
Lisa yang melihat Abdy berlalu pergi meinggalkannya begitu
saja, merasa begitu sangat sedih dan tampa Lisa sadari sebuah bolah bening
menetes di wajahnya, iya air mata Lisa jatuh membasahi wajahnya.
“Ternyata mengharap cintamu rasanya sesakit ini Dy.” Mengusap
air mata yang ada di wajahnya.
Becca yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, melihat ke
arah Lisa yang kini belum menganti pakaiannya.
“Lis” memeanggil “Kamu belum menganti pakaian kamu.” Berjalan
mendekat ke arah Lisa yang kini melihat ke arah lain karna mengusap air
matanya.
“He—em, eh iya, ini baru saja aku ingin masuk.” Tersenyum ceria
berusaha menutupi kesedihannya.
“Mata kamu kenapa Lis? Kenapa merah seperti itu?” tanya
Becca pelan,karna yang di lihat mata Lisa sedikit memerah.
“Mataku merah? Masa sih.” Pura-pura tidak tau “Oh, iya tadi
aku lupa tadi aku tidak sengaja bertemu dengan klining serpis yang lewat dan
mungkin karna itu mata aku merah karna debunya.” Alasan yang tidak masuk akal
Lisa ketakan kepada Becca “Baiklah, aku masuk dulu untuk menganti rok aku.”
Lisa mulai membuka pintu.
“Aku tunggu di luar ya Lis.”
“kamu tidak kenapa-napa berjalan sendiri?” Lisa khwatir
karna mengingat kesehatan Becca saat ini yang tidak mengingat siapapun.
“Aku tidal apa-apa, lagian di luar parkiran sudah ada Aby
dan Abdy yang menunggu kita.”
Setelah mengatakan itu Becca berlalu keluar sementara Lisa
masuk ke dalam kamar untuk menganti rok yang ia kenakan dan mengantinya dengan
celana jeans yang robek-robek di bagian lututnya dan juga jaket dan tidak lupa
kecamata hitam yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Lisa terlihat sangat
cantik mengenakan stelan pakaian seperti itu.
Setelah selesai, Lisa keluar dari dalam kamar hotel yang di
tempatinya saat ini dan tidak lupa ia mengunci kamar hotelnya, dengan wajah
ceria yang selalu Lisa perlihatkan ia bejalan keluar, namun ketika sampai di
lobi hotel sebuah suara kembali memanggil namanya.
“Lisa.”
Lisa yang mendengar suara yang memanggil namanya berbalik. “Romi.”
Dengan nada suara pelan Lisa mengatakan itu.
“Hai, Lis, kamu mau kemana? Mengenakan pakaian seperti itu?”
menatap penampilan Lisa “Kamu sangat cantik hari ini.”
Lisa yang mendengar ucapan Romi yang berkata ia cantik terlihat
biasa-biasa saja, padahal dulu jika Romi mengatakan hal itu kepadanya, wajahnya
tiba-tiba merona seketika, namun saat ini wajahnya terlihat biasa-biasa saja.
“Sudah ya Rom. Aku keluar dulu, Abdy sudah menungguku di
luar.” Lisa ingin berjalan keluar namun tiba-tiba Romi menarik tangan Lisa
sambil berkata.
“Buru-buru amat Lis, temani aku dulu di sini, menunggu model
aku yang belum keluar dari dalam kamarnya.” Romi masih memegan tangan Lisa
ketika mengatakan itu.
Abdy yang kebetulan melihat Romi memegan tangan Lisa dari
balik jendela kaca merasa sangat marah dan kesal, tidak suka dengan apa yang
telah di lihatnya. karna merasa sangat kesal wajah Abdy berubah merah seketika,
mungkin karna cemburu, ah entahlah yang jelasnya saat ini Abdy sangat kesal dan
marah.
Abdy membuka helem yang sudah ia kenakan, lalu turun dari
motor kemudian berjalan masuk ke lobi hatel dan lansung menghampiri Lisa yang
kini mulai tidak senang melihat ke arah Romi yang masi memegan tangan Lisa.
Aby yang melihat wajah adiknya memerah, merasa sedikit
bingun, namun setelah melihat Lisa dari balik jendela kaca, ia mengerti kalau
saat ini Abdy tengah cemburu melihat Lisa dengan pemuda lain.
“By. Lisa kenapa?” tanya Becca ketika melihat wajah Abdy
memerah.
“Biasa” tersenyum ceria melihat ke arah wajah istrinya “Anak
muda kalau cemburu, tingkahnya suka aneh-aneh seperti itu.”
