
"Kenapa berhenti sayang?" tanya Becca pelan.
Namun Aby hanya terdiam mendengar pertanyaan istrinya. Melihat kediaman suaminya Becca turun dari gendongan suaminya, lalu mengikuti arah penglihatan Suaminya.
"Daddy." Becca melihat ke arah Hamish yang kini tengah melihat ke arahnya.
Tampa berkata apapun, Hamish tersenyum melihat ke arah putri dan menantunya, lalu berkata. "Lanjutkan, yang ingin kalian lakukan." setelah mengatakan itu Hamish berlalu meninggalkan keduanya.
Melihat Daddynya pergi, Becca kembali melihat ke arah Aby, sambil menaikkan kedua alisnya.
"Sayang, aku masih mau di gendong" tersenyum manja melihat ke arah wajah Aby.
Mendengar itu, Aby tersenyum sambil menarik hidung istrinya.
"Dasar, istri manjaku." setelah mengatakan itu Aby kembali mengbungkuk badan di hadapan Becca, dan kembali mengendong tubuh istrinya menuju arah dapur, karna saat ini Becca ingin makan sesuatu.
Aby sengaja memanjakan istrinya hari ini. Karna mulai besok, Aby akan mulai sangat sibuk dengan pekerjaan yang di berikan Ayah mertunya padanya.
Sementara di ruangan tamu, Hamish kedatangan tamu. Hamish sengaja mengundang Albert beserta dengan putranya datang ke kediamannya.
"Selamat datang kembali di kediamanku Albert." Hamish berjalan ke arah Albert lalu memeluknya dengan hangat.
Sementara Roy, hanya bisa menundukkan wajahnya karna merasa malu dengan apa yang tengah pernah Ia lakukan. Namun du dalam hati Roy berkata.
"Aku tak akan pernah menyerah, untuk mendapatkan Becca. Aku akan melakukan sesuatu, yang akan membuat Becca dan suaminya berpisah." Roy Melihat kesana-kemari mencari keberadaan Becca saat ini.
Namun sebuah suara tawa keluar dari dalam dapur Hamish. Mendengar itu Hamish juga ikut beralih melihat kenarah lorong menuju dapur rumahnya.
"Silahkan duduk." Hamish mempersilahkan Albert dan putranya duduk.
Mendengar ucapan Hamish, Albert dan putranya duduk. Namun sebelum Hamish melanjutkankan ucapannya dengan segera Albert berkata.
"Hamish, maafkan aku dan putraku." tertunduk "Aku sangat malu dengan apa yang telah di lakukan putraku pada putrimu. Aku mohon jangan putuskan hubungan persahabatan kita, dan juga bisnis kita."
Albert memohon agar Hamish bisa memaafkan semua yang telah di lakukan putranya. Albert juga takut Hamish akan menarik semua saham yang ada di perusahaannya.
Mendengar permintaan maaf Albert, Hamish tersenyum, lalu berkata.
__ADS_1
"Tenang saja, Albert." berkata santai "Aku tak akan melakukan itu, aku mengundangmu datang kemari, hanya untuk membahas soal perusahaan kita yang ada di swees. Dan soal perusahaan kita yang tengah mengalami kebangkrutan disini, Menantuku yang akan mengurusnya."
Setelah mengatakan itu, Hamish melihat ke arah Roy. Hamish tersenyum lalu berkata.
"Lupakan Becca, Roy." tersenyum "Karna saat ini, Becca telah menikah. Bahkan sebentar lagi, Ia akan segera menjadi seorang ibu." menatap wajah Roy "Becca sangat bahagia bersama suaminya. Aku bisa melihat semua itu."
Setelah mengatakan itu pada Roy. Hamish kembali melihat ke arah lorong dapur, karna disana suara Becca dan Aby terdengar jelas, mengema diruang tamu yang tengah di tempati Hamish dan kedua tamunya.
Mendengar suara bahagia Becca dan suamunya. Roy terlihat sangat kesal. Namun tetap berusaha menutupi di hadapan kedua orang tua yang tengah bersamanya.
Dengan senyum pelan. Roy berkata.
"Tentu saja, Om, aku tak akan pernah mengangu Becca lagi. Aku minta maaf karna telah melakukan kesalahan dengan cara menculik Becca." tersenyum.
Namun di balik senyuman Roy, tersimpang begitu banyak rencana buruk, untuk memisahkan Becca dan Suaminya.
