
Seluruh anggota keluarga nampak sangat senang dan bahagia,
tampa terkecuali pasangan yang baru saja melakukan ijob qobul yang tidak lain
adalah Lisa dan Abdy mereka berdua nampak sangat bahagia dengan pernikahan
mereka.
Waktu terus berlalu,
Nabila meminta izin untuk untuk membawa anak dan menantunya untuk kembali ke
kediamannya, karna sebentar malam acara resepsi akan segera di lansungkan di
gedung yang telah di siapkan oleh Hamish dan Aby putranya.
Setelah meminta izin pada seluruh anggota keluarga Lisa,
Nabila kembali ke rumahnya , beserta dengan rombongannya dan juga rombongan
Lisa yang akan ikut turut meramaikan acara resepsi Lisa yang akan di lansungkan
sebentar malam.
Nabila dan Doni satu mobil beserta dengan putra dan
menantunya, karna menurut Nabila akan lebih indah jika mereka menggunakan mobil
yang sama dengan para putra dan menantunya.
Di dalam mobil nampak sangat ceria, Becca tidak behenti
meledek Abdy yang kini tengah duduk di job paling belakang bersama dengan
istrinya Lisa.
Sebenarnya Nabila menyuruh Abdy duduk di job tengah, namun
Abdy lebih memilih duduk di job paling belakang dengan alasan ia tidak ingin di
gangu oleh kakak iparnya yang tidak berhenti meledeknya dan mungkin jika ia
duduk id job paling belakang Becca akan berhenti meledeknya, namun ternyata ia
salah, justru saat ini mamanya ikut meledeknya bahkan membahas soal ijob qobul
yang Abdy lakukan tadi di rumah Lisa.
“Mama tidak habis pikir Dy, kamu sampai mengatak itu di
depan banyaknya orang.” Nabila tertawa setelah mengatakan itu kepada putranya.
“Iya, ma aku juga tidak habis pikir Adik ipar sampai
mengatakan hal itu.” Timpal Becca ikut meledek Abdy yang kini tengah
menyandarkan kepalanya di bahu Lisa, mungkin karna merasa malu atau bagaimana,
namun yang jelas dengan santainya Abdy menyandarkan kepalanya di bahu Lisa.
Lisa yang melihat tingkah suaminya haya terdiam tidak
mengatakan apapun kecuali terdiam, mendengar seluruh anggota keluarganya
meledek suaminya, dan bahkan saat ini, ingin rasanya ia ikut meledek kekonyolan
yang di lakukan suaminya ketika menjalani ijob qobul.
Aby melajukan mobil melewati pintu gerban masuk di halaman
rumah orang tuanya, dan di sambut oleh sanak keluarga yang menanti kedatangan
mereka kembali ke kediamannya.
Nabila dan Doni turun di ikuti oleh Lisa dan Abdy, sementara
Becca menunggu Aby keluar dari dalam mobil karna Aby melarangnya turun sebelum
Aby membuka pintu mobil untuknya.
Mau tidak mau Becca harus mendengar keinginan suaminya yang
terdengar sedikit konyol menurutnya. Aby turun lalu mengitari mobil berjalan ke
arah pintu mobil dimana Becca saat ini tengah menantinya untuk ia bukakan
pintu.
Becca turun setelah pintu mobil di buka oleh Aby, sambil
memegan tangan Aby yang di ulurkan untuknya, setela itu mereka berdua melangkah
masuk ke dalam rumah dengan berjalan berdampingan.
Aby melingkarkan tangannya di pinggul istrinya berjalan
menaiki anak tangga berjalan ke arah kamarnya karna sebentar lagi Becca akan
segera di rias oleh perias terkenal yang
ada di kotanya, karna menurut Aby istrinya harus cantik seperti ratu dan ia
tampan seperti pangeran.
Begitupun dengan Abdy ia mengandeng pinggul Lisa berjalan
masuk ke dalam kamarnya, untuk istirahat sejenak dan setelah itu ia juga akan
di rias untuk persiapan sebentar malam.
Di dalam kamar Abdy membantu Lisa menganti kebaya yang Lisa
gunakan, sesekali Abdy menjaili Lisa yang kini hanya menggunakan pakaian
dalamnya saja.
“Apaan sih Dy.” Ujar Lisa sedikit kesal melihat kejailan
suaminya yang kini semakin menjadi-jadi kepadanya.
Abdy yang mendengar ucapan istrinya hanya terkekeh pelan
melihat wajah merona yang tengah Lisa perlihatkan. Ia sungguh tidak percaya
kalau saat ini Lisa benar-benar telah resmi menjadi istrinya oleh karna itu
Abdy tidak berhenti menjahili Lisa, mungkin karna terlalu senang hingga ia melakukan hal yang membuat Lisa merasa sedikit
kesal.
