Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.165


__ADS_3

Lisa yang melihat Abdy berlalu pergi meinggalkannya begitu


saja, merasa begitu sangat sedih dan tampa Lisa sadari sebuah bolah bening


menetes di wajahnya, iya air mata Lisa jatuh membasahi wajahnya.


“Ternyata mengharap cintamu rasanya sesakit ini Dy.” Mengusap


air mata yang ada di wajahnya.


Becca yang baru saja keluar dari dalam kamarnya, melihat ke


arah Lisa yang kini belum menganti pakaiannya.


“Lis” memeanggil “Kamu belum menganti pakaian kamu.” Berjalan


mendekat ke arah Lisa yang kini melihat ke arah lain karna mengusap air


matanya.


“He—em, eh iya, ini baru saja aku ingin masuk.” Tersenyum ceria


berusaha menutupi kesedihannya.


“Mata kamu kenapa Lis? Kenapa merah seperti itu?” tanya


Becca pelan,karna yang di lihat mata Lisa sedikit memerah.


“Mataku merah? Masa sih.” Pura-pura tidak tau “Oh, iya tadi


aku lupa tadi aku tidak sengaja bertemu dengan klining serpis yang lewat dan


mungkin karna itu mata aku merah karna debunya.” Alasan yang tidak masuk akal


Lisa ketakan kepada Becca “Baiklah, aku masuk dulu untuk menganti rok aku.”


Lisa mulai membuka pintu.


“Aku tunggu di luar ya Lis.”


“kamu tidak kenapa-napa berjalan sendiri?” Lisa khwatir


karna mengingat kesehatan Becca saat ini yang tidak mengingat siapapun.


“Aku tidal apa-apa, lagian di luar parkiran sudah ada Aby


dan Abdy yang  menunggu kita.”


Setelah mengatakan itu Becca berlalu keluar sementara Lisa


masuk ke dalam kamar untuk menganti rok yang ia kenakan dan mengantinya dengan


celana jeans yang robek-robek di bagian lututnya dan juga jaket dan tidak lupa


kecamata hitam yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Lisa terlihat sangat


cantik mengenakan stelan pakaian seperti itu.


Setelah selesai, Lisa keluar dari dalam kamar hotel yang di


tempatinya saat ini dan tidak lupa ia mengunci kamar hotelnya, dengan wajah


ceria yang selalu Lisa perlihatkan ia bejalan keluar, namun ketika sampai di


lobi hotel sebuah suara kembali memanggil namanya.


“Lisa.”


Lisa yang mendengar suara yang memanggil namanya berbalik. “Romi.”


Dengan nada suara pelan Lisa mengatakan itu.


“Hai, Lis, kamu mau kemana? Mengenakan pakaian seperti itu?”


menatap penampilan Lisa “Kamu sangat cantik hari ini.”


Lisa yang mendengar ucapan Romi yang berkata ia cantik terlihat


biasa-biasa saja, padahal dulu jika Romi mengatakan hal itu kepadanya, wajahnya


tiba-tiba merona seketika, namun saat ini wajahnya terlihat biasa-biasa saja.


“Sudah ya Rom. Aku keluar dulu, Abdy sudah menungguku di


luar.” Lisa ingin berjalan keluar namun tiba-tiba Romi menarik tangan Lisa


sambil berkata.


“Buru-buru amat Lis, temani aku dulu di sini, menunggu model


aku yang belum keluar dari dalam kamarnya.” Romi masih memegan tangan Lisa


ketika mengatakan itu.


Abdy yang kebetulan melihat Romi memegan tangan Lisa dari


balik jendela kaca merasa sangat marah dan kesal, tidak suka dengan apa yang


telah di lihatnya. karna merasa sangat kesal wajah Abdy berubah merah seketika,


mungkin karna cemburu, ah entahlah yang jelasnya saat ini Abdy sangat kesal dan


marah.


Abdy membuka helem yang sudah ia kenakan, lalu turun dari


motor kemudian berjalan masuk ke lobi hatel dan lansung menghampiri Lisa yang


kini mulai tidak senang melihat ke arah Romi yang masi memegan tangan Lisa.


Aby yang melihat wajah adiknya memerah, merasa sedikit


bingun, namun setelah melihat Lisa dari balik jendela kaca, ia mengerti kalau


saat ini Abdy tengah cemburu melihat Lisa dengan pemuda lain.


“By. Lisa kenapa?” tanya Becca ketika melihat wajah Abdy


memerah.


“Biasa” tersenyum ceria melihat ke arah wajah istrinya “Anak


muda kalau cemburu, tingkahnya suka aneh-aneh seperti itu.”


