
Rendi yang mendengar ucapan putrinya sangat marah,karna
kemarahan ia menarik dan menyeret tangan putrinya untuk masuk ke dalam kamarnya,
sementara Abdy juga tidak melepas pegangan tangannya dari tangan Lisa.
“Lepas, Ayah! Ayah jangan pisahkan aku dari Abdy.” Lisa
berusaha melepas gengaman tangan Ayahnya yang kini tengah mencengkram erat
tangannya.
“Om. om, jangan lakukan ini kepada kami, kami saling
mencintai.”
Abdy ikut berjalan di belakang Lisa, berharap agar Rendi
tidak memaksa Lisa menikah dengan orang yang tidak ia cintai. Dan memilih
menikahkannya dengan putrinya itulah yang ada dalam pikiran Abdy.
Rendi yang mendengar ucapan kekasih putrinya menhentikan
langkahnya, dan berbalik melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat ke
arahnya.
“Punya apa kamu?” nada datar “Apa kamu bisa memberi semua
dan menjamin kehidupan Lisa ke depannya?” Rendi nampak merendahakan Abdy karna
ia berpikir Abdy hanya orang dari kelas bawahan bukanlah dari kalangan seperti
mereka.
Lisa yang mendengar ucapan Ayahnya berkata. “Ayah!”
berteriak pelan “Ayah jangan merendahkan Abdy, miskin atau kayanya aku tidak perduli,
dan satu hal yang harus Ayah tau, kami berdua saling mencintai, Abdy
mencintaiku dan aku juga sangat mencintainya. Lagian apa yang harap dari Romi?”
tersenyum sinis “Setelah menikahkanku dengan Romi apa Ayah akan menjamin
kehidupanku akan bahagia? Hidup bersama dengan pemuda yang pernah tidur dengan
wanita lain sementara statusnya masih tunanganku, dan apa Ayah yakin semuanya
akan lunas setelah menikahkanku. Romi tidak mencintaiku Ayah! Ia hanya
terobsesi denganku.”
Lisa mengatakan semua yang ingin ia katakan, dan membuatnya
merasa sedikit lega, dengan mengatakan semua itu setidaknya Ayahnya bisa
mempertimbangkan pernikahan ini, pernikahan putrinya yang akan membuat seluruh
utangnya lunas.
“Memangnya apa yang kamu harapkan dari pemuda ini?”
“Cinta?” tersenyum sinis melihat ke arah Abdy “Cinta tidak
akan pernah bisa membuatmu kenyang dan membeli pakaian mewah yang kamu inginkan.
Dengar Lisa! Mau tidak mau, setuju tidak setuju minggu depan kamu harus menikah
dengan Romi!” Rendi mengatakan itu sambil berteriak melihat ke arah putrinya.
Dan itu membuat tubuh Abdy bergetar hebet, karna merasa
sangat marah, sangat merah ketika Rendi mengatakan mau tidak mau, setuju tidak
setuju ia harus menikah dengan Romi minggu depan. Wajah Abdy sangat memerah,
matanya menyala, rahangnya mulai mengeras karna merasa sangat marah. Namun masih
mencoba bersikap tenang dan sopan karna yang ia hadapi saat ini adalah calon
mertuanya.
“Wah, apa ini cara anda ingin membayar utang? Dengan cara
menjual putri anda sendiri?” Abdy tersenyum sinis melihat ke arah rendi.
“Tutup mulutmu! Anak kurang ajar!” Rendi sangat marah ketika
mengatakan itu kepada Abdy.
“Tapi itu kan benar Om?” Abdy mengatakan yang sebenarnya
karna itulah yang ia lihat saat ini, hanya karna utangnya kepada rekan
kerjanya, ia sampai tega ingin menikahkan putrinya dengan putranya, meskipun ia
tau pemuda itu tidaklah baik untuk putrinya, namun ia masih sangat kekeh ingin
tetap melakukan pernikahan.
“Dasar! anak kurang ajar!”karna tidak bisa lagi menahan rasa
kesal dan marahnya Rendi menampar wajah Abdy dengan sangat keras.
Plakkkk.
“Ayah!” Lisa berteriak sambil meutup mulutnya dengan
tangannya ketika melihat wajah Abdy di tampar oleh Ayahnya.
“Dasar anak kurang ajar! Apa ini pemuda pilihanmu Lisa? Pemuda
yang tidak tau sopan santun dan tidak tau berbicara yang baik kepada orang tua?”
dengan nada suara berteriak Rendi mengatakan semua itu.
