
Semua yang mendengar ucapan Clarisa tertawa bahagian karna
merasa lucu dengan apa yang di katakan Clarisa soal putrinya.
“Memang benar kata orang, sedekat apapun, dengan putri dan
putra kita pasti yang ia cari ketika ia membuka mata istri ataupun suaminya.” Tambah
Nabila, dan itu membuat semuanya kembali tertawa mendengar ucapan kedua calon
nenek jaman waow.
“Suamimu keluar nak, mengantar dokter yang baru saja
memeriksa keadaan kamu,” jawab Nabila tersenyum mengelus wajah Lisa yang nampak
sangat pucat.
Setelah beberapa waktu Aby kembali masuk ke dalam kamar
dalam keadaan gos-gasan karna berlari masuk ke dalam kamar untuk segera menemui
istrinya.
“Sayang apa kamu sudah sadar?” tanya Abdy lansung naik ke
atas tempat tidur dan memeluk Lisa dengan sangat erat, dan tidak memperdulikan
seluruh anggota keluarganya yang kini tengah membulatkan mata melihat ke
arahnya.
Aby dan Becca yang melihat itu hanya tersenyum karna ia
sudah mengetahui sikap Abdy memang seperti itu, tidak memperdulikan siapapun
jika sudah bersama dengan istrinya.
Waktu terus berlalu usia kandungan Lisa sudah jalan empat
bulan, sementara perut Becca semakin membesar dan itu membuat Aby merasa agak
heran melihat perut istrinya semakin hari semakin membesar, bahkan Nabila yang
melihat perut Becca semakin membesar menyarankan agar mereka segera melakukan
pemeriksaan kedokter takut jika sesuatu yang tidak di inginkan.
Seperti pagi ini Nabila datang kerumah Becca untuk mengajak
Becca kerumah sakit untuk memeriksakan keadaannya karna ia merasa khawatir
dengan bentuk tubuh menantunya yang agak berisi.
Nabila masuk ke dalam rumah Becca setelah di persilahkan
oleh pelayan di rumahnya, Nabila berjalan ke arah dapur dan melihat Becca
tengah menyuapi Kaisar dengan penuh kasih sayang.
Nabila melangkah ke arah Becca, sambil memperhatikan pinggul
Becca yang semakin membesar.
“Menantuku pasti hamil.” Ucap pelan Nabila berjalan ke arah
Becca yang sibuk menyuapi Kaisar sambil bermain.
Becca yang mengetahui kedatangan ibu mertunya dengan segera
berbalik melihat ke arah Nabila yang kini tengah berjalan ke arahnya.
“Mama” sapa Becca berlari pelan untuk memeluk ibu mertunya.
“Sayang, kamu jangan lari-lari seperti itu, nanti kamu
jatuh,” ucap Nabila memeluk erat menantunya dan ia bisa merasakan perut Becca
yang semakin membesar.
“Duduk ma,” ucap Becca mempersilahkan ibu mertunya duduk di
sopa yang ia selalu gunakan untuk bersantai bersama dengan dengan Aby.
Nabila duduk melihat ke arah kaisar yang kini tengah duduk
menunggu suapan dari Mommynya, usia Kaisar saat ini sudah berumur setahun
setelah Becca mengadopsinya.
Nabila bisa melihat kebahagian yang tengah di rasakan Becca
semenjak Kaisar hadir dalam kehidupan menantunya. Setelah melihat Becca telah
selesai memberi Kaisar makan nabila pun Berkata.
“Becca mama ingin mengajak kamu ke dokter pagi ini, mama
sudah buat janji dengan dokter kandungan yang menangani kandungan Lisa, kamu
tidak keberatankan nak untuk ikut mama pergi ke dokter kandungan pagi ini.” Tanya
Nabila pelan, karna ia tidak ingin membuat menantunya merasa tersinggun dengan
ucapannya.
“Tapi ma, Kaisar bagaiman? Siapa yang akan menjaganya jika
aku ikut mama ke rumah sakit?” tanya Becca pelan melihat ke arah Kaisar yang
kembali bermain di lantai.
“Biar aku yang menjaganya kakak ipar,” jawab Abdy yang baru
saja masuk bersama Lisa.
Abdy masuk ke dalam dapur Becca sambil merangkul pinggul
Lisa yang kini mulai semakin membesar.
Nabila memang menghubungi Abdy agar ia kerumah kakak
iparnya, untuk menjaga Kaisar, karna Nabila tau Becca tidak akan mau
__ADS_1
meninggalkan putranya dengan pelayan di rumahnya.
