Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.194


__ADS_3

Setelah kepulangan Abdy Lisa, Lisa masuk ke dalam kamar


mandi untuk segera membesikan diri, karna mamanya baru saja mengatakan kalau ia


harus menjalani rutual pemakaian hena, yang akan di lakukan oleh seluuh anggota


keluarga.


Dengan perasaan senang dan bahagia Lisa berjalan masuk ke


dalam kamar mandi, ia menanggalkan satu persatu pakain yang ia kenakan lalu


menatap pantulan tubuhnya di cermin, dan melihat beberapa tanda merah yang


calon suaminya buat di bagian lenyalnya.


“Aku mencintaimu Dy, sangat mencintaimu.” Lisa memeluk


tubuhnya sendiri sambil tersenyum.


Di kediaman Armaja, terlihat sangat ramai, banyak sanak


saudara dari keluarga Atmaja dan datang ke rumahnya, karna mereka semua ingin


menhadiri acara pemakaian hena untuk ke dua putra Atmaja dan juga menantunya,


karna istri Aby telah bersatus menantu jadi mereka melakukan pemakaian hena


untuk tiga orang.


Becca nampak sangat senang ketika melihat tangannya telah di


hias dengan indah oleh penghias hena, ia tidak berhenti menatap tangannya,


karna ini baru pertama kali ia melihat adat yang di lakukan oleh keluarga


mertunya yang harus mengenakan hena di saat mereka ingin melakukan pernikahan.


 Mengingat di negera


Becca, orang yang ingin menikah tidak akan melakukan hal yang seperti yang


tengah ia lakukan saat ini. Karna di negaranya hanya akan melakukan pernikahan


setelah itu mereka akan lansung merayakan resepsi pernikahan dan setelah itu


selesai.


Aby yang melihat senyum ceria istrinya sambil melihat ke


arah hena yang telah ia gunakan, berjalan mendekatinya karna saat ini Becca


tengah duduk di pinggir jendela.


“Sayang apa yang kamu lakukan di sini?” tanya Aby pelan.


Aby duduk tepat di sampin Becca, melihat ke arah wajah


istrinya yang kini tidak berhenti tersenyum melihat ke arah henanya.


“Melihat ini” menunjukkan kedua tangan “ini sangat indah kan


By? Aku tidak menyangka kalau aku akan benar-benar mengenakan gaun pengantin


besok.”


Becca selalu berminpi setelah kecelakaan yang ia alami


menjelang pernikahannya yang akan di lakukan di Sydney waktu itu, membuatnya


selalu bermimpi ingin memakai gaun pengantin di atas panggun, duduk berduaan


dengan Aby sambil bercanda ria dan menanti para tamu untuk memberikan ucapan


selamat kepadanya.


Kini impian itu sedikit lagi akan terwujud mnegingat besok


mereka akan melakukan resepsi pernikahan itu di sebuah gedung mewah yang telah


di siapkan oleh keluarga Atmaja.


“Ini sangat indah sayang.” Aby mengecup lembut punggun Becca


dan itu di lehat jelas oleh Hamish yang baru saja memasuki kediaman Atmaja.


Hamish tersenyum berjalan ke arah putri dan menantunya,


dengan memasukkan tangannya ke dalam kanton celananya karna sudah menjadi ciri


khas dari Hamish yang terlihat keren namun bisa membuat orang merasa sangat


ketakutan jika ia mendengar suara datar itu keluar dari dalam mulutnya.


Namun tidak untuk anak dan menantunya, Hamish selalu bersikap


hangat kepada besan dan untuk keluarganya yang lainnya.


 “Daddy tidak


menggangu kalian berdua?” Tanya Hamish tersenyum melihat ke arah anak dan


menantunya.


Aby dan Becca yang mendengar suara yang sangat ia kenal,


melihat ke arah Hamish yang kini tengah berdiri di hadapannya.


“Daddy.” Becca sangat senang melihat Daddynya.


Ia pun beranjak dari duduknya lalu berjalan ke arah Hamish


dan lansung memeluknya.


“Aku sangat merindukanmu Dad.” Becca mengecup wajah kiri dan


kanan Hamish.


