
Abdy dan Lisa pun berjalan ke arah parkiran dan mencari apakah mobil Becca telah ada di sana.
"Itu mobil kakak iparku." tunjuk Abdy pada mobil sport yang kini telah terparkir di parkiran kampus.
"Namun di mana Arlin?," Lisa melihat sekeliling parkiran dan matanya tertuju pada Arlin yang sedang berjalan di area kampus.
"Arlin." teriak Lisa. Lisa pun melambaikan tangannya pada Arlin. Mendapat lambaian tangan Lisa Arlin pun berjalan ke arah Lisa dan Abdy.
"Iya, ada apa memanggilku?," tanya Lisa melihat ke duanya.
"Apa kamu mengenal Rebecca?, mahasiswi ke dokteran di fakultas ini?." Tanya Lisa pada Arlin.
"Iya, aku mengenalnya, aku satu kelas dengannya."
__ADS_1
Mendengar itu Abdy pun mulai berbicara.
"Kenalkan, Namaku Abdy, adik ipar dari Rebcca, aku datang kemari ingin mengambil mobilnya. karna saat ini kakak iparku sedang sakit dia sedang di rawat di rumah sakit. Untuk beberapa hari kedepannya dia tak akan masuk kuliah," Abdy menjelaskan panjang lebar pada Arlin.
Mendengar penjelasan Abdy. Arlin pun tersenyum sambil berkata.
"Baik lah itu mobilnya, dan kalau boleh aku tau Becca di rawat di rumah sakit mana dan kamar berapa?." tanya Arlin sambil menyerahkan kunci mobilnya pada Abdy.
Di dalam perjalanan ke rumah sakit Abdy mulai bertanya pada Lisa.
"Oya, Lis, kamu kemana saja?, berapa hari ini aku hubungi nomor kamu tak pernah aktip, apa kamu menggunakan nomor baru?." tanya Abdy sambil melihat ke arah Lisa.
"Iya, Dy, aku dah menganti nomorku, aku tak mau kalau Romi terus saja menganguku. Hanya demi menghindar darinya, aku harus libur kuliah, lalu pergi ke rumah nenekku untuk beberapa waktu. Romi tak terima aku memutuskan pertunganku dengannya." Lisa menatap lurus ke depan sambil menceritakan semua masalahnya pada Andy.
__ADS_1
Mendengar penjelasan Lisa. Abdy pun menarik napasnya lalu membuangnya pelan. Huppp, Hemmm. Lalu melihat sejenak ke arah Lisa.
"Lalu, sekarang bagaimana?, apa sudah ada pencerahan tentang hubungan kalian?." tanya Abdy sambil melihat ke arah Lisa sejenak lalu kembali pokus menyetir mobilnya.
"Entahlah, aku juga tak tau. Namun yang jelas aku tak mau lagi, kembali kepada pemuda berengsek sepertiya. Aku sangat membencinya, semua laki -laki itu sama saja, mereka semua hanya ingin enaknya saja." umpat Lisa kesal sambil melihat ke arah Abdy.
"Wao, wao, Aku, setuju denganmu. Namun jangan samakan semua laki -laki. Ingat aku juga laki -laki tapi sifat aku tak seperti tunangan kamu itu." Abdy melihat ke arah Lisa sambil mengedipkan matanya.
"I, iya, Maaf, bukan maksud aku ingin membuatmu tersinggun, aku hanya mengeluarkan rasa kesal yang ada di dalam hatiku," ucap Lisa kembali melihat ke arah depan.
Abdy pun masuk di area parkiran rumah sakit. Kemudian memarkir mobilnya lalu keluara dari dalam mobil di ikuti oleh Lisa. Ke duanya pun masuk ke dalam rumah sakit dan tampa sengaja Lisa melihat Romi dengan seorang gadis.
"Itukan Romi, ngapain dia di sini?." Lisa melihat ke arah pemuda yang kini sedang mengandeng seorang gadis di sampinnya. Melihat itu Abdy pun bertanya pada Lisa.
__ADS_1