Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 62


__ADS_3

Abdy membuang pandangannya lalu beralih melihat ke arah Lastri yang sibuk dengan pekerjaannya. Abdy merasa ada yang aneh dengan dirinya setelah menatap bola mata lisa. Abdy bisa merasakan getaran itu. Namun Abdy masih bingun dengan perasaan yang di rasakannya. Terkadang Abdy merasa sangat senang ketika bersama Lisa. Abdy juga merasa ada kerinduan ketika tak bersama Lisa. Namun kali ini Abdy benar -benar bingun dengan dirinya dan juga perasaannya.


Abdy pun berjalan ke arah kamarnya,dan meninggalkan Lisa di dapur bersama bi Lasti. Setelah sampai di dalam kamar Abdy memegan dadanya, karna sedari tadi jangtungnya berdetak tak karuan ketika menatap mata Lisa.


"Apa!, yang terjadi denganku?,kenapa aku merasakan hal ini pada Lisa?, aku memiliki banyak gadis, namun di antara mereka tak ada yang membuat jangtungku berdetak tak karuan seperti ini?, aku bingun dengan diriku." itulah ucapan yang keluar dari mulut Abdy ketika sampai di dalam kamarnya.


Setelah merasa tenan Abdy kembali keluar dari kamarnya, lalu kembali bergabun dengan yang lain.


"Abdy kamu dari mana saja?." tanya Abdy sambil melihat ke arah Abdy.


Sementara Lisa hanya tersenyum manis melihat ke arah Abdy yang kini tengah duduk di hadapannya.


"Aku dari kamar, bos." Abdy sedikit menetralkan perasaannya dengan menjawab pertanyaan Aby.


Hari berjalan begitu sangat cepat tak terasa waktu telah malam. Lisa pun pamit kepada ke dua orang tua Doni.

__ADS_1


"Aku pamit, tante, om." Lisa mencium punggun tangan ke dua orang tua Abdy.


"Kamu, hati -hati ya, Lis, sering -sering mampir ke mari ya."


"Iya, tante."


"Oya, kamu pulang naik apa?,"


"Aku yang akan mengantarnya pulang Ma, karna aku juga yang menjemputnya di kampus tadi. " Nabila dan Doni pun melihat ke arah Abdy yang kini tengah bersiap untuk mengantar Lisa pulan


"Baik lah, kalian berdua, hati -hati di jalan ya, dan kamu Abdy setelah selesai mengantar Lisa kamu lansung pulang ya."


Di perjalanan pulan Lisa begitu banyak bicara, sementara Abdy hanya diam, pokus melihat ke arah depan.


"Abdy." panggil Lisa.

__ADS_1


"Hem," ucap Abdy tampa berbalik melihat ke arah Lisa.


"Abdy," panggil Lisa lagi.


"Apa!." suara Abdy meninggi dan itu membuat Lisa terkejut.


Abdy pun menyadari kalau barusan dia telah berkata dengan nada tinggi kepada Lisa. Abdy pun melihat ke arah wajah Lisa yang kini telah basah dengan air matanya. Abdy pun memarkirkan mobilnya.


"Maafkan, aku Lis, aku tak bermaksud berkata seperti itu dan membuatmu menangis." Abdy meraih kepala Lisa masuk ke dalam pelukannya.


Hiks, hiks, hik, suara tanggis Lisa.


"Kamu kenapa Dy?, kalau kamu ada masalah kenapa tak memberi tahuku, kita kan pernah saling berjanji, tak akan menyembunyikan apapun satu sama lain." Lisa masih nyaman dalam pelukan Abdy dengan mengatakan semua itu.


"Bagaiman aku mengatakan semua ini padamu?, karna sebenarnya kamulah masalahku, kamulah yang membuatku seperti ini." ucap Abdy dalam hati.

__ADS_1


"Sudah Lis, aku tak menyembunyikan apapun darimu, sudah ya Lis, aku minta maaf untuk ucapanku tadi, dan sekarang kamu berenti menangis, ok. " Abdy menepuk pelan bahu Lisa. Lalu melepas pelan pelukannya.


Setelah itu Abdy kembali melajukan mobilnya menuju rumah Lisa.


__ADS_2