkan ketika ia mengetahui Rumah sakit yang di tempati


putrinya, di rawat dan sampai mengetahui kalau putrinya layak sebagia tahanan


rumah sakit tersebut, kini rumah sakit tersebut telah ia ratakan dengan tanah. Karna


rumah sakit itu, iya juga memiliki saham yang begitu sangat besar, dan semua


yang menjaga putrinya saat di ikat di rumah sakit tersebut semuanya telah ia


lenyapkan setelah melihat siaran CCTV yang merekam setiap apa yang di


lakukannya kepada putrinya.


Hamish sampai sangat marah ketika melihat siaran CCTV katika


melihat putrinya di ikat dengan rantai yang begitu sangat besar di kakinya di


tambah datangnya Sameera menemui Becca saat di rumah sakit dan menamparnya


dengan begitu sangat kasar hingga membuat Becca taidak sadarkan diri. Dan kata


yang keluar dari dalam mulut Sameera membuat Hamish sangat marah.


****


“Ternyata umur kamu panjang juga.” Menarik kasar rambut


Becca “Kenapa sih kamu tidak mati saja? Anak kamu sudah mati tapi kamu masih


hidup. Ah, Becca kenapa kamu tidak mati saja.”


Becca yang rambutnya di tarik kasar oleh Sameera berkata. “Ao,


sakit. Huhuhu, sakit.” Becca berusaha melepas tangan yang mejambak rambutnya.


“Sakit ya, uh, kasian.” Melepas tangan dari rambut Becca “Apa


kamu tau kalau kamu memiliki Bayi?” Sameera sengaja mengatakan itu karna


berharap kondisi kejiwaan Becca tergangu dan itu akan sulit untuk mengingat


semuanya dan kemunkinan besar Becca akan di rujuk ke rumah sakit jiwa setelah


ia mengatakan itu, itulah yang terlintas dalampikiran Sameera saat ini.


Becca yang mendengar kata bayi keluar dari mulut Sameera


berkata. “Bayi! Aku memiliki bayi?” Becca melihat ke arah Sameera yang kini


tengah melipat tangan di perutnya.


“Iya. Kamu memiliki bayi, dan mereka telah membawa bayimu.” Tersenyum


sinis dan kembali mendekat ke arah Becca “Apa kamu ingin tau di mana bayimu?”

__ADS_1


berbisik.


“Iya, aku ingin tau dimana bayiku.” Dengan segera Becca


mengatakan itu, meskipun dalam keadaan hilang ingatan hati Becca merasa sangat


senang ketika ia mendengar kata bayi keluar dari mulut Sameera, mungkin karna


jiwa keibuan Becca yang sempat mengandung tersirat indah dalam hatinya.


Sameera yang mendengar kata yang keluar dari dalam mulut


Becca tersenyum sinis sambil berkata. “Tapi sayang mereka semua telah membawa


bayimu pergi, pergi darimu, pergi jauh darimu.” Berbisik.


Dan itu membuat Becca beraksi dan lansung mendorong kasar


tubuh Sameera agar menjauh darinya. Sementara Sameera yang mendapat dorongan


kasar dari Becca terjatuh di atas lantai dan itu membuatnya sangat marah.


“Dimana bayiku! huhuhu?” Becca mulai berteriak sambil


menangis mencari keberadaan bayinya sambil menutup kedua telinganya.


Sameera bangun dari lantai dan berjalan ke arah Becca dan


berkata. “Dasar wanita sialan. Mati saja kamu!” Sameera menampar keras wajah


Becca dan itu membuatnya jatuh hingga tidak sadarkan diri.


Melihat Becca terjatuh dan tidak sadarkan diri, Sameera


memanggil perawat laki-laki masuk ke dalam ruangan di mana Becca tengah di ikat


kakinya dengan sebuah rantai besi yang cukup lumayan besar.


“Kirim wanita ini ke rumah sakit jiwa. Tapi bukan rumah


sakit jiwa yang ada di negara ini. Aku ingin kamu membawanya ke rumah sakit


Jiwa yang berada di Banlades karna di sana aku memiliki kenalan yang akan


membuat wanita ini benar-benar gila!” Sameera tersenyum sinis ketika selesai


mengatakan itu “Dan untuk bayaran kalian aku akan mentranfer sebagiannya dulu


nanti jika wanita ini sudah sampai aku akan mentransfer semuanya di rekeningmu.”


