Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.204


__ADS_3

Setelah semua pekerjaan di kantor selesai Abdy mengambil


jas, yang ia simpan di kursi kebesaran.nya lalu memakainya, dan setelah memakai


jasnya Abdy berjalan keluar dari dalam ruangannya untuk segera pulang ke


rumahnya.


Abdy melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata


karna ingin segera sampai di rumahnya karna ia merasa sangat merindukan


istrinya.


Dengan senyuman Abdy keluar dari dalam mobilnya ketika ia


sampai di depan pintu utama rumahnya, meskipun merasa lelah dengan semua


pekerjaan di kantor, namun setelah melihat wajah istrinya rasa lelah seketika


menghilang dari dirinya.


Abdy berjalan ke arah ruangan tamu, karna ia melihat


istrinya kini tengah tertidur di atas kursi ruangan tamu, sebelum ia melangkah


ia melihat ke arah jam yang ada di dindin rumahnya.


“Lisa sudah tertidur ini kan baru jam 7.30 malam, apa ia


sedang kelelahan karna seharian di kampus, atau ini masih epek datang bulannya?”


Abdy berbicara sendiri sebelum ia berjalan ke arah Lisa yang kini tengah


terlelap di atas kursi memangjang dan menjadikan tanganya sebagai bantal.


Abdy meletakkan tas yang selalu ia bawa ke kantor di atas


meja, lalu membungkuk di hadapan wajah Lisa, mungkin tidur Lisa terlalu nyenyak


hingga ia tidak menyadari kalau saat ini suaminya tengah berada di depan wajahnya.


Abdy tersenyum lalu mengusap lembut wajah istrinya yang kini


tengah terlelap dengan sangat nyenyaknya.


“Duh, cayang sampai ketiduran seperti ini,” ucap Abdy pelan sambil


mengecup lembut dahi istrinya.


Lisa yang merasakan sesuatu yang basah di dahinya membuka


mata dan melihat ke arah suaminya yang kini tengah tersenyum hangat melihat ke


arahnya.


“Hem,” mengucek mata “Kamu udah pulang Dy?” tanya Lisa


bangun dari tidurnya dan duduk di atas kursi sambil melihat ke arah Abdy yang


kini masih menjongkokkan tubuhnya.


“Iya, sayang aku baru saja pulang.” Abdy Berdiri lalu duduk


di sampin Lisa dengan tersenyum menatap wajah istrinya yang kini terlihat


sedikit membengkak mungkin epek baru bangun itulah yang terlintas dalam pikiran


Abdy ketika melihat wajah istrinya yang terlihat cabi.


“Dy, akan lebih baik kalau kamu segera membersikan diri,


setelah itu kita akan makan bersama.” Lisa melihat ke arah Abdy ketika selesai


mengatakan itu.


“Apa kamu masak?” tanya Abdy tersenyum.


Sebuah pertanyaan konyol yang keluar dari dalam mulut Abdy


yang menanyakan soal itu kepada istrinya, padahal Lisa selalu rajin masak


untuknya, bahkan Lisa selalu mengisi kotak makanan untuk Abdy makan siang di


kantornya karna ia tidak ingin jika suaminya makan, makanan yang tidak sehat di


luar kantornya, dan itu membuat Lisa merasa sedikit kesal mendengar pertanyaan


suaminya.


“Iya” kesal “Aku masak! memang aku tidak pernah masak untuk


kamu? Sehingga kamu bertanya seperti itu padaku?” ucap Lisa sedikit kesal


sambil memanyumkan bibirnya.


Abdy yang menyadari kalau saat ini istrinya merasa kesal


setelah mendengar ucapannya, tersenyum lalu merangkul tubuh Lisa yang kini


masih duduk di sampinnya.


“Maaf sayang.” Menarik hidung Lisa “Kamu jangan marah, aku


cuman menanyakan itu karna kehabisan kata-kata untuk aku ucapkan padamu.” Abdy


menciumi seluruh wajah Lisa ketika selesai mengatakan semua itu, karna jujur ia


sama sekali tidak ada niat untuk membuat istrinya merasa kesal seperti itu.


