Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.133


__ADS_3

Karna Abdy mengharapa lebih dari hubungan pertemanan mereka berdua.


Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Lisa, Nabila terseyum. Karna kata yang keluar dari mulut Lisa tak sesuai dengan apa yang Ia lakukan.


"Baiklah kalau begitu, kalau kalian memang sebatas teman." tersenyum melihat keduanya "Mama cuman bisa berharap, kalian berdua bisa menjadi pasangan yang terbaik."


Setelah mengatakan itu, Nabila mengajak Lisa turun ke lantai dasar.


"Lisa, sayang, ikut tante turun ke bawah." Nabila mengandeng tangan Lisa, berjalan dari terasa rumahnya.


Doni, melihat ke arah putranya, lalu berkata.


"Jika kamu menyukai gadis itu! segera ungkapkan perasaanmu, jangan sampai ada orang lain yang mendahuluimu." menepuk pelan bahu Abdy, lalu meninggalkan Abdy sendiri di teras rumahnya.


Setelah semuanya pergi, meninggalkannya sendiri, diteras rumah. Abdy tersenyum memikirkan apa yang di katakan Ayahnya. Namun ia juga kecewa ketika mengingat kata yang keluar dari mulut Lisa.


Abdy berjalan ke arah kamarnya, sambil berkata.


"Baiklah, Abdy, kisah cintamu dan Lisa akan segera dimulai, dan semoga Lisa memiliki perasaan yang sama, sama yang tengah kamu rasakan saat ini."


Abdy masuk ke dalam kamarnya, lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk membersikan diri.


*****


Aby keluar dari dalam ruangan Ayah Mertunya dengan membawa dokument yang di berikan Hamish padanya.


Aby melangkah menaiki anak tangga sambil memeriksa isi dokument yang ada di tangannya. Dengan senyuman mengambang di bibirnya Aby berjalan menuju arah kamarnya.


Aby membuka pintu kamar, lalu masuk, dan mendapati Becca tengah terlelap di atas tempat tidur. Aby kembali tersenyum, lalu berjalan ke arah istrinya.


Aby mengusap lembut wajah istrinya, lalu mengecup lembut dahinya, lalu beralih mengelus lembut perut Becca yang masih terlihat rata.


Aby pun berkata, sambil melihat perut istrinya. "Anak Ayah, lagi apa di dalam?" tersenyum "Doain Ayah yang sayang, semoga Ayah bisa menyelesaikan tugas yang di berikan oleh kakekmu." setelah mengatakan itu Aby mengecup lembut perut istrinya, lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Becca.


Aby berjalan ke arah lemari, lalu mengeluarkan laptopnya, yang selalu Ia bawa kemanapun Ia tengah melakukan perjalanan bisnis.

__ADS_1


Aby berjalan ke arah sopa, yang ada di dalam kamar Becca, lalu memulai mempelajari semua isi dokument yang di berikan Hamish padanya.


"Baiklah Ayah Mertua, sekaraang perusahaan ini menjadi tanggun jawabku. Aku berjanji tak akan membuatmu kecewa dengan semua yang aku kerjakan."Setelah mengatakan itu Aby mulai, membuka laptopnya.


Cukup lama Aby berkutat dengan dokument dan juga laptopnya. Hingga tampa Ia sadari Aby tertidur di sopa dengan memeluk dokument yang ada di tangannya.


Becca bangun, lalu duduk di atas tempat tidurnya, dan melihat Aby tengah tertidur di sopa sambil memeluk sesuatu. Becca beranjak diri tempat tidur, lalu berjalan mendekat ke arah Aby.


Becca tersenyum ketika, melihat poto di layar laptop Aby, disana terlihat poto mereka berdua, Aby memeluk Becca dari belakang, Sementara wajah Becca sedikit terkejut.


Becca melihat ke arah Aby, lalu mengambil dokument, yang tengah Aby peluk. Becca membuka isi dari dokumen tersebut, lalu membacanya.


Mata Becca membulat, ketika membaca, semua isi di dalam dokument tersebut.


"Apa! perusahaan Daddy bangkrut! apa mungkin?" Becca sendiri tak percaya dengan apa yang tengah baca.


Aby yang mendengar suara istrinya dengan samar. Membuka matanya, lalu melihat ke arah istrinya yang kini tengah membaca isi dari dokument tersebut.


