Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.188


__ADS_3

Lisa yang mendengar ucapan Becca tersenyum, karna rencana


kejutannya untuk Abdy akan segera ia wujudkan rencana yang akan mebuat tali


cinta mereka berdua bersatu.


Lisa kembali pura-pura belum sadar ketika ia mendengar suara


pintu kamar mandi di buka oleh Abdy, sementara Becca pura-pura merapihkan


selimut yang Lisa kenakan.


Abdy keluar dari dalam kamar mandi, sambil melihat ke arah


berangka yang di tempati Lisa, masih setia menutup kedua matanya.


Becca yang melihat Abdy keluar dari dalam kamar mandi, izin


pamit karna ia ingin memberi waktu berdua dengan Lisa.


“Dy, aku pamit, aku mau ke kantor Aby,” ucap Becca sambil


berdiri dari kursi yang ada di sampin berangka yang Lisa tempati.


“Baik kakak ipar, kakak ipar hati-hati di jalan ya. Kalau


sudah sampai jangan lupa memberitahukan aku.” Abdy sedikit khawatir, kalau


kakak iparnya pergi sendiri karna selama ini ia belum pernah keluar rumah tampa


ada pengawal yang menemaninya.


Dan ia juga sangat tau betapa khawatirnya Aby jika ia


mengetahui istrinya pulang tampa adanya pengawalan.


“Ok, aku pulang dulu ya, jaga Lisa dengan baik.”


Setelah mengatakan itu Becca keluar dari dalam ruangan rawat


inap yang di tempati Lisa, dan mulai berjalan ke luar dari dalam rumah sakit


manuju arah parkiran karna sebelumnya Becca telah memesan taxi online. Di dalam


perjalanan menuju arah perusahaan suaminya Becca mengabari kepada seluruh


anggota keluarganya dan juga ke dua orang tua Lisa, kalau saat ini Lisa telah


sadar.


Kedua belah pihak yang mendengar kabar baik tersebut ingin


segera ke rumah sakit, namun Becca melarang mereka semua karna Lisa ingin


mengatakan sesuatu kepada Abdy.


Kedua belah pihak yang mendengar itu mengerti, dengan apa


yang di maksud oleh ucapan Becca, hingga akhirnya mereka memberi ruang kepada


Abdy dan Lisa berdua.


 Setelah Becca pergi,


Abdy berjalan ke arah sopa, lalu mengambil paper beg yang berisi makanan yang


Becca bawa untuk ia makan.


Abdy lalu mengambil makanannya lalu kembali berjalan ke arah


berangka di mana Lisa saat ini masih setia menutup kedua matanya.


Abdy duduk di kursi, tepat di sampin berangka yang di


tempati Lisa, Abdy mulai memasukkan suapan pertamanya ke dalam mulutnya sambil


berkata.


“Lisa kapan aku bisa menyuapimu makan?” Abdy tersenyum


sambil memasukkan suapan ke duanya masuk ke dalam mulutnya.


Abdy membayangkan kalau saat ini ia tengah menyuapi Lisa


makan, sementara Lisa begitu sangat manjanya membuka mulutnya untuk memakan


makanan yang Abdy suapkan masuk ke dalam mulutnya.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum dalam hati,


mendengar apa yang baru saja Abdy katakan barusan.


Pelan-pelan Lisa membuka matanya dan melihat Abdy kini


tengah sibuk menikmati makanannya, yang ada di tangannya tampa melihat ke


arahnya.


“Makanannya sangat lezat ya?” tanya Lisa pelan.


“Iya ini sangat lezat.”


Abdy tidak menyadari kalau yang baru saja berbicara


dengannya adalah Lisa, dan ia masih setia memakan makanannya tampa melihat ke


arah Lisa.


Sambil memakan makanannya, Abdy mulai menyadari siapa yang


baru saja berbicara dengannya, Abdy menghetikan memakan makanannya lalu melihat


ke arah Lisa yang kini tengah tersenyum melihat ke arahnya.


“Lisa.” Abdy meletakkan pirin makanannya di atas meja yang


ada di sampin  berangka dan lansung


memeluk tubuh Lisa dengan begitu sangat eratnya.


