Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.8


__ADS_3

Nabila tersenyum mendengar ucapan Aby, Nabila memeluk putranya lalu berkata!.


"Bawakan Mama, seorang menantu yang baik, yang bisa menuntunmu ke jalan yang lebih baik lagi, umur Mama dan Ayah kamu sudah tidak muda lagi, dan sekarang sudah seharusnya kamu memiliki pendamping hidup, yang bisa menuntunmu ke jalan yang lebih baik lagi, jadi Mama pengen kamu segera menikah dan berikan Mama dan Ayah cucu yang banyak."


Sambil menepuk bahu Aby dengan lembut.


Mendengar ucapan sang Mama, Aby tersenyum sendiri, lalu berkata dalam hati.


"Bagaimana caranya mau menikah?, kekasih saja aku tak punya."


Sambil tersenyum sendiri.


Nabila yang melihat senyuman putranya begitu sangat bahagi, Nabila berfikir kalau Aby pasti sudah memiliki pilihan sendiri.


"Cepat lah,bawa wanita pilihan kamu itu kesini, kenalkan sama Ayah dan Mama, siapa pun dia Mama akan setuju asalkan kamu bahagia, dan bagaiman dengan kamu Abdy apakah kamu juga sudah memiliki calon?, kalau kalian sudah memilikinya cepatlah kenalkan kepada kami."


Sambil tersenyum bahagia melihat kepada ke'dua putranya.


"Kalau Abdy Ma, banyak pilihan, nanti Mama tinggal memilih siapa yang Mama sukai, karna Abdy akan membawa satu demi satu pacar Abdy datang ke rumah ini, dan Mama boleh menyeleksi siapa yang pantas jadi mantu Mama nantinya."


Ucap Abdy bangga.

__ADS_1


peletakkk, dua jitakan mendarat di kepala Abdy.


Sementara Nabila menarik kuping Abdy.


"Adu, du, du, Sakit Ma," ringgis Abdy.


"Kalian itu, apa -apaan sih,main keroyokan saja," Abdy sedikit kesal, dengan memegan telinganya yang sudah sangat merah karna kena jeweran Nabila.


"Abdy, hargailah wanita nak, jika kamu bisa menghargai Mama, maka hargailah mereka juga, mereka itu juga wanita sama seperti Mama."


Ucap Nabila ke pada Abdy.


Menjelaskan pangjang lebar.


"Siapa?," Ucap mereka bertiga serentak.


Abdy tersenyum mendengar pertanyaan dari ketiga orang yang paling di sayanginya.


"Mamah." Abdy tersenyum bangga berjalan ke arah Nabila.


"Benar kali ini, aku stuju dengan ucapan Abdy." Aby membenarkan apa yang di katakan Abdy, dengan merangkul bahu Abdy.

__ADS_1


Setelah acara kejutan untuk Nabila selesai, Aby undur diri.


" Ma, Ayah, Aby pamit, malam ini Aby ada perjalanan bisnis ke Australia dan kali ini aku ingin mengajak Abdy."


Ucap Aby kepada kedua orang tuanya.


"Malam ini?, berapa hari kamu di sana?," Nabila bertanya kepada Abdy.


"Iya Ma, Malam ini, aku juga tak tau berapa hari aku di sana, semua tergantung dengan cepat atau lambatnya pekerjaan yang aku kerjakan, selesai."


Menjawab pertanyaan Nabila


"Baik lah, Abdy sekarang kamu bersiap." Doni memberitahukan putranya.


"Iya, Ayah, Abdy akan segera bersiap." Setelah selesai mengatakan itu Abdy berlari naik di lantai atas di mana letak kamarnya.


"Tunggu Mama, Abdy, biar Mama bantu kamu bersiap, dan selesai kamu, kita semua akan ke Apartmens Aby kakak kamu." Berjalan naik ke atas mengikuti langkah putranya.


"Ngak, usah di bantu Ma, Abdy bisa sendiri, Mama ngak usah ikut berlari -lari kaya gitu, entar jatuh atau pinggang Mama encok."


Berbalik badan melihat ke arah Mamanya yang sekarang ikut berjalan di belakannya.

__ADS_1


__ADS_2