Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.197


__ADS_3

Seluruh anggota keluarga nampak sangat senang dan bahagia,


tampa terkecuali pasangan yang baru saja melakukan ijob qobul yang tidak lain


adalah Lisa dan Abdy mereka berdua nampak sangat bahagia dengan pernikahan


mereka.


 Waktu terus berlalu,


Nabila meminta izin untuk untuk membawa anak dan menantunya untuk kembali ke


kediamannya, karna sebentar malam acara resepsi akan segera di lansungkan di


gedung yang telah di siapkan oleh Hamish dan Aby putranya.


Setelah meminta izin pada seluruh anggota keluarga Lisa,


Nabila kembali ke rumahnya , beserta dengan rombongannya dan juga rombongan


Lisa yang akan ikut turut meramaikan acara resepsi Lisa yang akan di lansungkan


sebentar malam.


Nabila dan Doni satu mobil beserta dengan putra dan


menantunya, karna menurut Nabila akan lebih indah jika mereka menggunakan mobil


yang sama dengan para putra dan menantunya.


Di dalam mobil nampak sangat ceria, Becca tidak behenti


meledek Abdy yang kini tengah duduk di job paling belakang bersama dengan


istrinya Lisa.


Sebenarnya Nabila menyuruh Abdy duduk di job tengah, namun


Abdy lebih memilih duduk di job paling belakang dengan alasan ia tidak ingin di


gangu oleh kakak iparnya yang tidak berhenti meledeknya dan mungkin jika ia


duduk id job paling belakang Becca akan berhenti meledeknya, namun ternyata ia


salah, justru saat ini mamanya ikut meledeknya bahkan membahas soal ijob qobul


yang Abdy lakukan tadi di rumah Lisa.


“Mama tidak habis pikir Dy, kamu sampai mengatak itu di


depan banyaknya orang.” Nabila tertawa setelah mengatakan itu kepada putranya.


“Iya, ma aku juga tidak habis pikir Adik ipar sampai


mengatakan hal itu.” Timpal Becca ikut meledek Abdy yang kini tengah


menyandarkan kepalanya di bahu Lisa, mungkin karna merasa malu atau bagaimana,


namun yang jelas dengan santainya Abdy menyandarkan kepalanya di bahu Lisa.


Lisa yang melihat tingkah suaminya haya terdiam tidak


mengatakan apapun kecuali terdiam, mendengar seluruh anggota keluarganya


meledek suaminya, dan bahkan saat ini, ingin rasanya ia ikut meledek kekonyolan


yang di lakukan suaminya ketika menjalani ijob qobul.


Aby melajukan mobil melewati pintu gerban masuk di halaman


rumah orang tuanya, dan di sambut oleh sanak keluarga yang menanti kedatangan


mereka kembali ke kediamannya.


Nabila dan Doni turun di ikuti oleh Lisa dan Abdy, sementara


Becca menunggu Aby keluar dari dalam mobil karna Aby melarangnya turun sebelum


Aby membuka pintu mobil untuknya.


Mau tidak mau Becca harus mendengar keinginan suaminya yang


terdengar sedikit konyol menurutnya. Aby turun lalu mengitari mobil berjalan ke


arah pintu mobil dimana Becca saat ini tengah menantinya untuk ia bukakan


pintu.


Becca turun setelah pintu mobil di buka oleh Aby, sambil


memegan tangan Aby yang di ulurkan untuknya, setela itu mereka berdua melangkah


masuk ke dalam rumah dengan berjalan berdampingan.


Aby melingkarkan tangannya di pinggul istrinya berjalan


menaiki anak tangga berjalan ke arah kamarnya karna sebentar lagi Becca akan


segera  di rias oleh perias terkenal yang


ada di kotanya, karna menurut Aby istrinya harus cantik seperti ratu dan ia


tampan seperti pangeran.


Begitupun dengan Abdy ia mengandeng pinggul Lisa berjalan


masuk ke dalam kamarnya, untuk istirahat sejenak dan setelah itu ia juga akan


di rias untuk persiapan sebentar malam.


Di dalam kamar Abdy membantu Lisa menganti kebaya yang Lisa


gunakan, sesekali Abdy menjaili Lisa yang kini hanya menggunakan pakaian


dalamnya saja.


“Apaan sih Dy.” Ujar Lisa sedikit kesal melihat kejailan


suaminya yang kini semakin menjadi-jadi kepadanya.


Abdy yang mendengar ucapan istrinya hanya terkekeh pelan


melihat wajah merona yang tengah Lisa perlihatkan. Ia sungguh tidak percaya


kalau saat ini Lisa benar-benar telah resmi menjadi istrinya oleh karna itu


Abdy tidak berhenti menjahili Lisa, mungkin karna terlalu senang hingga ia  melakukan hal yang membuat Lisa merasa sedikit


kesal.


