
Becca masih mencari cara agar suaminya tidak melakukan hal
itu dulu, dan menurutnya akan lebih baik melakukan hal indah di lakukanitu
setelah semua urusan selesai, dengan kata lain setelah urusan dengan orang tua
Lisa terselesaikan.
Aby mulai semakin nakal, mencumbui wajah dan leher Becca,
bahkan tangannya saat mulai menyusup masuk ke dalam baju yang Becca kenakan.
Dan Becca masih tidak berhenti mencari cara, hingga akhirnya
ia pura-pura sakit perut.
Adududu.
Becca meringgis kesakitan sambil memegan perutnya dari
sampin. Aby yang mendengar ringgisan istrinya dengan segera menhentikan dengan
apa yang saat ini tengah ia.
“Kamu kenapa sayang?” panik, Aby dengan segera turun dari
atas tubuh istrinya lalu melihat ke arah perut Becca, karna saat ini Becca
tengah memegan perutnya sambil meringgis.
yes, berhasil, emang enak di kerjain sama istri sendiri, mau
juga sih, tapi ini bukan waktu yang tepat, hahaha.
“Ahh. Perutku tiba-tiba sakit banget By.” Becca mulai belakukan
drama agar ia terhindar dari yang ingin suaminya lakukan.
Panik, itulah yang saat ini Aby rasakan, bangun dari
duduknya kemudian berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu dan memanggil
Nabila.
“Ma.” Aby berteriak kencang memanggil Mamanya karna ia
merasa sangat takut terjedi sesuatu yang buruk dengan istrinya.
Melihat Becca meringgis kesakitan seperti itu membuatnya
merasa sangat khawatir.
Becca yang mendengar teriakan Aby memanggil Mamanya menepuk
jidat.
Apa-Apaan sih! memanggil mama.
Memasang wajah sedikit kesal.
Aby berlari kembali naik ke atas tempat tidur, lalu duduk
dan memangku kepala Becca, lalu mengelus lembut wajah istrinya.
“Sayang, apa rasanya sangat sakit?”
“Hemm.”
Hahaha, rasain Aby Atmaja, memang enak di kerjain, namun kasian juga sih, melihat wajah panik suamiku seperti ini, tapi biarlah demi menghindaru apa
yang akan di lakukannya.
Nabila yang mendengar terikan panik putranya dari lantai
atas di mana letak kamarnya, dengan segera berlari menaiki anak tangga
satu-persatu lalu masuk ke dalam kamar putranya.
“kamu kenapa Aby.” Tanya Nabila berjalan mendekat ke arah
tempat tidur dan melihat menantunya merasakan sesuatu yang sakit menurutnya.
“Becca kenapa Aby?” Nabila duduk di pinggir tempat tidur
sambil memegan kaki Becca.
“Aku juga tidak tau Ma. Becca hanya tiba-tiba meringgis
kesakitan sambil memegan perutnya.” Menjelaskan.
“Sudah telpon dokter?”
“Belum Ma.”
“Segera telpon! Aaa, ini anak bodoh banget sih! Istri kesakitan
bukannya menelpon dokter untuk segera datang memeriksanya eh malah panggil
Mama, udah gitu? Memang suami tidak berguna.” Nabila mengomeli putranya karna ia
merasa Aby terlalu bodoh.
Becca yang mendengar suaminya di omeli karna kelakuannya
merasa sangat sedih, karna bukan maksudnya ia ingin membuat suaminya di marahi
seperti itu.
Maafkan aku ya By.
Aby meraih hapenya di atas meja yang berada tepat di sampin
tempat tidur, sementara Becca memegan tangan Nabila sambil mengedipkan matanya.
Nabila yang melihat kedipan mata menantunya, mengerti kalau
saat ini ia hanya mengerjai Aby.
“Ooo.” Nabila berkata pelan, sambil tersenyum tipis melihat
ke arah menantunya yang kini tengah tersenyum juga.
Aby yang kebetulan melihat ke arah Mamanya yang tengah
tersenyum, mengerutkan dahi karna merasa bingun melihat mamanya tersenyum
disaat melihat menantunya tengah merasakan kesakitan.
“Mama kenapa? Kenapa mama tersenyum?” tanya Aby melihat ke
arah mamanya.
