Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 182


__ADS_3

Becca masih mencari cara agar suaminya tidak melakukan hal


itu dulu, dan menurutnya akan lebih baik melakukan hal indah di lakukanitu


setelah semua urusan selesai, dengan kata lain setelah urusan dengan orang tua


Lisa terselesaikan.


Aby mulai semakin nakal, mencumbui wajah dan leher Becca,


bahkan tangannya saat mulai menyusup masuk ke dalam baju yang Becca kenakan.


Dan Becca masih tidak berhenti mencari cara, hingga akhirnya


ia pura-pura sakit perut.


Adududu.


Becca meringgis kesakitan sambil memegan perutnya dari


sampin. Aby yang mendengar ringgisan istrinya dengan segera menhentikan dengan


apa yang saat ini tengah ia.


“Kamu kenapa sayang?” panik, Aby dengan segera turun dari


atas tubuh istrinya lalu melihat ke arah perut Becca, karna saat ini Becca


tengah memegan perutnya sambil meringgis.


yes, berhasil, emang enak di kerjain sama istri sendiri, mau


juga sih, tapi ini bukan waktu yang tepat, hahaha.


“Ahh. Perutku tiba-tiba sakit banget By.” Becca mulai belakukan


drama agar ia terhindar dari yang ingin suaminya lakukan.


Panik, itulah yang saat ini Aby rasakan, bangun dari


duduknya kemudian berjalan ke arah pintu untuk membuka pintu dan memanggil


Nabila.


“Ma.” Aby berteriak kencang memanggil Mamanya karna ia


merasa sangat takut terjedi sesuatu yang buruk dengan istrinya.


Melihat Becca meringgis kesakitan seperti itu membuatnya


merasa sangat khawatir.


Becca yang mendengar teriakan Aby memanggil Mamanya menepuk


jidat.


Apa-Apaan sih! memanggil mama.


Memasang wajah sedikit kesal.


Aby berlari kembali naik ke atas tempat tidur, lalu duduk


dan memangku kepala Becca, lalu mengelus lembut wajah istrinya.


“Sayang, apa rasanya sangat sakit?”


“Hemm.”


Hahaha, rasain Aby Atmaja, memang enak di kerjain, namun kasian juga sih, melihat wajah panik suamiku seperti ini, tapi biarlah demi menghindaru apa


yang akan di lakukannya.


Nabila yang mendengar terikan panik putranya dari lantai


atas di mana letak kamarnya, dengan segera berlari menaiki anak tangga


satu-persatu lalu masuk ke dalam kamar putranya.


“kamu kenapa Aby.” Tanya Nabila berjalan mendekat ke arah


tempat tidur dan melihat menantunya merasakan sesuatu yang sakit menurutnya.


“Becca kenapa Aby?” Nabila duduk di pinggir tempat tidur


sambil memegan kaki Becca.


“Aku juga tidak tau Ma. Becca hanya tiba-tiba meringgis


kesakitan sambil memegan perutnya.” Menjelaskan.


“Sudah telpon dokter?”


“Belum Ma.”


“Segera telpon! Aaa, ini anak bodoh banget sih! Istri kesakitan


bukannya menelpon dokter untuk segera datang memeriksanya eh malah panggil


Mama, udah gitu? Memang suami tidak berguna.” Nabila mengomeli putranya karna ia


merasa Aby terlalu bodoh.


Becca yang mendengar suaminya di omeli karna kelakuannya


merasa sangat sedih, karna bukan maksudnya ia ingin membuat suaminya di marahi


seperti itu.


Maafkan aku ya By.


Aby meraih hapenya di atas meja yang berada tepat di sampin


tempat tidur, sementara Becca memegan tangan Nabila sambil mengedipkan matanya.


Nabila yang melihat kedipan mata menantunya, mengerti kalau


saat ini ia hanya mengerjai Aby.


“Ooo.” Nabila berkata pelan, sambil tersenyum tipis melihat


ke arah menantunya yang kini tengah tersenyum juga.


Aby yang kebetulan melihat ke arah Mamanya yang tengah


tersenyum, mengerutkan dahi karna merasa bingun melihat mamanya tersenyum


disaat melihat menantunya tengah merasakan kesakitan.


“Mama kenapa? Kenapa mama tersenyum?” tanya Aby melihat ke


arah mamanya.


