
Hamish merangkul lengan Bella, lalu mengajaknya duduk. bukan duduk di kursi melainkan di atas pangkuannya. Hamish duduk, lalu menepuk pahanya.
Bella yang mengerti dengan apa yang Hamish lakukan, tersenyum. Bella menyimpas tasnya di atas meja kerja Hamish, lalu duduk di pangkuan suaminya.
Setelah Bella duduk di atas pangkuannya, Hamish melingkarkan tangannya di perut Bella, dan menaruh wajahnya di bahu Istrinya.
Hamish pun berkata. "Sayang, kenapa kamu tiba -tiba datang kemari? apa kamu menginkan sesuatu?, sehingga kamu memberi kejutan seperti ini padaku" Hamish mengecup lembut leher Bella setelah mengatakan itu.
Bella hanya tersenyum mendengar apa yang di katakan Hamish. Kemudian Bella memegan tangan Hamish yang kini tengah melingkar di perutnya.
Bella melebarkan tangan suaminya, lalu mengelus lembut perutnya.
Hamish yang melihat tingkah aneh istrinya berkata. "Kenapa dengan perut kamu sayang? apa sakit atau gatal?" tanya Hamish pelan.
Bella pun tertawa seketika mendengar apa yang di katakan suaminya.
Bella pun berkata. "Sayang, aku mengelus perut aku dengan tangan kamu. Agar anak kita merasa sangat nyaman di elus lembut oleh Daddynya." Bella sedikit menjelaskan.
Hamish yang mendengar kata yang keluar dari mulut istriny. Terkejut tak percaya. Karna selama beberapa bulan Ia datang untuk memeriksakan diri di rumah sakit. Dokter selalu berkata.
"Akan sangat sulit, untuk mendapatkan anak ke dua. Karna kesehatan yang ada pada Hamish tengah tergangu.
Namun ternyata Allah berkata lain. Ia tak pernah menyangka akan mendapat kabar bahagia seperti ini.
Hamish bangun dari duduknya sambil mengendong tubuh Bella, lalu memutar tubuhnya mengelilin. Yang membuat Bella merasa mual.
"Sayang, hentikan! aku merasa mual" mendengar kata istrinya Hamish berhenti. Namun tak menurunkan Bella dari gendongannya. Melainkan Hamish membawa Bella masuk ke dalam kamar pribadinya yang ada di dalam ruangan kantornya.
Setelah sampai di dalam kamar pribadinya Hamish merebahkan tubub Bella di atas tempat tidur yang tersedia di dalam ruangan tersebut.
Hamish ikut merebahkan tubuhnya di sampin Bella, sambil mengengam erat, lalu mengecup lembut punggun tangan istrinya.
Hamish pun berkata. "Aku tak menyangka sayang, Allah memberi amanah kepada kita lagi" Bangun, lalu mengelus, menciumi perut Bella yang nampak terlihat rata.
"Aku juga tak menyangka sayang. Kalau aku bisa hamil lagi. Mengingat usia kita, bahkan putri kita Becca tengah menginjak usia remaja."
__ADS_1
"Namun kita harus tetap bersyukur, dan menjaga amanah ini dengan baik."
Setelah mengatakan itu Hamish menindih tubuh istrinya, lalu mengecup lembut dahi Bella dengan sangat lembut, Hamish mulai menciumi semua wajah Bella, dan terakhir Ia mengecup lembut bibir mungil istrinya dan di balas hangat oleh Bella.
Mereka melakukan hingga hasrat keduanya memuncak. Hingga akhirnya mereka melakukannya dengan Khitmat.
Selesai dengan pergulatannya dengan Bella, Hamish berjalan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersikan diri. Selesai membersikan diri, Hamish keluar dan mendapati Bella tengah mengeluarkan keringat di wajahnya, bahkan wajah Bella terlihat sangat pucat.
Hamish terkejut, lalu berjalan ke ara Bella, dengan panik Hamish berkata.
"Sayang, kamu kenapa?" menepuk pelan wajah Bella yang nampak pucat.
Bella tak bisa menjawab apa yang Hamish tanyakan padanya. Karna Ia merasa sangat sakit pada bagian perutnya. Awalnya Bella hanya berkata sendiri.