Setelah mengatakan itu Aby memakaikan helem di kepala Becca,


lalu meraih tangannya untuk segera naik, karna saat ini Aby telah menggunakan


motor Harley Davidson yang di sewakan di kota itu.


Becca nampak sangat ceria ketika ia naik di belakan


boncengan motor Aby, bahkan saat ini Becca melingkarkan tanganya di perut Aby. Dan


itu membuat Aby merasa sangat senang, senang karna Becca ingin di bonceng


olehnya.


Abdy berjalan mendekat ke arah Lisa dan lansung melepas


paksa tangan Romi dari pergelangan tangan Lisa, dan menariknya untuk keluar,


namun baru beberapa langkah Abdy berjalan, ia kembali berbalik melihat ke arah


Romi dan melepaskan tangan Lisa yang tadi ia pegan.


“Jangan pernah mengganggu orang yang yang aku cintai lagi.” Menunjuk


wajah Romi “Kalau sampai aku melihatmu menyentuh tubuh orang yang sangat aku


cinta sedikit saja. Aku pastikan kamu akan aku habisi, mengerti.” Sebuah


ancaman keluar dari mulut Abdy dan itu membuat Lisa bergidik ngeri karna takut


mendengar ancaman Abdy untuk Romi.


Setelah mengatakan itu, abdy kembali berjalan dan memegan


tangan Lisa dan menariknya keluar dari dalam lobi hotel.


Bingun dan bingun itulah yang ada pikiran Lisa saat ini, ia


tidak mengerti dengan semua yang Abdy lakukan, mengingat perlakuan Abdy barusan


yang tidak ingin mendengarkan apapun yang di ucapkannya.


“Abdy kenapa? Kenapa ia berubah aneh seperti itu?” ucap


pelan Lisa sambil berjalan di belakan Abdy.

__ADS_1


Setelah sampai di sampin motor yang akan ia gunakan untuk


jalan-jalan, Abdy naik lalu memakai helem dan tidak lupa ia juga memberikan


helem untuk Lisa gunakan.


“Ni pakai” memberi helem.


Tampa berkata apapun Lisa mengambil helem tersebut lalu


memakainya, kemudian naik di belakan boncengan motor Abdy.


“Pegangan. Nanti kamu jatuh!” nada datar Abdy kembali keluar


dari dalam mulutnya.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy yang menyuruhnya untuk


berpegangan, tampa berkata apapun, dengan segera melingkarkan tangannya di


perut Abdy.


Abdy yang melihat tangan Lisa melingkar di perutnya


tersenyum namun tidak memperlihatkan senyumannya itu untuk Lisa.


Abdy mulai menyalakan mesin motornya kemudian melajukannya,


sekaligus mengejar motor yang Aby kendarai, karna saat ini Aby telah melajukan


motornya lebih dulu.


Di perjalanan menuju pantai, tidak ada suara yang terdengar


di antara mereka berdua, hanya suara mobil lalu lalang dan juga suara motor


yang ia gunakan.


Sementara Aby dan Becca begitu sangat menikmati perjalanan


mereka, sesekali mereka berdua tertawa ceria ketika Becca mulai mengelitik dan


bahkan sampai mencubit perutnya.


Hingga akhirnya Becca meminta kepada Aby untuk menurunkannya


di perapatan jalan.


“Aby berhenti, aku mau turun.” Menguncan-guncan punggun Aby


karna saat ini Aby tidak mau menghentikan laju motornya.


“Memangnya kamu mau ngapain sayang?” tanya Aby pelan.


“Pokonya aku minta berhenti di sini! Kalau kamu tidak mau,


aku loncat ni.” Ancam Becca dan itu membuat Aby menghentikan laju motornya.


Aby menghentikan laju motornya, sementara Becca lansung


turun dari motor ketika Aby menghentikan laju motornya.


“Mundur.” Perintah Becca.


Aby yang mendengar ucapan istrinya, dengan segera


memundurkan tubuhnya ke bagian belakan, sementara Becca yang melihat Aby mundur


dengan segera naik ke atas motor kemudian menyalahkan mesinnya.


Aby yang melihat itu sangat terkejut, terkejut melihat Becca


yang ingin membawa sendiri motor yang di gunakannya barusan.


“Apa yang kamu lakukan?” mendekatkan tubuhnya di bagian


belakang Becca karna saat ini Becca mulai menyalakan mesin motor.


Aby terkejut karna ia takut istrinya kenapa-kenapa,


berhubung kondisi Becca yang belum mengingat siapapun.


“Ingin mencoba membawa motor ini.”


“Apa kamu yakin bisa?”


“Entahlah, kita coba saja. Tapi seingatku aku itu paling


ingat.


