
Setelah selesai membersikan diri Abdy keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk yang melilit di pinggannya saja , Abdy lupa kalau saat ini Lisa berada dalam kamar Hotelnya.
"Aaaaa," Teriak Lisa waktu melihat Abdy keluar dari kamar mandi.
"Sorry, sorry, aku lupa." Kembali berlari masuk ke dalam kamar mandi.
Setelah selesai mengenakan pakaiannya, Abdy keluar dari kamar mandi.
"Maaf, untuk tadi,aku lupa." Berkata sambil tersenyum ke pada Lisa.
"Tidak masalah,oya kakak kamu mana?,"
"Mungking di kamar sebelah."
"Oooo."
Setelah beberapa saat,Aby datang bersama Becca masuk ke dalam kamar yang di tempati Abdy.
"Abdy apa kamu sudah siap?."
"Gadis ini siapa?," Tanya Aby sambil melihat ke arah Lisa.
"Oh, dia kenalkan namanya Lisa, dia akan kembali ke indonesia bersama dengan kita,oya Lisa kenalkan dia kakakku Aby dan ini temannya Becca."
Lisa pun berdiri lalu berjalan mendekat ke arah Aby,sambil mengulurkan tangannya lalu berkata.
"Kenalkan nama saya Lisa." Berkata lembut dan sopan.
__ADS_1
Aby pun membalas uluran tangan Lisa lalu berkata.
"Aby." Berkata sedikit tegas.
Setelah selesai dengan Aby, Lisa mengulurkan tangan pada Becca.
"Lisa."
"Becca."
Setelah saling berkenalan, mereka berempat akan segera meningalkan hotel manuju ke bandara,sesampai di bandara Aby berkata pada Abdy.
"Dy, biarkan ke dua gadis itu duduk bersama."
"Tapi bos, Lisa takut naik pesawat."
"Itu semua demi pengorbanan cinta bos,dia datang ke sini ingin menemui tunanganya, tapi apa yang dia dapat, cuman penghianatan."
"Benar kah?."
"Semuanya benar, apa bos melihat gadis yang bersamaku di pesawat waktu kita kesini?, dialah gadis itu, gadis ini begitu sangat takut naik pesawat, jadi biarkan dia bersamaku dan bos bisa lebih dekat lagi dengan Becca," Ucap Abdy menjelaskan sambil memicingkan matanya sebelah.
Mendengar ucapan Abdy,Aby tersenyum tipis sambil melihat ke arah Becca yang kini sedang sibuk berbicara dengan Lisa.
Sementara Becca dia sengaja menyibukkan dirinya berbicara pada Lisa, karna merasa takut dan deg, degan,di dalam hati Becca selalu berdo'a agar dia bisa cepat meninggalkan negaranya,dia ingin segera pergi meninggalkan kemewahan,Daddynya dan paling utama menghindari pernikahannya dengan Roy,dan akan memulai hidup barunya di indonesia.
"Ayo,kita masuk sebentar lagi kapal kita deadline." Kata Aby.
__ADS_1
"Ayo," Ucap mereka bertiga.
Setelah di dalam pesawat Abdy duduk bersama Lisa, sementara Aby duduk bersama denga Becca.
"Lisa,apa kamu takut?," Tanya Abdy.
"Sedikit." Jawab Lisa.
"Kamu ngak usah takut, aku akan selalu bersamamu." Berkata sambil melihat ke arah Lisa.
Mendengar ucapan Abdy, hati Lisa sedikit menghangat, Lisa kemudian berkata.
"Terimah kasih banyak,Abdy,kamu meman yang terbaik, mau jadi sahabatku?,"
"Tentu saja,memiliki sahabat sepertimu pasti akan sangat lucu,tapi untuk menjadi sahabatku aku memiliki sebuah persyaratan?."
"Syarat, apa syratnya?." Tanya Lisa.
"Syratnya adalah,aku tak ingin melihat sahabatku bersedih atau pun menangis, kalau sahabatku memiliki masalah dia harus memberitahukanku baik atau pun buruknya, itulah persyaratanku."
Jawab Abdy sambil melihat ke arah Lisa.
Mendengar kata Abdy,Lisa menhembuskan napasnya dengan pelan lalu berkata.
"Apapun itu?."
"Apapun itu, aku ingin memiliki sahabat yang terbuka padaku, dan aku pun akan melakukan hal yang sama padanya,karna itulah sahabat yang sebenarnya." Kata Abdy seriu.
__ADS_1