"Mungkin perutku hanya kram saja. Setelah melakukannya." ucap Bella sendiri di atas tempat tidur. Karna saat ini Hamish tengah berda di dalam kamar mandi.
Namun rasa sakit itu semakin membuatnya tersiksa, jangankan memanggil Hamish, membuka mulut saja Bella kesusahan.
Tampa banyak bertanya. Hamish mengambil semua pakaian Bella yang ada di atas meja, lalu mengenakannya pada tubuh Bella, karna saat ini Bella tak dapat bergerak karna merasa sangat kesakitan pada bagian perutnya.
Di dalam lif, Bella meringgis kesakitan. "Aoo, saaakiiit." memeluk erat leher suaminya.
Hamish yang melihat istrinya meringgis kesakitan. berkata.
"Sabar ya sayang, kita akan segera ke rumah sakit." Setelah mengatakan itu Hamish mengecup lembut dahi Bella sampai pintu lif terbuka.
Pintu lif terbuka. Hamish berlari keluar dari dalam lif, menuju arah parkiran. Semua stap dan para karyawan melihat wajah Hamish yang nampak sangat ketakutan.
Hamish mendudukkan Bella di dalam mobil yang di gunakan Bella ke kantornya, karna mobilnya itu memiliki supir pribadi. Hamish ikut masuk, dan dengan segera memerintahkan supirnya agar segera ke Rumah sakit.
"Jepat jalan, menuju rumah sakit yang sering kami kunjungi." ucap Hamish pada supirnya.
Tampa menjawab, kata majikannya, dengan cepat Ia melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang sering di kunjungi Bella dan Hamish.
Hamish meraih tubuh Bella masuk ke dalam pelukannya. Karna saat ini Bella mulai kehilangan kesadarannya. Mungkin karna merasa sangat ke sakitan. Hingga akhirnya Bella pinsan.
__ADS_1
Hamish sangat panik melihat Bella mulai tak sadarkan diri. dengan nada datar Hamish berteriak pada supirnya.
"Cepat bawa mobilnya. Apa kamu tak melihat keadaan Nyonyamu?" dengan nada datarnya.
Setelah memasuki area rumah sakit. Lalu mobilnya berhenti pas di depan pintu masuk rumah sakit. Hamish turun dari mobilnya, lalu berteriak sangat keras.
"Dokter, suster! tolong istri saya."
Para dokter dan suster yang mendengar teriakan Hamish, berlari keluar, ada yang membawa berangka, ada juga yang membawa kursi roda.
Dokter yang biasa memeriksa keadaan Hamish terkejut.
"Hau, apa yang terjadi dengan Nyonya? Tuan Hamish." tanya Dokter yang biasa memeriksanya.
"Aku juga taidak tau Dokter, tolong cepat periksa istriku" panik "Aku tak mau terjadi sesuatu yang buruk padanya."
Hamish kini lupa kalau saat ini, Bella telah mengandung, yang ada di fikirannya saat ini. Hamish tak ingin sesuatu yang buruk terjadi dan menimpa Bella.
Hamish mengankat tubuh Bella keluar dari mobilnya, lalu merebahkannya di atas berangka rumah sakit. Dengan wajah panik Hamish membatu para sustrer mendorong berangka yang di tempati Bella terbaring, masuk ke dalam ruangan perawatan.
Setelah Bella masuk ke dalam ruangan perawatan. Hamish tak di perbolehkan masuk. Meski telah memohon dan memita pada Dokter, untuk selalu menemani istrinya. Namun hanya satu kata dokter.
"Anda, hanya akan menggangu kami bekerja dengan baik" itulah kata dokter yang selalu memeriksa keadaan Hamish.
Di depan pintu perawatan Bella, Hamish tak berenti berjalan ke sana -kemari, sesekali Hamish melihat Bella dari pintu kaca rumah sakit tersebut.
Wajah Hamish nampak panik, Ia merasa sangat sedih melihat keadaan Bella seperti itu.
Cukup lama Bella di periksa di dalam ruangan perawatan dan itu membuat Hamish terlihat tambah lebih panik.
*
*
*
__ADS_1