Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 107


__ADS_3

Aby meraih kunci duplicat itu dari tangan Doni Ayahnya, lalu dengan segera, Ia membuka pintu kamar yang ditempati Becca saat ini.


Pintu kamar terbuka, lalu mendapati Becca tengah menangis di pinggir tempat tidur dengan memeluk sebuah album photo di tangannya.


Nabila yang melihat menantunya tengah menangis, dengan segera Ia berjalan masuk, mendekat, lalu memeluk Becca dengan sangat lembut.


Nabila pun bertanya dengan sangat lembut. "Sayang, apa Aby melakukan sesuatu yang buruk padamu? Hem," mengelus lembut rambut Becca.


Becca hanya terdiam mendengar pertanyaan mertuanya. Semenetara Aby berjalan mendekata, lalu duduk di sampin istrinya. Aby kemudian meraih wajah Becca lalu menyandarakannya di dadanya. Setelah itu Aby memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat, lalu berkata.


"Sayang, aku minta maaf." Setelah mengatakan itu Aby mengecup lembut dahi Becca dengan sangat lama.


Melihat itu, Nabila dan Doni, ingin keluar dari kamar. Namun langkah mereka terhenti ketika Becca memanggilnya.


"Ma, Ayah, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan." tanya Becca pelan.


Langkah Doni dan Nabila terhenti, ketika mendengar panggilan menantunya. Nabila berbalik melihat ke arah Becca, lalu bertanya.


"Iya, ada apa sayang? apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Nabila pelan.


Becca mengangukkan kepalanya, lalu berkata. "Tidak, Ma. Aku tak mau sesuatu. Aku hanya ingin bertanya soal poto ini." Becca membuka poto album yang sedari tadi Ia pegan.


Mendengar itu, Nabila berjalan mendekat ke arah Becca, dengan melihat poto album yang di perlihatkan oleh menantunya.


"Memangnya kenapa dengan poto album itu? poto album uda sangat lama sayang," tersenyum "Mama waktu itu masih sangat muda, dan kalau tak salah, waktu itu umur Aby baru menginjak empat bulan, benarkan Mas?." melihat ke arah Doni, lalu kembali melihat ke arah Becca.


Becca mulai membuka halaman utama Album tersebut, disana terlihat poto Bella, Hamish, Nabila dan Doni. Dan poto itu di ambil ketika acara malam pernikahan Rendi berlalu. Ada begitu banyak poto di dalam album lama itu. Bahkan Nabila memiliki poto berdua dengan Bella. Dan poto terakhir yang ada di dalam album lama itu menanpilka tiga pasang suami istri. Yaitu Doni dan Nabila, Hamish dan Bella dan Rendi bersama istrinya Clarisa.


"Apa, Mama, mengenal, wanita yang ada di poto ini?" Becca menunjuk poto Bella yang tengah bersamanya di dalam poto.


Nabila tersenyum, melihat ke arah Doni, lalu kembali melihat ke arah Becca, lalu berkata.


"Tentu saja Mama mengenalnya, dia teman Mama," tersenyum "Namanya Bella." Nabila menjelasakan.

__ADS_1


Air mata Becca kembali menetes ketika mendengar ucapa Nabila. Aby yang melihat itu mengelus lembut belakan Becca, Ia pun berkata.


"Sayang, kamu kenapa? ada apa dengan poto itu?" tanya Aby pelan.


Becca berbalik sejenak melihat ke arah Aby, lalu berkata. "Apa kamu lupa? nama Mommyku?" kata Becca pelan.


Mendengar itu Doni angkat bicara.


"Tunggu dulu, apa kamu bilang tadi? Mommy. Jangan bilang kamu anak Bella dan Hamish?" Doni menyatukan alisnya ketika mengatakan itu.


Becca tersenyum melihat ke arah Doni, lalu berkata. "Benar, Ayah, aku anak Mommy Bella dan Daddy Hamish." Becca menjelaskan.


Nabila sedikit terkejut mendengar apa yang tengah Becca katakan, lalu berkata.


"Benarkah? kamu putri Bella dan Hamish?" tanya Nabila lagi


"Iya, Ma, aku anak mereka berdua."