“Hem, mama tersenyum karna mama tau. Istrimu tidak perlu di


periksa, kamu tidak perlu menghubungi dokter.”


Nabila melihat ke arah Becca setelah mengatakan itu, dan


begitupun dengan Aby melihat ke arah istrinya, namun di saat Aby melihat ke


arahnya dengan segera Becca kembali pura-pura meringgis kesakitan.


Adududuu.


Becca kembali meringgis sambil memegan perutnya dengan ke


dua tangannya.


“Lalu apa yang harus kita lakukan? Aku tidak mungkin melihat


istriku meringgis kesakitan seperti ini.”


Aby tidak berhenti memperlihatkan wajah paniknya, karna ia


sangat takut istrinya kenapa-napa.


“Kamu tidak perlu melakukan apapu, kamu cukup turun ke bawah


dan ambil satu baskom air hangat dan juga handuk, karna kita akan mengompres


perut istrimu.” Nabil tersenyum ketika selesai mengatakan itu.


“Baiklah, aku turun dulu.”


Setelah mengatakan itu Aby turun dari atas tempat tidur.


“Tunggu ya sayang, aku turun sebentar.”


Aby berlari ke arah pintu kamarnya, namun sebalum ia keluar

__ADS_1


dari dalam kamarnya Becca memanggilnya.


“By.” Memanggil dengan Suara pelan “Jangan lupa bikinkan aku


susu ya.” Becca memasang senyuman tipis ketika selesai mengatakan itu.


“Baik sayang.”


Setelah tidak melihat keberadaan suaminya, Becca bangun


sambil tertawa melebar melihat ke arah Nabila mertunya.


“Maaf, ya ma, karna aku telah membuatmu panik, dan karna aku


juga Mama sampai memarahi Aby.”


“Tidak masalah sayang, akan lebih baik kalau kamu segera


bersiap karna mungkin sebentar lagi tamu kita akan datang, Papa juga sebentar


lagi pulang dan begitupun dengan Abdy.”


“Baik Ma, aku masuk ke dalam kamar mandi dulu, kalau Aby


kembali katakan saja kalau aku ada di dalam kamar mandi.”


“Baik sayang”


Becca berangjak dari atas tempat tidur,kemudian berjalan


masuk ke dalam kamar mandi, dan Nabila yang melihat menantunya masuk ke dalam


kamar mandi tersenyum.


“Anak dan Menantuku memang rada-rada aneh.” Nabila tersenyum


sambil berangjak dari duduknya karna ia juga ingin segera besiap untuk


menyambut kedatangan sahabat lamanya beserta dengan istrinya.


Namun sebelum ia melewati pintu kamar putranya, Aby datang


dengan membawa sebaskom air hangat dan juga segelas susu coklat untuk istrinya.


Dengan napas yang tidak beraturan karna terburu-buru Aby


berlari naik ke lantai atas dengan membawa apa yang di butuhka istrinya. Aby


berkata ke Nabila.


“Ma, bagaimana dengan istriku?” melihat ke arah tempat tidur


namun tidak menemukan keberadaan Becca.


“Oh, istrimu tidak kenapa-napa, dan saat ini ia berada di


dalam kamar mandi, kata istrimu sebelum masuk ke dalam kamar mandi, sakit


perutnya sudah agak reda, dan setelah meminum susu ini” menujuk ke arah susu


yang Aby bawa “Ia akan segera sembuh” Nabila menjelaskan sedikit agar putranya


mengerti.


“Apa seperti itu Ma?” tersenyum ceria melihat ke arah


Nabila, karna jujur Aby sangat khawatir melihat istrinya meringgis kesakitan


seperti tadi.


“Iya, sepertinya.” Nabila tertawa pelan, dan berlalu


meninggalkan kamar putranya.


Aby berjalan masuk, sambil membawa nampan yang berisi air


hangat dan juga segelas susu coklat untuk istrinya minum, lalu berjalan ke arah


kamar mandi.


Tok, tok, tok.


Aby mengetuk pelan pintu kamar mandi, sambil berkata. “sayang,


kamu sudah selesai?” tanya Aby pelan.


keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan rambut yang masih basah, dan hanya


mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya, berlalu meninggalkan Aby begitu


saja di depan pintu kamar mandi.