Abdy merasa  sangat


senang melihat orang yang di cintainya kini tengah tersenyum hangat melihat ke


arahnya. Perasaan takut yang ada di dalam hatinya kini telah hilang seketika


ketika melihat Lisa tersadar dari masa kritisnya.


“Aku mencintaimu” Abdy melepas pelukannya lalu mengecup tiap


inci wajah Lisa, mungkin karna terlalu merasa senang dan bahagia hingga Abdy


melakukan semua itu.


Setelah melakukan semua itu Abdy membantu Lisa untuk bangun


lalu duduk dengan bersandar di bantal yang telah Abdy siapkan untuknya, karna


mengingat kalau saat ini kondisi Lisa masi sangat lemah.


Lisa yang mendengar dan melihat semua tingkah Abdy


tersenyum, karna ia juga merasa sangat senang dan bahagia melihat cinta Abdy


untuknya.


“Aku juga mencintaimu Dy,” ucapa pelan Lisa “Dan aku juga


minta ma...?”


Ucapan Lisa terhenti ketika jari telunjuk Abdy kini tengah


berada di bibirnya.


“Uss, kita tidak usah membahas semua itu, kita lupakan semua

__ADS_1


yang pernah terjadi” setelah mengatakan itu Abdy kembali mengecup lembut dahi


Lisa ketika mengatakan itu.


“Aku minta maaf Lis, semua yang terjadi ini karna aku, karna


aku yang tidak mengatakan yang sebenarnya kepadamu ini tidak akan terjadi jika


aku dan Ayah tidak menyembunyikan hal ini.”


Abdy terlihat sangat sedih ketika mengatakan itu, dan Lisa


bisa melihat penyesalan yang ada di dalam mata Abdy, penyesalan yang sangat


mendalam itulah yang Lisa lihat saat ini di pancaran mata Abdy.


“Aku juga minta maaf Dy, karna tidak mendengar apa yang kamu


katakan.” Lisa meneteskn air matanya ketika mengatakan itu.


Karna tidak mendengar apa yang Abdy katakan padanya, karna


kekonyolan yang ia lakukan rencana pernikahan yang seharusnya di laksanakan


seminggu yang lalu kini telah batal karna ulahnya sendiri.


“Huss.” Abdy menaruh kembali jari tangannya di bibir Lisa,


agar Lisa berhenti menyalahkan dirinya sendiri, karna dalam hal itu keduanya


sama-sama bersalah.


Sama-sama tidak mempercayai pasangan masing-masing, hingga


akhirnya mereka berdua harus menghadapi hal seperti ini, hal yang hampir saja


memisahkan mereka berdua untuk selama-lamanya.


“Aku mencintamu Dy.” Memeluk tubuh Abdy dengan sangat erat “Aku


sangat mencintaimu, hiks, hiks, hiks.”


Lisa memeluk erat tubuh Abdy sambil menangis, ia


melampiaskaskan semua rasa yang ada di dalam hatinya dengan cara memeluk erat


tubuh Abdy.


Abdy yang mendengar suara tangisan Lisa, berusaha


menenangkan agar Lisa berhenti menangis.


“Sudah ya sayang, kamu jangan menangis lagi, aku berjanji mulai


hari ini, detik ini kita akan selalu bersama.” Abdy mengusap lembuat rambut


Lisa ketika mengatakan itu.


Sementara Lisa terus memeluk erat tubuh Abdy seakan ia tidak


mau melepaskannya lagi, karna ia merasa semangat hidupnya kembali lagi setelah


beberapa hari ia tidak bertemu dengan orang yang sangat di cintainya.


“Aku juga sangat mencintaimu Lis, sangat mencintaimu.” Melepas


pelukan “Dan mulai hari ini aku tidak ingin melihatmu menangis lagi.” Abdy


mengusap lembut wajah Lisa yang terlihat masih sangat pucat karna melihat


beberapa butir air mata yang ada di wajah Lisa.


Rasa cinta untuk Lisa sangat dalam, Abdy tidak pernah


mendunga kalau Lisa yang akan menjadi sandaran hatinya, Abdy si playboi kocak


yang tidak bisa menahan pesona dari kecantikan Lisa, kini telah melabuhkan


hatinya untuk Lisa seorang.


berdua, Abdy dan Lisa di kejutkan oleh seluruh anggota keluarganya yang sedari


tadi berdiri di luar, depan kamar ruangan perawatan yang Lisa tempati.