“Hem, mama tersenyum karna mama tau. Istrimu tidak perlu di
periksa, kamu tidak perlu menghubungi dokter.”
Nabila melihat ke arah Becca setelah mengatakan itu, dan
begitupun dengan Aby melihat ke arah istrinya, namun di saat Aby melihat ke
arahnya dengan segera Becca kembali pura-pura meringgis kesakitan.
Adududuu.
Becca kembali meringgis sambil memegan perutnya dengan ke
dua tangannya.
“Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mungkin melihat
istriku meringgis kesakitan seperti ini.”
Aby tidak berhenti memperlihatkan wajah paniknya, karna ia
sangat takut istrinya kenapa-napa.
“Kamu tidak perlu melakukan apapu, kamu cukup turun ke bawah
dan ambil satu baskom air hangat dan juga handuk, karna kita akan mengompres
perut istrimu.” Nabil tersenyum ketika selesai mengatakan itu.
“Baiklah, aku turun dulu.”
Setelah mengatakan itu Aby turun dari atas tempat tidur.
“Tunggu ya sayang, aku turun sebentar.”
Aby berlari ke arah pintu kamarnya, namun sebalum ia keluar
__ADS_1
dari dalam kamarnya Becca memanggilnya.
“By.” Memanggil dengan Suara pelan “Jangan lupa bikinkan aku
susu ya.” Becca memasang senyuman tipis ketika selesai mengatakan itu.
“Baik sayang.”
Setelah tidak melihat keberadaan suaminya, Becca bangun
sambil tertawa melebar melihat ke arah Nabila mertunya.
“Maaf, ya ma, karna aku telah membuatmu panik, dan karna aku
juga Mama sampai memarahi Aby.”
“Tidak masalah sayang, akan lebih baik kalau kamu segera
bersiap karna mungkin sebentar lagi tamu kita akan datang, Papa juga sebentar
lagi pulang dan begitupun dengan Abdy.”
“Baik Ma, aku masuk ke dalam kamar mandi dulu, kalau Aby
kembali katakan saja kalau aku ada di dalam kamar mandi.”
“Baik sayang”
Becca berangjak dari atas tempat tidur,kemudian berjalan
masuk ke dalam kamar mandi, dan Nabila yang melihat menantunya masuk ke dalam
kamar mandi tersenyum.
“Anak dan Menantuku memang rada-rada aneh.” Nabila tersenyum
sambil berangjak dari duduknya karna ia juga ingin segera besiap untuk
menyambut kedatangan sahabat lamanya beserta dengan istrinya.
Namun sebelum ia melewati pintu kamar putranya, Aby datang
dengan membawa sebaskom air hangat dan juga segelas susu coklat untuk istrinya.
Dengan napas yang tidak beraturan karna terburu-buru Aby
berlari naik ke lantai atas dengan membawa apa yang di butuhka istrinya. Aby
berkata ke Nabila.
“Ma, bagaimana dengan istriku?” melihat ke arah tempat tidur
namun tidak menemukan keberadaan Becca.
“Oh, istrimu tidak kenapa-napa, dan saat ini ia berada di
dalam kamar mandi, kata istrimu sebelum masuk ke dalam kamar mandi, sakit
perutnya sudah agak reda, dan setelah meminum susu ini” menujuk ke arah susu
yang Aby bawa “Ia akan segera sembuh” Nabila menjelaskan sedikit agar putranya
mengerti.
“Apa seperti itu Ma?” tersenyum ceria melihat ke arah
Nabila, karna jujur Aby sangat khawatir melihat istrinya meringgis kesakitan
seperti tadi.
“Iya, sepertinya.” Nabila tertawa pelan, dan berlalu
meninggalkan kamar putranya.
Aby berjalan masuk, sambil membawa nampan yang berisi air
hangat dan juga segelas susu coklat untuk istrinya minum, lalu berjalan ke arah
kamar mandi.
Tok, tok, tok.
Aby mengetuk pelan pintu kamar mandi, sambil berkata. “sayang,
kamu sudah selesai?” tanya Aby pelan.
keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan rambut yang masih basah, dan hanya
mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya, berlalu meninggalkan Aby begitu
saja di depan pintu kamar mandi.
