
Merana dan juga merasa sakit hati, itulah yang tengah Abdy
rasakan saat ini, benar kata lagu Bang Haji Rhoma Irama.
Kalau sudah tiada baru terasa, bahwa
kehadirannya sngguh berharga, sungguh berar aku rasa kehilangan Lisa,
sungguh berat aku rasa hidup jauh dari Lisa.
Hidup jauh dari orang
yang mulai mengetuk pintu hati Abdy, ternyata jauh lebih menyakitkan daripada
kehilangan uang banyak, itulah yang ada dalam pikiran abdy saat ini. Abdy
mengguling-gulingkan tubuhnya di atas tempat tidur. Namun apa daya matanya di
kalahkan oleh hatinya yang terlalu merindukan Lisa.
Sementara di Paris LIsa duduk temenung balkom kamar yang
tengah ia tempati sambil menatap ke arah Menara Eiffel. Begitu banyak pasangan
muda mudi tengah berduaan dengan pasangan mereka. Karna negara yang Lisa
tempati adalah negara yang paling Romantis di antara semua Negara.
Lisa menarik nafasnya ketika menatap poto Abdy di dalam
layar hapenya. Lisa pun berkata sendiri sambil menatap layar hapenya. “Hai, Dy,
kamu lagi apa di sana?” tersenyum “Apa kamu tau? Sebulan aku berada di sini,
dan berusaha untuk melupakanmu. Tapi apa yang tengah kurasakan saat ini justru
aku sangat merindukanmu. Apa di sana kamu juga merindukanku? Sama seperti yang
aku rasakan saat ini. Oh, astaga Lisa apa kamu lupa? kalau saat ini Abdy ada
Lara yang menemani, mana mungkin Abdy merindukanmu justru saat ini pasti Abdy
berbahagia dengan orang yang dia cintai.” Melawan kata hati agar perasaannya
terhadap abdy bisa segera hilang.
Lisa mematikan layar telpon hapenya, lalu kembali menatap ke
arah menara Eiffel yang begitu berkerlap-kerlip dengan lampu-lampu yang
mengelilingi menara Eiffel tersebut.
Dan tampa Lisa sadari seseorang tengah menutup matanya
dengan ke dua tangannya dari belakang, mungkin karna sangat merindukan Abdy
Lisa lansung berkata. “Abdy lepaskan!”
Mendengar nama yang keluar dari dalam mulut Lisa pemuda itu
melepas pegangan tangannya, sambil berkata. “Siapa Abdy? Hemm.” Tersenyum sambil
merengtangkan tangannya, agar Lisa memeluknya.
Mendengar suara pemuda yang tengah menutup matanya. Lisa berbalik
lalu melihat ke arah pemuda tersebut, setelah melihatnya dengan segera Lisa
berdiri, lalu memeluknya. “Adi” berteriak senang “Kaka. Aku sangat merindukamu.”
Memeluk erat “Kapan kakak datang? Kenapa tidak mengabariku sebelumnya?” melepas
__ADS_1
pelukan.
Adi adalah kakak sepupu Lisa yang bekerja, di Ausrtalia
karna mengetahui adik sepupunya berada di rumah neneknya, Adi memutuskan untuk
pindah di negara di mana kakek, neneknya menginap. Dan setelah tau kalau adik
sepupunya tengah berada di Paris, dengan segera Adi mengurus semua surat-surat
kepindahannya.
Mendengar ucapan adik sepupunya Adi pun berkata. “Baru saja
kakak datang. Dan Abdy itu siapa? Hem” menarik pelan hidung Lisa.
Mendengar ucapan Adi, Lisa pun berkata. “Ah,bukan
siapa-siapa kak.” tersenyum “Dia cuman teman aku. Dialah pemuda yang pernah aku
ceritakan, pemuda yang tengah membantuku melupakan pemuda berengsek! Itu. Aku sangat
beruntung bisa mengenal pemuda sebaik itu. Bahkan keluarganya juga sangat baik
terhadapku. Apa kaka tak mengenal keluarga Atmaja? Dialah salah satu putra dari
keluarga itu.” Dengan wajah ceria lisa menceritakan semua soal keluarga
temannya itu.
Melihat kecerian yang terpancar di wajah Lisa. Adi tau,
kalau Lisa memiliki perasaan khusus pada pemuda itu. Terlihat jelas dari
pancaran mata Lisa ketika menceritakan semuanya.
