
Becca lansung melepas pelukan suaminya, bangun, ketika
mendengar kata perjalanan bisnis keluar dari mulut suaminya. Aby yang merasa
istrinya berusaha melepas pelukannya, membuka matanya lalu ikut bangun, dan
duduk di hadapan Becca istrinya.
Aby memegan kedua matanya dengan tangannya karna terkena pancaran
sinar matahari, lalu mencoba melihat ke arah istrinya.
Aby pun berkata. “Sayang kamu kenapa?” ingin memegan wajah
istrinya yang nampak terlihat cemberut.
Namun dengan segera Becca menepis tangan Aby, lalu berkata. “Jangan
menyentuhku.” Setelah mengatakan itu Becca ingin berangjak dari tempat tidur. Namun
dengan segera Aby menarik tangan istrinya, Lalu berkata.
“Sayang, kamu kenapa? Apa aku tengah melakukan kesalahan? Sehingga
kamu berlaku seperti ini?” menatap wajah istrinya yang nampak terlihat kesal.
Dengan wajah kesalnya dengan segera Becca menjawab
pertanyaan Aby. “Iya, kamu tengah melakuakan kesalahan. Kesalahan yang sangat
besar.” Setelah mengatakan itu, Becca
kembali ingin beranjak dari tempat tidur. Namun tangannya Aby kembali
menariknya.
“Sayang, kesalahan apa yang tengah aku perbuat? Sehingga kamu
mengatakan itu padaku?” berkata pelan dan lembut. Aby nampak bingun mendengar semuanya
yang tengah di katakan istrinya.
Mendengar pertanyaan Suaminya. Becca meneteskan airmatanya
menangis di depan Aby. Melihat istrinya menangis, Aby terlihat sangat terkejut
dan panik. Aby takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya dan juga calon
anaknya. Dengan segera Aby menarik tubuh istrinya masuk ke dalam pelukannya
lalu berkata.
“Sayang kamu kenapa?” mengusap airmata Becca “Apa ada yang
sakit? Hem, katakan sayang. Aku sangat takut jika terjadi sesuatu yang buruk
denganmu dan juga calon anak kita.” Setelah mengatakan itu Aby kembali memeluk
erat tubuh istrinya. “Katakan sayang, jangan membuatku panik.”
Mendengar pertanyaan suaminya,Becca pun berkata. “Aku tak
mau kamu meninggalkanku, hiks,hiks,hiks.” Menangis sesegukan “Aku tak mau jauh
darimu Aby.” Memeluk erat tubuh Aby.
Mendengar ucapan istrinya, hati Aby merasa sangat lega. Karna
yang Ia fikirkan saat melihat istrinya menangis adalah, istrinya merasakan
sesuatu yang sakit. Aby tersenyum, lalu melepas pelukannya. Lalu berkata. “Sayang
apa kamu percaya dengan suamimu ini?” menatap lembut wajah Becca yang kini
__ADS_1
terlihat sangat merah karna menangis.
“Hem.” Becca hanya mengangukkan kepalanya pelan ketika
mendengar kata yang keluar dari dalam mulut suaminya.
Melihat itu Aby pun tersenyum, lalu berkata. “Lalu kenapa
kamu menangis seperti ini?” mengusap airmata yang ada di wajah istrinya.
“Aku menangis karna aku tak mau, kamu pergi jauh
meninggalkanku.” Menatap wajah suaminya “Apa boleh aku ikut denganmu?”
tersenyum manis.
Mendengar ucapan istrinya yang ingin ikut denagannya dengan
segera Aby berkata. “Tidak boleh.” Aby menekankan kata tidak boleh.
Mendengar kata tidak boleh keluardari mulut suaminya, seyum
manis yang terlihat di bibir Becca menghilang seketika. Becca pun berkata.
“Kenapa akutidak boleh ikut?” kembali menangis “Apa di sana
kamu akan menemui seseorang?” itulah yang ada di dalam fikirannya saat ini
ketika suaminya melarangnya ikut.
Mendengar semua kata yang keluar dari mulut istrinya. Aby
mulai terlihat sangat bingun, bingun bagaimana cara menjelaskan semuanya? Ternyata
memenangkang hati ibu yang tengah hamil muda sangatlah susah. Itulah kata yang
terlintas dalam fikiran Aby saat ini.
dalam pelukannya, mengelus belakangnya dengan sangat lembut, lalu berkata.