Becca yang medengar ucapa adik iparnya yang tiba-tiba masuk
ke dalam dapurnya berkata, “Apa kamu yakin? Ingin menjaga putraku dengan baik
Abdy?’ tanya Becca memastikan kalau Kaisar akan di jaga dengan baik oleh adik
iparnya.
“Tentu saja kakak ipar, sekaligus belajar untuk calon anakku
yang ada di sisni.” Abdy mengelus lembut perut Lisa yang kini mulai semakin
terlihat yang duduk di sampinnya dan itu membuat Nabila tersenyum meliahat ke
arah menantunya.
Lisa berdiri karna ia ingin mengambil Kaisar yang sedang
asyik bermain di lantai dan saat itu Becca juga tengah berdiri tidak jauh dari
Kaisar.
Lisa ingin melewati Becca, namun dengan segera Nabila
berkata kepada kedua menantunya.
“Lisa berhenti nak, kamu jangan terlalu dekat dengan kakak
ipar kamu,” ucap Nabila dengan suara agak sedikit meninggi karna ia merasa
sangat kahawatir ketika ia hampir melewati Becca.
Nabila tidak ingin Becca dan Lisa saling berdekatan, karna
ia tau kalau saat ini kedua menantunya tengah hamil, Nabila takut jika pinggul
Lisa dan pinggul Becca saling bersentuhan dan itu akan berakibat buruk untuk ke
duanya, Nabila percaya dan yakin kalau jika dua ibu hamil, pnggul mereka saling
bersentuhan salah satu di antara keduanya akan kehilangan bayinya, Nabila tidak
ingin itu terjadi dengan calon cucunya.
Lisa yang mendengar ucapan mertunya dengan segera berhenti
dan berbalik melihat ke arah mertunya lalu berkata.
“Memangnya ada apa ma?” tanya Lisa bingun begitupun dengan
Becca yang merasa sangat bingun dengan ucapan ibu mertuanya.
“Memangnya ada apa ma?” tanya Abdy mengulang pertanyaan
istrinya.
Mereka bertiga nampak bingun mendengar ucapan Nabila, namun
Nabila hanya menanggapi pertanyaan putra dan menantunya dengan senyumana.
“Nanti mama akan jelaskan setelah aku kembali dari rumah
sedangkan aku ingin segera membawa kakak iparmu ke rumah sakit untuk memeriksa
keadaannya.” Nabila menjelaskan.
Tiga puluh menit kemudian.
Nabila dan Becca berjalan masuk ke dalam rumah sakit,
berjalan ke arah ruangan dokter karna telah membuat janji sebelumnya hingga
mereka berdua tidak perlu menunggu dan mengantri bersama dengan pasien-pasien
lainnya.
Dengan senyuman Nabila masuk ke dalam ruangan dokter,
begitupun dengan Becca, Becca tidak berhenti tersenyum ketika memasuki ruangan
dokter kandungan, karna ia sudah yakin kalau saat ia pasti mengandung karna
sudah lebih dari tujuh bulan ia tidak datang bulan.
Namun ia masih enggan untuk pergi memeriksakan diri, tapi
setelah memeriksa dirinya sendiri ia sedikit tau kalau saat di dalam tubuhnya
ada kehidupan baru yang harus ia jaga.
Sebenarnya besok Becca berencana ingin pergi memeriksakan
diri bersama dengan Aby, namun ibu mertunya udah keburu mengajaknya jadi ia
ikut saja.
Becca mulai melakukan pemeriksaan, hingga melakukan USG,
Becca menangis sesegukan ketika mengetahui kalau ternya saat ini ia telah
mengandung bayi kembar yang tidak identik.
Hiks,hiks, hiks.
Suara tangisan Becca karna merasa sangat terharu dengan apa
yang tengah di dengarnya saat ini, detak jantung calon buah hatinya, hasil dari
cintanya dengan suaminya kini terdengar jelas di telinganya.
Nabila yang mendengar menantunya menangis di dalam ruangan
USG dengan segera ia berlari masuk karna takut jika sesuatu yang buruk tengah
terjadi dengan menantunya.
“Kamu kenapa nak?” tanya Nabila memegan tangan menantunya
yang kini tengah menangis di atas berngka.
“Huhuhu, ma” menari napas “Ma, aku hamil anak kembar.” Jawab
__ADS_1
Becca yang masih menangis sesegukan di atas berngka.
