Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 114


__ADS_3

Buk, buk, buk.


Suara pintu kamar yang Becca pukul, membuat penjaga yang tengah berjaga di depan pintu kamar Becca tempati, berjalan sedikit menjauh. Karna merasa risih dengan suara pukulan pintu tersebut.


Becca berteriak dari dalam kamar.


"Roy, buka." memukul pintu "Roy, aku mohon buka pintunya. Aku ingin keluar." Teriak Becca dari dalam kamar.


Namun teriakan Becca tak ada yang menghiraukannya. Hingga akhirnya Ia memilih kembali duduk di pinggir tempat tidur.


****


Aby dan Doni baru saja sampai di bandara Maelbourne, Aby nampak sangat gelisa. Melihat kegelisahan yang tengah putranya rasakan.


Doni pun berkata. "Tenang, Nak, semuanya pasti baik -baik saja." Doni menepuk pelan bahu Aby.


Aby yang mendenagar kata ayahnya merasa sedikit lega. Aby mengangukkan kepala, lalu berkata.


"Iya, Ayah, semoga semuanya baik -baik saja."


Setelah mengatakan itu Aby mulai memanggil taxi untuk mereka tumpangi menuju kediaman Hamish.


Hampir satu jam lebih, Doni dan Aby berada di dalam taxi hingga akhirnya mereka tengah sampai di depan pintu gerban kediaman Hamish.


Doni berjalan ke arah pintu gerban yang berukuran tinggi tersebut, lalu memencet Bell. Sementara Aby memperhatika rumah mewah yang ada di depannya.


Setelah beberapa saat, keluarlah salah satu penjaga rumah Hamish. Ia pun berkata.


"Maaf, Tuan anda sedang mencari siapa?" tanya penjaga.


"Saya, ingin bertemu dengan Tuan Hamish. Apa Ia berada di rumah?"


Pengawal itu melihat Doni dan Aby mulai ujung kaki sampai ujung kepala, lalu berkata.


"Apa, anda telah membuat janji sebelumnya?"


"Belum, kami tak membuat janji, karna kedatangan kami secara tiba -tiba dari indonesia." Doni menjelaskan.


Mendengar penjelasan Doni, pengawal itu berkata. "Maaf, nama anda siapa?"

__ADS_1


Begitu banyak pertanyaan yang di ucapkan pengawal rumah Hamish.


Denga segera Doni berkata. "Doni Atmaja."


"Baiklah, sekarang anda tunggu sebentar disini. Aku akan masuk dan memberi tahu Tuan." Setelah mengatakan, pengawal itu berlari masuk ke dalam rumah mewah Hamish.


Dan setelah beberapa menit Ia kembali keluar, dan langsung membuka pintu gerban tersebut.


"Silahkan masuk Tuan sedang menantimu di dalam."


Mendenagr itu Aby dan Doni masuk, di antar oleh pengawal tersebut. Sesampai di pintu utama. Hamish menyambut Doni dengan sangat ramah.


"Apa, kabar Doni?" memeluk "Sudah lebih dari dua puluh tahun kita baru bertemu." melepas pelukannya, lalu melihat ke arah Aby yang berada di sampin Doni.


Hamiah pun berkata. "Apa ini putramu? kalau tak salah namanya?" mengingat "Namanya?, aku tak bisa mengingat namanya." Hamish tersenyum.


Doni pun berkata. "Namanya Aby Atmaja."


Hamish tersenyum lalu berkata.


"Iya, Aby, aku baru ingat." setelah mengatakan itu Hamish berjalan ke arah Aby, lalu memeluk sambil menepuk pelan belakan Aby.


"Ayo kita masuk." merangkul lengan Doni dan Aby.


Mereka pun masuk ke dalam rumah mewah Hamish. Aby yang baru pertama kali datang ke rumah orangtua Becca tak berenti melihat isi rumah mewah tersebut. Sementara Doni, ini yang kedua kalinya Ia datang ke rumah Hamish, sewaktu mengadakan syukuran untuk kelahiran anak pertamanya yang tak lain adalah Becca.


Mata Doni melihat sekelilin ruangan tamu tersebut dan matanya tertuju pada poto Rebecca yang tengah tertawa melebar bersama Mommynya.


Aby tau kalau itu Mommy Becca, karna pernah melihat poto yang ada di rumahnya waktu itu.


