Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 143


__ADS_3

Abdy lansung terbangun, dan mengambil hapenya yang berada


tepat di sampinnya. Lalu mencari nomor Lisa, kemudian menghubunginya. Namun abdy


merasa sangat kesal, karna berkali-kali menghubungi nomor telpon Lisa sambungan


telponnya tak pernah tersambung.


“Ahh” berteriak “Kenapa terjadi seperti ini? Apa kamu tau


Lis? Aku juga mencintaimu! Tapi kenapa? Kenapa! Kamu meninggalkan aku.” Memeluk


buku Diari Lisa “Maafkan aku Lis, karna tak berkata jujur dengan apa yang


tengah aku rasakan terhadapmu. Aku memang bodoh! Bodoh karna tak mengerti dengan


perasaanmu padaku.” Menendang bantal yang ada di bawah kakinya “Andai waktu


bisa ku ulang kembali, di depan kedua orang tuaku aku akan mengatakan kalau aku


sangat mencintaimu. Dan soal Lara, aku tak memiliki hubungan apapun dengannya. Memang


aku akui kalau bebarapa hari ini, aku selalu dekat dengannya. Namun bukan


berarti aku menyukainya. Aku sungguh tak menyangka Lis, karna kedekatanku


dengan Lara membuatmu harus pergi meninggalkanku. Aku berjanji Lis, aku akan


mencarimu dimana pun kamu berada. Aku akan ke Paris setelah Aby kembali. Tunggu


aku Lis, dan jangan pernah berpikir untuk menjalin hubungan dengan pemuda lain,


aku tak akan membiarkan hal itu terjadi.”


Menyesal dan menyesal itulah yang tengah Abdy rasakan saat


ini. Di tinggalkan oleh gadis yang mulai mengetuk dinding hatinya, membuatnya


merasa sangat sakit hati. Namun semua itu Abdy telan sendiri, karna ulahnya


orang yang mencintainya dan juga Ia cintai kini telah pergi jauh darinya.


Dan benar kata orang di saat orang yang mencintai kita


selalu berada di dekat kita, terkadang kita tak pernah mengangapnya. Namun di


saat orang yang mencintai kita pergi menjauh. Baru kita akan menyadari betapa


berharganya dia yang selalu berada di dekat kita. Itulah yang saat ini ada di


dalam pikiran Abdy.


*****


Seminggu telah berlalu. Aby duduk termenung di atas tampat


tidur memandangi langit-langit di dalam kamar yang tengah Ia tempati bersama


istrinya. Pertemuannya dengan Sameera di Prancis membuatnya merasa tidak tenang.


Tiga hari yang lalu, setelah melakukan meeting dengan para


keliennya. Tampa sengaja Aby bertemu dengan Sameera di sebuah Restorand. Aby yang


melihat Sameera kebetulan lewat di hadapannya, pura-pura tak melihatnya. Namun apa


daya Aby Sameera yang melihat Aby tengah duduk sendiri sambil memegan sebuah


dokument di tangannya, dengan segera berkata.


“Aby.” Senang “kamu di sini juga?” duduk di kursi yang ada


di hadapan Aby “Oh, astaga aku tak menyangka kalau kita akan bertemu lagi di


sini. Oh.. atau mungkin? ini karna jantung Ameera yang masih selalu berdetak


untukmu.” Tersenyum senang melihat ke arah Aby.


“Maaf, aku harus segera pulang!” Aby berdiri dari duduknya


untuk segera pergi meninggalkan Sameera.

__ADS_1


Mendengar ucapan Aby dengan segera Sameera berkata. “Aby,


apa kamu tak ingin tau? Apa yang dikatakan Ameera sebelum menghembuskan nafas


terakhirnya” melihat ke arah Aby yang kini tengah berdiri di hadapannya.


Memdengar ucapan Sameera, tampa duduk Aby berkata. “Aku dan


Ameera sudah tak ada hubungan lagi. Dan untuk apa kamu membaeritahukan aku? Semua


itu tak ada gunanya lagi untukku.” Berkata pelan dan santai.


“Ini sangat penting! karna Ini adalah ucapan terakhir kakaku,


untukmu. Sudah bertahun-tahun aku mencarimu, namun baru sekarang aku


menemukanmu.” Sameera menatap wajah Aby dengan harapan Aby mau mendengar Amanah


terakhir dari kakaknya Ameera.


“Baiklah.” Kembali duduk “Aku akan mendengar apa kata


terakhir Ameera untukku.”


Setelah melihat Aby kembali duduk. Sameera terlihat sangat


senang, karna merasa sangat senang Sameera tak berhenti tersenyum melihat ke


arah Aby yang kini tengah duduk di hadapannya.


Sameera pun mulai bercerita. “Dengar Aby, sebelum Ameera


meninggal. Ameera berpesan padaku agar menyampaikan semua kata-katanya untukmu.”


Menarik nafas, kemudian melanjutkan ucapannya “Ameera sangat mencintaimu, karna


mencintaimu Ameera dengan senang hati memberikan jantungnya untukku. Karna saat


itu keadaan kami berdua sangatlah memperihatinkan, sejak lahir Dokter


menyarankan kepada orang tua kami, hanya satu di antara kami yang bisa hidup,


Demi menyelamatkan hidupku Ameera bersedia memberikan jantungnya untukku, karna


saat itu dia juga sedang sekarat, karna tidak menemukan donor ginjal yang cocok


untuknya.”


