Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.175


__ADS_3

Kehidupan yang Aby jalani dengan istrinya, layaknya sebagai


pasangan yang baru menikah, keharmonisan dan keromantisan mereka berdua sungguh


membuat mata para pelayan yang ada di dalam rumah mewahnya merasa di manjakan,


di saat Aby bersikap manja kepada istrinya dan di saat Becca meminta di gendong


untuk turun menikmati makan malam bersama di meja makan, dan para pelayan yang


melihat itu semua merasa seperti nonton drama korea.


Cinta yang tulus dan besar kepada istrinya membuat Aby


selalu bersikap posesif, kemana pun istrinya ingin pergi, harus ia temani,


namun jika ia tidak sempat Aby telah menyiapkan tiga Body guar untuk istrinya


satu wanita dan dua pria, ketiga body guardnya itu layak menjadi pengawal untuk


istrinya selain pintar membela diri, ia juga pasti bisa menjaga istrinya dengan


baik.


Ketiga bodi guard Becca semunya memiliki sipat yang tegas,


dan selalu mengeluarkan nada datar, bahkan Vira selaku Body guar wanita yang


selalu mendapingi Becca kemana pun ia pergi memiliki suara dingin dan datar


tidak jauh berbeda dengan kedua bdy guar prianya.


Dengan langkah yang cepat, wajah yang sangat kesal dan marah


Aby berjalan masuk ke dalam rumahnya. Aby dengan terburu-buru meninggalkan


perusahaannya, meskipun ia tengah mithin pentin dengan kliennya, namun setelah


ia menerima telpon dari salah satu pelayan di rumahnya yang mengatakan kalau


istri sekaligus Nyonya mereka tidak ada di dalam rumah bahkan semua sudut


ruangan sudah ia cari semuanya, namun keberadaan Nyonya tidak ada yang


mengetahuinya.


Aby duduk di kursi sambil melihat ke arah para pelayan dan


para body Guar yang selalu menjaga istrinya kini tengah berdiri berjejeran di


hadapannya.


“Apa yang kamu kerjakan!? Sehingga Nyonya kalian keluar


rumah tampa ada yang mengetahui.” Aby mengatakan itu dengan nada suara tinggi.


 “Jawab!!.”


“Dan kamu!” Menunjuk ke arah Vira yang kini tengah


menundukkan wajahnya karna merasa takut.


“Jawab!!”


“Maafkan saya Bos.” Gugup “Saya memang salah karna tidak


menjaga Nyonya dengan baik, tapi sungguh saya tidak pernah meninggalkan halaman


depan setelah anda pergi ke kantor.” Vira menjelaskan.


Aby yang mendengar penjelasan Vira, menarik napasnya lalu


membuangnya secara kasar.


“Ada yang bisa jelaskan? Kemana perginya Nyonya kalian saat


ini?”


Semua pelayan dan para Body guard  terdiam ketika mendengar pertanya majikannya


yang meminta penjelasan atas pertanyaanya. Dan setelah beberapa saat petugas


yang di bagian CCTV datang menhampiri Aby dan menyerahkan semua yang terekam


dalam Camera hapenya.


“Ini Bos.”


Aby meraih hape dari tangan pertugas CCTVnya dan mulai


melihat semua. Aby sangat terkejut ketika melihat tingkah istrinya masuk ke


dalam mobil yang ia kenakan untuk ke kantor tampa ia ketahui karna Becca


bertingkah seperti anak kecil berjalan ke arah mobilnya dan masuk membuka pintu


mobil secara pelan-pelan lalu masuk bersembunyi di job bagian belakang mobil yang


Aby gunakan untuk pergi ke kantor, sementara ia tengah berbicara dengan


keamanan pintu gerban rumahnya.


“Apa!”


Terus melihat vidio yang ada di layar hape, setelah ia


selesai melihat itu semua, Aby berdiri dan berjalan terburu-buru menuju arah


mobil yang tadi ia gunakan untuk ke kanror.