Becca mulai melajukan motor Harley tersebut dengan sangat


pelan, hingga akhirnya Becca membawa motor itu dengan sangat kencang.


Aby yang merasa motor yang tumpanginya melaju begitu sangat


kencan merasa sedikit takut. Bukan karna takut bagaimana, namun ia takut karna


yang menbawa motor saat ini adalah istrinya.


Sementara Abdy yang melihat kakak iparnya membawa motornya


berterika, “Wuuu, kakak iparku memeang sangat keren, sangat jago.”


Becca yang mendengar teriakan Abdy, tiba-tiba merasakan


sesuatu hingga melihat  sebuah


potongan-potongan dirinya yang tengah melajukan mobil dengan begitu sangat


kencang.


“Ah.” Melambatkan laju motornya yang ia bawa, kemudian


mematikan mesin motor, kemudian menstandar. “Sakit.” Membuka helem yang ia


gunakan, lalu memegan kepalanya yang terasa begitu sangat sakit.


Aby yang melihat istrinya meringgis kesakitan merasa sangat


terkejut.


“Sayang kamu kenapa?” ikut memegan kepala istrinya.


“Au, Aby kepalaku sakit, sangat sakittt.” Becca tidak


berhenti memegan kepalanya yang terasa begitu sangat sakit.


Aby melihat sekelilin dan melihat sebuah tempat duduk yang


layak ia tempati untuk duduk dan juga istrinya, karna Aby ingin Becca bersandar


di dadanya. A Aby pun mengajak istrinya untuk berjalan ke arah tempat duduk


tersebut.


Abdy yang melajukan motor uda terlalu sedikit menjauh


memutar balik,karna melihat motor yang di gunakan kakak iparnay berhenti.


“Kakak ipar kenapa?” tanya Abdy ketika sampai di pinggir


tempat duduk yang di tempati Becca dan Aby saat ini.


Abdy mematikan mesin motornya sementara Lisa turun dari


boncengan Abdy.


“Kakak ipar kenapa Ka?” tanya Lisa pelan.


Aku juga tidak tau, setelah kamu mengatakan kakak ipar


memang sangat keren dan jago, tiba-tiba saja dia meringgis kesakitan sambil


memegan kepalanya.


“Astaga.” Menepuk jidat “Jangan sampai gara-gara ucapanku,


kakak ipar sakit kepala seperti ini.”


Aby dan Lisa yang mendengar ucapan Abdy bingun karna ia


tidak tau apa yang pernah Abdy katakan kepada Becca.


“Memangnya apa yang pernah kamu katakan kepada kakak Ipar.”


Lisa melihat ke arah Abdy ketika bertanya soal itu.


“Dulu aku pernah balapan mobil dengan kakak ipar, dan aku

__ADS_1


bilang Wuu kakak ipar habat dan jago, kakak iparku memang keren, dan di saat


itu kakak ipar menang balapan mobil dariku. Hanya itu yang aku katakan padanya


waktu itu dan kata yang tadi aku katakan itu sama persis dengan yang aku


katakan dulu.” Abdy menjelaskan semuanya dengan sangat detail.


Mendengar penjelasan Abdy. Aby menarik napasnya lalu membuangnya


secara perlahan, lalu berkata.


“Akan lebih baik kalau aku pulang, bersama istriku karna aku


tidak mungkin, mengajaknya lagi ke pantai dalam kondisi seperti ini.”


“Aku sudah merasa baikan” berdiri “Ayo kita lanjutkan


perjalanan kita.” Becca berjalan ke arah motor ketika mengatakan itu.


Aby, Abdy dan Lisa merasa sangat bingun melihat tingkah


Becca yang tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah motornya.


“Ayo kita lanjutkan perjalanan kita. Aby ayo berdiri. Aku ingin


segera sampai di pantai.”


Aby yang mendengar ucapan istrinya dengan segera berdiri


dari duduknya lalu berjalan ke arah istrinya yang kini duduk di bagian belakang


motor.


“Apa kamu yakin?” memastikan kalau Becca baik-baik saja.


“Aku yakin.


Mendengar ucapan Becca yang yakin, ingin pergi ke pantai. Dengan


segera Aby naik ke atas motornya dan kembali melajukannya.


Setengah jam telah berlalu, mereka berempat telah sampai di


pantai. Aby mulai memarkirkan motornya di bagian tempat parkir sementara Becca


berlari ke arah pantai, dan mulai bermain air dengan sangat ceria.


Aby yang melihat istrinya tertawa ceria seperti itu,


tiba-tiba hatinya merasa menghangat, karna terlalu bahagia atau bagaiamana.


Sementara Lisa masih terus berusaha mengejar Abdy karna


ingin mengatakan yang sebenarnya.


