
"Ma-af, tante, bukan maksud aku?" Lisa berhenti berbicara ketika melihat Nabila tertawa melihat kegugupannya.
"Haha, sudah, tidak apa-apa" melihat wajah gugup Lisa "Ayo, sekarang kita duduk." mengajak "Apa kamu tau? siapa wanita yang tengah bersama Abdy itu?" bertanya setelah keduanya duduk di sopa yang ada di ruangan tamu.
"Tidak, tante. Aku tak tau siapa yang tengah bersama Abdy."
Nabila tersenyum mendengar jawaban Lisa. Lalu Ia pun menarik laci yang meja yang ada di hapannya. Kemudian mengeluarkan Albun berukuran cukup besar.
Nabila menyerahkan Album itu pada Lisa "Ini Lihatlah, kenangan kami sekeluarga" Nabila tersenyum hangat ketika mengatakan itu.
Lisa mengambil Album poto itu dari tangan Nabila. Lalu mulai membukanya dan melihat semua isi Album tersebut.
Lisa kembali tertawa ketika melihat poto Abdy yang tengah memasang wajah lucunya ketika berpoto dengan seorang Kakek dan Nenek tua.
"Itu poto, Kakek dan Nenek Aby dan Abdy" menunjuk "Dan juga mertua aku. Mereka berdua sangat baik, mereka mengangap aku putrinya dan bukanlah Menantunya." tersenyum lembut melihat ke arah poto yang ada di pangkuan Lisa.
Lisa yang mendengar semua itu tersenyum, lalu kembali membuka halaman album poto itu sampai selesai.
Selesai bercerita-cerita. Nabila melihat ke arah jam yang ada di ruangan tamunya yang menunjukkan angka pukul seblas. "Ini udah sangat larut." melihat ke arah Lisa "Akan lebih baik kalau kamu menginap di sini" tersenyum "Aku takut kalau kamu pulang selarut ini" memegan bahu Lisa.
"Tidak apa Tante. Aku bisa pulang sendiri." Lisa menolak dengan cara halus, karna Ia takut Nabila akan berfikiran buruk tentangnya.
Dengan wajah sedikit kecewa Nabila kembali berkata. "Lisa sayang. Malam ini kamu menginap di sini ya." berharap "Ini uda sangat larut" kembali melihat ke arah jam "Tante takut terjadi sesuatu denganmu di jalanan pulang nanti. Lagian tante cuman sendiri di rumah. Dan Tante juga ngak tau apa Abdy pulang malam ini atau tidak." Nabila kembali tersenyum melihat ke arah Lisa.
Melihat wajah Nabila yang mengharapkannya menginap di rumahnya. Lisa mengangukkan kepalanya lalu berkata.
"Baik tante. Aku akan menginap di rumah tante."
__ADS_1
Mendengar kata yang keluar dari mulut Lisa. Nabila tersenyum senang. Nabila pun mengajak Lisa ke kamar tamu. Berhubung saat ini udah tengah malam pasti saat ini Lisa tengah mengantuk. Itulah yang ada di fikiran Nabila saat ini.
Nabila membuka pintu kamar yang akan di gunakan Lisa untuk menginap.
"Silahkan masuk dan istirahatlah." Nabila tersenyum ketika mengatakan itu.
Lisa berjalan masuk, lalu berhenti di depan pintu, lalu berkata.
"Terimakasih Tante." tersenyum hangat.
"Justru Tante yang berterimakasih. Karna kamu bersedia menginap di rumah Tante." berkata pelan dan lembut. "Dan, ya, kamu bisa mengenakan pakaian yang ada di dalam lemari, semoga kamu cocok dengan ukuran baju itu." Setelah mengatakan itu Nabila menutup pelan pintu kamar yang ditempati Lisa saat ini, lalu berjalan ke arah kamarnya untuk beristirahat.
Lisa masuk, lalu berjalan ke arah tempat tidur lalu duduk di pinggir tempat tidur. Lisa menatap sekeliling kamar yang Ia tempati saat ini.
"Sungguh selera warna yang sangat natural." tersenyum melihat cat dinding kamar yang terlihat sangat indah di pandang mata.
