Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 111


__ADS_3

Dengan segera Mamang berkata. "Tuan, sesuatu tengah terjadi dirumah." hanya itu yang Ia katakan pada Tuannya.


Mamang tak tau apa yang sebenarnya terjadi di dalam rumahnya majikannya. Yang Ia ingat, seseorang mengenakan pakaian berseragan warna hitam menghampirinya, lalu berbicar sebentar. Namun tiba -tiba salah satu dari mereka menyekap mulut Mamang dengan sebuah tisyu dan itu membuatnya tak sadarkan diri.


Mamang langsung memutuskan sambungan telponnya secara sepihak, membuat Doni merasa ikut panik, lalu memutar arah mobilnya kembali ke rumahnya. Karna saat ini Ia belum sampai di kantornya. Doni juga tak lupa menghubungi kedua putranya. Karna takut terjadi sesuatu yang buruk dengan anggota keluarganya.


Lima belas menit kemudian. Doni masuk ke dalam halaman rumahnya. Dan melihat Nabila menangis sambil memeluk perut Lastri.


Melihat istrinya menangis dengan segera Doni turun dari mobilnya, lalu berlari ke arah Nabila, lalu berkata.


"Sayang, kamu kenapa? apa yang terjadi?" Doni terlihat panik melihat istrinya tengah menangis.


Nabila berdiri, lalu berhambur memeluk suaminya dalam keadaan menangis.


Hiks, hiks, hiks


Suara tanggis Nabila. Membuat Doni semakin panik. Doni kembali berkata. "Sayang, sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kamu menangis?" tanya Doni pelan.


Dengan sesegukan Nabila berkata.


"Mas, Menantu kita."


"Apa yang terjadi dengan menantu kita? dan dimana dia?" tanya Doni pelan.


Belum sempat Nabila menjawab, mobil Aby dan mobil Abdy masuk ke dalam halaman rumah.


Melihat Mamanya dalam pelukan Ayahnya dalam keadaan menangis dengan segera Abdy dan Aby turun dari mobil.


Aby berlari ke arah Mamanya begitupun dengan Abdy.


Setelah sampai di sampin Mamanya dengan segera Aby berkata.


"Mama kenapa Ya? dan dimana Becca?" orang utama yang Aby cari cari adalah istrinya. Karna sewaktu Ia sampai di halaman rumah orangtuanya Ia mencari keberadaan Becca. Namun tak melihatnya.

__ADS_1


Nabila melihat ke arah Aby, lalu berkata. "Aby, maafkan Mama. Mama tak bisa menjaga Becca dengan baik." kembali menangis di pelukan Doni.


Mendengar ucapan Mamanya. Dada Aby terasa sesak, bahkan kakinya terasa gemetar, dengan wajah yang mulai panik. Aby berkata.


"Ma, sebenarnya apa yang terjadi dengan istriku? tolong Mama jelaskan?" wajah Aby mulai nampak pucat.


Nabila kembali melihat ke arah Aby.


"Tadi ada empat orang yang telah membawa Becca pergi dalam keadaan tak sadarkan diri. Mama berusaha mengejarnya. Namun dengan cepat mereka melajukan mobilnya. Bahkan keamanan kita di buatnya ikut tak sadarkan diri." Nabila menjelaskan semuanya.


Abdy yang mendengar itu mendengus kesal. "Kurang ajar. Berani sekali mereka." setelah mengatakan itu Abdy memegan pundak Aby. Ia tau kalau saat ini kakaknya pasti sangat sedih.


Tampa meminta Hape Aby. Abdy merogo kanton celana Aby. Lalu mulai mebuka aplikasi lokasi yang di tungjukkan oleh kalung dan cincin yang Becca kenakan.


Aby yang sangat syok dengan kabar penculikan istrinya. Merasa tak memiliki tenaga untuk berdiri. Bibirnya nampak bergatar, wajahnya sangat pucat.


Setelah mendapat lokasi, Abdy menepuk pundak Aby, lalu berkata.


"Bos, kakak ipar berada di hotel di pusat kota. Akan lebih baik kita segera kesana."