Aby yang melihat istrinya keluar dari dalam kamar mandi


dalam keadaan biasa-biasa saja, merasa sedikit heran karna setaunya Becca sakit


perut, dan yang ia lihat saat ini, istrinya telihat biasa-biasa saja tampa


merasakan sakit sedikip pun.


Apa sakit perutnya sudah reda? kalau sudah syukurlah, tapi


kenapa secepat ini  sembuhnya,bahkan baskom yang berisi air hangat belum ia sentuh,


ahhh, sepertinya ada yang tidak beres, mama juga terlihat aneh tadi ketika keluar dari kamarku.


Begitu banyak pertanyaan yang ada di dalam pikiran Aby saat


ini untuk istrinya, namun tidak ia tanyakan karna menunggu saat yang tewat


menurutnya.


“Sayang.” Memeluk dari belakang tubuh istrinya sambil


mengecup lembut punggun putih mulus Becca karna saat ini Becca masih mengenakan


handuk yang melilit di tubuhnya.


Becca yang merasakan itu dengan segera melepas pelan


linkaran tangan suaminya yang ada di perutnya.


“By, kita harus segera bersiap karna sebentar lagi calon


mertua adik ipar akan segera sampai.” Becca tersenyum dan kembali berlalu


meninggalkan Aby berdiri mematung di depan lemari pakaian.


-jadi memang benar saat ini istriku hanya mengerjaiku, awas


kamu, nanti aku akan menghukummu. Hehehe. Tunggu saja apa yang akan aku


lakukan, setelah pertemuan antara keluarga ini selesai.


Aby tersenyum jail melihat ke arah Becca yang kini tengah


meminum susu coklat yang tadi Aby bawa untuknya.


Ahhhh.


Becca mengusap bibirnya ketika selesai, meminum susu coklat,


sambil melihat ke arah Aby yang kini tengah tersenyum jail melihat ke arahnya.


“by, kamu kenapa?” teriak pelan Becca karna melihat Aby


hanya tersenyum-senyum jail seperti itu.


“A, aku tidak kenapa-napa. Aku akan segera membersikan diri.”


“Cepatlah, biar aku yang menyiapkan pakainmu.”


Aby berjalan masuk ke dalam kamar mandi, namun


penglihatannya tidak berhenti melihat ke arah wajah istrinya yang kini terlihat


merona karna ia tidak behenti menatap wajahnya.


“Dia kenapa?” tersenyum.


Becca mulai mengenakan gaun yang sempat ia beli di butiq,


ketika ia ingin ke rumah ibu mertunya, karna tidak sempat untuk kembali


kerumahnya untuk mengambil pakaian ganti untuknya dan juga untuk Aby suaminya.


Becca terlihat sangat cantik mengenakan gaun berwarna hitam


tampa lengan tersebut dengan panjang selutut. Aby yang baru saja keluar dari

__ADS_1


dalam kamar mandi tersenyum melihat ke arah istrinya yang kini tengah memutar


tubuhnya di depan cermin.


“Cantik”


Itulah kata yang keluar dari dalam mulut Aby, sambil


berjalan mendekat ke arah Becca yang kini tengah berada di depan cermin.


Becca yang mendengar ucapan suaminya berbalik sambil tersenyum


ceria.


“Tentu saja aku cantik. Siapa dulu donk?”


“Nyonya Aby Atmaja.”


Aby tersenyum sambil berdiri tepat di depan istrinya, lalu


memegan wajah istrinya dengan kedua tangannya, lalu mengecup lembut dahi Becca.


“Aku sangat mencintaimu sayang.” Ucap pelan Aby.


“Dan tentu aku, juga sangat mencintai suamiku.” Becca


menggesekkan hidungnya di hidung Aby suaminya.


Dan di saat Becca melakukan hal itu, handuk yang melilit di


pinggan Aby tiba-tiba jatuh, dan itu memperlihat milik Aby kelihatan sempurna


di mata Becca.


Auuuu.


Becca berteriak sambil menutup matanya dengan kedua


tangannya ketika melihat handuk Aby terjatuh di depannya.


Aby yang melihat istrinya menutup mata dengan kedua


tangannya, bukannya mengambil handuk lalu mengenakannya kembali justru ia lebih


mendekat lalu mengambil tangan yang telah menutupi wajah istrinya sambil


berkata.


