
Setelah kepulangan Abdy Lisa, Lisa masuk ke dalam kamar
mandi untuk segera membesikan diri, karna mamanya baru saja mengatakan kalau ia
harus menjalani rutual pemakaian hena, yang akan di lakukan oleh seluuh anggota
keluarga.
Dengan perasaan senang dan bahagia Lisa berjalan masuk ke
dalam kamar mandi, ia menanggalkan satu persatu pakain yang ia kenakan lalu
menatap pantulan tubuhnya di cermin, dan melihat beberapa tanda merah yang
calon suaminya buat di bagian lenyalnya.
“Aku mencintaimu Dy, sangat mencintaimu.” Lisa memeluk
tubuhnya sendiri sambil tersenyum.
Di kediaman Armaja, terlihat sangat ramai, banyak sanak
saudara dari keluarga Atmaja dan datang ke rumahnya, karna mereka semua ingin
menhadiri acara pemakaian hena untuk ke dua putra Atmaja dan juga menantunya,
karna istri Aby telah bersatus menantu jadi mereka melakukan pemakaian hena
untuk tiga orang.
Becca nampak sangat senang ketika melihat tangannya telah di
hias dengan indah oleh penghias hena, ia tidak berhenti menatap tangannya,
karna ini baru pertama kali ia melihat adat yang di lakukan oleh keluarga
mertunya yang harus mengenakan hena di saat mereka ingin melakukan pernikahan.
Mengingat di negera
Becca, orang yang ingin menikah tidak akan melakukan hal yang seperti yang
tengah ia lakukan saat ini. Karna di negaranya hanya akan melakukan pernikahan
setelah itu mereka akan lansung merayakan resepsi pernikahan dan setelah itu
selesai.
Aby yang melihat senyum ceria istrinya sambil melihat ke
arah hena yang telah ia gunakan, berjalan mendekatinya karna saat ini Becca
tengah duduk di pinggir jendela.
“Sayang apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Aby pelan.
Aby duduk tepat di sampin Becca, melihat ke arah wajah
istrinya yang kini tidak berhenti tersenyum melihat ke arah henanya.
“Melihat ini” menunjukkan kedua tangan “ini sangat indah kan
By? Aku tidak menyangka kalau aku akan benar-benar mengenakan gaun pengantin
besok.”
Becca selalu berminpi setelah kecelakaan yang ia alami
menjelang pernikahannya yang akan di lakukan di Sydney waktu itu, membuatnya
selalu bermimpi ingin memakai gaun pengantin di atas panggun, duduk berduaan
dengan Aby sambil bercanda ria dan menanti para tamu untuk memberikan ucapan
selamat kepadanya.
Kini impian itu sedikit lagi akan terwujud mnegingat besok
mereka akan melakukan resepsi pernikahan itu di sebuah gedung mewah yang telah
di siapkan oleh keluarga Atmaja.
“Ini sangat indah sayang.” Aby mengecup lembut punggun Becca
dan itu di lehat jelas oleh Hamish yang baru saja memasuki kediaman Atmaja.
Hamish tersenyum berjalan ke arah putri dan menantunya,
dengan memasukkan tangannya ke dalam kanton celananya karna sudah menjadi ciri
khas dari Hamish yang terlihat keren namun bisa membuat orang merasa sangat
ketakutan jika ia mendengar suara datar itu keluar dari dalam mulutnya.
Namun tidak untuk anak dan menantunya, Hamish selalu bersikap
hangat kepada besan dan untuk keluarganya yang lainnya.
“Daddy tidak
menggangu kalian berdua?” Tanya Hamish tersenyum melihat ke arah anak dan
menantunya.
Aby dan Becca yang mendengar suara yang sangat ia kenal,
melihat ke arah Hamish yang kini tengah berdiri di hadapannya.
“Daddy.” Becca sangat senang melihat Daddynya.
Ia pun beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Hamish
dan lansung memeluknya.
“Aku sangat merindukanmu Dad.” Becca mengecup wajah kiri dan
kanan Hamish.
