
Aby dan Becca melepas pelukannya, setelah mendengar ucapan
Abdy, yang mengatakan kalau lilin di atas kuenya sudah hampir habis meleleh,
karna mereka terlalu lama berpelukan.
Namun tidak saling melepaskan, Aby berdiri sejajar dengan
Becca lalu mengandeng pinggul Istrinya dengan begitu sangat erat, seluruh
anggota keluarga yang melihat, mengerti dengan apa yang di rasakan Aby saat
ini.
Kebahagian yang tengan Aby rasakan saat ini tidak bisa ia
ungkapkan dengan sebuah kata-kata, karna kebahagian yang ia natikan selama
berbulan-bulan kini telah terwujudkan di hari bertambahnya usianya.
Malam yang begitu sangat indah, karna ia mendapat kejutan
yang tidak pernah ia duga, di hari ulang tahunnya ia mendapat hadia terindah dan sitimewa dari istrinya dengan
kembalinya ingatan Becca.
Lisa mengambil kue tersebut lalu meletakkan di hadapan Aby
dan Becca, ukuran kue yang lumayan cukup besar cukup untuk mereka semua
sekeluarga.
Lalu kembali berdiri di sampin Abdy dan berkata. “Kakak
ipar, kakak boleh tiup lilinnya.” Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan itu.
Mendengar ucapan Lisa, yang menyuruhnya meniup lilin, Aby
melihat ke arah istrinya yang kini tengah tersenyum bahagia di sampinnya.
Becca yang melihat tatapan Aby terhadapnya mengrti, kalau
Aby menanti kata keluar dari mulutnya,namun Becca tidak mengatakan apapun, ia
hanya mengedipkan mata melihat ke arah suaminya, dan Aby mengerti arti kedipan
mata itu.
Aby mulai membungkukkan tubuhnya, ingin meniup lilin, namun
sebelum ia meniup lilin seluruh anggota keluarganya yang ada di dalam ruangan
tamu tersebut, serentak mengatakan.
“Tunggu!”
Aby mengankat wajahnya lalu melihat semua anggota
keluarganya, yang kini tengah melihat ke arahnya.
“Kenapa?” tanya Aby bingun.
“Make A wish, dulu.” Ucap seluruh anggota keluarga yang ada
di dalam ruangan terebut.
Mendengar ucapan semua anggota keluarganya, Aby tersenyum,
sementara Becca mengelus belakang Aby sambil berbisik pelan dan berkata.
“Doa yang terbaik, suamiku, terbaik untukmu, untukku dan
untuk seluruh anggota keluarga kita.”
Aby yang mendengar bisikan mesra istrinya, menurutnya
tersenyum dan berbalik melihat ke arah istrinya yang kini melihat ke arahnya.
“Tentu saja sayangku.”
Setelah mengatakan itu Aby mulai melantunkan doa, lalu
meniup lilin yang ada di hadapannya.
Seluruh anggota keluarga yang melihatnya serentak bertepuk
tangan dan mengucapkan selamat atas bertambahnya umur Aby saat ini.
“Selamat Ulang Tahun ya Nak.” Nabila memeluk erat putranya.
Dan yang lainnya ikut memberikan selamat, dan tidak terlupa
Hamish memeluk dan berterimakasih kepada Menantunya karna telah menjaga putrinya
dengan sangat baik.
“Terimakasih Aby.” Menepuk pelan bahu menantunya “Karna kamu
telah menjaga putriku dengan sangat baik.”
“Sama-sama Dad, menjaga Becca adalah kewajibanku.”
Aby melihat ke arah Becca setelah mengatakan itu, lalu
melihat ke arah Mertunya yang kini kembali melangkah ke tempatnya semula.
“Potong kuenya donk, ah! Lama amat si bos! Uda ngak sabar ni
pengen makan kue bikinan kakak ipar.”
Aby mengatakan itu, karna ia jujur ingin sekali memakan kue
bikinan kakak iparnya, karna di saat Becca membuat kue tar tersebut, tampa
sengaja Abdy mencicipi sisa kue yang menempel di loyan pembuatan kue Becca dan ia
merasa kuenya sangat enak dan lezat.
Becca yang melihat adik iparnya ingin mengambil sedikit kue
yang ia buat berkata.