“Sayang, aku hanya tiga hari di prancis.” Mengecup lembut
dahi istrinya “Setelah semua pekerjaanku selesai. Aku berjanji akan segera
kembali.” Menjelaskan “Apa kamu tak percaya denganku? Aku tak mengizinkanmu
ikut, karna aku tak mau terjadi sesuatu yang buruk denganmu, dan juga calon
anak kita. Dengar sayang.” Melepas pelukan, lalu memegan kedua bahu istrinya. Aby
menatap wajah istrinya dengan pandangan rasa cinta yang begitu sangat tulus “Aku
melakukan pekerjaan ini, semuanya hanya untukmu, untuk kita bertiga. Karna aku
tak mau Daddy mengangapku tak mencintai putrinya dengan segenap jiwa dan
ragaku. Aku mencintaimu sayang, sangat mencintaimu.”
Setelah mengetakan itu Aby mengecup seluruh wajah istrinya
tampa ada sedikitpun yang tertinggal. Becca yang mendengar semua penjelasan
suaminya, sedikit retsenyum lalu berkata. “Aku juga sangat mencintaimu sayang. Karna
sangat mencintaimu, aku tak akan tahan bila terlalu lama jauh darimu.” Setelah mengatakan
itu Becca memeluk erat tubuh Aby.
Aby menarik napasnya, lalu membuangnya secara perlahan
setelah mendapat pelukan erat dari istrinya, walaupun sebenarnya Aby sangatlah
khawatir. Untuk memastikan istrinya tak akan ikut dengannya. Aby kembali
__ADS_1
berkata.
“Sayang, jadi aku boleh pergi?” aby mengatakan ketika masih
berada dalam pelukan istrinya.
Becca melepas pelukannya,lalu berkata. “Boleh. Tapi ada
syratnya.” Tersenyum.
“Syarat.” Bingun “Syaratnya apa sayang?” menatap bingun
wajah istriya.
“Aku akan ikut mengantarmu ke bandara.” Tersenyum manis
melihat ke arah wajah Aby.
“Ah, aku fikir apa syaratmu.” Tersenyum.
Setelah mengatakan itu, Aby mengalungkan tangannya di leher
istrinya, dan itu membuat Becca merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Melihat
istrinya merebahkan tubuhnya dengan segera Aby menindih tubuh istrinya, lalu
menutupinya dengan selimut.
Dan entah apalagi yang tengah di lakukan sepasang suami
istri itu di dalam selimut. Setelah selesai dengan ritualnya di dalam selimut. Aby
mengendong tubuh isrinya dengan gaya ala brydal style masuk ke dalam kamar
mandi untuk segera membersikan diri. Setelah selesai dengan ritual mandinya,
Becca dan Aby turun ke lantai dasar.
*****
Hari berganti hari, hubungan Abdy dan Lisa semakin tak ada
kepastian, setiap hari mereka selalu bertemu di waktu jam makan siang, karna
saat ini Abdy yang tengah mengurus perusahaan Aby saudaranya. Dan Abdy juga tak berhenti terus menggoda
secertaris Aby yang super duber cantik itu, yang bernama Lara. Setiap hari,
setiap waktu dan setiap saat, Abdy selalu menggoda Lara. Bahkan Abdy sering
mengantar Lara pulang ke rumahnya ketika mereka berdua bekerja lembur. Karna itulah
sifat asli Abdy yang sebenarnya, yang tak ingin terikat dengan seorang gadis
manapun. Walaupun saat ini nama Lisa mulai mengisi hatinya.Namun apalah daya
Abdy sifat playboynya itu tak kunjung hilang dari dalam dirinya.
Bahkan setiap jam makan siang bersama Lisa, Lara selalu ikut
gabung makan siang bersama mereka berdua. Dan itu membuat Lisa semakin tidak
nyaman dengan apa yang Abdy lakukan padanya. Hingga akhirnya Lisa mengajak Abdy untuk makan mala berdua di sebuah Cafe yang tak jauh dari letak
kampusnya. Lisa tak berhenti menatap jam yang tengah melingkar dipergelangan
tangannya. Karna sudah hampir tiga puluh menit, Ia menunggu kedatangan Abdy. Namun yang di tunggu tak kunjung datang. Hingga
akhirnya Lisa memutuskan untuk keluar dari dalam Cafe tersebu.
Dengan perasaan kecewa, Lisa berjalan menelusuri pinggir
pantai yang tak jauh dari Cafe, tempat Ia menunggu Abdy...
__ADS_1