Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 76


__ADS_3

"Ya, ampun Arlin suhu badan kamu terlalu panas." Arka terlihat sedikit panik ketika memegan dahi Arlin, yang telah beberapa kali di kompresnya.


Arka kemudian berangjak dari sampin Arlin. untuk mencari obat penurung demam. Arka membuka satu persatu laci yang ada di dalam kamar Arlin. Hingga akhirnya Arka menemukan sebuah kotak P3k. Dengan segera membukanya lalu mencari obat yang bisa menurunkan demam Arlin. Setelah menemukan, Arka berjalan ke arah tempat Arlin merebahkan dirinya.


Pelan -pelan Arka memberikan obat penurun panas itu pada Arlin. Setelah selesai Arka memperbaiki selimut yang Arlin kenakan.


"Semoga panasnya cepat turun." Arka melihat ke arah Arlin, lalu kembali lagi berka. "Ini semua gara -gara aku, kalau bukan karna aku yang mengajaknya makan siang di kantin, Jenni tak akan melakukan hal ini. Ah." Arka mendengus kesal ketika mengingat kejadian tadi siang.

__ADS_1


Malam pun tiba. Arka melihat ke arah Arlin yang kini masih setia menutup ke dua. Arka pun keluar dari kamar Arlin. Lalu turun ke lantai dasar menuju arah dapur. perlahan Arka menurungi tangga, sambil menyalakan senter hapenya karna seluruh ruangan di rumah Arlin semuanya nampak gelap.


"Apa, ngak ada siapapun selain Arlin di rumah ini,? Pembantu Arlin kemana?, kenapa tak menyalakan lampu?, Atau jangan -jangan Arlin tinggal di rumah ini sendirian?, berani banget." Arka berguman sendiri menurungi lantai.


Setelah sampai di lantai dasar, Arka mencari keberadaan, skrim lampu Arlin. Setelah menemukan dengan segera Arka menyalahkan semua lampu yang ada di rumah, dan juga di halaman rumah Arlin. Arka tersenyum senang ketika melihat semua lampunya telah dia nyalakan.


Arka pun berjalan ke arah dapur, untuk mencari sesuatu yambisa dimakan. Arka membuka kulkas, dan menemukan banyak aneka makanan, seperti kerupuk, roti, coklat dan mie instan.

__ADS_1


Itulah Arlin, gadis yang tak suka memasak. Namun, bukanya dia tak tau memasak. Arlin lebih memilih memakan, makanan siap saji daripada harus repot memasak. Apalagi tinggal seorang diri, makan mie instan lebih peraktis daripada memasak.


Arka menutup kulkas Arlin, dan hanya mengambil telur dan juga roti untuk dia jadikan makan malam. Setelah selesai makan ala dirinya. Arka pun kembali ke arah kamar Arlin. Arka pun duduk lalu menatap wajah pucat Arlin.


Di dalam hati Arka berkata. "Bagaimana aku bisa pulang, kalau keadaan Arlin seperti ini?, bagaimana jika terjadi sesuatu padanya?, aku akan merasa sangat bersalah jika itu terjadi, Arlin sakit semua gara -gara aku. Ah, aku harus begaimana?, apakah aku harus menginap di rumah seorang gadis yang hanya tinggal sendirian?, itu bukan diriku. Lalu jika terjadi sesuatu yang buruk pada Arlin bagaimana?," Arka mengacak rambutnya bingun dengan keadaan yang di alaminya saat ini. Hingga akhirnya Arka memutuskan untuk menginap.


Malam telah berlalu, kini berganti pagi, Arlin mengeliat dari tidurnya.

__ADS_1


He -em.


Arlin pun memegan dahinya yang terasa agak basah, karna kain kompres. "Ini apa?." Arlin megambil kain kompres yang ada di dahinya lalu mulai melihat sekelilin.


__ADS_2