Rendi melihat ke arah putrinya ketika mengatakan itu, dan
tidak lupa Rendi juga merendahkan Abdy.
Sementara Abdy yang mendapat tamparan di wajahnya mengusap
wajah karna merasa sedikit perih, dan kembali melihat ke arah Rendi yang kini
menatap tajam melihat ke arahnya.
“Pergi kamu dari rumahku!” Rendi kembali berteriak sambil
menunjuk ke arah pintu “Dan jangan pernah menampakkan lagi batang hidungmu di
depan mataku, aku aku jijik melihat pemuda sepertimu, pemuda yang tidak berguna,
tidak tau sopan santun, cuiiihh.”
Begitu banyak kata-kata kasar yang Rendi ucapakan kepada
Abdy, dan bahkan ia mengatai dan meludah dan itu semua membuat Abdy tersenyum
mendengarnya.
“Aku pulang Lis.” Berbalik badan, dan kembali melihat ke
arah Lisa yang kini tengah menangis “Dan aku berjanji akan membawamu keluar
dari rumahmu ini dengan cara terhormat, bahkan Ayahmu sendiri yang akan
menyerahkanmu padaku dan memberikan restu untuk cinta kita.” Abdy tersenyum
hangat melihat ke arah Lisa dan juga Rendi ketika mengatakan itu.
“jangan bermimpi! aku akan menyerahkan putriku dan memberi
__ADS_1
restu untukmu” membentak “Sana! keluar dari rumahku, dan jangan pernah kembali
lagi.”
Abdy berlalu keluar dari dalam rumah Lisa, dan di lihati
oleh para pelayan yang tengah mendekorasi rumah Lisa. Meskipun merasa sangat
malu, namun Abdy tetap berusaha tersenyum kepada semua pelayan yang melihat,
karna menurut Abdy, kenapa harus malu? Yang ia lakukan bukanlah hal yang salah?
kalau memang benar-benar mencintai dengan tulus, bukannya cinta itu memerlukan
perjuangan keras? Bukan hanya sebatas kata-kata cinta saja, karna cinta yang
sesungguhnya di lihat dari tindakan kita, tindakan yang memperjuangkan orang
yang paling kita cintai.
“Abdy” menangis “Jangan tinggalkan aku.”
Lisa tidak berhenti memanggil nama Abdy sementara Rendi
menyeret tangan Lisa masuk ke dalam kamarnya, dan mengunci pintu kamar yang
Lisa tempati.
Setelah masuk dan duduk di dalam kursi kemudinya, Abdy
memukul stir mobilnya sambil berkata. “Earr, kenapa kisah cintaku jadi serumit
ini? Apa ini karma? Karna dulu aku selalu mempermainkan hati para gadis. Dan sekarang
berimbas dengan hubungan cintaku yang serius dengan Lisa, aku sangat mencintai
Lisa, dan aku tidak akan membiarkannya menikah dengan orang lain, selain
diriku.”
Abdy setelah mengatakan itu Abdy melajukan mobilnya menuju
arah rumah kakaknya Aby, sekaligus mencari solusi yang tepat untuk hubungannya
dengan Lisa kedepannya.
Setelah beberapa menit kini mobil Abdy memasuki pintu gerban
rumah kakak iparnya, dan setelah sampai di depan pintu mobil ia membunyikan
kelakson kemudian mematikan mesin mobilnya. Setelah itu ia keluar dan berjalan
masuk karna para pelayang yang melihatnya datang dengan segera membuka pintu
untuknya.
“Selamat sore Den.” Sapa hangat pelayang yang membuka pintu
untuknya.
“Selamat sore.” Sapa balik Abdy dengan senyuman.
Abdy berjalan masuk namun tidak menemukan sang pemilik rumah
hingga ia memilih untuk menhubungi hape kakaknya, karna saat ini ia tengah
duduk santai di bar mini yang ada di dapur kakak iparnya sambil menikmati
secankir teh dan sepotong kue kue
brownis yang berukuran besar yang di berikan oleh pelayang yang bekerja di
dapur.