Nabila yang mendengar ucapan menantunya merasa sangat
bahagia, kebahagian yang tidak bisa ia ungkapkan dengan sebuah kata-kata.
Di dalam mobil Nabila
tidak berhenti memeluk menantunya, ia merasa sangat bahagia mendengar kabar
kalau saat ini menantunya tengah hamil anak kembar yang berjenis kelamin
perempuan dan laki-laki.
Dan setelah sampai di rumah Becca mendapat kejutan meriah
dari Hamish, karna mengetahui kalau saat ini putrinya tengah mengandung bayi
kembar yang tidak identik.
Hamish mengetahui hal ini karna Nabila menghubunginya ketika
masih berada di rumah sakit, dan mengatakan kalau saat ini putri kecilnya akan
segera memiliki bayi kembar yang tidak identik dan itu membuat hamish
benar-benar merasa sangat senang dan bahagia.
Karna kebahagian seorang ayah adalah ketika ia mendengar
kabar bahagia itu dari putri kandungnya, putri satu-satunya.
Hamish memberikan putrinya penyambutan dengan mendekorasi
ruangan tamu yang sedemikian rupa, di dalam ruangan tamu hampir penuh dengan
boneka dan senjata mainan, dan juga mobil-mobilan.
Abdy merasa sangat bingun ketika melihat mobil hamish
beserta dengan anak buahnya dan juga satu trek barang-barang anak-anak masuk ke
halaman rumahnya, Abdy berfikir kalau Hamish membawa semua mainan itu untuk
Kaisar, namun ternyata ia salah, setelah Hamish menjelaskan kalau semua ini
untuk calon pewaris seluruh harta kekayaannya.
Becca merasa sangat terkejut ketika melihat semua mainan
anak-anak telah memenuhi ruangan tamunya, Becca sampai berpikir kalau Daddynya
pasti memborong toko mainan anak-anak hingga ia membawa mainan sebanyak itu.
Aby yang baru saja pulang dari kantor karna ingin makan
siang bersama dengan istrinya, merasa sangat terkejut ketika ia masuk ke dalam rumahnya.
“Apa yang terjadi?” tanya Aby bingun ketika melihat semua
mainan ada di rungan tamunya.
Becca yang melihat suaminya pulang dari kantor dengan segera
berjalan ke arah Aby dan memeluknya dengan sangat erat.
“Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu Abyku.” Becca
mengecup lembut bibir Aby ketika mengatakan itu karna jujur ia marasa sangat
bahagia.
Aby yang melihat istrinya bertingkah aneh seperti ini
menyengitkan dahi karna merasa bingun dengan apa yang tengah Becca katakan
padanya.
“Iya, sayang aku juga sangat mencintaimu.” Memegan wajah
Becca “Bisa kamu jelaskan apa yang telah terjadi? Kenapa banyak mainan di
ruangan tamu kita?” tanya Aby.
“Itu semua mainan untuk anak-anak kita, Daddy yang membelinya.”
Aby yang merasa sangat bingun mendengar ucapan istrinya yang
mengatakan kalau semua mainan itu untuk anak-anaknya, merasa sedikit heran
karna setaunya anaknya hanya Kaisar dan mainannya sudah terlalu sangat banyak.
“Anak kita akan bermain boneka? Sayang Daddy pasti salah
membeli mainan untuk Kaisar kalau senjata dan pistol-pistol itu bagus untuk
Kaisar namun boneka besar itu, warna pink, apa Kaisar akan menyukainya?” tanya
Aby menatap wajah istrinya.
Becca yang mendengar ucapan suaminya tersenyum senang lalu
berkata, “Semua itu bukan untuk Kaisar Aby, tapi untuk anak-anak kita yang ada
di dalam sini” mengelus perut “Karna
sebentar lagi anak kita, buah cinta kita akan segera lahir ke dunia ini.” Becca
menjelaskan kalau saat ini ia tengah mengandung.
Aby yang mendengar ucapan istrinya yang mengatakan kalau
saat ini ia telah mengantung, merasa sangat terkejut sekaligus merasa bahagia
dan tidak menduga kalau ia akan mendapatkan keturunan secepat ini.
“Benarkan sayang? Kamu tengah mengandung?”
“Benaaaaarrr” jawab semua keluarga.
“Apa? Jadi kamu benar-benar mengandung?”
“Benar By, bahkan aku mengandung anak kembar yang tidak
__ADS_1
identik.”