Setelah puas menatap dindin di dalam kamar yang Ia tempati saat ini. Lisa berangjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah lemari, untuk mencari pakaian yang akan Ia kenakan setelah membersikan diri. Lisa tersenyum melihat semua pakaian yang tergantung rapi di dalam lemari pakaian yang ada di hadapannya.
Setelah mengatakan itu Lisa mengambil baju tampa lengan yang berwarna putih yang berukuran sedikit besar, aman untuk di pakai bersantai di rumah. Jika Lisa yang memakai baju tampa lengan tersebut pasti terlihat sangat seksi, karna baju tersebut hanya sampai pertengahan paha saja.
Lisa meletakkan pakaian tersebut di atas tempat tidur, lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri. Setelah selesai dengan ritual mandinya, Lisa berjalan keluar dari dalam kamar mandi, hanya menggunakan handuk melilit di tubuhnya.
Lisa berjalan ke arah tempat tidur, lalu mengambil pakaian yang akan Ia kenakan. Satu persatu Lisa mulai mengenakan pakaian dalamnya, kemudian mengenakan baju yang telah Ia siapkan.
Namun tampa sepengetahuan Lisa. Ternyata Abdy diam-diam melihat semua yang tengah Ia lakukan. Mulai dari membuka handuknya hingga Ia mengenakan pakaiannya, semuanya Abdy lihat tampa jeda.
Sebenarnya Abdy tak sengaja melihat semua itu. Namun uda terlanjur membuka pintu, tampa Lisa ketahui.
__ADS_1
*****
Abdy melajukan mobilnya masuk ke dalam pekarangan rumahnya, dan berhenti pas di depan pintu utama. Abdy membuka pintu mobilnya, lalu keluar. Ia tersenyum senang, ketika melihat mobil Lisa masih terparkir di tempat semula.
"Pasti Lisa menginap." tersenyum "Aku akan membuatnya tidak tidur semalaman ini, berhubung besok aku masuk kantornya siang" tersenyum jail.
Setelah mengatakan itu. Abdy mengeluarkan Hapenya dari kantong celananya, lalu menghubungi nomor Bi Lastri. Setelah sambungan telponnya tersambung dengan segera Abdy berkata.
"Bi, bukain pintu." Aby sengaja mengeluarkan nada suara lelahnya.
Lastri yang mendengar nada suara lelah putra majikannya, dengan segera bangun dari tidurnya, lalu berjalan ke keluar dari kamarnya. Lastri berlari-lari kecil menuju arah pintu utama, untuk segera membukakan pintu untuk Abdy.
Pintu di buka, dengan segera Lastri berkata. "Maaf, Aden, Bibi ketiduran, Aden pasti menunggu lama." Lastri melihat wajah Abdy yang terlihat begitu sangat lelah.
Abdy tersenyum hangat, lalu memeluk Bi Lastri. Setelah melepas pelukannya dari Lastri. Abdy pun berkata. "Maaf, ya Bi, karna udah menganggu tidur Bibi." Setelah mengatakan itu Abdy berjalan masuk ke dalam rumahnya, lalu melihat sekeliling yang terlihat gelap, hanya dapur saja yang terlihat terang daripada ruangan lainnya.
"Mama, udah tidur Bi?" melepas dasi yang Ia kenakan.
"Udah Den, semua orang udah pada tidur." berjalan di belakan Abdy "Apa Aden menginginkan sesuatu? kalau ada biar Bibi siapkan."
Abdy berbalik melihat ke arah Bi Lastri, sambil tersenyum lalu berkata. "Tidak Bi, aku tak memerlukan apa-apa lagi. Dan sebaiknya Bibi masuk, lalu tidur." Setelah mengatakan itu Abdy berjalan naik ke lantai atas, menuju arah kamarnya.
Lastri yang mendengar itu, mengangukkan kepalanya, Ia pun berjalan kembali menuju arah kamarnya, untuk kembali istirahat.
Abdy membuka pintu kamarnya, lalu masuk ke dalam...
*
__ADS_1
*
*