Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.126


__ADS_3

Bella menutup kedua matanya, membuat Hamish merasa sangat terkejut.


"Sayang" menepuk pelan wajah istrinya "Sayang, buka matamu" mulai merasa sangat panik "Dokter" Berteriak sambil memencet tombol yang ada di belakangnya "Sayang bangun" Hamish memeluk tubub Bella yang tak lagi bernyawa, dengan deraian air mata Hamish menangis sambil memeluk erat tubuh istrinya.


Hamish menangis, Ia tak tau apa yang tengah Ia rasakan saat ini, rasa sakit ditinggal oleh orang yang sangat Ia cintai bukanlah hal yang biasa baginya. Suka duka yang Ia lewati bersama istrinya bukanlah hal yang biasa.


Hamish tak bisa membayangkang, ditinggalkan oleh orang yang sangat Ia cintai. Jangankan membayankang memikirkannya saja Ia tak pernah.


"Bella, jangan tinggalkan aku" Hamish menangis kencang sambil memeluk erat tubuh istrinya.


Sejak hari kematian istrinya, sifat hangat Hamish menghilang, Hamish yang biasanya bersikap lembut pada siapa saja, sekarang berubah menjadi Hamish yang dingin dan datar, bahkan pada putri semata wayangnya Ia selalu bersikap tegas dan datar.


Becca yang merasa sikap Daddynya mulai berubah padanya. Memilih haya bertegur sapa jika Daddynya yang memulai menyapanya. Sering kali Becca menyapa hangat Daddynya, namun Hamish tak pernah menanggapinya.


Hingga akhirnya Becca tumbuh dewasa tampa kasih sayang dari kedua orangtuanya. Namun satu hal yang Becca tau kalau Daddynya begitu sangat menyayanginya, terbukti sewaktu Ia deman. Hamish menjaganya sepanjam malam. Bahkan tertidur di sampin putrinya sambil memeluknya.


*****


Dengan wajah sedih Hamish tertunduk di hadapan, Doni. Setelah menceritakan semuanya, rasa sesak yang tengah bertumpuk di dalam hati Hamish kini sedikit berkurang.


Melihat itu Doni berangjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah Hamish yang kini sedang duduk tertunduk sedih di hadapannya.


"Sabar, ya Mish, aku turut merasakan penderitaan yang tengah kamu rasakan, di saat Bella pergi meninggalkanmu untuk selamanya" menepuk pelan bahu Hamish. "Namun kamu harus bersikap baik pada putrimu, putri kita, jangan biarkan Ia berfikiran salah tentangmu" duduk "Tampa kita lakukan, Amanah Almarhuma telah terwujudkan. Jika kamu menginginkan, kita akan segera menyelenggarakan acara resepsi pernikahan anak -anak kita." melihat ke arah Hamish.


Hamish melihat ke arah Doni, lalu berkata, "Kita akan melakukan resepsi itu setelah Aby melakukan apa yang aku inginkan. Kamu mengertikan maksud aku?" Hamish terseyum tipis melihat ke arah Doni.


"Baiklah, kalau itu maumu. Aku setuju dengan semua idemu itu. Karna aku yakin kamu tak akan membuat menantumu celaka, karna menyakiti menantumu sama halnya kamu menyakiti putrimu." setelah mengatakan itu Doni mengulurkan tangan pada Hamish dengan gaya anak muda.


Hamish membalas uluran itu lalu berkata. "Tentu saja, putramu adalah putraku juga." mereka berdua berpelukan.

__ADS_1


Di pagi hari Doni pamit pada Hamish dan putra, menantunya untuk kembali ke indonesia, dengan alasan Ia tak bisa meninggalkan istrinya Nabila terlalu lama.


Doni memeluk Hamish, ketika sampai di bandara. Hamish pun membalas pelukan Doni, lalu berkata.


"Semoga selamat sampai tujuan." melepas pelukan.


Melihat ke arah anak menantunya Doni berkata. "Jaga istrimu dan juga calon cucuku." memeluk Aby putranya. "Dan kamu, jangan suka bertengkar dengan Daddymu, dia sangat menyayangimu" melihat ke arah Hamish ketika mengatakan itu pada Becca.


Becca tersenyum hangat, lalu berkata. "Baik Ayah, Ayah hati -hati di jalan. Titip peluk ciumku untuk Mama, bilang padanya kalau aku sangat merindukannya." Becca memeluk Ayah mertunya ketika mengatakan itu.