“Aku juga sangat merindukan putri kecilku.” Hamish mengecup


lembut dahi putranya dengan lembut,


“Dad. Coba lihat tanganku” memperlihatkan telapak tangan


“Ini sangat indah kan?” tanya Becca kembali melihat ke arah telapak tangannya.


Hamish yang melihat kebagian yang terpancar di wajah


putrinya, berkata. “Ini sangat indah sayang, seindah wajah putriku yang ceria


ini.” Hamish mencubit wajah putrinya ketika mengatakan itu kepada putrinya dan


itu membuat Aby tersenyum melihat ke arah mertua dan juga istrinya.


Aby berdiri di hadapan mertua dan istrinya, lalu ia memeluk


ayah mertunya dengan sangat hangat, sementara Hamish yang mendapat pelukan


hangat dari menantunya menepuk pelan bahu Aby sambil berkata.


“Semoga kamu dan putriku selalu bahagia.”


“Amin.” Ucap Becca dan Aby bersamaan.


Hamish melihat ke arah wajah putrinya lalu berkata, “Sayang


apa aku boleh meminjam suamimu sebentar?” tanya Hamish kepada putrinya.


“Tentu saja Dad, asal Daddy jangan membawanya jauh dariku,


karna aku akan mati jika Daddy sampai melakukan hal itu.” Becca terkekeh pelan


ketika selesaimengatakan itu kepada Hamish.


Aby yang mendengar ucapan istrinya ikut terkekeh, karna ia


merasa sangat lucu mendengar ucapan istrinya.


“Aku tidak akan membawanya jauh darimu sayang, justru aku


akan membuat anak menantuku satu untuk selamanya.” Hamish ikut terkekeh setelah


ia mengatakan itu kepada putrinya.


Hamish merasa ada sesuatu yang aneh setelah mengatakn itu


kepada putrinya, karna menurtutnya ia tidak pernah mengatakan hal konyol


seperti itu mengingat dirinya adalah orang tua tegas, dingin dan juga datar.


Bahkan Hamish mendapat julukan nama baru setelah ia melenyapkan seseorang yang


baru ini masuk mencuri ke dalam rumahnya, ia di sebut sebegai manusia berdarah


dingin, itulah julukan nama baru Hamish.


“Baiklah, aku juga ingin mencuci henaku, ini sepertinya


sudah kering.”


Becca berlalu meninggalkan suami dan juga Daddynya,


sementara Aby mengajak mertunya masuk ke dalam ruangan yang biasa ia gunakan


untuk membahas soal bisnis dengan Ayahnya.


“Silahkan masuk Dad.” Aby membuka pintu untuk Hamish masuk


ke dalam ruangan keraj Doni.


Hamish berjalan masuk menuju arah sopa, lalu duduk, di ikuti


oleh Aby di belakanngnya.


Lalu mereka berdua mulai membahas soal pengamanan yang telah


Hamish siapkan untuk berjaga di dalam dan diluar gedung yang akan mereka


gunakan besok untuk melakukan resepsi pernikahan.


“Semuanya telah siap Aby. Aku telah memanggil semua anggota


mafiaku dari Sydney dan juga para bodyguard kepercayaanku untuk menjaga keamanan


di lokasi gedung besok.” Hamis menjelaskan.


“Terimakasih Dad, karna telah menuruti permintaanku.” Jawab


Aby pelan dan sopan.


Aby datang menemui ayah mertuanya beberapa hari yang lalu


setelah hari resepsi pernikahan telah di tentukan, Aby meminta kepada Hamish


untuk menyiapkan para pengawal dan juga para bodyguard terpercaya Hamish untuk


ikut melakukan pengamanan, mengingat resepsi pernikahan yang akan berlansung


esok hari sangatlah besar dan sangat meriah, dan itu membuatnya ingin menambah


pengaman yang ektra.


Mengingat Aby memiliki banyak saingan di bidang bisnis dan

__ADS_1


tentu juga pasti akan banyak orang yang ingin menjatuhkannya, hingga Aby ingin


menambah pengamanan di gedung yang akan ia gunakan untuk melakukan resepsi


pernikahan besok.