Aby yang melihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi
dalam keadaan biasa-biasa saja, merasa sedikit heran karna setaunya Becca sakit
perut, dan yang ia lihat saat ini, istrinya telihat biasa-biasa saja tampa
merasakan sakit sedikip pun.
Apa sakit perutnya sudah reda? kalau sudah syukurlah, tapi
kenapa secepat ini sembuhnya,bahkan baskom yang berisi air hangat belum ia sentuh,
ahhh, sepertinya ada yang tidak beres, mama juga terlihat aneh tadi ketika keluar dari kamarku.
Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran Aby saat
ini untuk istrinya, namun tidak ia tanyakan karna menunggu saat yang tewat
menurutnya.
“Sayang.” Memeluk dari belakang tubuh istrinya sambil
mengecup lembut punggun putih mulus Becca karna saat ini Becca masih mengenakan
handuk yang melilit di tubuhnya.
Becca yang merasakan itu dengan segera melepas pelan
linkaran tangan suaminya yang ada di perutnya.
“By, kita harus segera bersiap karna sebentar lagi calon
mertua adik ipar akan segera sampai.” Becca tersenyum dan kembali berlalu
meninggalkan Aby berdiri mematung di depan lemari pakaian.
-jadi memang benar saat ini istriku hanya mengerjaiku, awas
kamu, nanti aku akan menghukummu. Hehehe. Tunggu saja apa yang akan aku
lakukan, setelah pertemuan antara keluarga ini selesai.
Aby tersenyum jail melihat ke arah Becca yang kini tengah
meminum susu coklat yang tadi Aby bawa untuknya.
Ahhhh.
Becca mengusap bibirnya ketika selesai, meminum susu coklat,
sambil melihat ke arah Aby yang kini tengah tersenyum jail melihat ke arahnya.
“by, kamu kenapa?” teriak pelan Becca karna melihat Aby
hanya tersenyum-senyum jail seperti itu.
“A, aku tidak kenapa-napa. Aku akan segera membersikan diri.”
“Cepatlah, biar aku yang menyiapkan pakainmu.”
Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi, namun
penglihatannya tidak berhenti melihat ke arah wajah istrinya yang kini terlihat
merona karna ia tidak behenti menatap wajahnya.
“Dia kenapa?” tersenyum.
Becca mulai mengenakan gaun yang sempat ia beli di butiq,
ketika ia ingin ke rumah ibu mertunya, karna tidak sempat untuk kembali
kerumahnya untuk mengambil pakaian ganti untuknya dan juga untuk Aby suaminya.
Becca terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna hitam
tampa lengan tersebut dengan panjang selutut. Aby yang baru saja keluar dari
__ADS_1
dalam kamar mandi tersenyum melihat ke arah istrinya yang kini tengah memutar
tubuhnya di depan cermin.
“Cantik”
Itulah kata yang keluar dari dalam mulut Aby, sambil
berjalan mendekat ke arah Becca yang kini tengah berada di depan cermin.
Becca yang mendengar ucapan suaminya berbalik sambil tersenyum
ceria.
“Tentu saja aku cantik. Siapa dulu donk?”
“Nyonya Aby Atmaja.”
Aby tersenyum sambil berdiri tepat di depan istrinya, lalu
memegan wajah istrinya dengan kedua tangannya, lalu mengecup lembut dahi Becca.
“Aku sangat mencintaimu sayang.” Ucap pelan Aby.
“Dan tentu aku, juga sangat mencintai suamiku.” Becca
menggesekkan hidungnya di hidung Aby suaminya.
Dan di saat Becca melakukan hal itu, handuk yang melilit di
pinggan Aby tiba-tiba jatuh, dan itu memperlihat milik Aby kelihatan sempurna
di mata Becca.
Auuuu.
Becca berteriak sambil menutup matanya dengan kedua
tangannya ketika melihat handuk Aby terjatuh di depannya.
Aby yang melihat istrinya menutup mata dengan kedua
tangannya, bukannya mengambil handuk lalu mengenakannya kembali justru ia lebih
mendekat lalu mengambil tangan yang telah menutupi wajah istrinya sambil
berkata.
