Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 75


__ADS_3

Arlin mengigil di dalam selimutnya. tampa ada siapapun yang menemani ke dua orang tuanya tengah melakukan perjalanan bisnis. Sementara Artnya cuti pulang kampun, dengan alasan anaknya sakit. Sakit seorang diri, memang sangat tidak membuat nyaman bagi Arlin. Setelah beberapa saat hape Arlin berdering. Namun Arlin tak menjawabnya. Arlin tak bisa mengambil hapenya yang kini berada di dalam tasnya, yang di pakai dari kampus.


Hape Arlin kembali berdering. Namun lagi Arlin tak menjawabnya. Pemuda tersebut mendengus kesal karna Arlin lagi -lagi tak menjawab panggilannya.


"Arlin kemana sih?, dari tadi aku coba menhubunginya, Namun, tak di jawab -jawab?, kemana dia, apa dia telah pulang?." pemuda tersebut berjalan ke arah parkiran lalu mencari keberadaan mobil Arlin.


Pemuda tersebut kembali mendengus kesal ketika tak menemukan mobil Arlin di parkiran. "Pulang ngak bilng -bilang, ada apa dengannya?, apa dia marah padaku atas kejadian tadi siang?. Namun semunya baik -baik saja. Malah Arlin berkata aku tak apa -apa, bhkan ketika mengatakan itu Arlin tersenyum manis padaku." Pemuda itu kembali menhubungi nomor Arlin dan lagi -lagi tak ada jawaban.


Tampa berfikir pangjan, pemuda itu masuk ke dalam mobilnya lalu melajukannya menuju arah rumah Arlin. Setelah sampai di hadapan rumah Arlin. Pemuda tersebut melihat mobil Arlin terparkir di. hadapan rumahya.

__ADS_1


"Tuh kan, uda pulan tak bilang -bilang." Pemuda itu mengatakan ketika turun dari mobilnya. Pemuda itu pun berjalan ke arah pintu utama rumah Arlin kemudian memencet bel pintu rumah Arlin.


Ting -nong, Ting -nong.


Setelah beberapa lama memencet bel pintu rumah Arlin. Namun, tak ada yang membuka pintu. Pemuda kembali mendengus kesal.


"Arlin kemana?, Artnya juga kemana?, mobilnya ada, namun, tak ada satupun yang membukakan pintu."


"Arlin." panggil pemuda itu ketika berada di depan tangga menuju arah kamar Arlin. Namun, lagi tak ada yang menyahut.

__ADS_1


Pemuda itu berbalik arah ingin segera keluar dari rumah Arlin, karna takut di kira pencuri. Namun, tiba -tiba pemuda itu mendengar suara bersin.


Aciuuu.


Pemuda itu kembali berbalik arah mencari arah keberadaan suara bersin tersebut. "Itu kan suara bersin Arlin." Pemuda itu pun menaiki anak tangga lalu berjalan naik ke lantai atas untuk mencari arah suara bersin tersebut, dan tiba lah di depan kamar Arlin yang pintunya hanya setengah tertutup. Pemuda itu melihat masuk, lalu mendapat Arlin tengah membungkus tubuhnya dengan selimut tebal. Pemuda itu berjalan menhampiri di mana Arlin saat ini tenga membungkus dirinya dengan selimuat.


"Arlin, kamu kenapa?." tanya pemuda itu ketika sampai di sampin tempat tidur Arlin lalu menatapnya.


Pemuda itu melihat Arlin dalam keadaan menggigil dan juga berkeringat. Pelan -pelan tangannya menyentuh dahi Arlin. "Astaga suhu tubuhnya sangat panas." Setelah itu Pemuda tersebut berjalan turun ke lantai dasar mencari arah dapur Arlin.

__ADS_1


Setelah melihat dapur dan mendapatkan apa yang di perlukannya, Pemuda itu kembali naik di lantai dua dimana letak kamar Arlin.


Setelah sampai di dalam Kamar Arlin. Pemuda itu meletakkan kain kompres di dahi Arlin yang tadi di ambilnya di dapur.


__ADS_2