Setelah selesai membahas soal, pengamanan besok, Hamish


pamit kepada putri dan juga menantunya karna ia ingin mengambangi kediaman


Rendi, ia ingin memberi selamat kepada Rendi dan juga Clarisa karna mereka


semua akan menjadi besanan.


Hingga saat ini Rendi belum mengetahui kalau Becca adalah


putri dari temannya Bella dan Hamish, ia juga belum mengetahui kalau ia besanan


dengan keluarga Atmaja, hingga itu yang membuat Hamish ingin datang menemui


keluarga Rendi sekaligus mengucapkan selamat atas pernikahan putrinya dengan putra


Atmaja.


Hamish mematikan mesin mobilnya ketika ia tengah sampai di


depan pintu gerban rumah Rendi, ia melihat pekarangan rumah Rendi nampak sangat


ramai dengan orang-orang yang tengah sibuk melakukan sebuah persiapan itulah


yang saat ini Hamish lihat.


Hamish turun dari mobilnya, lalu melangkahkan kaki masuk


melewati pintu gerban rumah Rendi. Hamish berdiri di hadapan pintu utama


melihat masuk ke dalam rumah Rendi yang telah di penuhi oleh para tamu-tamu.


Lisa yang melihat seseorang yang tidak asing baginya tengah


berdiri di depan pintu utama, sedikit terkejut karna tidak tau untuk apa Hamish


datang ke rumahnya.


Lisa mulai berpikir mungin kedatangan Daddy Becca untuk


membahas soal rumah yang telah di berikan untuknya, kalau bukan untuk membahas


soal itu apa lagi yang membawa mertua Aby datang ke rumahnya.


Lisa yang melihat itu  dengan segera berjalan menghampiri Hamish yang masih berdiri di hadapan


pintu.


“Om” sapa Lisa pelan memeluk Hamish dengan hangat.


Hamish yang mendapat pelukan hangat dari Lisa hanya tersenyum


sampil menepuk pelan bahu Lisa, lalu berkata.


“Dimana ayah dan juga ibumu?” tanya Hamish pelan.


Lisa yang mendengar pertanyaan Hamish merasa sedikit bingun,


bingun karna Hamish mencari kebaradaan kedua orang tuanya karna Lisa tidak tau


kalau ke dua orang tua mereka memiliki pertemanan di waktu masih sangat muda,


tampa berkata ataupun menanyakan Lisa berkata.


“Baik, Om silahkan masuk dan duduk.” Lisa mempersilahkan


Hamish masuk, sementara  ia berjalan


mencari dimana keberadaan ke dua orang tuanya.


Setelah menemukan keberadaan kedua orang tuanya, dengan


segera Lisa berkata kepada Rendi dan Juga Clarisa.


“Ma, pa. Ada nyariin di luar.”


“Siapa yang mencari kami? Apa kamu mengenalnya?” tanya Rendi


kepada putrinya.


“Daddy Becca, istri dari Aby sekaligus mertua Aby. Tadinya


aku berpikir kalau ia datang kemari ingin menemuiku namun ternyata ia mencari


keberadaan kalian.” Lisa sedikit menjelasakan.


“Baiklah kami berdua akan menemuinya, dan akan lebih baik


kamu membuatkan minum lalu bawa keluar dan jangan lupa bawa kuenya, agar Daddy


istri Aby tidak merasa kita abaikan.”


Rendi mengatakan itu karna ia tidak ingin tamunya merasa


tidak nyaman, mengingat kalau mertua dari istri Aby telah memberikan hadiah


yang sangat pantastis kepada putrinya dengan memberikannya sebuah rumah mewah


yang tidak bisa ia lakukan.


“Baik Yah, aku akan melakukannya.”


Rendi dan Clarisa keluar, berjalan ke arah ruang tamu dan


melihat seseorang yang dulu pernah ia kenal.


“Hamish.” Ucap pelan Rendi tidak percaya kalau saat ini


Rendi hanya mengira kalau saat ini ia hanya bermimpi melihat


Hamish berada di dalam rumahnya, mengetahui Hamish adalah orang yang sangat


sibuk di negaranya.