Mendengar ucapan Lisa yang membahas soal keluarga Atmaja,
mengingat “Apakah dalam keluarga itu memiliki putra yang bernama Aby Atmaja?”
menatap wajah Lisa sambil duduk di hadapannya.
Dengan segera Lisa berkata. “Iya, itu kakanya Abdy. Apa kaka
mengenal Aby? Dimana?” membalas melihat ke arah Adi.
Mendengar pertanyaan Lisa. Adi pun berkata. “Kalau terlalu
mengenalnya, tidak! Aku mengenalnya karna dua hari yang lalu aku menghadiri
acara yang di gelar oleh Ayah mertuanya di sydney. Kami berkenalan karna Hamish
yang mengenalkan kami. Dan kalau tak salah Aby ini memiliki istri yang bernama
Rebecca pewaris satu-satunya dari semua kekayaan Hamish Daud willie miliki. Wah,
Aby Atmaja adalah pebisnis yang sangat hebat. Dia mengelolah perusahaan mertuanya
yang mengalami kebangkrutan pesat. Dan cuman waktu sebulan dia mampu
mengembalikan semuanya.” Memuji.
Mendengar ucapan kakaknya Lisa tersenyum senang dan bangga. Mendengar
kabar itu keluar dari dalam mulut kaka sepupunya.
*****
Waktu terus berlalu, seperti janji yang yang pernah Hamish
katakan. Bahwa dia akan mengelar acara resepsi pernikahan putrinya di
__ADS_1
kediamannya. Hamish mulai mempersiapkan segala sesuatunya. Hamis mulai menyewa
WO, untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Karna pesta yang ingin Hamish gelar
adalah pesta yang palin mewah di antara semua pesta.
Hamish dan Aby mulai sama-sama sibuk dengan urusan
masing-masing sementara Becca mulai merasa kesal dengan semua kesibukan yang
membuat aby melupakannya. Dengan wajah cemberut Becca berjalan ke arah Hamish
dan juga Aby yang tengah berbicara serius di ruangan pribadinya.
Tampa mengetuk pintu Becca masuk ke dalam ruangan Daadynya,
sambil memanyumkan bibirnya melihat ke arah Suami dan juga Daddynya.
Becca pun berkata pada Aby. “Sampai kapan aku menunggumu?”
menatap tajam “Kita sudah di tunggu Aby!” dengan wajah sedikit kesal.
Iya hari ini Becca dan Aby akan melakukan piting gaun
penganting di sebuah Butiq terbesar dan ternama di negaranya, namun karna
menunggu Aby terlalu lama, Ia merasa sangat kesal.
Melihat bibir manyun istrinya, Aby tersenyum. Sementara Hamish
mengeleng-gelengkan kepalanya melihat perilaku manja putrinya. Namun beruntung
suami dari putrinya itu selalu memanjkannya.
Aby pun berjalan mendekat ke arah istrinya, sambil
melingkarkan tangan kirinya di pinggan istrinya, lalu berkata. “Maaf sayang. Aku
masih banyak pekerjaan yang harus di urus, jadi aku tak ada kesempatan
memberitahukanmu. Maaf ya sayang.” Menecup lembut dahi istrnya.
Mendegar ucapan suaminya dengan segera Becca berkata. “Terus!
Kita ngak jadi pergi ke butiq? Tapi kita sudah buat janji dengan mereka. Terus gimana
dong!?” melihat ke arah Daddynya lalu melihat ke arah Suaminya.
Mendapat pandangan dari putrinya, Hamish tersenyum lalu
berkata. “Suruh salah satu Body guard mengantarmu ke butiq, nanti setelah semua
pekerjaan suamimu selesai Dia akan menyusulmu.” Setelah mengatakan itu Hamish
kembali melihat dokuent yang ada di tangannya. Karna saat ini Hamish dan Aby
tengah mengurus pemindahan surat-surat wasiat atas nama Becca.
Mendengar ucapan Ayah Mertuanya. Aby merasa tidak senang,
karna Aby tak ingin istrinya keluar dari dalam rumahnya tampa dirinya. Namun
untuk menghargai keputusan Ayah Mertuanya, Aby tak berkata apa-apa lagi.
Aby menatap wajah istrinya, lalu berkata. “Pergilah sayang. Nanti
aku akan cepat menyusulmu.” Tersenyum “Ingat, jangan lupa, kalau saat ini kamu
tengah mengandung” memperingati sambil mengelus lembut perut istrinya yang
mulai membuncit.
__ADS_1