
Sementara Becca di tempat penyekapannya. Ia tak berenti mondar -mandir berjalan kesana kemari, mencari cara bagaiman agar Ia bisa keluar dari kamar tersebut.
Hingga akhirnya Ia memegan lehernya dan tampa sengaja Ia menyentuh kalung yang Ia kenakan.
Becca membuka kalung dari lehernya, lalu melihat belakang leontin, dan melihat lampu merah yang selalu menyalah kini telah mati.
"Kenapa, lampunya mati? apa pelacaknya rusak? atau bagaimana?" Becca tak tau kalau kalung yang Ia kenakan, kalau tak ada jaringan lampunya akan padam sendiri.
Becca kembali mengenakan kalungnya, lalu melihat ke arah cincinnya, Becca melepas cincinnya yang tengah melingkar di jari manisnya, sambil berjalan ke arah jendela, lalu melihat lampu merah yang ada di balik permata tersebut sedikit berkedip. Namun tak lama kemudian lampu merah itu mati.
"Kenapa ini? barusan menyalah terus mati. Apa ini ada hubungannya dengan jaringan atau bagaimana?" Becca mulai mencari jaringan, dengan memegan cincinnya.
Setelah cukup lama mengelilingi dalam kamar untuk mencari jaringan, hingga akhirnya Ia mengeluarkan tangannya di keluar jendela, dan lampu merah yang tadinya mati kini tengah menyala dan berkedip.
"Ah, menyala." Becca nampak senang ketika melihat lampu di cincinnya mulai berkedip. "Semoga saja Aby bisa melacak keberadaanku," ucap Becca sendiri dalam kamar tersebut.
****
Aby yang tak berenti menatap layar Hapenya, berdiri ketika melihat lokasi Becca telah terlacak.
"Dapat, aku dapat lokasi Becca saat ini." Aby terlihat sangat senang melihat layar Hapenya yang menunjukkan keberadaan Becca saat ini.
Melihat itu Hamish dan Doni berjalan ke arah Aby. Hamish pun berkata.
"Bagaimana, apa ada petunjuk tentang keberadaan Becca saat ini?" tanya Hamish, dengan melihat ke arah Aby.
"Iya. Aku telah menemukan lokasinya." dengan wajah senang Aby mengatakan itu.
Tampa bertanya banyak pada Aby. Hamish mulai memerintahkan para anak buahnya untuk segera ke lokasi tempat Becca di sekap. Hamish tak mau terjadi sesuatu yang buruk pada putrinya dan calon cucunya.
Hamish tau kalau saat ini Becca tengah mengandung karna Doni yang mengatakan itu padanya.
"Siapkan mobil dan kerahkan seluruh anak buah kita ikut bersamaku. Karna saat ini Nona muda kalian telah di culik." perintah Hamish pada anak buahnya.
__ADS_1
"Baik, Tuan, perintah akan segera saya laksanakan." Setelah itu seluruh anak buah Hamish tengah berkumpul di halaman rumahnya.
Aby yang melihat itu, sedikit terkejut, karna tak menyanka kalau mertuanya memiliki banyak anak buah dan juga body guar dan salah satu di antara mereka pernah Aby lihat waktu mengejar Becca di pantai saat itu.
Hamish masuk ke dalam mobil, diikuti oleh Doni dan Aby. Setelah itu mobil melaju dengan sangat cepat, menuju arah lokasi yang di arahkan di Hape Aby.
Setelah hampir sampai di tempat penyekapan Becca, tanda merah di Hape Aby tiba -tiba mati. Aby pun berkata.
"Kenpa ini? kenapa tiba -tiba titik merahnya langsun hilang." Dengan kesal Aby melihat ke arah layar Hapenya.
*****
Becca menarik tangannya masuk, ketika Roy masuk ke dalam kamar Ia tempati. Becca merasa sangat terkejut ketika pintu kamar yang Ia tempati tiba -tiba terbuka. Becca menyembunyikan tangannya di belakang badannya, dan langsun memasukkan cincinnya ke dalam jari manisnya. Lalu bertingkah seperti Ia tak melakukan apapun.