Hamish yang mdengar suara Rendi berdiri dari duduknya, lalu


melihat ke arah Rendi yang kini tengah berjalan ke arahnya.


“Hamish, ya Allah, aku tidak menyangka aku bisa bertemu


denganmu lagi.” Rendi memeluk dan menepuk pelan bahu Hamish.


Rendi tidak pernah menyangka kalau Hamish akan mendatangi


kediamannya setelah belasan tahun mereka tidak pernah bertemu lagi, karna


terakhir mereka bertemu tepat di hari pernikahannya dan setelah itu mereka


tidak pernah bertemu lagi.


Hamish yang mendapat pelukan hangan dan tepukan di bahunya


ikut melakukan apa yang tengah di lakukan Rendi kepadanya.


“Aku juga tidak menduga akan bertemu lagi denganmu.” Hamish


melepas pelukannya lalu melihat ke arah Clarisa yang kini tengah berdiri di


sampin Rendi.


“Clarisa, dari dulu sampai sekarang wajahmu tidak pernah


berubah masih tetap cantik sama seperti aku melihatmu di hari pernikahanmu.”


Clarisa yang mendengar pujian yang keluar dari dalam mulut


Hamish hanya tertawa pelan melihat ke arah Randi yang tengah melihat ke


arahnya.


“Kamu bisa saja Hamish, sekarang aku sudah tua, uda memiliki


putri yang sebentar lagi akan menikah.” Kata Clarisa pelan.


Rendi yang mendengar ucapan Hamish yang menyanjung


kecantikan istrinya, tersenyum lalu berkata.


“Oya, Bella mana? Pasti sekarang kamu juga sudah memiliki


banyak anak pasti semua sangat cantik dan tampan mengingat Bellasangat cantik


dan kamu sangat tampan.”


Rendi nampak sangat bersemangat menanyakan soal Bella


sahabat curhatnya yangtidak lain adalah mantan kekasih Doni dan sekaranga


menjadi istri Hamish.


Hamish yang mendengarkan pertanyaan Rendi yang menanyakan


soal istrinya menundukkan wajah, wajahnya terlihat sangat sedih.


Rendi yang melihat itu agak sedikit bingun hingga akhirnya


ia kemabali bertaka.


“Semuanya baik-baik saja kan?”Rendi memegan bahu Hamish.


Hamish mengankat wajahnya lalu melihat ke arah Doni yang


kini tengah memegan bahunya tersenyum melihat ke arah Rendi dan juga Clarisa.


“Tidak!, Bella telah meninggal beberapa tahun yang lalu ia


meninggalkanku bersama dengan putri yang sangat cantik dan pergi bersama dengan


putraku untuk selama-lamanya.” Wajah Hamish nampak sangat sedih ketika


mengatakan itu.


Bella meninggal dalam keadaan hamil anak kedua yang berjenis


kelamin laki-laki demi mempertahankan anak yang ia kandung Bella harus menahan rasa


sakit, hingga akhirnya ia meninggal dalam keadaan hamil.


Rendi dan Clarisa yang mendengar ucapan Hamish yang


mengatakan kalau istrinya telah tiada sangat terkejut dan juga sangat syok,


tidak menyangka Bella akan meninggalkan suaminya secepat itu.


Melihat kebahagian yang tengah di rasakan Bella dan Hamish


ketika di hari pernikahannya, mereka berdua tidak menyangka kalau Bella akan


tiada secepat itu, mungkin ini sudah takdir. Itulah yang ada dalam pikiran


Rendi dan Clarisa saat ini.


Hamish mencoba tersenyum meskipun hatinya terasa sangat


sakit dan sedih mengingat almarhuma istrinya.


“Baiklah ayo sekarang kita duduk.” Rendi mengajak Hamish

__ADS_1


untuk duduk karna dari tadi mereka hanya berdiri.


Rendi tidak ingin mengunkit nama orang yang selalu membuat kita


selalu merasa bersedih dan untuk itu Rendi membahas soal pernikahan putrinya


agar Hamish bisa kembali melupakan semua yang telah di tanyakan barusan.


