Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.212


__ADS_3

Semua yang mendengar ucapan Clarisa tertawa bahagian karna


merasa lucu dengan apa yang di katakan Clarisa soal putrinya.


“Memang benar kata orang, sedekat apapun, dengan putri dan


putra kita pasti yang ia cari ketika ia membuka mata istri ataupun suaminya.” Tambah


Nabila, dan itu membuat semuanya kembali tertawa mendengar ucapan kedua calon


nenek jaman waow.


“Suamimu keluar nak, mengantar dokter yang baru saja


memeriksa keadaan kamu,” jawab Nabila tersenyum mengelus wajah Lisa yang nampak


sangat pucat.


Setelah beberapa waktu Aby kembali masuk ke dalam kamar


dalam keadaan gos-gasan karna berlari masuk ke dalam kamar untuk segera menemui


istrinya.


“Sayang apa kamu sudah sadar?” tanya Abdy lansung naik ke


atas tempat tidur dan memeluk Lisa dengan sangat erat, dan tidak memperdulikan


seluruh anggota keluarganya yang kini tengah membulatkan mata melihat ke


arahnya.


Aby dan Becca yang melihat itu hanya tersenyum karna ia


sudah mengetahui sikap Abdy memang seperti itu, tidak memperdulikan siapapun


jika sudah bersama dengan istrinya.


Waktu terus berlalu usia kandungan Lisa sudah jalan empat


bulan, sementara perut Becca semakin membesar dan itu membuat Aby merasa agak


heran melihat perut istrinya semakin hari semakin membesar, bahkan Nabila yang


melihat perut Becca semakin membesar menyarankan agar mereka segera melakukan


pemeriksaan kedokter takut jika sesuatu yang tidak di inginkan.


Seperti pagi ini Nabila datang kerumah Becca untuk mengajak


Becca kerumah sakit untuk memeriksakan keadaannya karna ia merasa khawatir


dengan bentuk tubuh menantunya yang agak berisi.


Nabila masuk ke dalam rumah Becca setelah di persilahkan


oleh pelayan di rumahnya, Nabila berjalan ke arah dapur dan melihat Becca


tengah menyuapi Kaisar dengan penuh kasih sayang.


Nabila melangkah ke arah Becca, sambil memperhatikan pinggul


Becca yang semakin membesar.


“Menantuku pasti hamil.” Ucap pelan Nabila berjalan ke arah


Becca yang sibuk menyuapi Kaisar sambil bermain.


Becca yang mengetahui kedatangan ibu mertunya dengan segera


berbalik melihat ke arah Nabila yang kini tengah berjalan ke arahnya.


“Mama” sapa Becca berlari pelan untuk memeluk ibu mertunya.


“Sayang, kamu jangan lari-lari seperti itu, nanti kamu


jatuh,” ucap Nabila memeluk erat menantunya dan ia bisa merasakan perut Becca


yang semakin membesar.


“Duduk ma,” ucap Becca mempersilahkan ibu mertunya duduk di


sopa yang ia selalu gunakan untuk bersantai bersama dengan dengan Aby.


Nabila duduk melihat ke arah kaisar yang kini tengah duduk


menunggu suapan dari Mommynya, usia Kaisar saat ini sudah berumur setahun


setelah Becca mengadopsinya.


Nabila bisa melihat kebahagian yang tengah di rasakan Becca


semenjak Kaisar hadir dalam kehidupan menantunya. Setelah melihat Becca telah


selesai memberi Kaisar makan nabila pun Berkata.


“Becca mama ingin mengajak kamu ke dokter pagi ini, mama


sudah buat janji dengan dokter kandungan yang menangani kandungan Lisa, kamu


tidak keberatankan nak untuk ikut mama pergi ke dokter kandungan pagi ini.” Tanya


Nabila pelan, karna ia tidak ingin membuat menantunya merasa tersinggun dengan


ucapannya.


“Tapi ma, Kaisar bagaiman? Siapa yang akan menjaganya jika


aku ikut mama ke rumah sakit?” tanya Becca pelan melihat ke arah Kaisar yang


kembali bermain di lantai.


“Biar aku yang menjaganya kakak ipar,” jawab Abdy yang baru


saja masuk bersama Lisa.


Abdy masuk ke dalam dapur Becca sambil merangkul pinggul


Lisa yang kini mulai semakin membesar.


Nabila memang menghubungi Abdy agar ia kerumah kakak


iparnya, untuk menjaga Kaisar, karna Nabila tau Becca tidak akan mau

__ADS_1


meninggalkan putranya dengan pelayan di rumahnya.


