Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.151


__ADS_3

Mendengar ucapan Wanita yang ada di hadapannya yang tak


mengisinkannya masuk ke dalam kamar Aby, Sameera terlihat nampak begitu sangat


kesal, saking kesalnya Sameera sampai menarik tangan Nabila dengan begitu


kasarnya.


“Awas! Aku mau masuk.” Sameera menghempas kasar tangan


Nabila dan itu hampir membuatnya jatuh ke lantai, beruntung Doni segera meraih


tubuh istrinya dan itu membuatnya tidak terjatuh ke lantai.


“Auu.” Nabila meringgis ketika Sameera menarik tangannya


secara kasar.


Melihat istrinya di perlakukan seperti itu, Doni terlihat


begitu sangat marah, karna menyakiti istrinya sama halnya dengan menyakiti


dirinya.


“Apa yang kamu lakukan?” menatap tajam ke arah Sameera yang


kini ada di hadapannya.


Sameera yang mendapat tatapan seperti itu dari pria yang ada


di hadapannya merasa sedikit takut, karna tau pria yang ada di hadapannya


adalah Doni Atmaja, Ayah dari Aby Atmaja. Sameera mengenal Doni Atmaja namun


tak mengenal istri dari Doni Atmaja yang tak lain adalah wanita yang di


tariknya secara kasar barusan.


“Maaf, om, aku tak segaja.” Sameera berusah mengumbar senyum


melihat ke arah Doni yang kini masih menatap tajam ke arahnya.


Aby yang mendengar suara ribut-ribut dari luar kamarnya


merasa risih, karna beberapa hari ini Aby hanya ingin suasana yang tenang. Aby


berangjak dari tempat tidur lalu berjalan ke arah pintu kamarnya, lalu


membukanya.


Aby melihat ke arah Sameera yang kini tengah berdiri di


depan pintu kamarnya, lalu melihat ke arah Doni dan juga Nabila yang kini


tengah berada di dalam rangkulan suaminya Doni, melihat ke arahnya dengan


pandangan yang tak suka melihat menyapa Sameera.


“Sameera.” Aby melihat ke arah Sameera yang kini  tengah melihat ke arahnya ketika membuka


pintu.


Sameera yang meliha Aby membuka pintu kamarnya tersenyum.


“Hai, Aby kamu apa kabar?” Sameera tersenyum ketika mengatakan itu.


Tampa menjawab pertanyaan Sameera, Aby berjalan ke arah


Nabila dan Doni. “Ma, Mama kenapa? Kenapa wajah Mama terlihat seperti itu?” Aby


memegan bahu Nabila ketika mengatakan itu.


“Tanya kepada teman kamu yang tak memiliki sopan santun

__ADS_1


itu!” Nabila terlihat begitu sangat kesal ketika mengatakan itu.


Sameera yang mendengar kata Mama keluar dari mulut Aby


begitu sangat terkejut, karna tenyata wanita yang dia perlakukan begitu sangat


kasar adalah Ibu Aby.


****** aku, mereka pasti tidak akan menyukaiku, dan bahkan Mama Aby mengataiku tidak memiliki sopan santun. aduh Sameera kamu bertemu dengan kedua calon mertuamu dengan cara yang buruk. pasti mereka tidak akan pernah mau


menjadikanmu menantunya, huhuhu, sedihnya aku.


Aby melihat ke arah Sameera yang kini tengah tersenyum


melihat ke arahnya, lalu melihat ke arah Nabila yang kini tengah memasang wajah


kesalnya.


“Aduh, Tante.” Menepuk jidat mendekat ke arah Nabila yang


kini tengah menatap tajam ke arahnya “Aku minta maaf dengan apa yang baru saja


aku lakukan. Sungguh Tante aku tidak mengetahui kalau Tante adalah orang tua


Aby.” Sameera ingin meraih tangan Nabila, namun dengan Nabila menepis tangan


Sameera.


“Aby suruh teman kamu pergi dari sini. Mama tidak ingin melihatnya,


Mama tidak menyukai wanita yang tidak menghormati orang tua.” Setelah


mengatakan itu Nabila dan Doni pergi meninggalkan mereka berdua.


Sameera yang mendengar ucapan Nabila begitu sangat terkejut,


karna Nabila menyuruh putranya untuk mengusirnya pergi dari rumahnya.