“Aku juga sangat merindukan putri kecilku.” Hamish mengecup
lembut dahi putranya dengan lembut,
“Dad. Coba lihat tanganku” memperlihatkan telapak tangan
“Ini sangat indah kan?” tanya Becca kembali melihat ke arah telapak tangannya.
Hamish yang melihat kebagian yang terpancar di wajah
putrinya, berkata. “Ini sangat indah sayang, seindah wajah putriku yang ceria
ini.” Hamish mencubit wajah putrinya ketika mengatakan itu kepada putrinya dan
itu membuat Aby tersenyum melihat ke arah mertua dan juga istrinya.
Aby berdiri di hadapan mertua dan istrinya, lalu ia memeluk
ayah mertunya dengan sangat hangat, sementara Hamish yang mendapat pelukan
hangat dari menantunya menepuk pelan bahu Aby sambil berkata.
“Semoga kamu dan putriku selalu bahagia.”
“Amin.” Ucap Becca dan Aby bersamaan.
Hamish melihat ke arah wajah putrinya lalu berkata, “Sayang
apa aku boleh meminjam suamimu sebentar?” tanya Hamish kepada putrinya.
“Tentu saja Dad, asal Daddy jangan membawanya jauh dariku,
karna aku akan mati jika Daddy sampai melakukan hal itu.” Becca terkekeh pelan
ketika selesaimengatakan itu kepada Hamish.
Aby yang mendengar ucapan istrinya ikut terkekeh, karna ia
merasa sangat lucu mendengar ucapan istrinya.
“Aku tidak akan membawanya jauh darimu sayang, justru aku
akan membuat anak menantuku satu untuk selamanya.” Hamish ikut terkekeh setelah
ia mengatakan itu kepada putrinya.
Hamish merasa ada sesuatu yang aneh setelah mengatakn itu
kepada putrinya, karna menurtutnya ia tidak pernah mengatakan hal konyol
seperti itu mengingat dirinya adalah orang tua tegas, dingin dan juga datar.
Bahkan Hamish mendapat julukan nama baru setelah ia melenyapkan seseorang yang
baru ini masuk mencuri ke dalam rumahnya, ia di sebut sebegai manusia berdarah
dingin, itulah julukan nama baru Hamish.
“Baiklah, aku juga ingin mencuci henaku, ini sepertinya
sudah kering.”
Becca berlalu meninggalkan suami dan juga Daddynya,
sementara Aby mengajak mertunya masuk ke dalam ruangan yang biasa ia gunakan
untuk membahas soal bisnis dengan Ayahnya.
“Silahkan masuk Dad.” Aby membuka pintu untuk Hamish masuk
ke dalam ruangan keraj Doni.
Hamish berjalan masuk menuju arah sopa, lalu duduk, di ikuti
oleh Aby di belakanngnya.
Lalu mereka berdua mulai membahas soal pengamanan yang telah
Hamish siapkan untuk berjaga di dalam dan diluar gedung yang akan mereka
gunakan besok untuk melakukan resepsi pernikahan.
“Semuanya telah siap Aby. Aku telah memanggil semua anggota
mafiaku dari Sydney dan juga para bodyguard kepercayaanku untuk menjaga keamanan
di lokasi gedung besok.” Hamis menjelaskan.
“Terimakasih Dad, karna telah menuruti permintaanku.” Jawab
Aby pelan dan sopan.
Aby datang menemui ayah mertuanya beberapa hari yang lalu
setelah hari resepsi pernikahan telah di tentukan, Aby meminta kepada Hamish
untuk menyiapkan para pengawal dan juga para bodyguard terpercaya Hamish untuk
ikut melakukan pengamanan, mengingat resepsi pernikahan yang akan berlansung
esok hari sangatlah besar dan sangat meriah, dan itu membuatnya ingin menambah
pengaman yang ektra.
Mengingat Aby memiliki banyak saingan di bidang bisnis dan
__ADS_1
tentu juga pasti akan banyak orang yang ingin menjatuhkannya, hingga Aby ingin
menambah pengamanan di gedung yang akan ia gunakan untuk melakukan resepsi
pernikahan besok.