Becca yang medengar ucapa adik iparnya yang tiba-tiba masuk


ke dalam dapurnya berkata, “Apa kamu yakin? Ingin menjaga putraku dengan baik


Abdy?’ tanya Becca memastikan kalau Kaisar akan di jaga dengan baik oleh adik


iparnya.


“Tentu saja kakak ipar, sekaligus belajar untuk calon anakku


yang ada di sisni.” Abdy mengelus lembut perut Lisa yang kini mulai semakin


terlihat yang duduk di sampinnya dan itu membuat Nabila tersenyum meliahat ke


arah menantunya.


Lisa berdiri karna ia ingin mengambil Kaisar yang sedang


asyik bermain di lantai dan saat itu Becca juga tengah berdiri tidak jauh dari


Kaisar.


Lisa ingin melewati Becca, namun dengan segera Nabila


berkata kepada kedua menantunya.


“Lisa berhenti nak, kamu jangan terlalu dekat dengan kakak


ipar kamu,” ucap Nabila dengan suara agak sedikit meninggi karna ia merasa


sangat kahawatir ketika ia hampir melewati Becca.


Nabila tidak ingin Becca dan Lisa saling berdekatan, karna


ia tau kalau saat ini kedua menantunya tengah hamil, Nabila takut jika pinggul


Lisa dan pinggul Becca saling bersentuhan dan itu akan berakibat buruk untuk ke


duanya, Nabila percaya dan yakin kalau jika dua ibu hamil, pnggul mereka saling


bersentuhan salah satu di antara keduanya akan kehilangan bayinya, Nabila tidak


ingin itu terjadi dengan calon cucunya.


Lisa yang mendengar ucapan mertunya dengan segera berhenti


dan berbalik melihat ke arah mertunya lalu berkata.


“Memangnya ada apa ma?” tanya Lisa bingun begitupun dengan


Becca yang merasa sangat bingun dengan ucapan ibu mertuanya.


“Memangnya ada apa ma?” tanya Abdy mengulang pertanyaan


istrinya.


Mereka bertiga nampak bingun mendengar ucapan Nabila, namun


Nabila hanya menanggapi pertanyaan putra dan menantunya dengan senyumana.


“Nanti mama akan jelaskan setelah aku kembali dari rumah


sedangkan aku ingin segera membawa kakak iparmu ke rumah sakit untuk memeriksa


keadaannya.” Nabila menjelaskan.


Tiga puluh menit kemudian.


Nabila dan Becca berjalan masuk ke dalam rumah sakit,


berjalan ke arah ruangan dokter karna telah membuat janji sebelumnya hingga


mereka berdua tidak perlu menunggu dan mengantri bersama dengan pasien-pasien


lainnya.


Dengan senyuman Nabila masuk ke dalam ruangan dokter,


begitupun dengan Becca, Becca tidak berhenti tersenyum ketika memasuki ruangan


dokter kandungan, karna ia sudah yakin kalau saat ia pasti mengandung karna


sudah lebih dari tujuh bulan ia tidak datang bulan.


Namun ia masih enggan untuk pergi memeriksakan diri, tapi


setelah memeriksa dirinya sendiri ia sedikit tau kalau saat di dalam tubuhnya


ada kehidupan baru yang harus ia jaga.


Sebenarnya besok Becca berencana ingin pergi memeriksakan


diri bersama dengan Aby, namun ibu mertunya udah keburu mengajaknya jadi ia


ikut saja.


Becca mulai melakukan pemeriksaan, hingga melakukan USG,


Becca menangis sesegukan ketika mengetahui kalau ternya saat ini ia telah


mengandung bayi kembar yang tidak identik.


Hiks,hiks, hiks.


Suara tangisan Becca karna merasa sangat terharu dengan apa


yang tengah di dengarnya saat ini, detak jantung calon buah hatinya, hasil dari


cintanya dengan suaminya kini terdengar jelas di telinganya.


Nabila yang mendengar menantunya menangis di dalam ruangan


USG dengan segera ia berlari masuk karna takut jika sesuatu yang buruk tengah


terjadi dengan menantunya.


“Kamu kenapa nak?” tanya Nabila memegan tangan menantunya


yang kini tengah menangis di atas berngka.


“Huhuhu, ma” menari napas “Ma, aku hamil anak kembar.” Jawab

__ADS_1


Becca yang masih menangis sesegukan di atas berngka.