“Nanti kita akan memakannya bersama-sama. Sabar ya Dy.” Tersenyum.
“Ayo potong, udah ngak saba pengen coba.” Abdy kembali
mengulang kata-katanya.
Sementara Lisa yang melihat tingkah konyol Abdy menurutnya
tersenyum, karna sedikit demi sedikit ia mulai semua sikap Abdy yang ternyata
suka memakan kue, yang seperti kakak iparnya bikin.
“Nanti aku akan buatkan kue yang banyak untukmu.” Lisa
berbisik pelan di telinga Abdy.
Dan itu membuat Abdy membulatkan matanya tersenyu. Dan berkata.
“Benarkah? Kamu akan membuat kue yang banyak untukku?” Abdy terenyum melihat ke
arah Lisa.
“Tentu saja.” Lisa tersenyum.
Becca mulai memberi pisau untuk memotong kue untuk Aby
suaminya, dan Aby yang melihat itu berkata.
__ADS_1
“Akan lebih baik kalau kita memotong kuenya bersama-sama,
karna ini hari bahagiaku dan juga tentu menjadi hari bahagiamu.” Aby tersenyum
bahagia melihat ke arah istrinya yang kini tengah berdiri di sampinnya.
Dan semua anggota keluarga yang melihat itu merasa sangat
senang melihat kebahagian yang tengah di rasakan oleh anak dan Menantunya.
Aby dan Becca memegan pisau untuk memotong kue bersama-sama
lalu memotong kue berukuran kecil. Aby mengambil potongan kue tersebut lalu
menyuapi istrinya dengan penuh rasa cinta, dan begitupun dengan Becca setelah
mengigit potongan kue ia menyisakan untuk Aby makan Becca pun menyuapi suaminya
dengan perasaan cinta.
Dan seluruh anggota yang kembali menyaksikan kebahagian yang
tengah di rasakan oleh sepasang suami istri tersebut kembali bertepuk tangan.
Becca mulai memotong kue, dan membagikan kepada seluruh
anggota keluarganya, dan tampa terkecuali, ia memotong kue yang lumayan besar
untuk Abdy seorang.
Nabila yang melihat itu megelus kepala putra bungsunya,
karna dari dulu ia memang tau kalau putranya yang satu itu sangat menyukai kue
semacam brownis dan cake, namun sayangnya ia tidak tau memasak hingga akhirnya
ia tidak pernah membuatkan kue untuk putra-putranya. Namun selalu menyuruh Bi
Lastri untuk membuatkan kue untuk petranya yang satu itu.
Acara potong kue kini tengah berlalu, kini seluruh anggota
keluarga tengah duduk di ruangan tamu, meskipun waktu telah menunjukkan dini
hari, namun sepertinya mereka semua tidak ada yang merasa mengantuk, mungkin
karna terlalu bahagia atau apalah menurut kalian para Readers^_^.
Abdy dan Lisa tengah sibuk di dapur, bukan sibuk karna
mencuci piring atau semacamnya, tapi mereka berdua tengah sibuk pacaran,
bermesraan, saling merayu dan saling bercanda dan sesekali mereka berdua
bertengkar karna pendapat mereka berdua berbeda.
Sementara di ruangan tamu, Aby tidak berhenti memeluk tubuh
istrinya dari sampin, karna saat ini Becca tengah bercerita dengan Daddynya.
hamish yang melihat sikap Aby yang selalu menempel di tubuh istrinya mengerti,
dengan semua itu, karna ia juga pernah muda pernah merasakan sangat mencintai
istrinya dan pernah merasa sangat sedih ketika ia di tinggalkan oleh istrinya.
Aby yang melihat istrinya hanya berbicara dengan Dadynya dan
tidak memperdulikannya merasa sedikit kesal, namun tidak memperlihatkan, karna
ia tidak ingin semua yang ada di ruangan tamu tersebut tau dengan kekesalannya
saat ini.
Ingin rasanya aku membawa kabur istriku dari tempat ini, aku ingin membawanya
dalam hati.
Aby belum mengetahui kalau rumah yang di tempatinya saat ini
adalah rumah hadia dari Ayah mertuanya, pun berkata.