Setelah selesai membahas soal, pengamanan besok, Hamish
pamit kepada putri dan juga menantunya karna ia ingin mengambangi kediaman
Rendi, ia ingin memberi selamat kepada Rendi dan juga Clarisa karna mereka
semua akan menjadi besanan.
Hingga saat ini Rendi belum mengetahui kalau Becca adalah
putri dari temannya Bella dan Hamish, ia juga belum mengetahui kalau ia besanan
dengan keluarga Atmaja, hingga itu yang membuat Hamish ingin datang menemui
keluarga Rendi sekaligus mengucapkan selamat atas pernikahan putrinya dengan putra
Atmaja.
Hamish mematikan mesin mobilnya ketika ia tengah sampai di
depan pintu gerban rumah Rendi, ia melihat pekarangan rumah Rendi nampak sangat
ramai dengan orang-orang yang tengah sibuk melakukan sebuah persiapan itulah
yang saat ini Hamish lihat.
Hamish turun dari mobilnya, lalu melangkahkan kaki masuk
melewati pintu gerban rumah Rendi. Hamish berdiri di hadapan pintu utama
melihat masuk ke dalam rumah Rendi yang telah di penuhi oleh para tamu-tamu.
Lisa yang melihat seseorang yang tidak asing baginya tengah
berdiri di depan pintu utama, sedikit terkejut karna tidak tau untuk apa Hamish
datang ke rumahnya.
Lisa mulai berpikir mungin kedatangan Daddy Becca untuk
membahas soal rumah yang telah di berikan untuknya, kalau bukan untuk membahas
soal itu apa lagi yang membawa mertua Aby datang ke rumahnya.
Lisa yang melihat itu dengan segera berjalan menghampiri Hamish yang masih berdiri di hadapan
pintu.
“Om” sapa Lisa pelan memeluk Hamish dengan hangat.
Hamish yang mendapat pelukan hangat dari Lisa hanya tersenyum
sampil menepuk pelan bahu Lisa, lalu berkata.
“Dimana ayah dan juga ibumu?” tanya Hamish pelan.
Lisa yang mendengar pertanyaan Hamish merasa sedikit bingun,
bingun karna Hamish mencari kebaradaan kedua orang tuanya karna Lisa tidak tau
kalau ke dua orang tua mereka memiliki pertemanan di waktu masih sangat muda,
tampa berkata ataupun menanyakan Lisa berkata.
“Baik, Om silahkan masuk dan duduk.” Lisa mempersilahkan
Hamish masuk, sementara ia berjalan
mencari dimana keberadaan ke dua orang tuanya.
Setelah menemukan keberadaan kedua orang tuanya, dengan
segera Lisa berkata kepada Rendi dan Juga Clarisa.
“Ma, pa. Ada nyariin di luar.”
“Siapa yang mencari kami? Apa kamu mengenalnya?” tanya Rendi
kepada putrinya.
“Daddy Becca, istri dari Aby sekaligus mertua Aby. Tadinya
aku berpikir kalau ia datang kemari ingin menemuiku namun ternyata ia mencari
keberadaan kalian.” Lisa sedikit menjelasakan.
“Baiklah kami berdua akan menemuinya, dan akan lebih baik
kamu membuatkan minum lalu bawa keluar dan jangan lupa bawa kuenya, agar Daddy
istri Aby tidak merasa kita abaikan.”
Rendi mengatakan itu karna ia tidak ingin tamunya merasa
tidak nyaman, mengingat kalau mertua dari istri Aby telah memberikan hadiah
yang sangat pantastis kepada putrinya dengan memberikannya sebuah rumah mewah
yang tidak bisa ia lakukan.
“Baik Yah, aku akan melakukannya.”
Rendi dan Clarisa keluar, berjalan ke arah ruang tamu dan
melihat seseorang yang dulu pernah ia kenal.
“Hamish.” Ucap pelan Rendi tidak percaya kalau saat ini
Rendi hanya mengira kalau saat ini ia hanya bermimpi melihat
Hamish berada di dalam rumahnya, mengetahui Hamish adalah orang yang sangat
sibuk di negaranya.