Setelah mengatakan itu Sameera melihat ke arah Aby lalu


kembali melanjutkan kata-katanya. “Aby, Ameera menginginkan aku mencarimu, dan


menjelaskan semuanya, kenapa dia pergi tak memberi kabar untukmu. Ameera juga


menginginkan agar aku yang melanjutkan hubungan yang tertunda kalian. Ameera ingin


kamu menikahiku, sesuai dengan janji yang pernah kamu ucapkan waktu masih


kuliah dulu.”


Mendengar ucapan Sameera dengan segera Aby berkata. “Apa! Menagih


janji?” tersenyum sinis “Sementara dirinya sendiri pergi meninggalkanku tampa


memberi kabar sedikit pun. Ah, sudahlah semua ini hanya masa lalu. Dan soal


janji yang pernah aku katakan pada Ameera anggap semuanya sudah mati, bertepatan


di hari kematian Ameera. Aku sudah melupakannya, dan sekarang aku sudah hidup


bahagia bersama istriku, aku sangat mencintainya, bahkan sebentar lagi kami


akan segera memiliki anak.” Tersenyum bahagia ketika membahas soal istrinya.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Aby. Sameera terlihat


tidak senang, Sameera kembali berkata. “Tapi Aby, ini adalah amanah Ameera. Apa


kamu tidak akan mengabulkan apa keinginan terakhir Ameera?” Sameera menekankan


kata Amanah.

__ADS_1


Mengerti kata-kata yang keluar dari mulut Sameera. Aby pun berkata.


“Apa kamu lupa! Atau pura-pura lupa, kalau saat ini aku sudah memiliki istri.” Menatap


tajam melihat ke arah Sameera.


Dengan segera Sameera menjawab ucapan Aby. “Aku tau kalau


kamu sudah memiliki istri. Namun untuk menjalangkan amanah ini, aku rela


menjadi istrimu yang kedua.”


Mendengar ucapan kata yang keluar dari mulut Sameera, dengan


rasa kesal Aby berkata tegas pada Sameera, aby pun berkata. “Dengar ya.” Nada suara


kesal dan marah “Sampai kapanpun! Aku tak akan pernah menikah lagi, karna aku


sangat mencintai istriku lebih dari siapapun. Karna, jika aku sampai melakukan hal


koyol itu sama halnya aku menyakiti hati orang yang sangat aku cintai. Dengar Sameera!”


menatap “Dulu aku memang sangat mencintai Ameera, itu hanya dulu. Namun sekarang


aku memiliki istri, istri yang sangat aku cintai, istri yang selalu membuatku


merasa sangat nyaman saat bersamanya. Dan keinginanmu yang ingin menjadi istri


keduaku, hemm” tersenyum mengejek “Anggap saja kamu tak pernah mengatakan hal


itu. Aku sendiri merasa sangat malu mendengar kata yang keluar dari mulutmu.”


Setelah mengatakan itu Aby berangjak dari duduknya. Namun sebelum


Aby melangkah terlalu jauh, Aby berbalik melihat ke arah Sameera yang kini


terdiam menatap ke arahnya, Aby pun berkata. “Dengar Sameera, soal amanah


Ameera, kita lipakan saja. Dan, ya.. carilah laki-laki yang tak memiliki istri,


lalu ajaklah dia menikah.” Setelah mengatakan itu Aby kembali melanjutkan


langkahnya.


Mendengar semua kata yang keluar dari mulut Aby, seperti


tamparan keras di wajah Sameera. Dengan kesal Sameera mengumpat sendiri di


tempat yang tengah Ia duduki.


“Dengar Aby suatu hari dan suatu saat, kamu akan menjadi


milikku.” Tersenyum sinis “Aku tak akan pernah lelah untuk mengejarmu. Meskipun


aku harus mempermalukan diriku sendiri, dan soal amanah itu?” tertawa “Ameera


tak pernah mengatakannya. Aku hanya mengarang semua cerita bohong itu. Namun Aby


tidak terpengaruh sama sekali dengan semua cerita bohongku itu. Hem.” Menarik nafas


“Aku akan mencari cara yang lain untuk membuatmu menjadi milikku.”


*****


Aby berbalik melihat ke arah istrinya yang kini tengah


tertidur sangat lelap, lalu melihat ke arah perut istrinya yang kini mulai


sedikit terlihat. Aby mengelus lembut perut istrinya lalu mengecupnya dengan


sangat lama. Setelah melakukan itu Aby merebakan tubuhnya di sampin istrinya,


lalu menarik tubuh Becca masuk ke dalam pelukannya. Namun sebelum Aby menutup


kedua matanya. Aby tak pernah lupa mengecup lembut dahi istrinya.


Setelah selesai mengecup lembut dahi istrinya, Aby pun


berkata, “Selamat malam istri kesayanganku.” Setelah mengatakan itu Aby ikut


terlelap sambil memeluk erat tubuh istrinya...

__ADS_1


__ADS_2