Rendi, beserta istri dan juga ke dua orang tua Abdy sedari


tadi menyaksikan apa yang tengah di lakukan oleh anak-anak mereka, beruntung


Abdy dan Lisa tidak melakukan hal yang akan membuat ke dua orang tua mereka


terkejut dengan melihat apa yang telah mereka berdua lakukan.


Nabila tersenyum melihat ke arah Rendi dan Clarisa yang kini


saling berpegangan tangan karna merasa sangat bahagia melihat putri mereka kini


tengah sadar dan berada dalam pelukan oleh orang yang sangat di cintainya lewat


kaca yang ada di pintu kamar ruangan rawat inap yang Lisa tempati.


Abdy dan Lisa melepas pelukan ketika melihat semua anggota


keluarganya masuk ke dalam ruangan yang di tempatinya, mereka berdua merasa


sedikit malu-malu karna ketahuan saling berpelukan, mereka layaknya seperti


pencuri yang kini tengah ketahuan mencuri ikan.


Lisa menundukkan wajahnya karna merasa sangat malu di lihat


oleh seluruh anggota keluarganya begitupun dengan Abdy. Nabila yang melihat


wajah malu-malu putanya berkata.


“Jadi bagaimana dengan rencana pernikahannya? Apa kita batalkan?


Atau kita lanjutkan?” Nabila tersenyum melihat ke arah Lisa dan Abdy yang


kini  tengah menundukkan kepalanya karna


merasa sangat malu.


Abdy dan Lisa yang mendengar ucapan Nabila, sedikit terkejut


karna terkejut mereka berdua dengan segera berkata.


“Lanjutkan Ma, lanjutkan tante,” ucap Abdy dan Lisa


bersamaan.


Karna Abdy dan Lisa  ingin rencana pernikahan mereka berdua segera


di lanjutkan, Abdy tidak ingin jauh-jauh lagi dari Lisa dan begitupun


sebaliknya.


Seluruh anggota keluarga yang mendengar itu, tersenyum karna


melihat ke lakuan putra dan putri mereka yang terlihat sangat lucu menurutnya.


Clarisa mendekat ke arah putrinya lalu memeluknya dengan


sangat erat, karna ia begitu sangat senang melihat putrinya kini dalam keadaan


baik-baik saja.


“Lisa jangan pernah lakukan hal konyol ini lagi, Mama sangat


takut nak, takut sesuatu yang buruk terjadi denganmu.” Clarisa begitu sangat


taku takut jiak putrinya melakukan hal konyol itu lagi.


Abdy yang mendengar ucapan Clarisa dengan segera berkata. “Lisa


tidak akan melakukan hal itu lagi, karna aku tidak akan pernah membiarkannya

__ADS_1


melakukan hal konyol itu lagi.” Abdy dengan lantangnya mengatakan hal itu lagi.


Karna memang benar setelah hari ini ia tidak akan pernah


membuat Lisa sendiri lagi, karna Abdy ingin Lisa selalu bersamanya dan tidak


ingin jauh-jauh dari Lisa lagi.


Doni yang mendengar ucapan putranya, berjalan mendekat ke


arah Rendi yang kini tengah melihat ke arah putinya dan juga Abdy.


Rendi sangat terkejut ketika Doni memukul wajahnya dengan


begitu sangat kerasnya.


Plakkk.


Satu tamparan mendarat ke arah wajah Rendi, semua yang ada


di dalam ruangan melihat ke arah mereka berdua.


Abdy dan Lisa merasa sangat terkejut ketika melihat  ke arah kedua ayah mereka yang kini tengah


saling berhadapan, sementara Nabila yang melihat itu, berjalan menhampiri Doni


suaminya yang kini tangah melihat ke arah Rendi.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Nabila pelan.


Nabila merasa sangat bingun melihat suaminya tiba-tiba


menmukul wajah Rendi tampa sebab.