Setelah mengatakan itu Aby memakaikan helem di kepala Becca,
lalu meraih tangannya untuk segera naik, karna saat ini Aby telah menggunakan
motor Harley Davidson yang di sewakan di kota itu.
Becca nampak sangat ceria ketika ia naik di belakan
boncengan motor Aby, bahkan saat ini Becca melingkarkan tanganya di perut Aby. Dan
itu membuat Aby merasa sangat senang, senang karna Becca ingin di bonceng
olehnya.
Abdy berjalan mendekat ke arah Lisa dan lansung melepas
paksa tangan Romi dari pergelangan tangan Lisa, dan menariknya untuk keluar,
namun baru beberapa langkah Abdy berjalan, ia kembali berbalik melihat ke arah
Romi dan melepaskan tangan Lisa yang tadi ia pegan.
“Jangan pernah mengganggu orang yang yang aku cintai lagi.” Menunjuk
wajah Romi “Kalau sampai aku melihatmu menyentuh tubuh orang yang sangat aku
cinta sedikit saja. Aku pastikan kamu akan aku habisi, mengerti.” Sebuah
ancaman keluar dari mulut Abdy dan itu membuat Lisa bergidik ngeri karna takut
mendengar ancaman Abdy untuk Romi.
Setelah mengatakan itu, abdy kembali berjalan dan memegan
tangan Lisa dan menariknya keluar dari dalam lobi hotel.
Bingun dan bingun itulah yang ada pikiran Lisa saat ini, ia
tidak mengerti dengan semua yang Abdy lakukan, mengingat perlakuan Abdy barusan
yang tidak ingin mendengarkan apapun yang di ucapkannya.
“Abdy kenapa? Kenapa ia berubah aneh seperti itu?” ucap
pelan Lisa sambil berjalan di belakan Abdy.
__ADS_1
Setelah sampai di sampin motor yang akan ia gunakan untuk
jalan-jalan, Abdy naik lalu memakai helem dan tidak lupa ia juga memberikan
helem untuk Lisa gunakan.
“Ni pakai” memberi helem.
Tampa berkata apapun Lisa mengambil helem tersebut lalu
memakainya, kemudian naik di belakan boncengan motor Abdy.
“Pegangan. Nanti kamu jatuh!” nada datar Abdy kembali keluar
dari dalam mulutnya.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy yang menyuruhnya untuk
berpegangan, tampa berkata apapun, dengan segera melingkarkan tangannya di
perut Abdy.
Abdy yang melihat tangan Lisa melingkar di perutnya
tersenyum namun tidak memperlihatkan senyumannya itu untuk Lisa.
Abdy mulai menyalakan mesin motornya kemudian melajukannya,
sekaligus mengejar motor yang Aby kendarai, karna saat ini Aby telah melajukan
motornya lebih dulu.
Di perjalanan menuju pantai, tidak ada suara yang terdengar
di antara mereka berdua, hanya suara mobil lalu lalang dan juga suara motor
yang ia gunakan.
Sementara Aby dan Becca begitu sangat menikmati perjalanan
mereka, sesekali mereka berdua tertawa ceria ketika Becca mulai mengelitik dan
bahkan sampai mencubit perutnya.
Hingga akhirnya Becca meminta kepada Aby untuk menurunkannya
di perapatan jalan.
“Aby berhenti, aku mau turun.” Menguncan-guncan punggun Aby
karna saat ini Aby tidak mau menghentikan laju motornya.
“Memangnya kamu mau ngapain sayang?” tanya Aby pelan.
“Pokonya aku minta berhenti di sini! Kalau kamu tidak mau,
aku loncat ni.” Ancam Becca dan itu membuat Aby menghentikan laju motornya.
Aby menghentikan laju motornya, sementara Becca lansung
turun dari motor ketika Aby menghentikan laju motornya.
“Mundur.” Perintah Becca.
Aby yang mendengar ucapan istrinya, dengan segera
memundurkan tubuhnya ke bagian belakan, sementara Becca yang melihat Aby mundur
dengan segera naik ke atas motor kemudian menyalahkan mesinnya.
Aby yang melihat itu sangat terkejut, terkejut melihat Becca
yang ingin membawa sendiri motor yang di gunakannya barusan.
“Apa yang kamu lakukan?” mendekatkan tubuhnya di bagian
belakang Becca karna saat ini Becca mulai menyalakan mesin motor.
Aby terkejut karna ia takut istrinya kenapa-kenapa,
berhubung kondisi Becca yang belum mengingat siapapun.
“Ingin mencoba membawa motor ini.”
“Apa kamu yakin bisa?”
“Entahlah, kita coba saja. Tapi seingatku aku itu paling
ingat.