Setelah mengatakan itu Sameera keluar dari ruangan yang di


tempati Becca tidak sadarkan diri dan semua itu terekam CCTV yang ada di dalam


ruangan tersebut. Sameera keluar dari rumah sakit dan lansung kembali ke


Indonesia untuk kembali mendekati Aby.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Becca telah di suntik


obat penenang. Agar ia tidak sadar ketika menjalani perjalanan menuju Bandara


karna hari ini para anak buah Sameera akan membawa ke Banlades, sesuai yang di


katakan Sameera selaku bos mereka.


Namun setelah mobil yang di tumpangi Becca yang tidak lain


adalah mobil pribadi salah satu anak buah Sameera mogok, tidak jauh dari menara


Effell Becca tersadar dari tidurnya menurutnya. Becca melihat ke arah depan namun


tidak menemukan siapapun, lalu melihat kiri dan ke kanan mobil yang di


adalah salah satu orang yang mengikatnya di dalam kamar rumah sakit.


Hingga akhirnya ia memilih untuk keluar dari pintu seblah


kiri karna orang itu berdiri di sebelah kanan membelakangi mobil karna sedang


menelpon seseorang.


Pelan-pelan Becca membuka pintu mobil, lalu berlari sekuat


tenaga karna jujur saat ini pergelangan kakinya sangat sakit di tambah selama


ia sadar Becca tidak pernah berjalan karna ia di ikat di atas berangka rumah


sakit.


Becca berlari ke arah menara Eiffel dan bertemu dengan


seseorang wanita dan bersembunyi di belakangnya dan juga meminta tolong.


****


Setelah menyaksikan Sameera dan Ryo masuk ke dalam kandang hewan


peliharaannya Hamish berjalan keluar dari dalam ruangan tersebut karna


pekerjaan telah selesai, pekerjaan yang menguras emosi menurut Hamish. dan kini


waktunya ia akan ke Indonesia untuk menemui putri ke sayangannya.


Di Indonesia di dalam Apartemen Aby. Aby berdebat dengan


Abdy karna alasan Aby ingin agar adiknya membantunya untuk mengantikannya


keluar kota selama dua hari.


Aby tidak ingin pergi, dan menyuruh Abdy untuk


mengantikannya dengan alasan Aby tidak ingin meninggalkan istrinya terlalu


lama, karna kondisi Becca saat ini yang tidak mengingat siapapun.


“Abdy. Ayolah bantu aku untuk ini. Aku tidak mungkin


meninggalkan kakak iparmu dalam ke adaan seperti ini.” Melihat ke arah abdy


ketika mengatakan itu.


“Maaf, Bos untuk kali ini aku tidak bisa membantumu, karna


aku juga tidak ingin jauh dari Lisa dan tidak tahan jika aku harus


meninggalkannya selama dua hari.” Alasan Abdy yang tidak ingin menggantikan


Abdy ke luar kota.


“Ayolah Dy. Tolong mengerti aku. Aku tidak bisa


meninggalakan kakak iparmua.” Aby kembali mengulang alasan yang sama.


“Maaf, Bos dan aku juga tidak ingin meninggalkan Lisa


terlalu lama.” Abdy kembali mengulang alasannya dengan alasan yang sama sama


seperti alasan sebelumnya.


“Abdy!”


“Maaf, Bos. Aku tidak bisa titik.”

__ADS_1


Becca dan Lisa yang menyaksikan perdebatan kedua saudara itu


tersenyum,namun tidak dengan Becca yang tidak mengerti apa yang membuat


keduanya begitu.


“Mereka kenapa?” bingun “Apa ada sesuatu yang terjadi dengan


keduanya?” Becca bertanya kepada Lisa, karna sedari tadi Becca melihat Lisa


hanya tersenyum.


Lisa tinggal di Apartemen Aby karna Aby yang memintanya,


karna Becca tidak merasa nyaman jika Aby terlalu dekat dengannya, dan Lisa


menerima dengan baik permintaan Aby karna mengerti dengan kondisi Becca saat


ini.


Abdy yang mengetahui kalau Lisa akan tinggal di Apartemen


Aby, ikut tinggal dengan alasan ia ingin ikut merawat kakak iparnya, dan tidak


tau alasan yang lainnya.


Sementara Doni dan Nabila selaku orang tua Aby dan Abdy


kembali ke rumah mewah mereka karna sudah cukup lama mereka tidak tinggal di


Apartmens Aby, dan kini Aby dan istrinya telah kembali hingga akhirnya Nabila


dan Doni memilih untuk kembali ke rumahnya denga alasan sudah terlalu


merindukan rumahnya.