“Kenapa berteriak? Dan menutup mata seperti ini?” Aby
menaikkan ke dua alisnya ketika mengatakan itu kepada Becca.
Kegugupan mulai menghampiri Becca, bahkan ia mulai berbicara
dengan cara gelagapan
“Bu—bukan, mak—maksud aku.” Becca melihat ke arah lain karna
merasa malu melihat ke arah suaminya yang kini tengah telanjang bulat di hadapannya.
“Bukan apa? Maksud apa?” tanya Aby sambil memegan tangan
istrinya, dengan pandangan jail Aby tidak behenti menggoda istrinya karna ia
sangat menyukai melihat wajah istrinya yang terlihat malu dan juga gugup dan
menurut Aby itu terlihat sangat lucu.
“Is, sudah ah.” Kesal “Kenakan handuk” Becca melepas tangan
Aby yang memegan tangannya lalu berjalan ke arah pakaian yang sudah ia siapkan
untuk Aby kenakan.
“Tidak mau!” Aby mengikuti langkah istrinya menuju arah tempat
tidur, karna di sana Becca meletakkan pakaian yang akan ia kenakan.
“Aby.” Becca berbalik melihat ke arah Aby dengan menyimpan
kedua tangannya di pinggulnya sambil menatap kesal wajah Aby yang kini tengah
berjalan ke arahnya.
“Ambil handukmu lalu pakai!” dengan nada mengancam “Kalau
kamu tidak segera mengenakan handukmu, aku bersumpah akan pergi meninggalkanmu.”
Becca nampak sangat kesal ketika mengatakan itu kepada Aby.
Sementara Aby yang mendengar ancaman istrinya, dengan segara
mengambil handuk lalu kembali melilitkan di pinggannya karna merasa takut,
takut jika Becca benar-benar meninggalkannya.
Selesai mengatakan itu Becca berbalik badan sambil
tersenyum.
Rasakan emang enak, hihihi.
Aby mengankan handuknya dan berjalan mendekat ke arah Becca
sambil berkata.
“Sayang jangan marah ya.” Berusaha menenankan istrinya yang
kini tengah marah kepadanya “Sayang aku mohon jangan marah kepadaku.” Dengan nada
memohon Aby mengatakan itu.
“Baiklah.” Melihat ke arah Aby “Aku tidak akan marah, asal
kamu bersiap sekarang, ini kenakan.” Becca memberikan stelan jas yang akan Aby
kenakan untuk menemui kedua orang tua Lisa.
“Baiklah sayang, asal kamu tidak marah terhadapku.” Takut sangat
takut.
Aby meraih stelan jasnya dari tangan istrinya lalu
mengenakannya, sambil melihat ke arah Becca yang kini tengah melihat ke
arahnya.
“Senyum donk sayang, kamu terlihat sangat jelek jika
memasang wajah seperti itu.” Aby masih berusaha untuk membuat istrinya
tersenyum yang kini tengah marah kepadanya.
“Ayo donk sayang senyum untukku, sedikiiit saja.”
Becca yang mendengar permohonan suaminya, tersenyum tipis
karna ia juga merasa tidak tega melakukan hal seperti ini terhadap suaminya,
biar bagaimana pun marahnya, hanya Aby yang bisa menenangkan hatinya,
menenangkan seluruh gejolak yang ada di dalam hatinya.
Karna hanya Aby yang bisa memberinya cinta berlebihan
seperti ini untuknya, cinta Aby mengalahkan semua rasa marah, dan rasa
kesalnya.
“Sudah” tersenyum ceria melihat ke arah Becca “Sekarang aku
sudah terlihat tampan kan sayang?”
Becca yang mendengar ucapan suaminya, tersenyum sambil
berjalan mendekat dan melingkarkan tangannya di leher Aby.
“Kamu memang sangat tampan By.” Menyentuh hidung Aby dengan
jari telunjuknya “Akan tetapi semua ketampananmu itu hanya milikku benarkan?”
Becca tersenyum sambil menempelkan bibirnya di bibir Aby dengan sekejap ia
melepasnya.
“Tentu saja sayang” melinkarkan tangan di pinggul istrinya “Semua
yang ada padaku semuanya hanya milikmu, milikmu seorang.”
__ADS_1