
Setelah semua pekerjaan di kantor selesai Abdy mengambil
jas, yang ia simpan di kursi kebesaran.nya lalu memakainya, dan setelah memakai
jasnya Abdy berjalan keluar dari dalam ruangannya untuk segera pulang ke
rumahnya.
Abdy melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata
karna ingin segera sampai di rumahnya karna ia merasa sangat merindukan
istrinya.
Dengan senyuman Abdy keluar dari dalam mobilnya ketika ia
sampai di depan pintu utama rumahnya, meskipun merasa lelah dengan semua
pekerjaan di kantor, namun setelah melihat wajah istrinya rasa lelah seketika
menghilang dari dirinya.
Abdy berjalan ke arah ruangan tamu, karna ia melihat
istrinya kini tengah tertidur di atas kursi ruangan tamu, sebelum ia melangkah
ia melihat ke arah jam yang ada di dindin rumahnya.
“Lisa sudah tertidur ini kan baru jam 7.30 malam, apa ia
sedang kelelahan karna seharian di kampus, atau ini masih epek datang bulannya?”
Abdy berbicara sendiri sebelum ia berjalan ke arah Lisa yang kini tengah
terlelap di atas kursi memangjang dan menjadikan tanganya sebagai bantal.
Abdy meletakkan tas yang selalu ia bawa ke kantor di atas
meja, lalu membungkuk di hadapan wajah Lisa, mungkin tidur Lisa terlalu nyenyak
hingga ia tidak menyadari kalau saat ini suaminya tengah berada di depan wajahnya.
Abdy tersenyum lalu mengusap lembut wajah istrinya yang kini
tengah terlelap dengan sangat nyenyaknya.
“Duh, cayang sampai ketiduran seperti ini,” ucap Abdy pelan sambil
mengecup lembut dahi istrinya.
Lisa yang merasakan sesuatu yang basah di dahinya membuka
mata dan melihat ke arah suaminya yang kini tengah tersenyum hangat melihat ke
arahnya.
“Hem,” mengucek mata “Kamu udah pulang Dy?” tanya Lisa
bangun dari tidurnya dan duduk di atas kursi sambil melihat ke arah Abdy yang
kini masih menjongkokkan tubuhnya.
“Iya, sayang aku baru saja pulang.” Abdy Berdiri lalu duduk
di sampin Lisa dengan tersenyum menatap wajah istrinya yang kini terlihat
sedikit membengkak mungkin epek baru bangun itulah yang terlintas dalam pikiran
Abdy ketika melihat wajah istrinya yang terlihat cabi.
“Dy, akan lebih baik kalau kamu segera membersikan diri,
setelah itu kita akan makan bersama.” Lisa melihat ke arah Abdy ketika selesai
mengatakan itu.
“Apa kamu masak?” tanya Abdy tersenyum.
Sebuah pertanyaan konyol yang keluar dari dalam mulut Abdy
yang menanyakan soal itu kepada istrinya, padahal Lisa selalu rajin masak
untuknya, bahkan Lisa selalu mengisi kotak makanan untuk Abdy makan siang di
kantornya karna ia tidak ingin jika suaminya makan, makanan yang tidak sehat di
luar kantornya, dan itu membuat Lisa merasa sedikit kesal mendengar pertanyaan
suaminya.
“Iya” kesal “Aku masak! memang aku tidak pernah masak untuk
kamu? Sehingga kamu bertanya seperti itu padaku?” ucap Lisa sedikit kesal
sambil memanyumkan bibirnya.
Abdy yang menyadari kalau saat ini istrinya merasa kesal
setelah mendengar ucapannya, tersenyum lalu merangkul tubuh Lisa yang kini
masih duduk di sampinnya.
“Maaf sayang.” Menarik hidung Lisa “Kamu jangan marah, aku
cuman menanyakan itu karna kehabisan kata-kata untuk aku ucapkan padamu.” Abdy
menciumi seluruh wajah Lisa ketika selesai mengatakan semua itu, karna jujur ia
sama sekali tidak ada niat untuk membuat istrinya merasa kesal seperti itu.