Setelah beberasa saat Lisa keuar dari dapur dengan membawa


nampan yang berisi dengan tiga gelas teh dan juga kue. Dengan senyuman Lisa


meletakkan secangkir teh di hadapan Hamish dan juga kedua orang tunya.


“Terimakasih.” Ucap Hamish tersenyum melihat ke arah Lisa.


“Masama Om, itu cuman teh, justru aku ingin berterimakasih


banyak kepada Om karna telah memberiku hadiah yang tidak bisa aku bayankang,


rumah mewah beserta dengan isinya, apa itu tidak terlalu berlebihan?” tanya


pelan Lisa duduk di sampin mamanya.


Hamish yang mendengar ucapan Lisa hanya bisa tersenyum,


karna tidak tau harus menjawab apa, hingga akhirnya ia berkata.


“Putrimu sangat cantik Ren, selain cantik ia juga sangat


baik.” Melihat ke arah Rendi “Apa kamu tau apa saja telah di lakukan putrimu


untuk putriku?” tanya Hamish melihat ke arah Rendi dan Clarisa.


Rendi dan Clarisa yang mendengar ucapan Hamish merasa sangt


bingun dengan apa yang telah di lakukan Lisa untuk putri Hamish, mengingat ia


tidak pernah mengetahui apa saja yang di lakukan putrinya selama ia tinggal di


belanda, sementara Lisa di Paris hanya itu yang Rendi ketahui selebihnya ia


tidak pernah tau apa-apa dengan apa yang di lakukan putrinya.


“Memang apa yang telah di lakukan putriku kepada putrimu?”


tanya Rendi penasaran dengan apa yang baru saja Hamish katakan.


“Putrimu sangat luar biasa, karna putrimu, putriku kembali


dengan selamat, karna putrimu juga putriku telah kembali pulih seperti saat


ini. Lisa telah menolong putriku dari penyekapan yang di alaminya di Paris.”


Hamish mulai menjelaskan semua apa yang pernah Lisa lakukan


untuk putrinya, hingga ia mengangap Lisa sebagai putriny sendiri dan bukan


orang lain, hingga ia tidak segan-segan membelikan Lisa rumah mewah yang tidak


jauh dari rumah putrinya karna menurut Hamish akan lebih baik kalau rumah


putri-putrinya saling berdekatan.


Rendi yang mendengar semua cerita Hamish tidak percaya


dengan apa yang tengah Lisa lakukan untuk putri Hamish. Rendi melihat ke arah


putrinya lalu berkata.


“Maafkan ayah Lisa karna selama ini ayah tidak pernah


mengerti denganmu, dan dengan semua kebaikan yang tengah kamu lakukan.”


Wajah Rendi nampak sangat sedih ketika mengatakan itu, karna


selama ini ia telah memperlakukan Lisa dengan cara yang tidak baik menurutnya.


Lisa yang mendengar ucapan Ayahnya hanya tersenyum tidak


mengatakan apapun.


Dan untuk menghilangkan rasa kesedihan di wajah Rendi,


Hamish kembali berkata.


“Apa kamu tau Rendi, Clarisa?” menatap ke arah Rendi, lalu


melihat ke arah Clarisa “Kalau kita berdua bebesan dengan Doni, karna putriku


Rebecca adalah istri Aby sementara Lisa akan segera menjadi istri Abdy.” Hamish


tersenyum melihat ke arah Clarisa dan juga Rendi ketika selesai mengatakan itu.


“Apa Rebecca adalah putrimu dengan Bella?” tanya Rendi.


“Iya, dia adalah putriku, putri kecilku bersama dengan Bella.”


Wajah Hamish nampak sangat ceria ketika ia membahas soal putrinya.


“Pantas, sewaktu aku datang menemui Aby di kantornya, aku


melihat kemiripan di wajah putrimu itu, dia sangat baik sama seperti ibunya


yang baik.”


Rendi mengingat sejenak pertemuan singkatnya dengan Bella,


lalu beralih melihat ke arah Hamish yang kini tengah tersenyum melihatnya.


Setelah pertemuan dengan teman lama Rendi terlihat nampak


sangat senang, karna tidak menyangka kalau mereka akan di pertemukan kembali


oleh anak-anak mereka.