Setelah sambungan telponnya tersambung dengan segera Abdy
beraka, “Bos,aku ada di bawah, jika aku tidak menggangu kegiatanmu, aku ingin
menemuimu karna ada sesuatu yang ingin aku katakan.” Setelah mengatakan itu
Becca yang melihat Aby menutup sambungan telpon dari adiknya
berkata. “By, apa yang Abdy katakan? Apa sekarang ia ada di bawah?” Becca bangun
lalu duduk di atas tempat tidur setelah selesai mengatakan itu. Karna mereka
berdua juga baru terbangun dari tidur siang mereka.
“Iya.” Tersenyum “Saat ini adik iparmu yang nakal itu ada di
lantai bawah, apa kamu ingin ikut menemuinya? Hem” mengecup lembut pipi
istrinya ketika selesai mengatakan itu.
“Tentu saja, dia adik ipar kesayanganku.” Becca beranjak
dari tempat tidur lalu berjalan ke arah cermin untuk merapihkan rambutnya yang
terlihat acakan.
Sementara Aby kembali memakai baju kaosnya, karna sedari
tadi ia hanya bertelangjang dada tidur siang bersama dengan istriya.
Setelah itu mereka berdu berjalan keluar, lalu turun ke
lantai dasar dan melihat Abdy kini tengah duduk santai sambil menikamti kue
kesukaannya dengan secangkir teh.
“Hai Dy.” Sapa hangat Becca untuk adik iparnya.
“Hai, kakak ipa.” Berbalik melihat ke arah kakak iparnya
yang kini tengah melingkarkan tangannya sambil bergelayut manja di samping
suaminya.
Aby dan Becca berjalan ke arah Abdy yang kini kembali
meminum tehnya, Aby duduk di kursi yang ada di depan bar mini yang ada di dalam
rumahnya sementara Becca berjalan ke arah kursi yang biasa ia tempati untuk
bermalas-malasan sambil menonton siarang drama televisi.
“Ada apa Dy?”menatap wajah adiknya “Ini kenapa?” Aby
menyentuh bekas memar yang ada di dekat bibir adiknya dan itu membuat Abdy
meringgis karna merasa kesakitan.
“Ao, ao, ao. Sakit.” Meringgis “Pelan-pelan bos ini sakit.”
Becca yang mendengar suara ringgisan Abdy berdiri dari
duduknya, lalu berjalan ke arah Aby dan juga Abdy.
“Apa yang terjadi dengan Aby?” bertanya sambil menyimpan
tangannya di paha suaminya dan melihat ke arah wajah Abdy “Ini kenapa?” Becca
ingin menyentuh wajah Abdy namun dengan segera Aby menarik tangan istrinya.
“Apaan sih By.” Berbalik melihat ke arah wajah suaminya.
“Jangan menyentuh wajahnya, hanya seluruh tubuhku yang
berkhak kamu sentuh.” Aby kembali memperlihatkan sisi posesifnya kepada istrinya
yang tidak ingin Becca menyentuh pinggir bibir adik iparnya meskipun ia tau
kalau Abdy adalah adiknya sendiri.
__ADS_1
Abdy yang mendengar ucapan kakaknya berkata. “Terlaluu amat
sih bos, kakak iparkan hanya ingin perhatian kepadaku, adik kandungmu. Iya kan
kakak ipar?” Abdy mengatakan itu sambil menaikkan ke dua alisnya kepada kakak
iparnya.
“Iya, kenapa sih, terlalu banget.” Timpal Becca.
Aby yang mendengar ucapan keduanya, berkata. “Suka-suka aku
donk! Jika aku tidak ingin istriku menyentuhmu ya jangan! Apa jadi masalah
untukmu dan untukmu juga?”
Aby mengatakan itu sambil melihat ke arah wajah istrinya dan
berakhir di wajah adiknya Abdy.
“Wowowo, sepertinya ada yang kepanasan ni.” Abdy tersenyum
jail ketika mengatakan itu.
Dan itu membuat Becca tertawa melebar melihat ke arah wajah
Aby yang kini mulai memerah karna ulah adik dan juga istrinya.
“Suamiku, emua, emua.” Mengecup pelan wajah Aby “Kekasihku,
penyejuk hatiku, jangan marah donk.” Becca mengecup seluruh wajah suaminya dan
itu membuat Aby tersenyum.
Namun itu justru membuat Abdy terkekeh kegelian melihat
kakaknya dan kakak iparnya tengah bermesraan di hadapannya.
“Wowowo. Nanti kalian lanjutkan ya, setelah aku pulang,
karna untuk saat ini ada sesuatu yang pentin yang ingin aku katakan padamu bos.”