Lisa membuka koper pakaian yang telah di siapkan oleh
mamanya, lalu mengeluarkan pakaian ganti yang akan ia kenakan dan tidak lupa ia
juga mengeluarkan sebungkus pembalut yang pernah ia beli bersama Abdy.
Aby dan melihat Lisa membawa sebungkus pembalut di tangannya
dengan segera berkata.
“Kamu datang bulang Lis?” tanya Abdy melihat pembalut yang
ada di tangan Lisa saat ini.
Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy dengan segera menjawab, “Iya,
tadi pagi aku kedatangan tamu bulanan, memangnya kenapa Dy?” tanya Lisa melihat
ke arah Abdy yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidur.
Abdy merasa sedikit kesal setelah mendengar tutuk kata Lisa
yang mengatakan kalau saat ini ia tengah datang datang bulan karna menurutnya
rencana malam pertama yang akan ia lakukan malam ini bersama dengan Lisa akan
tertunda.
“Memangnya berapa lama biasanya kamu kedatangan tamu bulanan
seperti itu?” Abdy kembali menanyakan perihal datang bulan yang akan di alami
oleh setiap wanita dan salah satunya adalah istrinya.
Abdy tidak berhenti menanyakan soal datang bulan yang Lisa
alami saat ini, dan itu membuat Lisa menyengitkan dahi dengan semua pertanyaan
__ADS_1
yang Abdy tanyakan kepadanya.
“Biasanya sampai seminggu, kalau aku merasa stres biasa
sampai 10 hari baru selesai, itupun belum bersih sepenuhnya masih ada yang
keluar sedikit-sedikit.” Lisa menjelaskan semua ebel-ebel perihal datang bulan.
Abdy yang mendengar ucapan Lisa, membulatkan matanya
terkejut karna ia memikirkan rencana malam pertamanya yang tertunda selama
sepuluh hari.
“Eah, berarti aku haru menunggu selama 10 hari kedepang.”
Abdy menhitung hari pada jari tangannya, dan ia bisa mnegetahui hari apa ia
bisa melakukan malam pertama dengan Lisa “Ah, masih sangat mala, itu bisa membuat
kepalaku merasa sakit jika menunggu terlalu lamaseperti itu”
Lisa yang mendengar ucapan suaminya tertawa sumringah,
berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk segera menganti pembalut yang sudah
terasa sangat penuh.
Setelah selesai menganti pembalut, dan juga mengenakan
pakaian ganti Lisa keluar dari dalam kamar mandi, dan masih melihat Abdy duduk
dalam posisi yang ia tinggalkan ketika ia masuk ke dalam kamar mandi.
Lisa tersenyum berjalan menghampiri suaminya, Lisa
meletakkan tanganya di bahu Abdy lalu duduk di pangkuannya sambil berkata.
“Suamiku memikirkan apa?” berkata lembut “Apa masih
memikirkan datang bulanku? Hem?” mengesekkan hidung di hidung Abdy.
Abdy yang mendengar ucapan istrinya melingkarkan tangannya
di pinggul Lisa, tersenyum memnadang wajah istrinya yang kini tengah duduk di
pangkuannya.
“Memikirkan sesuatu?” tersenyum jail “Yang tertunda di malam
pertama kita.” Abdy mengecup lembut bibir Lisa ketika selesai mengatakan itu,
lalu melepasnya kembali dan itu membuat lipstik yang Lisa gunakan di bibirnya
kini tengah belepotan di bibir Abdy.
Dan itu membuat Lisa terkekeh melihat bibir Abdy yang kini
tengah penuh dengan Llipstiknya.
Hahahaha.
Suara tawa Lisa mengelengar di dalam kamar yang ia tempati
saat ini, kalau saja kamar Abdy tidk kedap suara pasti saat ini seluruh para
tamu akan mendengar suara tawanya yeng terdengar sangat benar.
Abdy yang melihat istrinya tertawa seperti itu merasa
sedikit bingun bahkan saat ini ia mulai berpikir kalau istrinya itu rada aneh
dan gila karna tidak ada sesuatu apapun yang mebuat tertawa justru saat ini
Lisa tertawa seperti melihat badut.
“Kamu kenapa tertawa seperti itu?” bingun melihat Lisa tidak
berhenti tertawa “Ada apa sih? Kenapa menjadi istriku kamu menjadi kurang waras
seperti ini?” tanya Abdy masih melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah
memerah karna kebanyakan tertawa.
Lisa yang mendengar ucapan suaminya yang mengatainya kurang
arah kopernya mengeluarkan sebuh cermin mini lalu membawan cermin mini itu ke
arah Abdy.