Becca mulai melajukan motor Harley tersebut dengan sangat
pelan, hingga akhirnya Becca membawa motor itu dengan sangat kencang.
Aby yang merasa motor yang tumpanginya melaju begitu sangat
kencan merasa sedikit takut. Bukan karna takut bagaimana, namun ia takut karna
yang menbawa motor saat ini adalah istrinya.
Sementara Abdy yang melihat kakak iparnya membawa motornya
berterika, “Wuuu, kakak iparku memeang sangat keren, sangat jago.”
Becca yang mendengar teriakan Abdy, tiba-tiba merasakan
sesuatu hingga melihat sebuah
potongan-potongan dirinya yang tengah melajukan mobil dengan begitu sangat
kencang.
“Ah.” Melambatkan laju motornya yang ia bawa, kemudian
mematikan mesin motor, kemudian menstandar. “Sakit.” Membuka helem yang ia
gunakan, lalu memegan kepalanya yang terasa begitu sangat sakit.
Aby yang melihat istrinya meringgis kesakitan merasa sangat
terkejut.
“Sayang kamu kenapa?” ikut memegan kepala istrinya.
“Au, Aby kepalaku sakit, sangat sakittt.” Becca tidak
berhenti memegan kepalanya yang terasa begitu sangat sakit.
Aby melihat sekelilin dan melihat sebuah tempat duduk yang
layak ia tempati untuk duduk dan juga istrinya, karna Aby ingin Becca bersandar
di dadanya. A Aby pun mengajak istrinya untuk berjalan ke arah tempat duduk
tersebut.
Abdy yang melajukan motor uda terlalu sedikit menjauh
memutar balik,karna melihat motor yang di gunakan kakak iparnay berhenti.
“Kakak ipar kenapa?” tanya Abdy ketika sampai di pinggir
tempat duduk yang di tempati Becca dan Aby saat ini.
Abdy mematikan mesin motornya sementara Lisa turun dari
boncengan Abdy.
“Kakak ipar kenapa Ka?” tanya Lisa pelan.
Aku juga tidak tau, setelah kamu mengatakan kakak ipar
memang sangat keren dan jago, tiba-tiba saja dia meringgis kesakitan sambil
memegan kepalanya.
“Astaga.” Menepuk jidat “Jangan sampai gara-gara ucapanku,
kakak ipar sakit kepala seperti ini.”
Aby dan Lisa yang mendengar ucapan Abdy bingun karna ia
tidak tau apa yang pernah Abdy katakan kepada Becca.
“Memangnya apa yang pernah kamu katakan kepada kakak Ipar.”
Lisa melihat ke arah Abdy ketika bertanya soal itu.
“Dulu aku pernah balapan mobil dengan kakak ipar, dan aku
__ADS_1
bilang Wuu kakak ipar habat dan jago, kakak iparku memang keren, dan di saat
itu kakak ipar menang balapan mobil dariku. Hanya itu yang aku katakan padanya
waktu itu dan kata yang tadi aku katakan itu sama persis dengan yang aku
katakan dulu.” Abdy menjelaskan semuanya dengan sangat detail.
Mendengar penjelasan Abdy. Aby menarik napasnya lalu membuangnya
secara perlahan, lalu berkata.
“Akan lebih baik kalau aku pulang, bersama istriku karna aku
tidak mungkin, mengajaknya lagi ke pantai dalam kondisi seperti ini.”
“Aku sudah merasa baikan” berdiri “Ayo kita lanjutkan
perjalanan kita.” Becca berjalan ke arah motor ketika mengatakan itu.
Aby, Abdy dan Lisa merasa sangat bingun melihat tingkah
Becca yang tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah motornya.
“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita. Aby ayo berdiri. Aku ingin
segera sampai di pantai.”
Aby yang mendengar ucapan istrinya dengan segera berdiri
dari duduknya lalu berjalan ke arah istrinya yang kini duduk di bagian belakang
motor.
“Apa kamu yakin?” memastikan kalau Becca baik-baik saja.
“Aku yakin.
Mendengar ucapan Becca yang yakin, ingin pergi ke pantai. Dengan
segera Aby naik ke atas motornya dan kembali melajukannya.
Setengah jam telah berlalu, mereka berempat telah sampai di
pantai. Aby mulai memarkirkan motornya di bagian tempat parkir sementara Becca
berlari ke arah pantai, dan mulai bermain air dengan sangat ceria.
Aby yang melihat istrinya tertawa ceria seperti itu,
tiba-tiba hatinya merasa menghangat, karna terlalu bahagia atau bagaiamana.
Sementara Lisa masih terus berusaha mengejar Abdy karna
ingin mengatakan yang sebenarnya.