Malam pun tiba, Becca yang merindukan suasana kota yang ada di negaranya, berencana ingin mengajak Aby keluar.
"Sayang." mendekat ke arah Aby yang tengah membaca dokument.
"Aku mau keluar." tersenyum senang.
Aby yang mendengar kata istrinya, berkata. "Keluar kemana?"
"Pengen jalan-jalan." berjalan ke arah lemari, untuk mengambil pakaian yang ingin Ia kenakan "Aku sangat merindukan suasana kota negara kelahiranku. Apa kamu mau menemaniku keluar?" menatap ke arah Aby.
Mendengar ucapan Becca dengan segera Aby berkata. "Tentu saja, aku tak akan membiarkan istriku keluar sendirian."
Setelah mengatakan itu, Aby berangjak dari duduknya, lalu berjalan mendekat ke arah Becca yang tengah mengenakan pakaian, yang memperlihatkan bentuk lekuk tubuhnya.
Melihat Becca mengenakan pakaian seperti itu. Aby berkata.
"Apa kamu tak memiliki pakaian yang lainnya?" Aby nampak tidak senang melihat gaun yang di kenakan Becca.
Mendengar ucapan Suaminya. Becca menyengitkan dahi, lalu Becca Berkata.
"Apa gaunku jelek? apa aku tak cocok mengenakan?" menatap ke arah cermin, sambil membolak-balikkan tubuhnya "Bagus, lalu kenapa kamu bertanya seperti itu?"
__ADS_1
melihat ke arah Aby yang kini tengah berdiri di belakannya.
Mendengar semua pertanyaan istrinya, Aby mendekat lalu berkata.
"Aku tak ingin, ada orang lain melihat keindahan bentuk tubuhmu." Aby menekankan kata orang lain.
Setelah mengatakan itu, Aby berjalan ke arah lemari, lalu memulai memilih pakaian yang akan istrinya kenakan. Satu persatu Aby mengeluarkan semua pakaian Becca yang ada di dalam lemari. Aby terlihat sangat kesal, karna tak menemukan pakaian yang layak Becca kenakan. Bukannya tak layak pakai. Namun semua gaun Becca semuanya sangat terbuka dan Aby tak suka melihat semua itu.
Hingga akhirnya Aby menemukan baju Couple yang berwarna putih. Aby mengambil baju tersebut lalu menyerahkan pada Becca.
"Pakai ini." menatap wajah istrinya yang terlihat tidak senang melihat pilihannya.
Becca mengambil baju kaos putih tersebut, lalu berkata.
"Apa!" menatap tajam ke arah Aby "Memakai ini? ngak salah aku keluar mengenakan pakaian ini? Ah, enggak, aku ngak mau mengenakannya." Becca kembali menyimpang baju kaos tersebut di dalam lemari.
Mendengar kata yang keluar dari mulut, Istrinya, Aby pun berkata.
"Harus pakai." mengeluarkan baju kaos itu lagi dari dalam lemari "Kalau kamu tak mau mengenakannya, kita tak usah keluar."
Mendengar itu, Becca nampak terlihat sangat kesal, Ia merasa Aby mulai terlalu memperlihatkan sifat posesifnya. Karna tak ingin bertengkar dengan Aby. Becca punya ide sendiri.
"Baiklah, aku akan mengenakannya." tersenyum manis "Asal kamu juga mengenakan pakaian ini." Becca mengambil baju kaos warna putih dari dalam lemarinya, lalu memberikannya pada Aby.
Aby mengambil pakaian itu lalu menatapnya. "Inikan sangat mirip dengan bajumu." melihat ke arah Becca.
"Memang iya, baju ini sangat mirip, cuman tulisan katanya saja yang berbeda. Ini untuk gadis dan ini untuk pemuda tampan sepertimumu"
Becca mengatakan itu dengan menunjuk kata yang tertulis di bagian depan baju tersebut.
Sebenarnya Becca membeli pakaian cauple itu, karna Ia ingin memakainya bersama Daddynya. Untuk memperlihatkan rasa sayangnya terhadap Daddynya. Namun semenjak kejadian itu. Becca tak memakainya. Dan kini keinginan Becca terkabul, yang ingin memakai pakaian couple itu bersama orang yang sangat Ia sayangi, yaitu bersama suaminya.
*
*
*
__ADS_1