Aby yang harus bertukar tempat tidur dengan Lisa setiap


malam hari ketika Becca telah terlelap, dan harus bangun sebelum Becca membuka


matanya karna ia tidak ingin melihat istrinya terkejut ketika ia terbangun dan


mendapatkan Aby di sampinnya. Dan itu sebuah cobaan yang sangat besar untuk


Aby. Yang selalu tertidur di sampin istrinya tampa harus melakukan yang


seharusnya ia lakukan. Namun rasa syukur selalu membuat Aby mersa bersemangat


melihat istrinya tertidur di sampinnya itu sebuah Mujizat yang paling besar


untuknya.


“Mereka ingin mengajak kita jalan-jalan.” Lisa tersenyum


melihat ke arah Becca ketika mengatakan itu.


Aby yang mendengar kata yang keluar dari mulut Lisa, berbalik


ke arah Lisa yang kini tengah tersenyum melihat ke arah istrinya.


“Jalan-jalan. Sepertinya ide Lisa bagus juga.” Aby berjalan


ke arah Lisa setelah mengatakan itu “Apa kalian ingin pergi jalan-jalan?” Aby


bertanya kepada kedua wanita yang ada di hadapannya.


“Mau. Kamu juga maukan Becca?” Lisa melihat ke arah Becca


ketika mengatakan itu.


“Iya, aku mau.” Angguk pelan Becca dan itu membuat Aby


tersenyum senang, karna masalahnya telah terselesaikan dengan membawa Lisa dan


istrinya ikut keluar kota, sekaligus jalan-jalan biar Becca juga mendapatkan


suasana baru itulah yang terlintas dalam pikran Aby saat ini.


“Baikalah Lisa, sekarang kamu bersiap, dan aku juga akan


menyiapkan semua kebutuhan istriku selama dua hari di sana.” Mereka bertiga melangkah


masuk ke dalam kamar Aby.


Namun sebelum mereka masuk, Abdy kembali masuk ke dalam


Apartmen karna sempat keluar sebentar setelah selesai berdebat dengan Aby


berkata.


“Kalian mau kemana?” menatap ketiganya “Jangan bilang kalau


bos ingin mengajak mereka berdua dan tidak mengajakku.” Aby menatap dengan


pandangan menyelidiki ke arah Aby.


“Kalau iya, memang kenapa? Apa kamu keberatan?” menantang.


“Bos, jangan begitu, heheh.” Terlihat bodoh “Aku kan juga


mau di ajak.” Abdy berjalan mendekat ke arah Aby.


“Tadikan aku sudah mengajakmu. Dan kamu menolaknya secara


mentah-mentah. Jadi kamu tidak usah ikut.” Aby pura-pura menolak keinginan adiknya


dan itu membuat Abdy merengek seperti anak kecil.


“Ah, Bos, ma tidak asyik. Tidak menerti, hehehe. Aku boleh


ikut ya, Bos, kakak ipar, Lisa. Boleh ya.” Abdy memasang wajah lucunya dan itu


membuat Becca tertawa melihatnya.


Hahaha.


Suara tawa Becca “Kamu sangat lucu.” Ucap Becca dalam


tawanya.


Dan itu membuat Aby melihat ke arah istrinya yang kini


tengah tertawa melihat ke arah wajah Abdy. Melihat itu Aby pun berkata.


“Baiklah,karna kamu telah membuat Beccaku tertawa ceria


seperti ini, kamu boleh ikut.” Menepuk pelan bahu Abdy.


Abdy yang mendengar ucapan Aby tersenyum senang, karna bisa


membuat hubungannya dengan Lisa kembali seperti semula lagi tidak seperti saat


ini yang terlihat sangat kaku. Itulah yang terlintas dalampikran Abdy saat ini.


Aby yang melihat senyuman ceria adiknya kembali berkata. “Eits,


tapi kamu jangan senang dulu. Kamu boleh ikut jika kamu yang menyetir mobil


kesana.”


Abdy yang mendengar ucapan Aby berkata. “Tidak masalah, asal


Lisa juga ikut duduk di sampinku, dan kamu dan kakak ipar bisa duduk di

__ADS_1


belakang berduaan juga.” Abdy menaikkan alisnya ketika selesai mengatakan itu.


__ADS_2