Aby berjalan ke arah poto Becca, lalu mengambilnya dan menatapnya.


Hamish yang melihat itu berkata. "Itu poto putriku. Rebecca namanya" setelah mengatakan itu Hamish mempersilahkan Doni duduk.


Setelah Doni duduk, Aby berjalan ke arah Ayahnya dengan memegan poto Becca.


Hamish yang melihat itu sedikit bingun, lalu berkata. "Apa kamu mengenal putriku?" pertanyaan yang Hamish tanyakan pada Aby.


Aby melihat ke arah Doni, lalu melihat ke arah Hamish. Dengan tenang Aby menjawab pertanyaan Hamish.

__ADS_1


"Becca adalah istriku." kata utama yang keluar dari mulut Aby. Menbuat Hamish sedikit terkejut.


"Apa! bagaimana mungkin? kapan kalian menikah?" Menatap tajam ke arah Aby dengan wajah sedikit kesal.


Melihat itu Doni angkat bicara.


"Begini, Hamish, sebenarnya kedatangan kami kesini, ingin menjemput Becca kembali ke indonesia, sekaligus membicarakan masalah pernikahan anak -anak kita.


Mereka berdua menikah sehari setelah Becca tinggal di indonesia, dan kami tak pernah tau kalau Rebecca itu adalah putrimu. Namun setelah malam itu Becca menemukan poto kebersamaan kita, Aku baru tau kalau ternyata Becca adalah putrimu." Doni menjelaskan semuanya.


Mendengar penjelasan Doni, Hamish sedikit mengerti dengan apa yang telah di lakukan putrinya. Hamish pun berkata.


"Lalu dimana Becca sekarang?"


Pertanyaan Hamish membuat Doni dan Aby terkejut.


Dengan wajah panik dan terkejut, mendengar apa yang tengah Hamish katakan padanya.


Dengan segera Aby menjawab. "Apa! Becca tak kembali ke sini? dua hari yang lalu, beberapa orang tengah menculik Becca dari rumah kami, dan aku mengira itu adalah anak buah anda, dan membawanya kembali ke sini." Aby menjelaskan.


Mendengar itu Hamish ikut terkejut, lalu Ia berkata. "Lalu kemana putriku saat ini? semenjak kepergiannya bebarapa bulan yang lalu aku tak pernah lagi bertemu denganya."


Aby mengeluarkan Hapenya dari dalam saku celananya, lalu mencari lokasi yang di tempati Becca saat ini. Namun hasilnya nihil.


Kalung yang di kenakan Becca tak memberi informasi apapun padanya. Mungkin karna jaringan atau, orang yang membawa Becca kabur tengah membuangnya. Itulah yang terlintas dalam fikiran Aby saat ini.


Aby mengacak rambutnya ketika melihat Hapenya, dan tak menemukan lokasi keberadaan Istrinya.


"Ah, kenapa lokasi di kalungnya tak menunjukkan apa -apa." Aby nampak kesal ketika mengatakan itu.


Melihat itu Hamish berkata. "Apa ada informasi, atau melacak tempat putriku saat ini." tanya Hamish pelan.


Dengan cepat Aby berkata. "Iya, aku telah memberinya kalun dan sebuah cincin, di kalung dan cincin itu ada pelacak yang akurat yang bisa kita gunakan untuk mengetahui lokasi keberadaan Becca saat ini." melihat ke arah Hamish "Namun, lokasi itu tak akan berpungsi kalau tak jaringan di sekitarnya." Aby menjelaskan.


Hamish menarik napasnya, lalu membuangnya pelan, lalu berkata.


"Becca di culik dua hari yang lalu, apa kamu mengetahui ciri -ciri orang yang membawa Becca pergi?" melihat ke arah Doni dan Aby.


Dengan cepat Aby menjawab. "Kami tak melihatnya, karna para penculik itu datang ke rumah kami, di saat kami semua tengah pergi ke kantor. Hanya Mama yang menyaksikan semua penculikan itu."

__ADS_1


Hamish berfikir sejenak, lalu mengeluarkan Hape dari dalam saku jas yang Ia kenakan, kemudian mencari nomor seseorang, lalu mencoba menghubunginya. Namun apa, nomor yang Ia hubungi sedang berada di luar jangkauan.


__ADS_2