"Sayang." bangun "Apa kamu udah bangun?" tersenyum melihat ke arah Becca.


"Sayang." menyandarkan kepalanya di bahu Aby "Aku ingin kamu mengendongku turun ke lantai bawah." tersenyum "Aku sangat lapar, tapi aku malas jalan turun." Becca mengatakan itu dengan memainkan jari-jarinya di dada bidang suaminya.


Mendengar kata manja yang keluar dari mulut istrinya. Aby pun berkata.


"Istriku, kesayanganku, menaikkan tangannya, lalu memeluk Becca dengan sebelah tangannya.


Aby mengecup lembut dahi istrinya lalu berkata. "Baiklah, kamu mau aku gendong dengan gaya apa?" tersenyum "Mau aku gendong dengan gaya brydal style, atu kamu mau...?" ucapa Aby terhenti di saat Becca berkata.


"Aku mau." berfikir "Hem." memegan wajahnya dengan jari telunjuknya "Aku mau, naik di belakang kamu saja." Becca tersenyum senang ketika selesai mengatakan itu.


Mendengar permintaan istrinya, Aby berdiri, lalu membungkukkan badannya. Melihat Aby membungkukkan badannya, dengan segera Becca melompat naik di atas belakang Aby.


Merasa istrinya melompat, Aby berkata. "Hati-hati sayang. Nanti.kamu jatuh, apa kamu lupa? kalau saat ini kamu tengah mengandung anak kita." berbalik wajah melihat ke arah Becca yang kini tengah berada di atas badannya.


Dengan segera Becca berkata. "I...iya, sayang." gugup "Aku minta maaf, karna selalu melupakan kalau saat ini aku tengah mengandung." setelah mengatakan itu Becca memeluk Aby dari belakang.

__ADS_1


Itulah Becca, Ia selalu lupa kalau saat ini Ia tengah mengandung, saat bersama suaminya. Mungking karna merasa sangat bahagia? atau merasa sangat senang, namun entahlah.


Aby mulai berjalan keluar dari dalam kamarnya, dengan mengendong tubub Becca yang ada di belakang tubuhnya, sesekali Becca membuat Aby merasa geli, karna Ia menggigit pelan telinga suaminya.


Aby yang merasa kegelian berkata.


"Sayang, apa kamu mengodaku? Hem."


Mendengar ucapan suaminya, Becca bukannya berhenti, Ia malah, mengecup belakang leher Aby, cukul lama Becca melakukannya. Hingga Ia meninggalkan tanda merah di belakan leher Aby.


"Sempurna." Becca tertawa setelah melihat hasil karyanya di lehar putih Suaminya.


Aby yang merasa, istrinya telah melakukan sesuatu di lehernya berkata. "Apakah karyamu sangat indah sayang?" tersenyum sambil menurungi anak tangga satu persatu.


Mendengar ucapan suaminya Becca pun berkata. "Tentu saja, ini terlihat sangat indah di lehermu." setelah mengatakan itu Becca kembali tertawa melebar.


Mendengar suara tawa bahagia putrinya, Hamish berjalan, mencari dari mana arah suara Becca terdengar.


Hamish menghentikan langkahnya, disaat melihat Aby tengah mengendong Becca dengan gayanya sendiri. Hamish mengeleng kepalanya, tersenyum melihat tingkah konyol Anak dan Menantunya.


"Ada-ada saja, tingkah mereka berdua." bersandar di pinggir tembok "Andai Mommymu masih ada bersama kita, pasti akan sangat bahagia melihat putri kesayangannya tengah berbahagia seperti ini."


Mengingat mendiang istrinya, Hamish tak menyadari sebuah cairan bening keluar dari sepasang bolah matanya. Itulah Hamish pria yang sangat keras, kuat, tegas dan datar. Namun di saat Ia mengingat Mendiang istrinya Bella, Ia selalu merasa lemah, dan kesedihannya tak dapat Ia sembunyikan dari siapapun.


Melihat Mertunya tengah bersandar melihat ke arahnya, Aby menghentikan langkahnya. Merasa langkah Aby terhenti.


Becca berkata. "Kenapa berhenti?"


*


*


*


Di hari minggu ada waktu, Alhamdullilah, akhirnya aku bisa Up😊

__ADS_1


__ADS_2