Hamish yang mdengar suara Rendi berdiri dari duduknya, lalu
melihat ke arah Rendi yang kini tengah berjalan ke arahnya.
“Hamish, ya Allah, aku tidak menyangka aku bisa bertemu
denganmu lagi.” Rendi memeluk dan menepuk pelan bahu Hamish.
Rendi tidak pernah menyangka kalau Hamish akan mendatangi
kediamannya setelah belasan tahun mereka tidak pernah bertemu lagi, karna
terakhir mereka bertemu tepat di hari pernikahannya dan setelah itu mereka
tidak pernah bertemu lagi.
Hamish yang mendapat pelukan hangan dan tepukan di bahunya
ikut melakukan apa yang tengah di lakukan Rendi kepadanya.
“Aku juga tidak menduga akan bertemu lagi denganmu.” Hamish
melepas pelukannya lalu melihat ke arah Clarisa yang kini tengah berdiri di
sampin Rendi.
“Clarisa, dari dulu sampai sekarang wajahmu tidak pernah
berubah masih tetap cantik sama seperti aku melihatmu di hari pernikahanmu.”
Clarisa yang mendengar pujian yang keluar dari dalam mulut
Hamish hanya tertawa pelan melihat ke arah Randi yang tengah melihat ke
arahnya.
“Kamu bisa saja Hamish, sekarang aku sudah tua, uda memiliki
putri yang sebentar lagi akan menikah.” Kata Clarisa pelan.
Rendi yang mendengar ucapan Hamish yang menyanjung
kecantikan istrinya, tersenyum lalu berkata.
“Oya, Bella mana? Pasti sekarang kamu juga sudah memiliki
banyak anak pasti semua sangat cantik dan tampan mengingat Bellasangat cantik
dan kamu sangat tampan.”
Rendi nampak sangat bersemangat menanyakan soal Bella
sahabat curhatnya yangtidak lain adalah mantan kekasih Doni dan sekaranga
menjadi istri Hamish.
Hamish yang mendengarkan pertanyaan Rendi yang menanyakan
soal istrinya menundukkan wajah, wajahnya terlihat sangat sedih.
Rendi yang melihat itu agak sedikit bingun hingga akhirnya
ia kemabali bertaka.
“Semuanya baik-baik saja kan?”Rendi memegan bahu Hamish.
Hamish mengankat wajahnya lalu melihat ke arah Doni yang
kini tengah memegan bahunya tersenyum melihat ke arah Rendi dan juga Clarisa.
“Tidak!, Bella telah meninggal beberapa tahun yang lalu ia
meninggalkanku bersama dengan putri yang sangat cantik dan pergi bersama dengan
putraku untuk selama-lamanya.” Wajah Hamish nampak sangat sedih ketika
mengatakan itu.
Bella meninggal dalam keadaan hamil anak kedua yang berjenis
kelamin laki-laki demi mempertahankan anak yang ia kandung Bella harus menahan rasa
sakit, hingga akhirnya ia meninggal dalam keadaan hamil.
Rendi dan Clarisa yang mendengar ucapan Hamish yang
mengatakan kalau istrinya telah tiada sangat terkejut dan juga sangat syok,
tidak menyangka Bella akan meninggalkan suaminya secepat itu.
Melihat kebahagian yang tengah di rasakan Bella dan Hamish
ketika di hari pernikahannya, mereka berdua tidak menyangka kalau Bella akan
tiada secepat itu, mungkin ini sudah takdir. Itulah yang ada dalam pikiran
Rendi dan Clarisa saat ini.
Hamish mencoba tersenyum meskipun hatinya terasa sangat
sakit dan sedih mengingat almarhuma istrinya.
“Baiklah ayo sekarang kita duduk.” Rendi mengajak Hamish
__ADS_1
untuk duduk karna dari tadi mereka hanya berdiri.
Rendi tidak ingin mengunkit nama orang yang selalu membuat kita
selalu merasa bersedih dan untuk itu Rendi membahas soal pernikahan putrinya
agar Hamish bisa kembali melupakan semua yang telah di tanyakan barusan.