“Sayang kenapa kamu ada di rumah ini? Dan pemilik rumah ini siapa?”
Aby bingun, karna tidak ada orang lain di antara mereka “Apa ini rumah Daddy?”
melihat ke arah Hamish yang kini tengah melihat ke arahnya.
Becca yang mendengar pertanyaan suaminya tersenyum, karna
hingga saat ini ia belum mangatakan kalau rumah ini adalah milik mereka berdua.
“Ini Rumah hadiah dari Daddy.” Tersenyum melihat ke arah
Hamish yang kini tengah terseyun melihat ke arahnya.
Terkejut dan terkejut itulah yang Aby rasakan saat ini,
karna ia kembali mendapat kejutan dari ayah mertuanya.
“Apa!” terkejut “Hadiah? Apa ini tidak terlalu berlebihan
Dad?” aby melihat ke arah Ayah mertunya ketika mengatakan itu.
“Tidak Nak, ini semua pantas untukmu dan juga putriku,
sebenarnya rencana ini sudah sangat lama, aku ingin memberikanmu setelah acara
resepsi pernikahanmu dengan Becca di lansungkan. Namun itu tertunda ketika
Becca mengalami kecelakaan dan ini saatnya aku memberikan yang sepantasnya yang
kamu dapatkan dengan putriku.”
Hamish menjelaskan semuanya agar tidak membuat Menantunya
tersinggun dengan apa yang di berikannya, karna Hamish juga tau Aby juga bisa
membeli rumah mewah yang jauh lebih besar dari apa yang di berikannya saat ini.
Aby yang mendengar penjelasan mertuanya mengerti dengan apa
maksudnya. Aby pun berkata “Terimakasih Dad, karna telah mempercayaiku, untuk
menjaga putrimu, aku berjanji akan lebih menjaga Becca.” Mengeratkan pelukannya
di perut istrinya “Dan tidak akan pernah merasakan yang namanya kekurangan,
kekurangan uang atupun kekurangan Cinta, karna aku akan selalu mencintai
istriku dengan sepenuh hatiku.” Ucap Aby lantang.
Hamish yang mendengar ucapan Aby tersenyum karna ia percaya
dengan semua yang Aby katakan, kalau ia akan menjaga dan mencintai putrinya
dengan sangat baik.
“Aku sangat percaya denganmu Aby.”
Nabila dan Doni yang melihat itu tersenyum sekaligus bahagia
melihat senyuman Aby yang hilang selama beberapa bulan kini kembali, rasa
syukur selalu Nabila panjatkan agar kedepannya tidak ada lagi yang memisahkan
cinta anak dan menantunya dan semoga hanya ajal yang bisa memisahkan mereka
berdua Amiin.
__ADS_1
Kini Nabila meminta izin untuk kembali ke rumahnya,
merskipun Becca telah melarang mereka brdua kembali, karna ia ingin kedua mertuanya
menginap di rumah barunya, namun Nabila selalu memiliki alasan yang tepat untuk
menghindari permintaan menantunya.
Begitupun dengan Hamish, ia juga ikut pamit, untuk kembali
ke rumah Amarhuma istrinya yang tidak lain adalah Ibu Becca, karna semenjak ia
memutuskan akan tinggal di indonesia, ia memilih untuk tinggal di sana, karna
saat ini rumah itu kosong dan hanya pelayannya saja yang menempatinya saat ini.
Semuanya telah pulang ke rumah masing-masing, namun tidak
dengan Abdy dan Lisa, ia memilih menginap bersama dengan Lisa, karna mulai
besok Lisa juga akan kembali kerumahnya dan tinggal di sana, karna saat ini
Becca telah mengingat semuanya.
Meskipun Becca juga memintanya untuk tetap tinggal bersamanya,
namun dengan halus ia menolak dengan alasan tidak enak tinggal di rumah orang
lain, kalau belum memiliki hubuhngan resmi di tambah adanya Abdy yang selalu
menempel dengannya yang ada nanti iman mereka berdua tergoda itulah yang ada di
dalam pikiran Lisa saat ini.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang ingin kembali ke rumah
orangn tuanya kini merasa sedih, karn jujur ia tidak ingin berpisah jauh dari
Lisa, bahkan di saat ia ke kantor hatinya merasa tidak tenang.