Lisa yang mendapat ciuman di seluruh wajahnya, merasa geli
dengan apa yang tengah Abdy lakukan saat ini kepadanya, hingga ia berkata.
“Sudah nanti kita lanjutkan, akan lebih baik jika kamu
membersikan diri terlebih dahulu setelah itu kita akan makan malam bersama, oya
aku juga sudah buat kue kesukaan kamu.” Ucap Lisa tersenyum manis melihat ke
arah wajah suaminya.
“Baiklah istriku,” mengecup sejenak bibir Lisa “ Aku akan
membersikan diri sekarang, dan setelah itu kita akan makan.”
Abdy berangjak dari atas kursi yang ia tempati duduk lalu
berjalan ke arah tangga, namun sebelum ia menaiki anak tangga Abdy berbalik
badan melihat ke arah Lisa yang kini tengah berjalan ke arah dapur.
“Lis” memanggil.
“Iya” berbalik badan melihat ke arah Abdy yang kini tengah
berdiri di anak tangga “Ada apa?” tanya Lisa pelan melihat ke arah Abdy.
“Buatkan aku kopi ya, aku mau minum kopi sambil menikmati
kue buatan kamu.”
“Oke, akan aku buatkan.” Lisa menaikkan jempolnya kepada
Abdy bertanda setuju akan membuatkannya kopi.
“Terimakasih sayang, aku mencintaimu, emua, emua, emua” Abdy
__ADS_1
melemparkan ciuman jauh untuk Lisa.
Lisa yang melihat tingkah lucu suaminya, hanya terkekeh
pelan karna ia merasa sangat lucu melihat tingkah Abdy yang terlalu kocak dan
naif.
Lisa mulai memanasi semua masakan yang ia masak karna uda
terlalu dingin, dan setelah selesai memanasi semuanya, Lisa menata semua
makanan dengan rapi di atas meja makan dan menanti suaminya untuk segera turun
makan malam bersamanya.
Sementara Abdy kembali memikirkan apa yang telah di katakan
istrinya ketika ia mencium seluruh wajah istrinya yang mengatakan, nanti kita
akan melanjutkanya.
Abdy merasa sedikit bingun mendengar ucapan istrinya, hingga
akhirnya ia berkata di bawah guyuran air yang mengalir dari dalam shower.
“Apa Lisa sudah berhenti datang bulan? Sehingga ia
mengatakan itu kepadaku, ah kalau memang iya, berarti aku akan melakukan malam
pertama malam ini, ye, ye, ye, malam pertama, ye, ye, ye, malam pertama.” Nyanyian
Abdy di dalam kamar mandi karna merasa sangat senang dan bahagia, Abdy tidak
berhenti menggoyangkan kepalanya karna merasa sangat senang, bahkan saat ini ia
tengah melompat-lompat di dalam kamar mandi dan membiarkan si tumang ikut
melompat.
Jika ada orang yang mendengar nyanyian Abdy saat ini, pasti
ia akan mengira kalau Abdy sudah tidak waras dan mereka bisa berpikir kalau
mungkin hingga saat ini ia belum melakukan yang namanya malam pertama.
Abdy memang terkenal dengan sifat playboy yang kocak, namun
ia selalu menjaga batas kewajarannya dalam bercinta dengan seoarang gadis.
Abdy memiliki banyak
kekasih, tiap hari, tiap malam ganti, tapi ia tidak pernah ada niat untuk
merusak ataupun melakukan sesuatu yang bejat kepada gadis-gadis yang ia
kencani, Abdy hanya melakukan sebatas ciuman, menyentuh apa yang di miliki
gadis-gadisnya.
Dan tidak jarang gadis-gadis yang Abdy kencani merelakan apa
yang ia punya untuk Abdy nikmati. bahkan ada yang meminta padanya untuk
melakukan hal itu dengannya, namun ia tetap menolak dengan alasan kita akan
melakukan hal indah itu setelah menikah.