Setelah beberasa saat Lisa keuar dari dapur dengan membawa
nampan yang berisi dengan tiga gelas teh dan juga kue. Dengan senyuman Lisa
meletakkan secangkir teh di hadapan Hamish dan juga kedua orang tunya.
“Terimakasih.” Ucap Hamish tersenyum melihat ke arah Lisa.
“Masama Om, itu cuman teh, justru aku ingin berterimakasih
banyak kepada Om karna telah memberiku hadiah yang tidak bisa aku bayankang,
rumah mewah beserta dengan isinya, apa itu tidak terlalu berlebihan?” tanya
pelan Lisa duduk di sampin mamanya.
Hamish yang mendengar ucapan Lisa hanya bisa tersenyum,
karna tidak tau harus menjawab apa, hingga akhirnya ia berkata.
“Putrimu sangat cantik Ren, selain cantik ia juga sangat
baik.” Melihat ke arah Rendi “Apa kamu tau apa saja telah di lakukan putrimu
untuk putriku?” tanya Hamish melihat ke arah Rendi dan Clarisa.
Rendi dan Clarisa yang mendengar ucapan Hamish merasa sangt
bingun dengan apa yang telah di lakukan Lisa untuk putri Hamish, mengingat ia
tidak pernah mengetahui apa saja yang di lakukan putrinya selama ia tinggal di
belanda, sementara Lisa di Paris hanya itu yang Rendi ketahui selebihnya ia
tidak pernah tau apa-apa dengan apa yang di lakukan putrinya.
“Memang apa yang telah di lakukan putriku kepada putrimu?”
tanya Rendi penasaran dengan apa yang baru saja Hamish katakan.
“Putrimu sangat luar biasa, karna putrimu, putriku kembali
dengan selamat, karna putrimu juga putriku telah kembali pulih seperti saat
ini. Lisa telah menolong putriku dari penyekapan yang di alaminya di Paris.”
Hamish mulai menjelaskan semua apa yang pernah Lisa lakukan
untuk putrinya, hingga ia mengangap Lisa sebagai putriny sendiri dan bukan
orang lain, hingga ia tidak segan-segan membelikan Lisa rumah mewah yang tidak
jauh dari rumah putrinya karna menurut Hamish akan lebih baik kalau rumah
putri-putrinya saling berdekatan.
Rendi yang mendengar semua cerita Hamish tidak percaya
dengan apa yang tengah Lisa lakukan untuk putri Hamish. Rendi melihat ke arah
putrinya lalu berkata.
“Maafkan ayah Lisa karna selama ini ayah tidak pernah
mengerti denganmu, dan dengan semua kebaikan yang tengah kamu lakukan.”
Wajah Rendi nampak sangat sedih ketika mengatakan itu, karna
selama ini ia telah memperlakukan Lisa dengan cara yang tidak baik menurutnya.
Lisa yang mendengar ucapan Ayahnya hanya tersenyum tidak
mengatakan apapun.
Dan untuk menghilangkan rasa kesedihan di wajah Rendi,
Hamish kembali berkata.
“Apa kamu tau Rendi, Clarisa?” menatap ke arah Rendi, lalu
melihat ke arah Clarisa “Kalau kita berdua bebesan dengan Doni, karna putriku
Rebecca adalah istri Aby sementara Lisa akan segera menjadi istri Abdy.” Hamish
tersenyum melihat ke arah Clarisa dan juga Rendi ketika selesai mengatakan itu.
“Apa Rebecca adalah putrimu dengan Bella?” tanya Rendi.
“Iya, dia adalah putriku, putri kecilku bersama dengan Bella.”
Wajah Hamish nampak sangat ceria ketika ia membahas soal putrinya.
“Pantas, sewaktu aku datang menemui Aby di kantornya, aku
melihat kemiripan di wajah putrimu itu, dia sangat baik sama seperti ibunya
yang baik.”
Rendi mengingat sejenak pertemuan singkatnya dengan Bella,
lalu beralih melihat ke arah Hamish yang kini tengah tersenyum melihatnya.
Setelah pertemuan dengan teman lama Rendi terlihat nampak
sangat senang, karna tidak menyangka kalau mereka akan di pertemukan kembali
oleh anak-anak mereka.