Doni berjalan masuk ke dalam bandara, sambil menarik kopernya masuk. Aby dan Becca melambaikan tangan pada Doni yang terlihat hanya punggunnya saja, hingga akhirnya menghilang di tengah keramaian.


*****


Lisa melajukan mobilnya masuk ke dalam halaman rumah Abdy. Dengan perasaan yang masih sangat kesal Lisa keluar dari mobilnya dengan membanting pintu mobilnya.


Abdy yang mendengar suara bantingan pintu mobil, keluar dari dalam rumahnya. Dan mendapati Lisa tengah memasang wajah kesalnya.


Dengan segera Lisa menjawab. "Tadi Romi datang ke rumah" memegan pergelangan tangannya yang nampak terlihat merah "Dan menyeret aku" Lisa nampak sangat kesal ketika mengatakan itu.


Abdy meraih tangan Lisa, lalu melihatnya. Abdy pun berkata. "Sampai semerah ini" melihat pergelangan tangan Lisa "Berengsek" mengumpat "Kalau aku menemukannya! aku akan membuat perhitungan dengannya."


Abdy sangat marah ketika mengatakan itu, Ia tak menyangka kalau Romi akan berbuat kasar seperti itu pada Lisa.


"Sudahlah, Dy, kamu tak perlu melakukan apapun padanya. Biarkan saja. Mungkin Ia melakukan ini karna tak terima dengan semua ini." Lisa sengaja mengatakan itu, karna Ia tak mau kalau Abdy sampai berurusan dengan Mantan tunangannya itu.


"Ya, udah sekarang kamu masuk. Mama menunggumu di dalam." Mengajak Lisa masuk ke dalam rumahnya.


Lisa pun mengangukkan kepalanya, lalu berjalan masuk, berdampingan dengan Abdy.

__ADS_1


"Tante" sapa Lisa ketika melihat Nabila tengah duduk di kursi meja makan.


"Lisa" tersenyum "Sini Nak, ayo kita sarapan bersama" Nabila mengajak Lisa bergabung sarapan bersama.


Lisa berjalan mendekat ke arah meja makan, ingin menarik kursi, namun dengan segera Abdy menarik kursi untukknya. Lisa yang melihat itu tersenyum hangat melihat ke arah Abdy, lalu berkata.


"Terimakasih ya Dy" tersrnyum.


"Salah, seharusnya aku yang Terimakasih. Karna uda bersedia menemani Mamaku." Abdy membalas senyuman Lisa.


Nabila yang menyaksikan itu. Tersenyum, karna Ia tau dari pancaran mata keduanya, tersirat rasa suka, namun keduanya belum menyadari akan hal itu.


Nabila tersrnyum lalu berkata. "Lisa, apa hari ini kamu tak ada tugas kuliah?" tanya Nabila pelan dan lembut sambil memberi roti.


"Aku masih cuti kuliah tante" setelah mengatakan itu Lisa mengambil roti dari tangan Nabila yang uda di olesi dengan selai "Terimakasih tante"


Nabila tersenyum, lalu kembali memakan sarapannya. Nabila terlihat lebih baik daripada sebelumnya. Setelah melihat wajah Menantunya lewat Vidio call semalam, dan tau keadaan Mantu dan calon cucunya baik -baik saja.


Waktu terus berlalu, tak terasa malam tengan menjelang, Lisa duduk di ruangan tamu sendiri melihat sekelilin ruangan tersebut. Lisa berangjak dari duduknya lalu berjalan melihat ke arah poto yang tengah tepajang di atas meja besat yang ada di ruangan tamu tersebut.


Lisa tak berenti tersenyum ketika melihat poto Abdy yang tengah meniup terompet, dengan mengenakan topi kerucut sambil memeluk seorang wanita tua. Lisa mengambil poto itu lalu melihatnya dari dekat.


"Sangat lucu." tersenyum.


Namun tampa Lisa tau, kalau saat ini Nabila tengah berdiri di belakannganya.


"Sangat lucu kan" suara Nabila mmbuat Lisa sangat terkejut, karna terkejut Lisa kembali menaruh poto itu di atas meja, dengan gugup Lisa melihat ke arah Nabila, lalu berkata!.


*

__ADS_1


*


*


__ADS_2