Roy masuk ke dalam kamar dengan membawa makanan untuk Becca makan.
"Ini makan, nanti kamu sakit." meletakkan makanan yang Ia bawa di meja di sampin tempat tidur "Aku tak mau kalau kamu sampai sakit" melihat ke arah Becca "Dan beberapa hari ke depan kita akan segera menikah."
"Aku lebih baik mati dari pada harus menikah dengan pria berengsek sepertimu." Berteriak "Dan apa kamu tak merasa malu? aku ini telah bersuami dan aku sangat mencintai suamiku." Becca menekankan kata suamiku.
Mendengar yang di katakan Becca, Roy mendengus kesal hingga akhirnya Ia membanting kursi yang berada tepat di sampinnya.
Bruak.
Suara kursi kayu yang Roy banting. membuat Becca merasa terkejut dan sedikit berteriak.
"Ah." Becca menutup wajahnya dengan sebelah tangannya.
Roy kembali keluar dari kamar yang Becca tempati dengan perasaan kesal bercampur dengan marah. Roy membanting pintu kamar. Membuat Becca terkejut. Becca yang terkejut dengan bantingan daun pintu tersebut mengelus dada.
Setelah Roy keluar dari kamar yang Ia tempati. Becca berlari kecil menuju arah jendela, lalu kembali mengeluarkan tangannya yang ada cincinnya. Namun kali ini Becca tak mengeluarkan cincinya.
****
__ADS_1
Aby tak berenti menatap layar Hapenya. Hingga akhirnya titik merah itu kembali menyalah.
"Lokasinya menyalah." Aby nampak senang ketika mengatakan itu pada semua orang yang ada di dalam mobil.
Hamish yang mendengar itu berkata."Coba lihat lokasinya, apakah arahnya menuju ke sana?" berbalik melihat ke arah Aby. Karna saat ini Hamish duduk di depan, sampin kemudi.
"Benar, lokasinya menunjukkan ke arah sana." jawab Aby pelan.
Hampir empat puluh menit mereka mengikuti titik merah tersebut hingga akhirnya sampailah mereka di sebuah rumah mewah yang jauh dari pemukinan warga.
Rumah itu sangat besar dan mewah. Kalau di hitung selama perjalanan menuju tempat itu, rumah hanya ada empat yang mereka lewati.
Hamish pun berkata. "Bagaimana?, apa ini lokasinya?" tanya Hamish.
Dengan segera Aby berkata. "Benar ini alamat lokasinya."
Setelah mengatakan itu Aby ingin keluar dari mobil. Namun dengan segara Hamish mencegat Aby untuk keluar dari mobil.
"Tunggu Aby, kamu jangan keluar dulu. Biar aku yang masuk dan memeriksa keadaan di dalam." melihat ke belakan, karna saat ini Aby tengah duduk di job belakan bersama Doni Ayahnya.
"Benar, Nak, kamu jangan keluar dulu. Ayah tau, kamu sangat mengkhawatirkan istrimu tapi dengarkan Ayah mertuamu, karna ini semua demi keselamatan Becca istrimu." Doni menjelaskan.
Aby yang mendengar apa yang dikatakan Ayah dan Mertuanya, mengurungkan niatnya untuk turun dari mobil. Walaupun sebenarnya Aby ingin sekali turun dan mengobrak abrik orang yang telah menculik istrinya.
Hamish turun dari mobil, begitu pula dengan Doni. Mereka berdua mulai berjalan ke arah gerban tinggi rumah mewah tersebut.
Hamish mulai memencat Bel, rumah mewah tersebut. Setelah beberapa saat salah satu Body Guar Roy membuka jendela yang ada di pintu gerban tersebut.
Kemal yang membuka jendela pintu gerban tersebut, terkejut dengan apa yang Ia lihat saat ini.
"Tuan, anda?" dengan wajah gugup Kemal menyapa Hamish.
"Oh, jadi ini rumah Roy?" Hamish tau kalau Kemal adalah Body Guar Roy karna melihat Kemal.
__ADS_1