“Kenapa berteriak? Dan menutup mata seperti ini?” Aby


menaikkan ke dua alisnya ketika mengatakan itu kepada Becca.


Kegugupan mulai menghampiri Becca, bahkan ia mulai berbicara


dengan cara gelagapan


“Bu—bukan, mak—maksud aku.” Becca melihat ke arah lain karna


merasa malu melihat ke arah suaminya yang kini tengah telanjang bulat di hadapannya.


“Bukan apa? Maksud apa?” tanya Aby sambil memegan tangan


istrinya, dengan pandangan jail Aby tidak behenti menggoda istrinya karna ia


sangat menyukai melihat wajah istrinya yang terlihat malu dan juga gugup dan


menurut Aby itu terlihat sangat lucu.


“Is, sudah ah.” Kesal “Kenakan handuk” Becca melepas tangan


Aby yang memegan tangannya lalu berjalan ke arah pakaian yang sudah ia siapkan


untuk Aby kenakan.


“Tidak mau!” Aby mengikuti langkah istrinya menuju arah tempat


tidur, karna di sana Becca meletakkan pakaian yang akan ia kenakan.


“Aby.” Becca berbalik melihat ke arah Aby dengan menyimpan


kedua tangannya di pinggulnya sambil menatap kesal wajah Aby yang kini tengah


berjalan ke arahnya.


“Ambil handukmu lalu pakai!” dengan nada mengancam “Kalau


kamu tidak segera mengenakan handukmu, aku bersumpah akan pergi meninggalkanmu.”


Becca nampak sangat kesal ketika mengatakan itu kepada Aby.


Sementara Aby yang mendengar ancaman istrinya, dengan segara


mengambil handuk lalu kembali melilitkan di pinggannya karna merasa takut,


takut jika Becca benar-benar meninggalkannya.


Selesai mengatakan itu Becca berbalik badan sambil


tersenyum.


Rasakan emang enak, hihihi.


Aby mengankan handuknya dan berjalan mendekat ke arah Becca


sambil berkata.


“Sayang jangan marah ya.” Berusaha menenankan istrinya yang


kini tengah marah kepadanya “Sayang aku mohon jangan marah kepadaku.” Dengan nada


memohon Aby mengatakan itu.


“Baiklah.” Melihat ke arah Aby “Aku tidak akan marah, asal


kamu bersiap sekarang, ini kenakan.” Becca memberikan stelan jas yang akan Aby


kenakan untuk menemui kedua orang tua Lisa.


“Baiklah sayang, asal kamu tidak marah terhadapku.” Takut sangat


takut.


Aby meraih stelan jasnya dari tangan istrinya lalu


mengenakannya, sambil melihat ke arah Becca yang kini tengah melihat ke


arahnya.


“Senyum donk sayang, kamu terlihat sangat jelek jika


memasang wajah seperti itu.” Aby masih berusaha untuk membuat istrinya


tersenyum yang kini tengah marah kepadanya.


“Ayo donk sayang senyum untukku, sedikiiit saja.”


Becca yang mendengar permohonan suaminya, tersenyum tipis


karna ia juga merasa tidak tega melakukan hal seperti ini terhadap suaminya,


biar bagaimana pun marahnya, hanya Aby yang bisa menenangkan hatinya,


menenangkan seluruh gejolak yang ada di dalam hatinya.


Karna hanya Aby yang bisa memberinya cinta berlebihan


seperti ini untuknya, cinta Aby mengalahkan semua rasa marah, dan rasa


kesalnya.


“Sudah” tersenyum ceria melihat ke arah Becca “Sekarang aku


sudah terlihat tampan kan sayang?”


Becca yang mendengar ucapan suaminya, tersenyum sambil


berjalan mendekat dan melingkarkan tangannya di leher Aby.


“Kamu memang sangat tampan By.” Menyentuh hidung Aby dengan


jari telunjuknya “Akan tetapi semua ketampananmu itu hanya milikku benarkan?”


Becca tersenyum sambil menempelkan bibirnya di bibir Aby dengan sekejap ia


melepasnya.


“Tentu saja sayang” melinkarkan tangan di pinggul istrinya “Semua


yang ada padaku semuanya hanya milikmu, milikmu seorang.”

__ADS_1


__ADS_2