Lisa membuka koper pakaian yang telah di siapkan oleh


mamanya, lalu mengeluarkan pakaian ganti yang akan ia kenakan dan tidak lupa ia


juga mengeluarkan sebungkus pembalut yang pernah ia beli bersama Abdy.


Aby dan melihat Lisa membawa sebungkus pembalut di tangannya


dengan segera berkata.


“Kamu datang bulang Lis?” tanya Abdy melihat pembalut yang


ada di tangan Lisa saat ini.


Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy dengan segera menjawab, “Iya,


tadi pagi aku kedatangan tamu bulanan, memangnya kenapa Dy?” tanya Lisa melihat


ke arah Abdy yang kini tengah duduk di pinggir tempat tidur.


Abdy merasa sedikit kesal setelah mendengar tutuk kata Lisa


yang mengatakan kalau saat ini ia tengah datang datang bulan karna menurutnya


rencana malam pertama yang akan ia lakukan malam ini bersama dengan Lisa akan


tertunda.


“Memangnya berapa lama biasanya kamu kedatangan tamu bulanan


seperti itu?” Abdy kembali menanyakan perihal datang bulan yang akan di alami


oleh setiap wanita dan salah satunya adalah istrinya.


Abdy tidak berhenti menanyakan soal datang bulan yang Lisa


alami saat ini, dan itu membuat Lisa menyengitkan dahi dengan semua pertanyaan

__ADS_1


yang Abdy tanyakan kepadanya.


“Biasanya sampai seminggu, kalau aku merasa stres biasa


sampai 10 hari baru selesai, itupun belum bersih sepenuhnya masih ada yang


keluar sedikit-sedikit.” Lisa menjelaskan semua ebel-ebel perihal datang bulan.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa, membulatkan matanya


terkejut karna ia memikirkan rencana malam pertamanya yang tertunda selama


sepuluh hari.


“Eah, berarti aku haru menunggu selama 10 hari kedepang.”


Abdy menhitung hari pada jari tangannya, dan ia bisa mnegetahui hari apa ia


bisa melakukan malam pertama dengan Lisa “Ah, masih sangat mala, itu bisa membuat


kepalaku merasa sakit jika menunggu terlalu lamaseperti itu”


Lisa yang mendengar ucapan suaminya tertawa sumringah,


berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk segera menganti pembalut yang sudah


terasa sangat penuh.


Setelah selesai menganti pembalut, dan juga mengenakan


pakaian ganti Lisa keluar dari dalam kamar mandi, dan masih melihat Abdy duduk


dalam posisi yang ia tinggalkan ketika ia masuk ke dalam kamar mandi.


Lisa tersenyum berjalan menghampiri suaminya, Lisa


meletakkan tanganya di bahu Abdy lalu duduk di pangkuannya sambil berkata.


“Suamiku memikirkan apa?” berkata lembut “Apa masih


memikirkan datang bulanku? Hem?” mengesekkan hidung di hidung Abdy.


Abdy yang mendengar ucapan istrinya melingkarkan tangannya


di pinggul Lisa, tersenyum memnadang wajah istrinya yang kini tengah duduk di


pangkuannya.


“Memikirkan sesuatu?” tersenyum jail “Yang tertunda di malam


pertama kita.” Abdy mengecup lembut bibir Lisa ketika selesai mengatakan itu,


lalu melepasnya kembali dan itu membuat lipstik yang Lisa gunakan di bibirnya


kini tengah belepotan di bibir Abdy.


Dan itu membuat Lisa terkekeh melihat bibir Abdy yang kini


tengah penuh dengan Llipstiknya.


Hahahaha.


Suara tawa Lisa mengelengar di dalam kamar yang ia tempati


saat ini, kalau saja kamar Abdy tidk kedap suara pasti saat ini seluruh para


tamu akan mendengar suara tawanya yeng terdengar sangat benar.


Abdy yang melihat istrinya tertawa seperti itu merasa


sedikit bingun bahkan saat ini ia mulai berpikir kalau istrinya itu rada aneh


dan gila karna tidak ada sesuatu apapun yang mebuat tertawa justru saat ini


Lisa tertawa seperti melihat badut.


“Kamu kenapa tertawa seperti itu?” bingun melihat Lisa tidak


berhenti tertawa “Ada apa sih? Kenapa menjadi istriku kamu menjadi kurang waras


seperti ini?” tanya Abdy masih melihat ke arah wajah Lisa yang kini tengah


memerah karna kebanyakan tertawa.