Lisa yang mendapat ciuman di seluruh wajahnya, merasa geli


dengan apa yang tengah Abdy lakukan saat ini kepadanya, hingga ia berkata.


“Sudah nanti kita lanjutkan, akan lebih baik jika kamu


membersikan diri terlebih dahulu setelah itu kita akan makan malam bersama, oya


aku juga sudah buat kue kesukaan kamu.” Ucap Lisa tersenyum manis melihat ke


arah wajah suaminya.


“Baiklah istriku,” mengecup sejenak bibir Lisa “ Aku akan


membersikan diri sekarang, dan setelah itu kita akan makan.”


Abdy berangjak dari atas kursi yang ia tempati duduk lalu


berjalan ke arah tangga, namun sebelum ia menaiki anak tangga Abdy berbalik


badan melihat ke arah Lisa yang kini tengah berjalan ke arah dapur.


“Lis” memanggil.


“Iya” berbalik badan melihat ke arah Abdy yang kini tengah


berdiri di anak tangga “Ada apa?” tanya Lisa pelan melihat ke arah Abdy.


“Buatkan aku kopi ya, aku mau minum kopi sambil menikmati


kue buatan kamu.”


“Oke, akan aku buatkan.” Lisa menaikkan jempolnya kepada


Abdy bertanda setuju akan membuatkannya kopi.


“Terimakasih sayang, aku mencintaimu, emua, emua, emua” Abdy

__ADS_1


melemparkan ciuman jauh untuk Lisa.


Lisa yang melihat tingkah lucu suaminya, hanya terkekeh


pelan karna ia merasa sangat lucu melihat tingkah Abdy yang terlalu kocak dan


naif.


Lisa mulai memanasi semua masakan yang ia masak karna uda


terlalu dingin, dan setelah selesai memanasi semuanya, Lisa menata semua


makanan dengan rapi di atas meja makan dan menanti suaminya untuk segera turun


makan malam bersamanya.


Sementara Abdy kembali memikirkan apa yang telah di katakan


istrinya ketika ia mencium seluruh wajah istrinya yang mengatakan, nanti kita


akan melanjutkanya.


Abdy merasa sedikit bingun mendengar ucapan istrinya, hingga


akhirnya ia berkata di bawah guyuran air yang mengalir dari dalam shower.


“Apa Lisa sudah berhenti datang bulan? Sehingga ia


mengatakan itu kepadaku, ah kalau memang iya, berarti aku akan melakukan malam


pertama malam ini, ye, ye, ye, malam pertama, ye, ye, ye, malam pertama.” Nyanyian


Abdy di dalam kamar mandi karna merasa sangat senang dan bahagia, Abdy tidak


berhenti menggoyangkan kepalanya karna merasa sangat senang, bahkan saat ini ia


tengah melompat-lompat di dalam kamar mandi dan membiarkan si tumang ikut


melompat.


Jika ada orang yang mendengar nyanyian Abdy saat ini, pasti


ia akan mengira kalau Abdy sudah tidak waras dan mereka bisa berpikir kalau


mungkin hingga saat ini ia belum melakukan yang namanya malam pertama.


Abdy memang terkenal dengan sifat playboy yang kocak, namun


ia selalu menjaga batas kewajarannya dalam bercinta dengan seoarang gadis.


 Abdy memiliki banyak


kekasih, tiap hari, tiap malam ganti, tapi ia tidak pernah ada niat untuk


merusak ataupun melakukan sesuatu yang bejat kepada gadis-gadis yang ia


kencani, Abdy hanya melakukan sebatas ciuman, menyentuh apa yang di miliki


gadis-gadisnya.


Dan tidak jarang gadis-gadis yang Abdy kencani merelakan apa


yang ia punya untuk Abdy nikmati. bahkan ada yang meminta padanya untuk


melakukan hal itu dengannya, namun ia tetap menolak dengan alasan kita akan


melakukan hal indah itu setelah menikah.