“Ini lihat bibir kamu” Lisa menyerahkan cermin yang ada di
tangannya kepada Abdy.
Abdy yang melihat istrinya memberinya cermin, merasa bingun
untuk apa Lisa memberinya sebuah cermini.
“Cermin ini untuk apa Lis?” tanya Abdy meraih cermin yang
ada di tangan Lisa.
Abdy mulai meraih cermin yang ada di tangan Lisa, lalu
menatap bibirnya yang kini tengah penuh dengan Lipstik.
Hahahaha.
Abdy merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, terguling-guling
sambil tertawa karna merasa sangat lucu melihat bibirnya yang kini tengah penuh
dengan Listip.
Ia baru menyadari kalau ternyata ia sangat cantik mengenakan
lipstik, bahkan lebih cantik dari istrinya dan itu membuatnya tidak berhenti
menguling-gulingkan tubuhnya di atas tempat tidur karna merasa sangat lucu.
*****
Di dalam kamar Becca merebahkan tubuhnya sambil memainkan
hapenya, ia istirahat sejenak sambil menunggu perias yang akan datang merias
wajahya.
Becca tidak berhenti tersenyum, memikirkan dirinya akan
segera melakukan resepsi pernikahan, namun ia juga merasa sedikit sedih
mengingat gaun yang akan ia kenakan nampak sangat terbuka dan itu pasti akan
membuat Aby memasang kesal melihatnya gaun tersebut.
“Hup. Pasti semalaman Aby akan merasa kesal melihat gaun
yang akan aku kenakan malam ini.” Becca berangjak dari atas tempat tidur lalu
berjalan ke arah lemari dan membuka lalu mengeluarkan gaun yang akan ia kenakan
malam ini.
Becca nampak sangat terkejut ketika melihat gaun yang akan
ia kenakan malam ini kini tengah berubah bentuk, gaun yang tadinya terlihat
nampak seksi kini tengah tertutup di bagian belakang dan bahunya.
“Mha” terkejut “Kenapa gaun terlihat lebih indah seperti ini?
Apa Aby yang melakukannya?” berpikir “Kalau bukan Aby yang melakukan ini siapa
lagi semalamkan ia nampak sangat kesal melihat gaun ini.” Becca tidak berhenti
melihat gaun yang ada di tangannya kini nampak sangat indah.
Bagian yang terbuka kini tengah tertutup dengan sebuah
sulaman yang di penuhi dengan pernik-pernik yang berkilauan, yang menambah
kesan keindahan terlihat jelas dengan gaun ini.
Pintu kamar Aby terbuka dan masuklah Aby dengan menampakkan
senyuman melihat ke arah istrinya yang kini tengah memegan gaun yang ada di
__ADS_1
tangannya.
Becca berjalan ke arah Aby dengan membawa gaunnya lalu
berkata, “Apa semua ini kamu yang melakukannya?” tanya Becca kepada suaminya.
“Tentu saja sayang siapa lagi kalau bukan aku.” Ucap Aby
pelan menatap wajah ceria ceria yang Becca nampakkan.
Becca yang mendengar ucapan suaminya yang mengatakan kalau
ia yang telah mengubah gaunnya, dengan segera memeluk Aby dengan perasaan penuh
cinta karna merasa sangat bahagia.
“Aku mencintaimu By, sangat mencintaimu.” Becca melepas
pelukan dari suaminya lalu mengecup lembut bibir Aby dengan sangat lembut.
“Aku juga sangat mencintaimu sanyang, sangat mencintaimu.” Kata
Aby setelah pautan bibirnya dengan Becca terlepas.
Mereka berdua nampak terlihat sangat bahagi, Becca tidak
berhenti menyanjung gaun yang telah Aby
perbaiki meurut Becca, gaun yang tadinya hanya menutupi bagian depannya saja,
kini terlihat sangat indah jika di pandang mata karna gaunnya kini telah
tertutup di bagian belakang, namun tidak meninggalkan kesan seksi dan masih
memperlihatkan bentuk lekuk-lekut tubuh Becca cuman area yang terbuka jelas
saja yang di tutupi oleh sulaman-sulaman pernak-pernik yang menambah kesan yang
sangat mewah pada gaunnya.
Pintu kamar yang mereka tempati saat ini telah di ketuk dari
luar, dan masuk seorang wanita jadian-jadian menurut Aby karna ingin di kata
perempuan namun bukan perempuan ingin di kata pria namun ia bertingkah gemulai
seperti wanita, makanya Aby menamainya manusia jadi-jadian.