Tuh, kan, apa ku bilang! orang tua Aby tidak akan pernah mau menyukaimu, secara kamu datang kerumah mereka berpakaian tidak sopan,berbicara dan berperilaku kasar dan yang paling parah kamu telah membuat kedua orang tua Aby tidak menyukaimu.


rumahku.” Setelah mengatakan itu Aby masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan


Sameera sendiri di luar kamarnya.


“Apa. Aby juga ikut mengusirku, sialan!” Sameera berjalan


keluar dari Apartemen Aby ketika mengatakan itu.


Dengan rasa kesal Sameera berjalan ke arah parkiran dan


tampa sengaja ia bertabrakan tubuh dengan Abdy.


“Hei, hati-hati kalau jalan! Punya mata tidak sih?” Sameera


memaki-maki karna saat ini dirinya tengah terjatuh di atas aspal parkiran.


“Maaf, aku tidak sengaja.” Abdy mengulurkan tangannya untuk


membantu Sameera.


Namun Sameera menepis tangan Abdy, “Tidak perlu.” Sameera


berdiri lalu berjalan ke arah parkiran.


Sementara Abdy yang malihat penampilan Sameera yang terlalu


terbuka, bergidik ngeri.


“Ih, takut.” Abdy mengatakan itu sambil berjalan masuk ke


dalam Apartemen kakanya, karna saat ini Abdy baru pulang dari kantor Aby,


berhubung Aby belum bisa masuk ke kantornya jadi Abdy turun tangan untuk

__ADS_1


membantu Aby untuk mengurus perusahaanya.


Waktu terus berlalu tidak terasa empat bulan telah berlalu.


Kini Aby mulai kembali mengurus perusahaannya, Aby kembali ka sikapnya yang


dulu dingin dan datar, senyuman yang biasa ia sunggingkan ketika istrinya masih


bersamanya kini hilang, ikut bersama istrinya yang kini telah meninggalkannya.


Sama halnya dengan Sameera melskipun Aby sudah sering


memperingatinya, kalau dirinya tidak mau di gangu, masih saja tidak tau malunya


mengganggu Aby.


Sementara Lisa di paris, tengah berjalan-jalan di sekitar


Menara Eiffel, menikmati pemandangan yang terlihat di sekitar Menara. Lisa


duduk dan tidak berhenti tersenyum ketika melihat sepasang kekasih yang tengah


berkejar-kejaran di hadapannya.


“Cinta memang Gila.” Lisa mengatakan itu dengan senyuman


manis terukir di bibirnya.


Setelah merasa puas melihat pemandangan di sekitar Menara,


Lisa beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah rumah kakek,neneknya. Namun


tampa sengaja Lisa bertabrakan tubuh dengan seoran wanita yang mengenakan


pakaian rumah sakit, rambutnya terlihat sangat berantakan dan lusu.


“Maaf, aku tidak sengaja.” Wanita itu terlihat sangat


ketakutan, seperti ada seseorang yang mengejarnya.


“Tidak apa-apa.” Lisa tersenyum melihat ke arah wanita yang


tidak terlihat wajahnya karna rambutnya menutupi wajahnya “Kamu tidak apa-apa?”


Lisa bertanya karna sepertinya wanita yang ada di hadapannya terlihat begitu


sangat ketakutan.


“Tolong aku!” wanita itu bersembunyi di belakang Lisa.


Lisa nampak terkejut dengan apa yang telah wanita itu


lakukan, karna wanita itu tengah menarik jaket yang di kenakannya.


“Ku mohon tolong aku! Dari mereka.” wanita itu kembali


meminta tolong sambil menunjuk ke arah beberapa orang berpakaian warnah putih


yang tengah berlari kesana-kemari.


“Mereka siapa?” Lisa melihat sedikit kebelakangnya karna wanita


itu masih bersembunyi di depannya.


“Ku, mohon tolong aku, nanti aku akan menjelaskannya, karna


saat ini aku tidak ada waktu untuk menceritakannya.


“Baiklah.” Lisa melihat ke kiri dan kanan mencari tempat


yambisa di tempatinya untuk bersembunyi karna jarak antara rumah neneknya masih


terbilang cukup jauh.

__ADS_1


Setelah melihat tempat yambisa di tempatinya untuk


bersembunyi dengan segera Lisa menarik tangan wanita itu...


__ADS_2