Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 130


__ADS_3

Mendengar kata langtang yang keluar dari mulut menangtunya, Hamish tersenyum tipis, menatap ke arah Aby yang kini tengah berada di hadapannya.


Namun tidak dengan Rebecca, Ia merasa sangat kesal melihat tingkah Daddynya yang ingin menguji kesetiaan Menantunya.


"Dad." memanggil "Apa yang akan Daddy lakukan? pada suamiku?" Becca menatap tajam ke arah Hamish ketikan mengatakan itu.


Hamish tersenyum mendengar pertanyaan putrinya.


Hamish melihat ke arah Becca lalu berkata.


"Aku akan menyuruh suamimu, menangkap Serigala berbulu emas di hutan." tertawa "Kalau Ia bisa aku akan memberikan hadia terindah pada kalian berdua." Setelah mengatakan itu Hamish melihat ke arah Aby yang kini tengah melihat ke arahnya.


Sebenarnya Hamish hanya ingin menyuruh menantunya, menyelesaikan masalah yang ada di salah perusahaannya yang tengah mengalami kebangkrutan.


Sebenarnya Perusahaannya itu, tidaklah bangkrut, Namun untuk menguji kemampuan Menantunya. Hamish membuat Perusahaannya itu bangkrut.


Hamish juga tak menuntut,


apa Aby bisa mengembalikan Perusahaannya itu seperti semula.


Karna Ia hanya ingin melihat kemampuan Menantunya, hanya itu saja yang ingin Hamish lihat.


Hamish hanya berpikir, kalau bukan Aby siapa lagi yang akan menjanjutkan semua perusahaannya, yang Ia kekolah, berhubung Ia hanya memiliki satu putri, dan jelas suami dari putrinya yang akan melanjutkan semuanya.


Memdengar ucapan Daddynya Rebecca, nampak sangat kesal, lalu berdiri, sambil berkata.


"Apa! kekonyolan macam apa ini? apa Daddy sudah gila." berteriak "Itu adalah hewan buas Dad! apa Daddy sadar? yang ingin Daddy lakukan adalah hal yang salah."


Mendengar teriakan istrinya kepada Daddynya, dengan segera Aby berdiri.


"Sayang, tenang." menenangkan "Kamu tidak boleh berbicara kasar ke pada Daddy seperti itu." Bela Aby untuk Ayah Mertunya.


Mendengar pembelaan Aby pada Ayah mertuanya. Membuat Rebecca bertambah sangat kesal.


"Apa!" kecewa "Kamu membela Daddy? apa kamu sadar! disini aku membelamu Aby." berteriak "Tapi kenapa justru kamu membelanya?" Becca nampak kesal marah.


Mendengar itu Aby kembali berkata.


"Bukan maksud aku membela Daddy" Berkata pelan "Aku hanya tak ingin istriku berbicara kasar seperti itu pada orang tua. Kita ini sebagai anak, harus menghargai apa yang dikatakan orang tua kita."

__ADS_1


Ucapan yang keluar dari mulut Aby, membuat Becca semakin kesal. Becca melihat ke arah Hamish lalu betkata.


"Apa, Daddy dengar?" menatap ke arah Hamish "Menantumu lebih membelamu daripada diriku, istrinya, Istri yang sangat Ia cintai. Apa Daddy masih ingin menguji kesetiannya?" Berteriak.


Hamish yang mendengar semua kata-kata yang keluar dari mulut putrinya, hanya bisa tersenyum tipis. Ia tak heran mendengar semua kata-kata pedas itu. Karna sejak dulu Becca akan membantah semua keinginan Daddynya yang menurutnya tidak masuk di akal.


Aby yang mendengar semua ucapan Becca berkata.


"Sayang sudahlah." meraih tangan Becca.


Namun dengan segara Becca menepis tangan Aby, lalu berlari ke arah tangga.


Melihat istrinya berlari, Aby berkata.


"Sayang, kamu jangan lari." berteriak, sambil ikut berlari di belakan istrinya.


Namun sebelum Aby ikut mengejar istrinya yang tengah berlari. Aby berkata pada Hamish.


"Dad, maaf."


Setelah mengatakan itu Aby berlari, mengejar Becca yang tengah berada di tangga, karna ingin ke lantai dua dimana letak kamarnya.