Itulah Abdy meskipun ia memiliki banyak kekasih, namun
sekalipun ia tidak pernah melakukan hal indah itu dengan salah satu kekasihnya,
karna menurut Abdy pribadi hanya yang akan menjadi calon ibu dari anak-anaknya
yang akan berhak menikmati apa yang ia miliki, dan bukanlah untuk gadis-gadis
Dan yang berhak untuk mendapatkan semua itu hanya Lisa yang
kini tengah menjadi istrinya, namun hingga sampa seminggu menikah ia belum
pernah melakukan malam pertama itu, dan itu membuatnya merasa sedikit tidak waras karna terlalu
menginginkan malam pertama itu terjadi secepat mungkin.
Dengan perasaan senang Abdy keluar dari dalam kamar mandi,
berjalan ke arah lemari pakaian lalu mengambil pakaian santai untuk ia gunakan
saat ini.
Abdy tidak berhenti mengumbar senyuman cerianya, ketika ia
menurungi satu persatu anak tangga, melihat ke arah Lisa yang kini tengah
menantinya di kursi meja makan.
“Sayang” mengecup dahi Lisa dengan lembut “Aku sangat
kelaparan” mengelus perut lalu duduk di sampin tempat duduk Lisa.
Lisa yang melihat tingkah aneh Abdy mengerutkan dahi, namun
ia tidak mengatakan apapun ia hanya berpikir kalau saat ini suaminya hanya
merasa sangat kelaparan dan lelah bukan yang lainnya.
Lisa mulai menyajikan makanan untuk suaminya, sementara Abdy
tidak melepas penglihatannya dari seluruh tubuh istrinya, bahkan Abdy sampai
memukul bokong istrinya karna merasa sangat gemes.
“Kamu apa-apaan sih Dy, sakit tau.” ucap pelan Lisa dengan
nada suara manja.
“Abis kamu gemesin. Membuat aku pengen gigit dan memakanmu
sekarang juga.” Goda Abdy dengan pandangan yang selalu berhasil membuat wajah
Lisa merona seketika karna merasa sangat malu dengan apa yang di katakan
suaminya.
“Udah makan, tidak usah menggodaku seperti itu.”
Lisa meletakkan sepiring makanan di depan suaminya, lalu
mengambil juga untuk ia makan dan setelah itu mereka berdua makan sambil suap
menyuapi karna itu kemauan Abdy yang ingin makan jika Lisa yang menyuapinya,
dan ia sendiri yang menyuapi Lisa.
Abdy tidak berhenti terkekeh ketika menyuapi istrinya dengan
satu sendok penuh masuk ke dalam mulut Lisa, dan itu membuat Lisa agak susah
membuka mulutnya karna bibir dan mulut Lisa agak sedikit kecil. Dan itu membuat
Abdy berakat.
“Bibir istriku sempit banget sih, pasti itu juga sempit ya?”
tanya Abdy dengan senyuman jail mulai ia tunjukkan di bibirnya.
Lisa yang mengerti dengan apa maksud suaminya, menatap tajam
__ADS_1
ke arah wajah suaminya sambil berkata.
“Jangan bicara aneh-aneh tentangnya, kalau kamu mau dapat
jatah, kalau tidak mau silahkan bicara buruk tentangnya.” Lisa membela apa yang
ia miliki karna merasa sedikit tidak terima dengan apa yang baru saja suaminya
yang mengatai milikinya.
Abdy yang mendengarkan ucapan istrinya yang membahas soal
jatah, tersenyum senang karna tau maksud dari kata jatah itu.
Dengan pandangan jail melihat ke arah Lisa yang kini masih
menikmati makan malamnya, pelan-pelan ia mendekatkan bibirnya di telinga Lisa
lali berkata.
“Bagaimana apa kamu sudah selesai datang bulan? Kalau selesai
berarti malam pertama kita bisa di mulai malam ini.” Bisik pelan Abdy yang
membuat Lisa lansung membulatkan matanya karna merasa sedikit syok mendengar
bisikan suaminya yang terasa mengelitik di perutnya.
Uhuk, uhuk, uhuk.
Lisa lansung tersedat makanan yang ia makan setelah selesai
mendengar apa yang baru saj Abdy bisikkan di telinganya, dan itu membuat Abdy
merasa sangat terkejut melihat Lisa mengeluarkan semua yang ada di mulutnya
karna tersedat makanan, bahkan saat ini Abdy melihat wajah Lisa memerah dan
matanya mengeluarkan air mata akibat ia kesedat makanan.