Waktu terus berlalu
tidak terasa malam telah tiba, di kediaman Atmaja nampak sangat ramai, di dalam
rumah penuh dengan para tamu, sementara di luar, halaman, pintu gerban rumah
Doni penuh dengan Bodyguar yang tengah berjaga-jaga. Bahkan para tamu yang
masuk harus melewati tahap pemeriksaan karna itu perintah Doni.
Karna ia tida ingin ada sesuatu yang buruk terjadi di dalam
kediamannya hingga ia meminta kepada para pengawal dan juga body guard yang
telah Hamish siapkan.
Sementara di dalam kamar, Aby nampak sangat kesal kepada
istrinya karna seharian ini Becca tidak memperhatikannya, yang Becca lakukan
seharian ini ikut berkumpul dengan para tamu-tamu yang datang ke rumah orang
tuanya.
“Heam.” Aby melempar kemeja yang ia kenakan di atas tempat
tidur ketika ia berada di dalam kamarnya “Terus saja gabung dengan ibu-ibu itu,
kamu tidak perlu memperdulikan aku lagi.” Aby melempar tubuhnya ke atas tempat
idur.
Becca yang baru saja mesuk ke dalam kamarnya, berjalan
mendekat ke arah Aby yang kini tengah tengkurap di atas tempat tidur.
“By.” Panggil Becca “Aby, apa kamu tidur?” tanya Becca duduk
di pinggir tempat tidur.
Namun yang di panggil tidak mengeluarkan suaranya, justru
saat ini ia tangah pura-pura tertidur.
Becca merebahkan tubuhnya dan menyimpan kepalanya di
belakang Aby, sambil memandang tangannya yang penuh dengan hena.
“Aby, apa kamu tidur?” tanya Becca lagi.
Becca bangun lalu melihat ke arah mata suaminya yang kini
tengah tertidur menurutnya. “Huff, udah tidur rupanya” tersenyum jail, karna ia
melihat mata Aby sedikit terbuka ia tau kalau saat ini Aby cuman pura-pura
tertidur “Padahal aku pengen melakukan sesuatu dengan mu malam ini, namun kamu
telah tertidur ya sudalah lain kali dan lain waktu kita akan melakukannya.”
Aby yang mendengar ucapan istrinya yang ingin melakukan
sesuatu dengannya, dengan segera membuka matanya, melihat ke arah Becca yang
kini ingin berangjak dari atas tempat tidur.
Becca ingin beranjak dari atas tempat tidur karna melihat
Aby tidak membuka kedua matanya, namun sebelum ia berdiri tangannya telah di
tarik oleh Aby dan itu membuatnya terjatuh di dalam pelukan suaminya.
“Apa kamu bilang barusan? Hem.” Mengecup lembut leher Becca “Apa
yang ingin kamu lakukan denganku? Hem” mengecup bibir Becca dan mendapat
sambutan hangat dari bibir istrinya.
Aby mengecup lembut bibir Becca lalu kecupannya turun ke
leher istrinya dan selanjutanya bibir Aby mulai memasuki gaun yang Becca
kenakan dan mulai melakukan kecupannya itu di bagian favoritnya yaitu bagian
kenyal istrinya.
Becca yang melihat suami melakukan hal itu kepadanya
berkata, “Apa yang ingin kamu lakukan?” mengacak rambut Aby karna saat ini Aby
mulai sibuk bermain di bagian favoritnya.
Aby mengankat wajah melihat ke arah wajah Becca ketika ia
mendengar pertanyaan istrinya, Aby pun berkata.
“Kamu kan ingin melakukan sesuatu denganku, kalau begitu ayo
kita lakukan sekarang karna aku juga sangat ingin melakukannya.”
Setelah mengatakan itu Aby kembali melanjutkan apa yang baru
saja ia lakukan, ia kembali menyusuri tiap tiap inci leher istrinya, namun ia
tidak meninggalkan tanda di sana, karna baginya cukup di bagian Favoritnya saja
yang penuh dengan tanda kepemilikannya.
__ADS_1