Itulah Abdy meskipun ia memiliki banyak kekasih, namun


sekalipun ia tidak pernah melakukan hal indah itu dengan salah satu kekasihnya,


karna menurut Abdy pribadi hanya yang akan menjadi calon ibu dari anak-anaknya


yang akan berhak menikmati apa yang ia miliki, dan bukanlah untuk gadis-gadis


Dan yang berhak untuk mendapatkan semua itu hanya Lisa yang


kini tengah menjadi istrinya, namun hingga sampa seminggu menikah ia belum


pernah melakukan malam pertama itu, dan itu membuatnya merasa  sedikit tidak waras karna terlalu


menginginkan malam pertama itu terjadi secepat mungkin.


Dengan perasaan senang Abdy keluar dari dalam kamar mandi,


berjalan ke arah lemari pakaian lalu mengambil pakaian santai untuk ia gunakan


saat ini.


Abdy tidak berhenti mengumbar senyuman cerianya, ketika ia


menurungi satu persatu anak tangga, melihat ke arah Lisa yang kini tengah


menantinya di kursi meja makan.


“Sayang” mengecup dahi Lisa dengan lembut “Aku sangat


kelaparan” mengelus perut lalu duduk di sampin tempat duduk Lisa.


Lisa yang melihat tingkah aneh Abdy mengerutkan dahi, namun


ia tidak mengatakan apapun ia hanya berpikir kalau saat ini suaminya hanya


merasa sangat kelaparan dan lelah bukan yang lainnya.


Lisa mulai menyajikan makanan untuk suaminya, sementara Abdy


tidak melepas penglihatannya dari seluruh tubuh istrinya, bahkan Abdy sampai


memukul bokong istrinya karna merasa sangat gemes.


“Kamu apa-apaan sih Dy, sakit tau.” ucap pelan Lisa dengan


nada suara manja.


“Abis kamu gemesin. Membuat aku pengen gigit dan memakanmu


sekarang juga.” Goda Abdy dengan pandangan yang selalu berhasil membuat wajah


Lisa merona seketika karna merasa sangat malu dengan apa yang di katakan


suaminya.


“Udah makan, tidak usah menggodaku seperti itu.”


Lisa meletakkan sepiring makanan di depan suaminya, lalu


mengambil juga untuk ia makan dan setelah itu mereka berdua makan sambil suap


menyuapi karna itu kemauan Abdy yang ingin makan jika Lisa yang menyuapinya,


dan ia sendiri yang menyuapi Lisa.


Abdy tidak berhenti terkekeh ketika menyuapi istrinya dengan


satu sendok penuh masuk ke dalam mulut Lisa, dan itu membuat Lisa agak susah


membuka mulutnya karna bibir dan mulut Lisa agak sedikit kecil. Dan itu membuat


Abdy berakat.


“Bibir istriku sempit banget sih, pasti itu juga sempit ya?”


tanya Abdy dengan senyuman jail mulai ia tunjukkan di bibirnya.


Lisa yang mengerti dengan apa maksud suaminya, menatap tajam

__ADS_1


ke arah wajah suaminya sambil berkata.


“Jangan bicara aneh-aneh tentangnya, kalau kamu mau dapat


jatah, kalau tidak mau silahkan bicara buruk tentangnya.” Lisa membela apa yang


ia miliki karna merasa sedikit tidak terima dengan apa yang baru saja suaminya


yang mengatai milikinya.


Abdy yang mendengarkan ucapan istrinya yang membahas soal


jatah, tersenyum senang karna tau maksud dari kata jatah itu.


Dengan pandangan jail melihat ke arah Lisa yang kini masih


menikmati makan malamnya, pelan-pelan ia mendekatkan bibirnya di telinga Lisa


lali berkata.


“Bagaimana apa kamu sudah selesai datang bulan? Kalau selesai


berarti malam pertama kita bisa di mulai malam ini.” Bisik pelan Abdy yang


membuat Lisa lansung membulatkan matanya karna merasa sedikit syok mendengar


bisikan suaminya yang terasa mengelitik di perutnya.


Uhuk, uhuk, uhuk.


Lisa lansung tersedat makanan yang ia makan setelah selesai


mendengar apa yang baru saj Abdy bisikkan di telinganya, dan itu membuat Abdy


merasa sangat terkejut melihat Lisa mengeluarkan semua yang ada di mulutnya


karna tersedat makanan, bahkan saat ini Abdy melihat wajah Lisa memerah dan


matanya mengeluarkan air mata akibat ia kesedat makanan.


