
Tadinya Becca menolak di suapi oleh Aby. Namun Aby memaksa, jadi Becca hanya menurut ucapan Aby.
"Nah, gitu dong, jadilah gadis yang baik, dan mau mendengarkan ucapan suami."
Mendengar ucapan Aby. Becca merasa sedikit malu dengan apa yang barusan Aby katakan. Setelah selesai menyuapi Becca, Aby pun membantu Becca merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur karna Becca merasa mengantuk.
Huaaaa, suara uapan Becca sambil menutup mulutnya dengan ke dua tangannya.
Perlahan Becca merebahkan tubuhnya di bantu oleh Aby. Setelah membantu Becca, Aby pun merapikan selimut yang di kenakan Becca.
"Selamat tidur," ucap Aby sambil mengecup lembut kenin Becca.
Mendapat perlakuan selembut itu dari Aby. Becca pun merasa senang juga nyaman.
"Aku merasa sangat senang Aby karna kamu memperlakukanku seperti ini," ucap Becca dalam hati sambil tersenyum melihat ke arah Aby.
Setelah beberapa saat Becca pun terlelap melihat itu, Aby pun mulai menghubungi telpon Nabila, setelah sambungan telponnya terhubung Aby pun bertanya.
__ADS_1
"Halo, Ma, Mama ada di mana sekarang?."
"Mama di kantin rumah sakit nak, oya bagaimana keadaan menantu Mama? " tanya Nabila dari balik telpon.
"Becca sudah tertidur Ma."
"Baik lah, apa kamu mengiginkan sesuatu?."
"Iya, Ma, aku merasa sangat lapar, karna dari tadi siang aku belum makan."
"Baik lah, Mama hati -hati di jalan ya."
"Iya, Nak, kamu juga jaga Mantu Mama dengan baik."
Setelah sambungan telponnya terputus. Aby pun berjalan ke arah sofa yang ada di dalam kamar rumah sakit iya tempati. Aby pun duduk sambil memikirkan kejadian tadi pagi yang menimpa Becca.
"Ini ke dua kalinya Becca terluka karna aku, kemarin aku membuat dahinya berdarah, sekarang karna kebodohanku, Becca tertabrak motor." ucap Aby dalam hati sambil melihat ke arah Becca yang kini sedang terlelap.
__ADS_1
Setelah beberapa saat Abdy pun masuk ke dalam kamar rumah sakit yang Aby tempati sambil membawa paper beg yang berisi makanan buat Aby.
"Ini sebaiknya kamu makan dulu bos," ucap Abdy sambil menyerahkan paper beg yang berisi makanan yang telah di belinya di kantin.
"Kamu letakkan saja paper beg itu di meja, mengingat kejadian tadi siang aku menjadi tak nafsu makan."
Abdy pun meletakkan paper beg yang di bawanya dari kantin rumah sakit di atas meja lalu duduk di samping Aby sambil berkata.
"Kamu makan dulu bos, nanti kamu sakit, kasian kakak ipar bila melihat suaminya ikutan sakit gara -gara tak makan karna memikirkan istrinya yang telah terlelap di atas tempat tidur rumah sakit."
Mendengar ucapan Abdy yang tak keruan itu. Aby pun menatap tajam ke arah Abdy sambil berkata.
"Kamu itu kalau bicara, memang ada benarnya, dan mungkin sebaiknya aku makan. Aku juga tak ingin melihatnya bersedih hanya gara -gara aku sakit," ucap Aby sambil merai paper beg yang berisi makanan, lalu memakannya dengan sangat lahap.
Sementara Abdy yang melihat Aby makan seperti itu pun berkata.
"Bos, memang benar berubah," ucap Abdy pelan. Namun ucapannya masih terdengar jelas di telinga Aby. Aby pun menatap tajam ke arah Abdy lalu berkata.
__ADS_1