 Waktu terus berlalu


tidak terasa malam telah tiba, di kediaman Atmaja nampak sangat ramai, di dalam


rumah penuh dengan para tamu, sementara di luar, halaman, pintu gerban rumah


Doni penuh dengan Bodyguar yang tengah berjaga-jaga. Bahkan para tamu yang


masuk harus melewati tahap pemeriksaan karna itu perintah Doni.


Karna ia tida ingin ada sesuatu yang buruk terjadi di dalam


kediamannya hingga ia meminta kepada para pengawal dan juga body guard yang


telah Hamish siapkan.


Sementara di dalam kamar, Aby nampak sangat kesal kepada


istrinya karna seharian ini Becca tidak memperhatikannya, yang Becca lakukan


seharian ini ikut berkumpul dengan para tamu-tamu yang datang ke rumah orang


tuanya.


“Heam.” Aby melempar kemeja yang ia kenakan di atas tempat


tidur ketika ia berada di dalam kamarnya “Terus saja gabung dengan ibu-ibu itu,


kamu tidak perlu memperdulikan aku lagi.” Aby melempar tubuhnya ke atas tempat


idur.


Becca yang baru saja mesuk ke dalam kamarnya, berjalan


mendekat ke arah Aby yang kini tengah tengkurap di atas tempat tidur.


“By.” Panggil Becca “Aby, apa kamu tidur?” tanya Becca duduk


di pinggir tempat tidur.


Namun yang di panggil tidak mengeluarkan suaranya, justru


saat ini ia tangah pura-pura tertidur.


Becca merebahkan tubuhnya dan menyimpan kepalanya di


belakang Aby, sambil memandang tangannya yang penuh dengan hena.


“Aby, apa kamu tidur?” tanya Becca lagi.


Becca bangun lalu melihat ke arah mata suaminya yang kini


tengah tertidur menurutnya. “Huff, udah tidur rupanya” tersenyum jail, karna ia


melihat mata Aby sedikit terbuka ia tau kalau saat ini Aby cuman pura-pura


tertidur “Padahal aku pengen melakukan sesuatu dengan mu malam ini, namun kamu


telah tertidur ya sudalah lain kali dan lain waktu kita akan melakukannya.”


Aby yang mendengar ucapan istrinya yang ingin melakukan


sesuatu dengannya, dengan segera membuka matanya, melihat ke arah Becca yang


kini ingin berangjak dari atas tempat tidur.


Becca ingin beranjak dari atas tempat tidur karna melihat


Aby tidak membuka kedua matanya, namun sebelum ia berdiri tangannya telah di


tarik oleh Aby dan itu membuatnya terjatuh di dalam pelukan suaminya.


“Apa kamu bilang barusan? Hem.” Mengecup lembut leher Becca “Apa


yang ingin kamu lakukan denganku? Hem” mengecup bibir Becca dan mendapat


sambutan hangat dari bibir istrinya.


Aby mengecup lembut bibir Becca lalu kecupannya turun ke


leher istrinya dan selanjutanya bibir Aby mulai memasuki gaun yang Becca


kenakan dan mulai melakukan kecupannya itu di bagian favoritnya yaitu bagian


kenyal istrinya.


Becca yang melihat suami melakukan hal itu kepadanya


berkata, “Apa yang ingin kamu lakukan?” mengacak rambut Aby karna saat ini Aby


mulai sibuk bermain di bagian favoritnya.


Aby mengankat wajah melihat ke arah wajah Becca ketika ia


mendengar pertanyaan istrinya, Aby pun berkata.


“Kamu kan ingin melakukan sesuatu denganku, kalau begitu ayo


kita lakukan sekarang karna aku juga sangat ingin melakukannya.”


Setelah mengatakan itu Aby kembali melanjutkan apa yang baru


saja ia lakukan, ia kembali menyusuri tiap tiap inci leher istrinya, namun ia


tidak meninggalkan tanda di sana, karna baginya cukup di bagian Favoritnya saja


yang penuh dengan tanda kepemilikannya.

__ADS_1


__ADS_2