Namun Abdy melarangnya membawa mobil, karna Ia sendiri yang ingin menyetir untuk kakaknya. Berhubung Aby saat ini dalam keadaan yang tak memungkinkan untuk membawa mobil.


"Tunggu, Bos, biar aku yang menyetir. Bos tinggal memperhatikan pergerakan lokasi tempat kakak ipar saat ini." menyerahkan Hape Aby yang tengah Ia pegan. Setelah itu Abdy melajukan mobilnya meninggalkan halaman rumah orangtuanya.


Dengan pandangan kosong Aby duduk di sampin Abdy, diam tak berkata apapun. Yang ada difikiranya saat ini. Ia tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Istri dan calon anaknya.


Ternyata inilah yang ingin Ia lihat, selama beberapa hari perasaannya tak menentu, rasa gelisa selalu datang menghampirinya. Dan bahkan semalam rasa gelisa itu masih menghampirinya.


*****


Setelah sampai di hotel yang di tempati bosnya menginap. Kemal kembali mengankat tubuh Becca masuk ke dalam kamar Hotel yang tengah bosnya tempati saat ini.


Setelah sampai di depan pintu kamar bosnya. Teman anggota tim kemal membuka, tampa harus mengetuk pintu, karna itu perintah dari Roy bosnya.

__ADS_1


Kemal masuk, lalu berjalan ke arah tempat tidur, untuk merebahkan tubuh Becca yang kini tak sadarkan diri di atas tempat tidur.


Melihat itu Roy berkata. "Apa kalian menyakitinya?" Hanya itu yang Roy tanyakan pada anak buahnya.


Setelah itu Roy kembali memerintahkan anak buahnya untuk segera menyiapkan pesawat Helly kopter di atas gedung Hotel yang Ia tempati saat ini. Karna Ia ingin segara kembali ke negaranya dengan membawa Becca bersamanya.


"Kemal, siapakan segalanya, kita akan kembali hari ini jug ke Sydney. Karna urusanku disini telah selesai." perintah Roy pada Anak buahnya.


Kemal yang mendapat perintah dengan segera Ia melakukan semua yang di inginkan bosnya.


Setelah tiga puluh menit, semuanya telah siap. Kemal kembali ke kamar bosnya lalu mengatakan.


"Semuanya telah siap bos. pesawat kita telah mendarat di atap Hotel ini" Kemal menjelaskan.


Roy tersenyum senang ketika mendengar apa yang dikatakan anak buahnya, sambil melihat ke arah Becca yang masih tak sadarkan diri.


Roy berjalan ke arah Becca, sambil berkata. "Ayo kita pulang sayang. Sudah cukup, kamu tinggal di kota ini." setelah mengatakan itu Roy mengankat tubuh Becca keluar dar kamar menuju arah atap, disana pesawat Helly kopter tengah menanti kedatanhan mereka.


Roy memasukkan tubuh Becca ke dalam pesawat dengan sangat pelan. Dan ikut masuk, lalu duduk berdampingan. Sementara para anak buahnya menaiki pesawat yang umum. Namun akan ikut pulang hari itu juga.


*****


Aby yang melihat titik merah yang ada di dalam hapenya bergerak. Sontak membuatnya sangat panik. Karna Ia tau titik merah itu adalah lokasi yang menyala di dalam kalung dan cincin Becca.


"Abdy, cepat, kita harus segara sampai." terlihat jelas wajah panik Aby mulai kelihatan.


Setelah sampai di depan Hotel, Abdy dan Abdy langsun turun dari mobil. Dan berlari mengikuti arah titik merah yang ada di hapenya.


Namun sebelum mereka sampai pada titik merah itu. pesawat yang di gunakan Roy tengah terban mengudara dan itu membuat titik merah itu melemah, hingga akhirnya menghilang.


Melihat titik merah di hapenya menghilang. Aby sangat terkejut dan takut.


"Kenapa ini?, kenapa titik merahnya menghilang." Aby sangat takut.

__ADS_1


"Huam, Beccaku kemana? enggak, ini tak mungking! Beccaku tak akan pernah meninggalkanku." Aby mengacak rambutnya berteriak di atas atap Hotel.


__ADS_2