“Abdy, ada sesuatu yang ingin aku katakan padamu.” Berlari karna


saat ini Abdy berada sedikit jauh darinya.


“Maaf Lis, aku lagi sibuk.”


Setelah mengatakan itu Abdy kembali melanjutkan lankahnya.


“Sibuk! Kamu sibuk apa sih Dy, sehingga kamu tidak ingin


mendengarkan penjelasanku? Apa kamu memang benar-benar tidak mencintaiku? Lalu ucapanmu


tadi pagi kepada Romi apa? Sungguh Dy, aku benar-benar tidak mengerti dengan


apa yang kamu inginkan. Di saat aku menjahuimu kamu semakin mendekatiku dan di


saat aku membuka hati untukmu kamu malah menjahuiku. Aku benar-benar lelah Dy,


sangat lelah dengan semua tingkahmu.”


Lisa merasa sangat kecewa dengan apa yang di lakukan Abdy


padanya, bahkan saat ini Abdy berjalan ke arah gadis yang kini tengah berjemur


di pingir pantai. Lisa yang melihat itu merasa sakit hati.


Dengan perasaan sedih Lisa berjalan ke arah tempat duduk  yang ada di bawah pohon kelapa, Lisa duduk


sambil menatap ke arah laut lepas denga tatapan hampa. Sambil memikirkan apa


yang akan ia lakukan selanjutnya, bahkan saat ini Lisa berpikir setelah


kesehatan Becca sedikit membaik dan tidak takut lagi kepada suaminya ia akan


kembali ke Paris, karna tinggal di dekat Abdy sama halnya dengan membuat


goresan di dalam hatinya yang membuatnya terluka. Itulah yang ada di pikiran


Lisa saat ini.


“Hem, hanya itu yang terbaik untukku.” Lisa berusaha


tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah asyik bermain air.


Abdy yang melihat Lisa duduk menyendiri merasa sangat sedih,


namun semua itu ia lakukan karna tidak ingin terlalu menyakiti hatinya sendiri,


karna jujur Abdy sangat mencintai Lisa, sangat ingin menjadikannya pemilik hati


satu-satunya dalam hidupnya, namun di saat ia mengingat kalau saat ini Lisa


telah memiliki calon suami, hingga akhirnya ia memilih untuk membuat jarak itu,


meskipun merasa begitu sangat tersakiti.


“Maafkan aku Lis, bukan maksud aku ingin memperlakukanmu


seperti ini. Aku hanya tidak ingin merasa sakit hati jika nantinya kamu lebih


memilih ca;on suamimu daripada memilihku.” Ucap pelan Abdy ketika melihat ke


arah Lisa yang kini tengah tersenyum sambil melambaikan tangannya melihat ke


arah Becca dan Aby.


Begitu banyak yang mereka lakukan ketika berada di pantai,


mulai dari minum es kelapa muda,makan jangun bakar dan sampai makan es krim,


aneka makanan yang di jual di pantai mereke cicipi semua.


Hampir tengah malam, mereka semua kembali ke hotel, Becca


yang terlihat begitu sangat ceria, sementara Lisa semenjak pulang dari pantai


berbicara sepatah katapun kepada Abdy tidak, ia hanya memilih diam.


Karna meskipun ia ingin berbicara kepada Abdy, Abdy juga


tidak ingin mendengar apa yang ingin di katakannya, hingga ia memilih untuk


diam.


Sementara Becca, semenjak pulang dari pantai ia tidak


berhenti bergelayut manja kepada Aby, bahkan Becca tidak segan-segan mengecup


lembut wajah Aby ketika ia di bonceng pulang ke hotel. Aby yang melihat tingkah


aneh istrinya merasa sangat senang karna jujur itu yang di inginkannya.


Setelah sampai di depan pintu kamar hatel, Aby pun berkata “Lisa,


apa kamu ingin tidur dengan istriku?” tanya Aby pelan.


Namun belum sempat Lisa menjawab, Becca keburu berkata “Memangnya


kamu mau tidur di mana? Bukannya kita selalu tidur bersama!” menatap tajam


melihat ke arah Aby yang kini tengah melihat ke arahnya.


Aby yang mendengar ucapan istrinya merasa sangat senang,


karna istrinya ingin tidur dengannya.


Lisa yang mendengar ucapan Becca mengerti, hingga akhirnya


ia berkata. “Aku akan tidur di kamar ini.” Menunjuk pintu kamar yang ada di


sampinnya.


“Baiklah kalau begitu sekarang kamu masuk dan istrirahat. Oya

__ADS_1


Abdy kemana?” melihat sekelilin dan tidak menemukan keberadaan Abdy.


__ADS_2