“Abdy, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.” Berlari karna
saat ini Abdy berada sedikit jauh darinya.
“Maaf Lis, aku lagi sibuk.”
Setelah mengatakan itu Abdy kembali melanjutkan lankahnya.
“Sibuk! Kamu sibuk apa sih Dy, sehingga kamu tidak ingin
mendengarkan penjelasanku? Apa kamu memang benar-benar tidak mencintaiku? Lalu ucapanmu
tadi pagi kepada Romi apa? Sungguh Dy, aku benar-benar tidak mengerti dengan
apa yang kamu inginkan. Di saat aku menjahuimu kamu semakin mendekatiku dan di
saat aku membuka hati untukmu kamu malah menjahuiku. Aku benar-benar lelah Dy,
sangat lelah dengan semua tingkahmu.”
Lisa merasa sangat kecewa dengan apa yang di lakukan Abdy
padanya, bahkan saat ini Abdy berjalan ke arah gadis yang kini tengah berjemur
di pingir pantai. Lisa yang melihat itu merasa sakit hati.
Dengan perasaan sedih Lisa berjalan ke arah tempat duduk yang ada di bawah pohon kelapa, Lisa duduk
sambil menatap ke arah laut lepas denga tatapan hampa. Sambil memikirkan apa
yang akan ia lakukan selanjutnya, bahkan saat ini Lisa berpikir setelah
kesehatan Becca sedikit membaik dan tidak takut lagi kepada suaminya ia akan
kembali ke Paris, karna tinggal di dekat Abdy sama halnya dengan membuat
goresan di dalam hatinya yang membuatnya terluka. Itulah yang ada di pikiran
Lisa saat ini.
“Hem, hanya itu yang terbaik untukku.” Lisa berusaha
tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah asyik bermain air.
Abdy yang melihat Lisa duduk menyendiri merasa sangat sedih,
namun semua itu ia lakukan karna tidak ingin terlalu menyakiti hatinya sendiri,
karna jujur Abdy sangat mencintai Lisa, sangat ingin menjadikannya pemilik hati
satu-satunya dalam hidupnya, namun di saat ia mengingat kalau saat ini Lisa
telah memiliki calon suami, hingga akhirnya ia memilih untuk membuat jarak itu,
meskipun merasa begitu sangat tersakiti.
“Maafkan aku Lis, bukan maksud aku ingin memperlakukanmu
seperti ini. Aku hanya tidak ingin merasa sakit hati jika nantinya kamu lebih
memilih ca;on suamimu daripada memilihku.” Ucap pelan Abdy ketika melihat ke
arah Lisa yang kini tengah tersenyum sambil melambaikan tangannya melihat ke
arah Becca dan Aby.
Begitu banyak yang mereka lakukan ketika berada di pantai,
mulai dari minum es kelapa muda,makan jangun bakar dan sampai makan es krim,
aneka makanan yang di jual di pantai mereke cicipi semua.
Hampir tengah malam, mereka semua kembali ke hotel, Becca
yang terlihat begitu sangat ceria, sementara Lisa semenjak pulang dari pantai
berbicara sepatah katapun kepada Abdy tidak, ia hanya memilih diam.
Karna meskipun ia ingin berbicara kepada Abdy, Abdy juga
tidak ingin mendengar apa yang ingin di katakannya, hingga ia memilih untuk
diam.
Sementara Becca, semenjak pulang dari pantai ia tidak
berhenti bergelayut manja kepada Aby, bahkan Becca tidak segan-segan mengecup
lembut wajah Aby ketika ia di bonceng pulang ke hotel. Aby yang melihat tingkah
aneh istrinya merasa sangat senang karna jujur itu yang di inginkannya.
Setelah sampai di depan pintu kamar hatel, Aby pun berkata “Lisa,
apa kamu ingin tidur dengan istriku?” tanya Aby pelan.
Namun belum sempat Lisa menjawab, Becca keburu berkata “Memangnya
kamu mau tidur di mana? Bukannya kita selalu tidur bersama!” menatap tajam
melihat ke arah Aby yang kini tengah melihat ke arahnya.
Aby yang mendengar ucapan istrinya merasa sangat senang,
karna istrinya ingin tidur dengannya.
Lisa yang mendengar ucapan Becca mengerti, hingga akhirnya
ia berkata. “Aku akan tidur di kamar ini.” Menunjuk pintu kamar yang ada di
sampinnya.
“Baiklah kalau begitu sekarang kamu masuk dan istrirahat. Oya
__ADS_1
Abdy kemana?” melihat sekelilin dan tidak menemukan keberadaan Abdy.