Aby dan Becca yang mendengar ucapan adiknya berbalik secara
bersamaan, Becca yang mengerti dengan maksud Abdy ingin meninggalakan adik,
kakak itu dan membiarkan mereka berbicara dari hati ke hati, namun Aby tidak
membiarkan istrinya pergi yang ada Aby menyuru istrinya duduk di pangkuannya.
“Duduk sini sayang.” Menepuk pahanya “Kita akan dengarkan
bersama apa yang akan adik ipar kesayanganmu ini katakan.”
“Apa boleh aku ikut mendengarnya?” melihat ke arah Abdy.
“Tentu saja kakak ipar, dan aku akan sangat senang jika
kakak ipar juga bisa membantu mencari solusinya. Solusi dari masalahku ini.”
Aby yang mendengar ucapan adiknya merasa sangat bingun,
sementara Becca mulai mendudukkan tubuhnya di atas pangkuan suaminya.
“Coba jelaskan apa masalahmu? Dan solusi apa yang kamu minta
dari kami berdua.”
“Aku bingun bosdan juga merasa sangat gelisa.” Abdy
mengatakan itu sambil memainkan tangannya di pinggir bibir gelas tehnya.
“Bingun dan gelisah karna apa?”
“Lisa ingin di nikahkan dengan orang lain.”
“Apa!” Becca yang mendengar ucapan Abdy yang mengatakan Lisa
ingin di nikahkan dengan orang lain merasa sangat terkejut, terkejut sambil membulatkan
matanya melihat ke arah Abdy karna setaunya Abdy dan Lisa saling mencintai, karna
cinta Abdy tidak pernah menjalin hubungan dengan wanita lain lagi selain Lisa.
“Lisa ingin dinikahkan dengan orang lain? Siapa?”
“Dengan mantan tunangannya yang berengsek itu.” Abdy nampak sangat kesal ketika selesai
menagtakan itu.
“Dan kamu diam saja?” Aby melemparkan pertanyaan yang
membuat Abdy merasa sedikit kesal.
“Tidak bos, aku tidak akan pernah diam, melihat orang yang
aku cintai menikah dengan orang lain. Dan apa bos tau? Lisa hanya di paksa
menikah karna kedua orang tuanya memiliki utang kepada ke dua orang tua pemuda
yang akan menikahinya. Dan kata lainnya Lisa menjadi penebus pelunasan utang
kedua orang tuanya.” Abdy menjelaskan semua yang ia tau.
Aby berpikir sejenak mencerna semua kata yang keluar dari
mulut adiknya, lalu kemabali berkata, “Lalu jalan apa yang akan kamu ambil
untuk, membatalkan pernikahan Lisa?”
“Aku juga bingun bos, memikirkan soal itu. Namun satu yang
pasti aku tidak akan pernah membiarkan Lisa menikah dengan pemuda berengsek
itu, pemuda yang telah menyakiti hati Lisa dengan berkhianat kepadanya.” Abdy nampak
sangat geram ketika mengatakan itu.
“Benar tu Abdy, jangan pernah biarkan Lisa menikah dengan
orang lain, kalau kamu tidak punya cara lain lagi, aku akan mengatakan kepada
Daddy untu menyuruh anak buahnya untuk menculik Lisa dan membawanya pergi jauh,
setelah itu kalian akan menikah dan hidup bersama dengan rasa bahagia.”
Sebuah ide konyol muncul di dalam pikran Becca yang menyuruh
adik iparnya pergi dan menikah dengan Lisa tampa mengatakan kepada siapapun.
“Ah, ide kakak ipar boleh juga” tersenyum “Tapi tidak kakak
ipar, aku ingin mendapat kepercayaan dan kebanggaan dari Lisa dan juga kedua
orang tuanya, karna aku bukanlah pemuda berensek yang ingin membawa kabur anak
gadisnya, aku sangat mencintai Lisa, dan aku akan terus memperjuankannya hingga
ia menjadi milikku dan bukanlah menjadi orang lain.”
*
*
*
Halo para Reader, apa kalian sudah pernah baca kisa cinta
Doni dan Nabila yang tidak lain adalah orang tua Aby dan Abdy? Kalau kalian
sudah pernah membacanya pasti kalian akan tau siapa Rendi dan apa hubunhgan
Nabila di masa lalu, kalau kalian belum baca silahkan mampir ya.
__ADS_1
Judul Novelnya: Mencintaimu Adalah Pilihanku.