“Lis, benar kamu akan segera kembali ke rumah orang tuamu?”
Abdy memeluk tubuh Lisa dengan sangat erat seakan ia tidak ingin melepaskannya
lagi, karna saat ini mereka berdua berada di tepi kolam renang yang ada di
belakan rumah Becca.
“Iya.” Membalas pelukan “Besok aku akan kembali ke rumah
orang tuaku. Kenapa?” melepas pelukan Abdy lalu menatap wajahnya.
“Aku tidak ingin jauh darimu Lis, aku ingin bebas memeluk
dan menciummu seperti ini.”
Setelah mengatakan itu Abdy mengecup lembut bibir Lisa, dan
kembali memeluk erat tubuhnya dan di balas hangat oleh Lisa.
“Aku juga Dy, ingin selalu bersamamu. Namun aku tidak boleh
terus tinggal di rumah kakak ipar seperti ini, nanti setelah kamu menghalalkan
aku. Kita akan selalu bersama seperti ini.”
“Jadi kapan aku menyuruh orang tuaku menemui ke dua orang
tuamu?” melepas pelukan lalu melihat ke arah Lisa.
“Nanti setelah mereka kembali dari Belanda. Tapi jelasnya
aku tidak tau kapan mereka berdua akan kembali.” Lisa kembali menjelaskan
meskipun sebelumnya ia telah mengatakan hal ini kepada Abdy.
“Baiklah, aku menunggu kabar kedatangan kedua orang tuamu,
dan setelah itu orang tuaku akan segera datang melamarmu.”
“Baiklah aku juga menunggu hari itu Dy.” Lisa tersenyum.
“Lis, Aku sangat Mencintaimu.” Memeluk erat tubuh Lisa.
“Aku juga sangat Mencintaimu Dy.” Membalas pelukan Abdy.
Cukup lama mereka berdua berpelukan, hingga akhirnya Lisa
berkata.
“Dy, aku sangat mengantuk, akan lebih baik kalau kita masuk
dan tidur.” Melepas pelukan.
“Baiklah, aku juga sangat mengantuk dan akan lebih baik
kalau kita tidur di kamar yang sama.”
“Apa!” terkejut “Tidur sekamar! Denganmu!” Lisa membulatkan
matanya terkejut dengan apa yang Abdy katakan.
Abdy yang melihat itu tersenyum sambil berkata. “Hei, kamu
tidak perlu melotot seperti itu” menarik pelan hidung Lisa “Aku tidak akan
melakukan apapun kepadamu, kita akn sudah sering tidur bersama, dan aku masih
sanggup menahan semua itu, selama kamu tidak menggodaku, aku hanya akan
memelukmu, menciummu hingga kamu tertidur.”
Abdy mengatakan itu sambil merangkul lengan, dan mendekatkan
bibirnya di wajahnya, dan itu membuat Lisa merasa sangat senang jika Abdy
melakukan hal lembut dan hal romantis yang ia lakukan saat ini.
Sementara di kamar, Aby masuk ke dalam kamar dan melihat
seluruh ruangan kamar yang akan di tempatinya tidur dengan istrinya kini telah
di hias sempurna oleh Lisa dan Abdy.
Aby berjalan ke arah tempat tidur, dengan senyuman ceria
yang selalu ia perlihatkan setelah mengetahui istrinya telah mengingat
semuanya, Aby membuka dasi yang sedari tadi mengikat di lehernya, lalu
meletakkannya di atas meja yang ada di sampin tempat tidur kemudian membuka
beberapa kancin kemeja yang ia kenakan.
Sesekali mata Aby melihat ke arah pintu kamar mandi, karna
saat ini ia tengah menanti istrinya keluar dari dalam kamar mandi, ada banyak
pertanyaan-pertanyaan yang ingin ia tanyakan kepada istrinya, dan juga ungkapan
rasa cinta yang telah lama ia pendam selama ini yang ingin segera ia ungkapkan
kepada istrinya, dan bisa di katakan saat ini Aby ingin mengatakan hal romantis
kepada istrinya.
Becca membuka pintu kamar mandi dengan mengenakan handuk
melilit di tubuhnya....
__ADS_1