Mendengar itu Nabila berjalan mendekat, lalu duduk di sampin Becca, lalu memeluknya, Nabila pun berkata.


Awalnya Nabila agak takut dan cemas, ketika mendengar, kalau Becca adalah putri Bella dan Hamish. Ia takut kalau Doni sampai marah dan ingin memutuskan hubungan ini, Berhubung Bella adalah wanita yang pernah ada dimasa lalunya, yang pernah menyakitinya.


Namun rasa takut dan cemasnya itu menghilang ketika Doni berjalan mendekat ke arah Becca, lalu mengelus lembut rambutnya, lalu berkata.


"Bagaimana, kabar kedua orangtuamu? apa mereka baik -baik saja." tanya Doni pelan.


Becca menjawab. "Daddy, baik -baik saja. Namun, Mommy." tanggis Becca kembali pecah ketika Doni bertanya tentang Mommynya.


Melihat itu Aby, berkata. "Sudah sayang, kamu jangan menangis terus, Ihklaskan semua yang terjadi. Karna Allah lebih menyayangi Mommy dari pada kita, kita semua." Aby menggengam erat tangan Becca ketika mengatakan itu.


Doni dan Nabila yang tak mengerti maksud dari ucapan Aby bertanya.


"Maksud dari ucapan kamu Apa By?" Nabila dan Doni melihat ke arah Aby.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan kedua orangtuanya,Aby kembali menjelaskan. "Begini Ma, sebenarnya Mommy Becca telah meninggal beberapa tahun yang lalu" Aby tak bisa menjelaskan lagi, karna hanya sampai disitu Ia tau soal Mommy Becca. Selebihnya hanya Becca dan Daddynya yang tau.


Nabila mengelus lembut belakang Becca, ketika mendengar, kalau Mommy Becca yaitu Bella ternyata telah tiada.


Nabila pun berkata. "Sabar sayang, Ihklaskan semuanya. Karna Allah lebih menyayangi Mommymu dari pada kita semua." Nabila kembali mengulang ucapan Aby.


Namun di dalam Hati Nabila saat ini, Ia sangat bersyukur. Karna keinginannya dan, keinginan Bella kini telah terwujudkan, yaitu menjadi besan. Walaupun saat ini Bella telah tiada.


Karna di pertemuan terakhir mereka yaitu di acara pernikahan Rendi. Bella selalu berkata.


"Aku akan selalu berdoa, semoga anak pertama aku seorang gadis, dan kita dapat menjodohkan mereka berdua." Itulah kata yang selalu Bella ucapkan malam itu.


Bahkan Hamish menyetujui, apa yang Bella katakan, yang ingin berbesan dengannya. Dan waktu itu Hamish ikut berkata.


"Akan, sangat menyenangkang, kalau kita semua menjadi besan." itulah ucapan yang di katakan Hamish pada Doni dan Rendi.


Abdy yang baru saja pulang, tak sengaja lewat depan kamar yang tengah di tempati mereka semua berkumpul. Aby masuk tampa mengetuk pintu ataupun memberi salam. Mengejutkan mereka berempat.


"Woo, pada lagi ngapain disini? apa.kalian membahas sesuatu yang penting." Abdy memaingkan tangannya ketika masuk ke dalam kamar tersebut.


Mereka berempat merasa terkejut ketika mendengar pertanyaan Abdy.


Nabila melepas pelukannya dari Becca. Kemudian berangjak dari duduknya, kemudian berjalan ke arah Abdy.


Nabila menarik kuping Abdy, lalu berkata. "Ini, anak tak ada sopan santunnya. Kalau masuk ke dalam rumah, atau ruangan apapun jangan lupa mengetuk pintu atau memberi salam. Kamu itu seperti tak pernah Mama ajari sopan santun." Nabila tak melepaskan tangannya dari kupin Abdy. Dan itu membuat Abdy meringgis kesakita.


"Ao, ao, Ma, sakit, lepasin Ma, sakit." Ringgis Aby ikut memegan telinganya.


Aby dan Becca yang melihat tertawa pelan. Mereka menertawakan gaya Abdy yang tak berenti mengankat kakinya, seperti anak kecil.


*


*

__ADS_1


*


Bersambung....


__ADS_2