Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 72


__ADS_3

Becca pun tersenyum masam mendengar pertanyaan Arka. Namun Becca tetap bersikap tenang agar Arka tak mengetahui yang sebenarnya yang terjadi pada Arlin. Becca tak ingin membuat Arlin malu di depan Arka hingga akhirnya Becca berbohong pada Arka.


"Arlin tak apa, dia hanya kelelahan saja." Becca mengatakan itu pada Arka dengan sedikit senyuman.


Arka yang mendengar ucapan Becca, merasa sedikit tenang. Arka juga mengira kalau Arlin tak hamil, jika memang benar Arlin hamil tentu Becca akan tau. karna Becca juga akan memiliki gelar sebagai seorang dokter.


Pelan -pelan Arlin mulai sadar, Arlin mulai melihat sekelilingnya dan tatapan matanya tertuju pada Arka yang kini tengah duduk di bangku pojok klinik tersebut. Lalu beralih melihat ke arah Becca.


Arlin pun bangun dengan memegan kepalanya. "Ao, kepalaku sakit."


Mendengar ucapan Arlin dengan segera Becca menhampiri tempat tidur yang kini Arlin tempati.


"Kamu telah sadar?."

__ADS_1


Arlin mengangukkan kepalanya lalu berkata. "Aku di mana?."


"Kita sedang berada di klinik kampus kita." Becca menatap wajah Arlin dengan sejuta pertanyaan.


Mendapat tatapan seperti itu dari Becca. Arlin pun berguman dalam hati. "Apa, Becca tau kalau saat ini aku tengah mengandung?. Setelah menatap wajah Becca, Arlin pun melihat ke arah Arka yang kini berjalan ke arahnya.


Setelah sampai di depan Becca dan Arlin. Arka pun berkata. "Aku kembali ke kelas dulu ya." Setelah mengatakan itu Arka pun berlalu meninggalkan mereka berdua.


Setelah Arka pergi. Becca pun menatap ke arah Arlin yang kini sedang menundukkan kepalanya.


Mendengar pertanyaan Becca. Bibir Arlin bergetar bahkan seluruh tubuhnya terasa berkeringat dingin mendengar pertanyaan itu. Pelan -pelan Arlin mengankat wajahnya melihat ke arah Becca yang kini tengah menanti jawabannya.


"Aku, aku." Arlin gugup lalu kembali melanjutkan ucapannya. "Aku tak bisa mengatakannya padamu aku malu." Arlin kembali menundukkan kepalanya.

__ADS_1


Melihat itu Becca pun menarik napasny lalu membuangnya kembali. "Dengar Arlin jika kamu mengangapku, sebagai sahabatmu, sekarang kamu katakan padaku siapa ayah dari banyi yang tengah kamu kandung?." Becca menepuk pelan bahu Arlin yang kini tengah menundukkan kepalanya.


Arlin pun kembali menatap wajah Becca yang kini tengah menanti jawaban darinya. Arlin merai tangan Becca lalu berkata. "Aku akan mengatakannya, jika kamu berjanji tak akan mengatakan pada siapapun, soal kehamilanku ini, aku akan sangat malu jika sampai ada mahasiswi yang mengetahui soal ini"


Becca pun tersenyum ketika mendengar ucapan Arlin, dengan meletakkan tangannya di atas tangan Arlin lalu berkata. "Aku berjanji tak akan mengatakan ini pada siapapun."


Arlin mulai menceritakan semua tentang dirinya hingga hamil.


Arlin pov


Siang itu Arlin berangkat ke kampus seperti biasanya. Namun di tengah perjalanan menujuh arah kampus ban mobil Arlin kempes di tengah jalan. Arlin pun keluar lalu memeriksa mobilnya.


"Yah, bannya kempes, bagaimana ni?, aku ada kelas pagi ini." Arlin pun mengambil hapenya lalu mencoba menhubungi salah satu nomor benkel yang ada di dalam kontak hapenya.

__ADS_1


"Sial banget sih, nomornya ngak bisa tersambung." Arlin mengerutu kesal dengan melihat layar hapenya.


Namun setelah beberapa saat sebuah mobil sport warna putih mampir di sampin mobil Arlin. Pemilik mobil tersebut menurunkan kaca mobilnya lalu berbicara pada Arlin.


__ADS_2