Lisa yang mendengar ucapan suaminya yang mengatainya kurang


arah kopernya mengeluarkan sebuh cermin mini lalu membawan cermin mini itu ke


arah Abdy.


“Ini lihat bibir kamu” Lisa menyerahkan cermin yang ada di


tangannya kepada Abdy.


Abdy yang melihat istrinya memberinya cermin, merasa bingun


untuk apa Lisa memberinya sebuah cermini.


“Cermin ini untuk apa Lis?” tanya Abdy meraih cermin yang


ada di tangan Lisa.


Abdy mulai meraih cermin yang ada di tangan Lisa, lalu


menatap bibirnya yang kini tengah penuh dengan Lipstik.


Hahahaha.


Abdy merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, terguling-guling


sambil tertawa karna merasa sangat lucu melihat bibirnya yang kini tengah penuh


dengan Listip.


Ia baru menyadari kalau ternyata ia sangat cantik mengenakan


lipstik, bahkan lebih cantik dari istrinya dan itu membuatnya tidak berhenti


menguling-gulingkan tubuhnya di atas tempat tidur karna merasa sangat lucu.


*****


Di dalam kamar Becca merebahkan tubuhnya sambil memainkan


hapenya, ia istirahat sejenak sambil menunggu perias yang akan datang merias


wajahya.


Becca tidak berhenti tersenyum, memikirkan dirinya akan


segera melakukan resepsi pernikahan, namun ia juga merasa sedikit sedih


mengingat gaun yang akan ia kenakan nampak sangat terbuka dan itu pasti akan


membuat Aby memasang kesal melihatnya gaun tersebut.


“Hup. Pasti semalaman Aby akan merasa kesal melihat gaun


yang akan aku kenakan malam ini.” Becca berangjak dari atas tempat tidur lalu


berjalan ke arah lemari dan membuka lalu mengeluarkan gaun yang akan ia kenakan


malam ini.


Becca nampak sangat terkejut ketika melihat gaun yang akan


ia kenakan malam ini kini tengah berubah bentuk, gaun yang tadinya terlihat


nampak seksi kini tengah tertutup di bagian belakang dan bahunya.


“Mha” terkejut “Kenapa gaun terlihat lebih indah seperti ini?


Apa Aby yang melakukannya?” berpikir “Kalau bukan Aby yang melakukan ini siapa


lagi semalamkan ia nampak sangat kesal melihat gaun ini.” Becca tidak berhenti


melihat gaun yang ada di tangannya kini nampak sangat indah.


Bagian yang terbuka kini tengah tertutup dengan sebuah


sulaman yang di penuhi dengan pernik-pernik yang berkilauan, yang menambah


kesan keindahan terlihat jelas dengan gaun ini.


Pintu kamar Aby terbuka dan masuklah Aby dengan menampakkan


senyuman melihat ke arah istrinya yang kini tengah memegan gaun yang ada di

__ADS_1


tangannya.


Becca berjalan ke arah Aby dengan membawa gaunnya lalu


berkata, “Apa semua ini kamu yang melakukannya?” tanya Becca kepada suaminya.


“Tentu saja sayang siapa lagi kalau bukan aku.” Ucap Aby


pelan menatap wajah ceria ceria yang Becca nampakkan.


Becca yang mendengar ucapan suaminya yang mengatakan kalau


ia yang telah mengubah gaunnya, dengan segera memeluk Aby dengan perasaan penuh


cinta karna merasa sangat bahagia.


“Aku mencintaimu By, sangat mencintaimu.” Becca melepas


pelukan dari suaminya lalu mengecup lembut bibir Aby dengan sangat lembut.


“Aku juga sangat mencintaimu sanyang, sangat mencintaimu.” Kata


Aby setelah pautan bibirnya dengan Becca terlepas.


Mereka berdua nampak terlihat sangat bahagi, Becca tidak


berhenti menyanjung  gaun yang telah Aby


perbaiki meurut Becca, gaun yang tadinya hanya menutupi bagian depannya saja,


kini terlihat sangat indah jika di pandang mata karna gaunnya kini telah


tertutup di bagian belakang, namun tidak meninggalkan kesan seksi dan masih


memperlihatkan bentuk lekuk-lekut tubuh Becca cuman area yang terbuka jelas


saja yang di tutupi oleh sulaman-sulaman pernak-pernik yang menambah kesan yang


sangat mewah pada gaunnya.


Pintu kamar yang mereka tempati saat ini telah di ketuk dari


luar, dan masuk seorang wanita jadian-jadian menurut Aby karna ingin di kata


perempuan namun bukan perempuan ingin di kata pria namun ia bertingkah gemulai


seperti wanita, makanya Aby menamainya manusia jadi-jadian.