Nabila yang mendengar ucapan menantunya merasa sangat


bahagia, kebahagian yang tidak bisa ia ungkapkan dengan sebuah kata-kata.


 Di dalam mobil Nabila


tidak berhenti memeluk menantunya, ia merasa sangat bahagia mendengar kabar


kalau saat ini menantunya tengah hamil anak kembar yang berjenis kelamin


perempuan dan laki-laki.


Dan setelah sampai di rumah Becca mendapat kejutan meriah


dari Hamish, karna mengetahui kalau saat ini putrinya tengah mengandung bayi


kembar yang tidak identik.


Hamish mengetahui hal ini karna Nabila menghubunginya ketika


masih berada di rumah sakit, dan mengatakan kalau saat ini putri kecilnya akan


segera memiliki bayi kembar yang tidak identik dan itu membuat hamish


benar-benar merasa sangat senang dan bahagia.


Karna kebahagian seorang ayah adalah ketika ia mendengar


kabar bahagia itu dari putri kandungnya, putri satu-satunya.


Hamish memberikan putrinya penyambutan dengan mendekorasi


ruangan tamu yang sedemikian rupa, di dalam ruangan tamu hampir penuh dengan


boneka dan senjata mainan, dan juga mobil-mobilan.


Abdy merasa sangat bingun ketika melihat mobil hamish


beserta dengan anak buahnya dan juga satu trek barang-barang anak-anak masuk ke


halaman rumahnya, Abdy berfikir kalau Hamish membawa semua mainan itu untuk


Kaisar, namun ternyata ia salah, setelah Hamish menjelaskan kalau semua ini


untuk calon pewaris seluruh harta kekayaannya.


Becca merasa sangat terkejut ketika melihat semua mainan


anak-anak telah memenuhi ruangan tamunya, Becca sampai berpikir kalau Daddynya


pasti memborong toko mainan anak-anak hingga ia membawa mainan sebanyak itu.


Aby yang baru saja pulang dari kantor karna ingin makan


siang bersama dengan istrinya, merasa sangat terkejut ketika ia masuk ke dalam rumahnya.


“Apa yang terjadi?” tanya Aby bingun ketika melihat semua


mainan ada di rungan tamunya.


Becca yang melihat suaminya pulang dari kantor dengan segera


berjalan ke arah Aby dan memeluknya dengan sangat erat.


“Aku mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu Abyku.” Becca


mengecup lembut bibir Aby ketika mengatakan itu karna jujur ia marasa sangat


bahagia.


Aby yang melihat istrinya bertingkah aneh seperti ini


menyengitkan dahi karna merasa bingun dengan apa yang tengah Becca katakan


padanya.


“Iya, sayang aku juga sangat mencintaimu.” Memegan wajah


Becca “Bisa kamu jelaskan apa yang telah terjadi? Kenapa banyak mainan di


ruangan tamu kita?” tanya Aby.


“Itu semua mainan untuk anak-anak kita, Daddy yang membelinya.”


Aby yang merasa sangat bingun mendengar ucapan istrinya yang


mengatakan kalau semua mainan itu untuk anak-anaknya, merasa sedikit heran


karna setaunya anaknya hanya Kaisar dan mainannya sudah terlalu sangat banyak.


“Anak kita akan bermain boneka? Sayang Daddy pasti salah


membeli mainan untuk Kaisar kalau senjata dan pistol-pistol itu bagus untuk


Kaisar namun boneka besar itu, warna pink, apa Kaisar akan menyukainya?” tanya


Aby menatap wajah istrinya.


Becca yang mendengar ucapan suaminya tersenyum senang lalu


berkata, “Semua itu bukan untuk Kaisar Aby, tapi untuk anak-anak kita yang ada


di dalam sini” mengelus perut  “Karna


sebentar lagi anak kita, buah cinta kita akan segera lahir ke dunia ini.” Becca


menjelaskan kalau saat ini ia tengah mengandung.


Aby yang mendengar ucapan istrinya yang mengatakan kalau


saat ini ia telah mengantung, merasa sangat terkejut sekaligus merasa bahagia


dan tidak menduga kalau ia akan mendapatkan keturunan secepat ini.


“Benarkan sayang? Kamu tengah mengandung?”


“Benaaaaarrr” jawab semua keluarga.


“Apa? Jadi kamu benar-benar mengandung?”


“Benar By, bahkan aku mengandung anak kembar yang tidak

__ADS_1


identik.”


__ADS_2