Abdy dan Lisa merasa sangat takut melihat ke arah Doni dan


Rendi, mereka sangat takut jika sampai Doni selaku Ayah Abdy keberatan dengan


rencana pernikahannya dengan Lisa yang akan segera mereka lansungkan itulah


yang ada dalam pikiran Abdy dan Lisa saat ini, bahkan Abdy mulai berpikir jika


memang ayahnya tidak merestui hubungannya dengan Lisa, maka dengan sangat


terpaksa ia akan membawa Lisa pergi, karna ia tidak bisa lagi menahan jika


harus menjalani kehidupannya tampa ada Lisa di sampinnya.


Sementara Rendi yang mendapat pukulan di wajahnya melihat ke


arah Doni yang kini tengah berdiri tegak di hadapannya.


“Apa yang kamu lakukan?” tanya Rendi sambil memegan


wajahnya.


Doni yang mendengar pertanyaan Rendi tersenyum sambil


berkata.


“Yang seharusnya aku lakukan ketika aku mendengar jika kamu


telah memenjarakan dan memukul wajah putraku. Apa kamu tau mulai dari ia lahir


hingga dewasa seperti ini, aku tidak perna, jangankan memukul, mencubit putraku


saja aku tidak pernah. Andai Lisa bukan putrimu maka saat ini juga aku akan


memenjarakanmu.” Suara datar Doni kembali terdengar di telinga Nabila, meskipun


selama bertahun-tahun ia tidak pernah mendengar kata datar itu lagi.


“Aku minta maaf, aku memang pantas mendapatkan semua ini.”


Rendi menundukkan wajahnya ketika mengatakan itu.


Abdy yang melihat itu ingin berjalan ke arah Ayahnya sambil


berkata, “Tapi Ayah.” Ucapan Abdy terhenti ketika melihat Doni menaikkan


tangannya, yang berarti Doni melarangnya mengatakan sepata katapun.


“Baiklah aku sudah memaafkanmu” tersenyum “Karna aku juga


telah membalas perlakuanmu kepada putraku, meskipun selama beberapa malam ini


mataku tidak bisa terpejam dengan nyaman memikirkan hal ini.” Doni mengatakan


semua yang telah ia pendam di dalam hatinya.


Karna benar adanya selama beberapa malam ini matanya tidak


bisa terpejam dengan nyaman mengingat semua yang telah ia dengar dari dalam


mulut Abdy putranya.


Di dalam ruangan perawatan Lisa yang tadinya terasa menakutkan


karna mendengar kata datar keluar dari dalam mulut Doni kini kembali ceria sama


seperti mereka semua masuk sebelumnya.


Rendi yang mendengar ucapan Doni tersenyum, karna memang ia


salah melakukan hal kasar itu kepada Abdy.


“Aku minta maaf Doni, karna telah melakukan ini kepada


putramu.” Rendi mengatakan itu dengan wajah yang sangat menyesal.


“Baiklah aku memaafkanmu, dan mari kita memulai kembali


merencanakan kapan acara pernikahan anak-anak kita di lansungkan, dan untuk ini


kita akan mengadakan acara pernikahan mereka dengan begitu sangat mewah, karna


Aby dan juga istrinya akan melakukan resepsi pernikahan mereka yang telah tertunda


selama beberapa bulan ini.” Doni mengatakan semua keinginannya yang ingin


menyelenggarakan acara resepsi pernikahan putra-putranya secara bersamaan.


“Wao, itu ide yang sangat baik ayah, aku sangat setuju”


tersenyum “Dan akan lebih baik jika pernikahanku akan segera di lakukan, kalau


bisa minggu depan.” Abdy mengatakan semua keinginannya yang ingin segera


menikahi Lisa minggu depan.


Dan itu membuat seluruh anggota keluarganya yang ada di


dalam ruangan terkejut, sementara Nabila yang mendengar ucapan putranya


berjalan ke arahnya.


“Dasar konyol apa kamu berpikir menyiapkan pernikahan mewah


cuman butuh waktu seminggu, ha.” Nabila menarik kuping putranya ketika


mengatakan itu.


Aoaoaao.


“Sakit Ma,” Abdy meringgis kesakitan ketika Nabila menrik


telinganya.


“dan apa kamu berpikir kalau saat ini kondisi Lisa telah


pulih? Ha”


Semua yang melihat itu tersenyum bahagia melihat Nabila


memarahi putranya, karna menurut semuanya ini sangat lucu.

__ADS_1


__ADS_2