“Apa eke boleh masuk?” tutur perias yang bernama Margaretha


seorang perias wajah yang sangat terkenal di kota yang ia tempati saat ini.


Aby dan Becca yang melihat dan mendengar pintu kamarnya di


buka dan di buka dengan segera berbalik melihat ke arah Margaretha yang kini


tengah berdiri di depan kamarnya.


“Silahkan masuk,” ucap Becca melihat ke arah perias wajah yang


kini tengah membawa satu asisten yang bertubuh gemulai sama seperti dirinya


dengan sebuah koper mini yang berisi alat-alat mec-ap menurut Becca.


Margaretha masuk ke dalam kamar beserta dengan asistennya,


setelah di persilahkan masuk, karna sebagai perias wajah terkenal Margaretha


juga mengerti dengan yang namanya sopan santun apalagi yang ia ambangi saat ini


adalah kediaman Atmaja pengusaha terkenal yang tersukses di kotanya, oleh karna


itu ia juga harus menjaga sikap agar keluarga Atamaj selalu menggunakan


jasanya, itulah yang selalu Margaretha inginkan dari smua pengusaha tersukses


yang ada di kotanya, karna jika bukan dari mereka semua ia tidak akan mencapai


gelar sebagai perias ternama dan termahal yang ada di kota yang ia tempati saat


ini.


Dengan senyuman manis Margaretha berjalan mendekat ke arah


menantu Atamaja yang kini tengah tersenyum melihat ke arah, ia melihat sejenak


ke arah wajah tampan putra dari Atmaja yang kini tidak berhenti melihat ke arah


wajah istrinya, sekalipun tidak melihat ke arahnya, melirikpun tidak yang


membuat Margaretaha berkata.


“Putra sulung Atmaja sangat tampun, namun penglihatannya


cuman melihat ke arah wajah istrinya saja, sedikitpun ia tidak melirik


kecantikanku, hem, lihat aku sedikit saja biar aku bisa mendapat energi positip


darimu.” Ucap pelan Margartha yang mengharap putra sulung Atmaja melirik ke arahnya


walau hanya sedikit saja.


Namun yang ia harapkan tidak terjadi, ia juga sangat takut


berlaku kecentilan kepada putra Atmaja yang satu ini, beda dengan putra ke dua


Atmaja yang lebih suka bersikap kecentilan kepadanya tadi sewaktu istrinya di


rias, bahkan putra kedua Atamaja telah menepuk bokongnya tadi dan itu


membuatnya tidak berhenti berlaku kecentilan padanya.


Margaretha mulai melakukan kewajibannya yaitu merias menantu


pertama Atmaja, tadi ia sudah merias wajah menantu kedua Atmaja, karna waktunya


kini tinggal hanya sedikit untuk merias wajah menantu kedua Atmaja hingga ia


melakukanny dengan sedikit terburu-buru, meskipun begitu ia tidak merias


asal-asalan yang akan membuat pelanggannya kecewa, namun ia tetap berusaha


merias wajah Becca dengan sangat sempurnya.


“Selesai.”


Margaretaha menyelesaikan riasan wajah Becca hanya kurung


waktu 35 menit, dan memberikan hasil yang membuat Aby merasa pangling melihat


wajah istrinya yang kini nampak sangat cantik.


“Apa wanita ini istriku?” tanya Aby melihat wajah Becca yang


kini nampak berubah daripada sebelumnya.


“Sepertinya bukan, karna istri anda tidak secantik ini.”


Becca terkekeh pelan ketika selesai mengatakan itu.


Margaretha yang melihat canda dan tawa yang telah di lakukan


sepasang romantis itu berkata, “Maaf tuan dan nyonya akan lebih baik kalau aku


membantu anda untuk bersiap.” Ucap pelan Margartha dengan senyuman di bibirnya.


Aby yang mendengar ucapan Margaretha berkata, “Biar aku yang


membantu isrtriku mengenakan gaunnya, karna aku tidak ingin ada yang menyentuh


tubuh istriku kecuali aku.” Nada datar keluar dari dalam mulut Aby membuat


wajah Margaretha memucat seketika mendengar ucapan dari suami yang baru saja ia


rias.


“Baiklah jika itu keinginan anda, kalau begitu sanya permisi


keluar.” Ucap Margaretha keluar dari dalam kamar bersama dengan asistennya.


Setelah melihat Margaretha keluar dari dalam kamarnya, Aby


mulai membantu Becca mengenakan gaun yang akan ia kenakan untuk malam ini,


setelah selesai membantu Becca ia juga ikut mengenakan pakaiannya yang akan ia


gunakan untuk melakukan acara resepsi pernikahan yang akan mereka langsungkan

__ADS_1


malam ini.


__ADS_2