“Apa eke boleh masuk?” tutur perias yang bernama Margaretha
seorang perias wajah yang sangat terkenal di kota yang ia tempati saat ini.
Aby dan Becca yang melihat dan mendengar pintu kamarnya di
buka dan di buka dengan segera berbalik melihat ke arah Margaretha yang kini
tengah berdiri di depan kamarnya.
“Silahkan masuk,” ucap Becca melihat ke arah perias wajah yang
kini tengah membawa satu asisten yang bertubuh gemulai sama seperti dirinya
dengan sebuah koper mini yang berisi alat-alat mec-ap menurut Becca.
Margaretha masuk ke dalam kamar beserta dengan asistennya,
setelah di persilahkan masuk, karna sebagai perias wajah terkenal Margaretha
juga mengerti dengan yang namanya sopan santun apalagi yang ia ambangi saat ini
adalah kediaman Atmaja pengusaha terkenal yang tersukses di kotanya, oleh karna
itu ia juga harus menjaga sikap agar keluarga Atamaj selalu menggunakan
jasanya, itulah yang selalu Margaretha inginkan dari smua pengusaha tersukses
yang ada di kotanya, karna jika bukan dari mereka semua ia tidak akan mencapai
gelar sebagai perias ternama dan termahal yang ada di kota yang ia tempati saat
ini.
Dengan senyuman manis Margaretha berjalan mendekat ke arah
menantu Atamaja yang kini tengah tersenyum melihat ke arah, ia melihat sejenak
ke arah wajah tampan putra dari Atmaja yang kini tidak berhenti melihat ke arah
wajah istrinya, sekalipun tidak melihat ke arahnya, melirikpun tidak yang
membuat Margaretaha berkata.
“Putra sulung Atmaja sangat tampun, namun penglihatannya
cuman melihat ke arah wajah istrinya saja, sedikitpun ia tidak melirik
kecantikanku, hem, lihat aku sedikit saja biar aku bisa mendapat energi positip
darimu.” Ucap pelan Margartha yang mengharap putra sulung Atmaja melirik ke arahnya
walau hanya sedikit saja.
Namun yang ia harapkan tidak terjadi, ia juga sangat takut
berlaku kecentilan kepada putra Atmaja yang satu ini, beda dengan putra ke dua
Atmaja yang lebih suka bersikap kecentilan kepadanya tadi sewaktu istrinya di
rias, bahkan putra kedua Atamaja telah menepuk bokongnya tadi dan itu
membuatnya tidak berhenti berlaku kecentilan padanya.
Margaretha mulai melakukan kewajibannya yaitu merias menantu
pertama Atmaja, tadi ia sudah merias wajah menantu kedua Atmaja, karna waktunya
kini tinggal hanya sedikit untuk merias wajah menantu kedua Atmaja hingga ia
melakukanny dengan sedikit terburu-buru, meskipun begitu ia tidak merias
asal-asalan yang akan membuat pelanggannya kecewa, namun ia tetap berusaha
merias wajah Becca dengan sangat sempurnya.
“Selesai.”
Margaretaha menyelesaikan riasan wajah Becca hanya kurung
waktu 35 menit, dan memberikan hasil yang membuat Aby merasa pangling melihat
wajah istrinya yang kini nampak sangat cantik.
“Apa wanita ini istriku?” tanya Aby melihat wajah Becca yang
kini nampak berubah daripada sebelumnya.
“Sepertinya bukan, karna istri anda tidak secantik ini.”
Becca terkekeh pelan ketika selesai mengatakan itu.
Margaretha yang melihat canda dan tawa yang telah di lakukan
sepasang romantis itu berkata, “Maaf tuan dan nyonya akan lebih baik kalau aku
membantu anda untuk bersiap.” Ucap pelan Margartha dengan senyuman di bibirnya.
Aby yang mendengar ucapan Margaretha berkata, “Biar aku yang
membantu isrtriku mengenakan gaunnya, karna aku tidak ingin ada yang menyentuh
tubuh istriku kecuali aku.” Nada datar keluar dari dalam mulut Aby membuat
wajah Margaretha memucat seketika mendengar ucapan dari suami yang baru saja ia
rias.
“Baiklah jika itu keinginan anda, kalau begitu sanya permisi
keluar.” Ucap Margaretha keluar dari dalam kamar bersama dengan asistennya.
Setelah melihat Margaretha keluar dari dalam kamarnya, Aby
mulai membantu Becca mengenakan gaun yang akan ia kenakan untuk malam ini,
setelah selesai membantu Becca ia juga ikut mengenakan pakaiannya yang akan ia
gunakan untuk melakukan acara resepsi pernikahan yang akan mereka langsungkan
__ADS_1
malam ini.