Abdy dengan segera memberikan segelas air minum untuk Lisa
lalu berderi menepuk pelan bahu istrinya yang kini tidak berhenti batuk.
“Maaf, maafka aku sayang, sungguh aku tidak bermaksud
membuatmu seperti ini.” Abdy tidak berhenti menepuk pelan bahu Lisa hingga
batuknya mereka.
“Sudah Dy, aku tidak apa-apa.” Lisa memegan dadanya yang
terasa sedikit sakit mungkin epek batuk menurutnya.
Sementara Abdy yang melihat batuk istrinya mereda, segera
berjalan masuk ke dalam dapur untuk mengambil kain pel untuk membersikan semua
makanan yang Lisa muntahkan di atas meja karna tersedat makanan karna ulahnya.
Makan malam berlalu dengan sangat kocak, semua karna ulah
Abdy, dan kini mereka berdua tengah duduk berdampingan di depan telvisi
menikmati acara televisi.
Abdy memakan semua kue brownis yang Lisa buat untuknya, di
temani secankir kopi, Lisa yang melihat kue buatannya habis di makan oleh suaminya
tersenyum merasa sangat senang.
Lisa merasa sangat senang ketika kue buatannya kini telah
habis di makan suaminya, suatu kebahagian tersendiri menurut Lisa pribadi.
Setelah menghabiskan kue buatan istrinya, Abdy menyandarkan
kepalanya di bahu istrinya, dan kembali mengoda istrinya dengan kata-kata
andalan yang ia miliki.
“Lis apa kamu masih datang bulan?” tanya Abdy pelan, diikuti
oleh tangannya yang kini tengah masuk ke dalam baju yang Lisa kenakan.
Lisa yang melihat tingkah suaminya yang seperti ini, sudah
mengerti karna seminggu menikah Abdy sering melakukan itu, bahkan sebelum
mereka menikah Abdy sering melakukan itu padanya hingga hal itu menjadi hal
yang biasa baginya.
“Hem, memangnya kenapa? kamu menanyakan hal itu?” jawab Lisa
santai karna ia tengah sibuk menikmati siaran drama korea kesukaannya.
“Ya, ampun Lis, ini sudah 8 hari kita menikah, tapi aku
belum merasakan indahnya malam pertama. Apa kamu tidak kasihan sama si tumang?”
Lisa yang mendengar nama si tumang di sebut oleh suaminya,
dengan segera melihat ke arah wajah Abdy yang kini masih setia menyandarkan
wajahnya di bahunya.
“Kalau kamu mau melakukan malam pertama kita” terdiam
sejenak melihat ke arah Abdy yang kini tengah mengankat wajahnya dari bahunya.
“Kalau kamu mau melakukan malam pertama kita kenapa Lis?” tanya Abdy mengulang ucapan Lisa yang tidak
sampai.
“Kamu bisa melakukan malam ini, jika kamu mau, kalau kamu
tidak mau ya tidak masalah buat aku.” Lisa berkata santai, namun sebenarnya ia
juga mengharapkan malam pertama itu, cuman ia merasa malu kepada Abdy kalau ia
terlihat senang di hadapannya.
“Benarkah?” memastikan “Apa malam ini kita bisa
melakukannya?” tanya Abdy lansung menindih tubuh Lisa di atas sopa yang ia
tempati saat ini tengah bersantai bersama Lisa.
Lisa tidak bisa menjawab lagi pertanyaan suaminya karna saat
ini bibir Abdy mulai bermain di bibirnya dan mulai menelusuri setiap yang ada
di dalam mulut Lisa saat ini.
Kalau ada yang mengatakan kalau saat ini Abdy sangat ingin
melakukannya malam pertamanya, maka jawabannya adalah ia memang benar Abdy
sangat ingin melakukan malam pertamanya, karna sebagai penganting baru menahan
hasrat dalam diri selama seminggu bukanlah hal yang biasa bagi pasangan
penganting baru.
Abdy mulai menyentuh dan menjilati leher Lisa dan membuat
__ADS_1
tanda kepemilikan di sana....