
Mendengar ucapan Wanita yang ada di hadapannya yang tak
mengisinkannya masuk ke dalam kamar Aby, Sameera terlihat nampak begitu sangat
kesal, saking kesalnya Sameera sampai menarik tangan Nabila dengan begitu
kasarnya.
“Awas! Aku mau masuk.” Sameera menghempas kasar tangan
Nabila dan itu hampir membuatnya jatuh ke lantai, beruntung Doni segera meraih
tubuh istrinya dan itu membuatnya tidak terjatuh ke lantai.
“Auu.” Nabila meringgis ketika Sameera menarik tangannya
secara kasar.
Melihat istrinya di perlakukan seperti itu, Doni terlihat
begitu sangat marah, karna menyakiti istrinya sama halnya dengan menyakiti
dirinya.
“Apa yang kamu lakukan?” menatap tajam ke arah Sameera yang
kini ada di hadapannya.
Sameera yang mendapat tatapan seperti itu dari pria yang ada
di hadapannya merasa sedikit takut, karna tau pria yang ada di hadapannya
adalah Doni Atmaja, Ayah dari Aby Atmaja. Sameera mengenal Doni Atmaja namun
tak mengenal istri dari Doni Atmaja yang tak lain adalah wanita yang di
tariknya secara kasar barusan.
“Maaf, om, aku tak segaja.” Sameera berusah mengumbar senyum
melihat ke arah Doni yang kini masih menatap tajam ke arahnya.
Aby yang mendengar suara ribut-ribut dari luar kamarnya
merasa risih, karna beberapa hari ini Aby hanya ingin suasana yang tenang. Aby
berangjak dari tempat tidur lalu berjalan ke arah pintu kamarnya, lalu
membukanya.
Aby melihat ke arah Sameera yang kini tengah berdiri di
depan pintu kamarnya, lalu melihat ke arah Doni dan juga Nabila yang kini
tengah berada di dalam rangkulan suaminya Doni, melihat ke arahnya dengan
pandangan yang tak suka melihat menyapa Sameera.
“Sameera.” Aby melihat ke arah Sameera yang kini tengah melihat ke arahnya ketika membuka
pintu.
Sameera yang meliha Aby membuka pintu kamarnya tersenyum.
“Hai, Aby kamu apa kabar?” Sameera tersenyum ketika mengatakan itu.
Tampa menjawab pertanyaan Sameera, Aby berjalan ke arah
Nabila dan Doni. “Ma, Mama kenapa? Kenapa wajah Mama terlihat seperti itu?” Aby
memegan bahu Nabila ketika mengatakan itu.
“Tanya kepada teman kamu yang tak memiliki sopan santun
__ADS_1
itu!” Nabila terlihat begitu sangat kesal ketika mengatakan itu.
Sameera yang mendengar kata Mama keluar dari mulut Aby
begitu sangat terkejut, karna tenyata wanita yang dia perlakukan begitu sangat
kasar adalah Ibu Aby.
****** aku, mereka pasti tidak akan menyukaiku, dan bahkan Mama Aby mengataiku tidak memiliki sopan santun. aduh Sameera kamu bertemu dengan kedua calon mertuamu dengan cara yang buruk. pasti mereka tidak akan pernah mau
menjadikanmu menantunya, huhuhu, sedihnya aku.
Aby melihat ke arah Sameera yang kini tengah tersenyum
melihat ke arahnya, lalu melihat ke arah Nabila yang kini tengah memasang wajah
kesalnya.
“Aduh, Tante.” Menepuk jidat mendekat ke arah Nabila yang
kini tengah menatap tajam ke arahnya “Aku minta maaf dengan apa yang baru saja
aku lakukan. Sungguh Tante aku tidak mengetahui kalau Tante adalah orang tua
Aby.” Sameera ingin meraih tangan Nabila, namun dengan Nabila menepis tangan
Sameera.
“Aby suruh teman kamu pergi dari sini. Mama tidak ingin melihatnya,
Mama tidak menyukai wanita yang tidak menghormati orang tua.” Setelah
mengatakan itu Nabila dan Doni pergi meninggalkan mereka berdua.
Sameera yang mendengar ucapan Nabila begitu sangat terkejut,
karna Nabila menyuruh putranya untuk mengusirnya pergi dari rumahnya.