"Sayang, berhenti berlari." Aby kembali berteriak, setelah melihat istrinya berlari sedikit kencang.


Setelah berhasil meraih tangan Becca, Aby lansung memeluk Becca dengan sangat erat.


Becca yang mendapat pelukan dari Aby berkata.


"Lepaskan aku By." memukul pelan dada Aby "Sana! pergi sama Mertuamu, kamu tak usah pedulikan aku. pedulikan saja Mertuamu itu."


Mendengar kata-kata yang di ucapkan istrinya,Aby hanya tersenyum. Aby tau kalau saat ini istrinya merasa sangat kesal padanya.


Aby pun berkata.


"Uda, ya, sayang, marahnya." melepas pelukan "Kamu terlihat sangat jelek kalau lagi marah." tersenyum menatap wajah kesal istrinya "Ao, sudah dong marahnya." menarik hidung mangcung Becca "Senyum dong, Ayo, senyum, sedikit aja untuk aku." Aby memegan pinggir bibir Becca dengan jarinya, lalu membuatnya tersenyum.


Mendengar semua itu Becca tersenyum tipis, kemudian melanjutkan langkahnya, untuk naik ke lantai atas, menuju arah kamarnya, diikuti oleh Aby di belakangnya.


Setelah sampai di dalam kamar Becca berjalan ke arah jendela kamarnya,

__ADS_1


disana Becca berdiri sambil melipat tangannya di perutnya, dengan menatap keluar dari jendela kamarnya.


Melihat itu Aby berjalan mendekat, dan langsun memeluk Becca dari belakan.


Aby pun berkata. "Sayang, kamu lihat apa?" mengecup lembut kepala istrinya.


Mendrngar pertanyaan Aby, Becca menarik napasnya, lalu membuangnya secara pelan. Becca berbalik melihat ke arah Aby lalu berkata.


"Sayang, apa kamu akan melakukan apa yang Daddy katakan?" menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


Aby pun tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.


"Tentu, sayang." mengeratkan pelukannya "Aku akan melakukan apapun yang Daddy inginkan. Aku akan membuktikan kalau aku benar-benar sangat mencintaimu, dan aku berjanji tak akan pernah menyakitimu." menarik nafas "Mungking, Daddy masih berfikir kalau aku masih berfikir sama yang dilakukan pemuda-pemuda di luar sana, jadi Ia ingin menguji cintaku."


Dan memang benar yang di katakan.Aby saat ini.


Ia bahkam rela melakukan apa saja, asal Ia bisa terus bersama istrinya, orang yang sangat Ia cintai.


Membuktikan cinta untuk orang yang sangat Ia cintai, bukanlah masalah buat Aby, justru Ia merasa lebih bersemangat ketika mendengar ucapan Ayah Mertuanya, yang ingin mengujinya.


Cinta Aby, tak ada duanya untuk istrinya Rebecca. Bahkan Ia rela berjalan di atas bara Api, hanya demi untuk melihat senyuman Istrinya. Karna tampa istrinya, Ia merasa sangat hampa.


Mendengar kata yang keluar dari mulut Aby. Becca melepas pelukannya, Lalu menatap wajah Aby sambil tersenyum, Becca pun berkata.


"Sayang, Aku sangat mencintaimu." mendekatkan hidungnya di hidung suaminya, lalu menggesek-gesekkannya.


"Aku juga sangat, sangat mencintaimu sayang." membalas perlakuan istrinya, namun Aby melakukan lebih, Ia mengecup lembut bibir istrinya dan Becca pun membalas kecupan lembut itu.


Setelah melepas kecupan bibirnya, Aby pun berkata.


"Sayang aku kebawah dulu." memengan wajah Becc "Aku ingin berbicara dengan Daddy."


Mendengar itu, Becca mengangukkan kepalanya lalu berkata.


"Aku ikut!"


Aby pun tersenyum mendengar ucapan istrinya yang ingin ikut turun bersamanya. Aby pun berkata.


"Kamu tak usah ikut." tersenyum "Akan lebih baik kalau kamu dan calon anak kita istirahat."

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Aby mengelus lembut perut Becca yang masih terlihat rata.


Aby sengaja, melarang Becca ikut turun bersamanya, karna Ia tak mau kalau Becca dan Daddynya terus bertengkar, karna itu sangat berpengaruh buruk pada janin yang tengah Becca kandung.


__ADS_2