Abdy dengan segera memberikan segelas air minum untuk Lisa


lalu berderi menepuk pelan bahu istrinya yang kini tidak berhenti batuk.


“Maaf, maafka aku sayang, sungguh aku tidak bermaksud


membuatmu seperti ini.” Abdy tidak berhenti menepuk pelan bahu Lisa hingga


batuknya mereka.


“Sudah Dy, aku tidak apa-apa.” Lisa memegan dadanya yang


terasa sedikit sakit mungkin epek batuk menurutnya.


Sementara Abdy yang melihat batuk istrinya mereda, segera


berjalan masuk ke dalam dapur untuk mengambil kain pel untuk membersikan semua


makanan yang Lisa muntahkan di atas meja karna tersedat makanan karna ulahnya.


Makan malam berlalu dengan sangat kocak, semua karna ulah


Abdy, dan kini mereka berdua tengah duduk berdampingan di depan telvisi


menikmati acara televisi.


Abdy memakan semua kue brownis yang Lisa buat untuknya, di


temani secankir kopi, Lisa yang melihat kue buatannya habis di makan oleh suaminya


tersenyum merasa sangat senang.


Lisa merasa sangat senang ketika kue buatannya kini telah


habis di makan suaminya, suatu kebahagian tersendiri menurut Lisa pribadi.


Setelah menghabiskan kue buatan istrinya, Abdy menyandarkan


kepalanya di bahu istrinya, dan kembali mengoda istrinya dengan kata-kata


andalan yang ia miliki.


“Lis apa kamu masih datang bulan?” tanya Abdy pelan, diikuti


oleh tangannya yang kini tengah masuk ke dalam baju yang Lisa kenakan.


Lisa yang melihat tingkah suaminya yang seperti ini, sudah


mengerti karna seminggu menikah Abdy sering melakukan itu, bahkan sebelum


mereka menikah Abdy sering melakukan itu padanya hingga hal itu menjadi hal


yang biasa baginya.


“Hem, memangnya kenapa? kamu menanyakan hal itu?” jawab Lisa


santai karna ia tengah sibuk menikmati siaran drama korea kesukaannya.


“Ya, ampun Lis, ini sudah 8 hari kita menikah, tapi aku


belum merasakan indahnya malam pertama. Apa kamu tidak kasihan sama si tumang?”


Lisa yang mendengar nama si tumang di sebut oleh suaminya,


dengan segera melihat ke arah wajah Abdy yang kini masih setia menyandarkan


wajahnya di bahunya.


“Kalau kamu mau melakukan malam pertama kita” terdiam


sejenak melihat ke arah Abdy yang kini tengah mengankat wajahnya dari bahunya.


“Kalau kamu mau melakukan malam pertama kita kenapa Lis?” tanya  Abdy mengulang ucapan Lisa yang tidak


sampai.


“Kamu bisa melakukan malam ini, jika kamu mau, kalau kamu


tidak mau ya tidak masalah buat aku.” Lisa berkata santai, namun sebenarnya ia


juga mengharapkan malam pertama itu, cuman ia merasa malu kepada Abdy kalau ia


terlihat senang di hadapannya.


“Benarkah?” memastikan “Apa malam ini kita bisa


melakukannya?” tanya Abdy lansung menindih tubuh Lisa di atas sopa yang ia


tempati saat ini tengah bersantai bersama Lisa.


Lisa tidak bisa menjawab lagi pertanyaan suaminya karna saat


ini bibir Abdy mulai bermain di bibirnya dan mulai menelusuri setiap yang ada


di dalam mulut Lisa saat ini.


Kalau ada yang mengatakan kalau saat ini Abdy sangat ingin


melakukannya malam pertamanya, maka jawabannya adalah ia memang benar Abdy


sangat ingin melakukan malam pertamanya, karna sebagai penganting baru menahan


hasrat dalam diri selama seminggu bukanlah hal yang biasa bagi pasangan


penganting baru.


Abdy mulai menyentuh dan menjilati leher Lisa dan membuat

__ADS_1


tanda kepemilikan di sana....


__ADS_2