Tuh, kan, apa ku bilang! orang tua Aby tidak akan pernah mau menyukaimu, secara kamu datang kerumah mereka berpakaian tidak sopan,berbicara dan berperilaku kasar dan yang paling parah kamu telah membuat kedua orang tua Aby tidak menyukaimu.
rumahku.” Setelah mengatakan itu Aby masuk ke dalam kamarnya dan membiarkan
Sameera sendiri di luar kamarnya.
“Apa. Aby juga ikut mengusirku, sialan!” Sameera berjalan
keluar dari Apartemen Aby ketika mengatakan itu.
Dengan rasa kesal Sameera berjalan ke arah parkiran dan
tampa sengaja ia bertabrakan tubuh dengan Abdy.
“Hei, hati-hati kalau jalan! Punya mata tidak sih?” Sameera
memaki-maki karna saat ini dirinya tengah terjatuh di atas aspal parkiran.
“Maaf, aku tidak sengaja.” Abdy mengulurkan tangannya untuk
membantu Sameera.
Namun Sameera menepis tangan Abdy, “Tidak perlu.” Sameera
berdiri lalu berjalan ke arah parkiran.
Sementara Abdy yang malihat penampilan Sameera yang terlalu
terbuka, bergidik ngeri.
“Ih, takut.” Abdy mengatakan itu sambil berjalan masuk ke
dalam Apartemen kakanya, karna saat ini Abdy baru pulang dari kantor Aby,
berhubung Aby belum bisa masuk ke kantornya jadi Abdy turun tangan untuk
__ADS_1
membantu Aby untuk mengurus perusahaanya.
Waktu terus berlalu tidak terasa empat bulan telah berlalu.
Kini Aby mulai kembali mengurus perusahaannya, Aby kembali ka sikapnya yang
dulu dingin dan datar, senyuman yang biasa ia sunggingkan ketika istrinya masih
bersamanya kini hilang, ikut bersama istrinya yang kini telah meninggalkannya.
Sama halnya dengan Sameera melskipun Aby sudah sering
memperingatinya, kalau dirinya tidak mau di gangu, masih saja tidak tau malunya
mengganggu Aby.
Sementara Lisa di paris, tengah berjalan-jalan di sekitar
Menara Eiffel, menikmati pemandangan yang terlihat di sekitar Menara. Lisa
duduk dan tidak berhenti tersenyum ketika melihat sepasang kekasih yang tengah
berkejar-kejaran di hadapannya.
“Cinta memang Gila.” Lisa mengatakan itu dengan senyuman
manis terukir di bibirnya.
Setelah merasa puas melihat pemandangan di sekitar Menara,
Lisa beranjak dari duduknya, lalu berjalan ke arah rumah kakek,neneknya. Namun
tampa sengaja Lisa bertabrakan tubuh dengan seoran wanita yang mengenakan
pakaian rumah sakit, rambutnya terlihat sangat berantakan dan lusu.
“Maaf, aku tidak sengaja.” Wanita itu terlihat sangat
ketakutan, seperti ada seseorang yang mengejarnya.
“Tidak apa-apa.” Lisa tersenyum melihat ke arah wanita yang
tidak terlihat wajahnya karna rambutnya menutupi wajahnya “Kamu tidak apa-apa?”
Lisa bertanya karna sepertinya wanita yang ada di hadapannya terlihat begitu
sangat ketakutan.
“Tolong aku!” wanita itu bersembunyi di belakang Lisa.
Lisa nampak terkejut dengan apa yang telah wanita itu
lakukan, karna wanita itu tengah menarik jaket yang di kenakannya.
“Ku mohon tolong aku! Dari mereka.” wanita itu kembali
meminta tolong sambil menunjuk ke arah beberapa orang berpakaian warnah putih
yang tengah berlari kesana-kemari.
“Mereka siapa?” Lisa melihat sedikit kebelakangnya karna wanita
itu masih bersembunyi di depannya.
“Ku, mohon tolong aku, nanti aku akan menjelaskannya, karna
saat ini aku tidak ada waktu untuk menceritakannya.
“Baiklah.” Lisa melihat ke kiri dan kanan mencari tempat
yambisa di tempatinya untuk bersembunyi karna jarak antara rumah neneknya masih
terbilang cukup jauh.
__ADS_1
Setelah melihat tempat yambisa di tempatinya untuk
bersembunyi dengan segera Lisa menarik tangan wanita itu...