Aby membuka pintu mobilnya, dan tersenyum melihat Becca kini


tengah terlelap di bawah lantai dalam mobilnya.


“Astaga sayang.”


Dengan sangat pelan Aby mengankat tubuh istrinya masuk ke


dalam rumahnya, tampa membangunkannya. Rasa panik yang di alaminya tadi


terganti  dengan rasa senang ketika


melihat wajah istrinya kini tengah terlelap di lantai job belakang mobilnya.


Di bilang trauma dengan apa yang tengah di alami istrinya


selama beberapa bulan ini, iya, Aby memang sangat trauma dan juga merasa sangat


takut dengan insident yang pernah menimpah istrinya, oleh karna itu Aby


memperlihatkan semua sikap posesifnya karna ia tidak ingin sesuatu yang buruk


kembali menimpa istrinya, cukup hanya sekali dan tidak ingin hal itu terjadi


untuk yang kedua kalinya.


Demi istrinya Aby meninggalakan mithin pentin yang tengah ia


lakukan dengan kliennya, meskipun ia tau kalau akan mengalami kerugian yang


besar ketika keliennya itu membatalkan kesepakatan mereka. Namun Aby tidak


memikirkan itu semua, karna Prioritas utama Aby saat ini hanya istrinya, hanya


istrinya ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dengan orang yang paling ia


cintai.


Pelan-pelan Aby merebahkan tubuh istrinya di atas tempat


tidur, lalu menyelimuti dengan selimut dan duduk di pinggir tempat tidur sambil


menatap wajah istrinya yang kini tengah terlelap.


“Sayang.” Mengusap wajah Becca “Kamu selalu saja membuatku


panik dan takut” mengankar rambut yang ada di wajah Becca “Karna semua tingkah

__ADS_1


lakumu yang konyol.” Mengecup lembut dahi istrinya.


Setelah melakukan itu Aby berdiri dan mulai membuka jas yang


ia kenakan, lalu mengeluarkan hapenya dari dalam kanton celananya dan mulai


menghubungi Abdy karna ketika ia mendapat kabar dari para pelayannya Aby


menyuruh Abdy untuk mengantikannya untuk melanjutkan Mithinnya dengan para


klennya.


“Beres, bos, semuanya sudah aku urus. Bos hanya tinggal


menandatangani semuanya.” Ucap Abdy dari balik telpon.


Dengan senyuman merekah Aby berbalik melihat ke arah


istrinya yang kini tengah melihat ke arahnya, Becca bangun lalu duduk dan


menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur.


“By.” Berkata manja.


“Iya, ada apa sayang?” berjalan ke arah tempat tidur, dengan


senyuman ceria yang ia sunggingkang.


Aby duduk di sampin istriya, sementara Becca lansung memeluk


dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.


“Kamu kenapa sayang” mengecup lembut dahi istrinya “Kamu


menginginkan sesuatu?” membalas pelukan istrinya.


“Tidak, aku hanya ingin memelukmu saja.” Becca mengeratkan


pelukannya.


“Baiklah, peluk saja sesukamu.”


Sementara di perusahaan Aby. Abdy yang baru saja selesai


mengurus semua berkas yang harus Aby tandatangi dan menyimpan semua di dalam


laci kerja Aby, setelah itu ia berjalan keluar dari ruangan Aby dan bertemu


lansung dengan Lisa di depan pintu ruangan kerja Aby dalam keadaan wajah


sembab.


“Lisa, kamu di sini?” tersenyum dan memeluk erat tubuh Lisa


dan tidak lupa kecupan lembut di dahi Lisa.


Tampa menjawab pertanyaan Abdy, Lisa mengeratkan pelukannya


sambil menangis pelan.


Hiks, hiks,hiks.


Aby yang mendengar suara tangisan Lisa, terkejut dan


berkata.


“kamu kenapa?” Abdy kembali membuka pintu ruangan kerja Abdy


lalu mengajak Lisa masuk ke dalam.


Abdy nampak sangat bingun melihat Lisa tiba-tiba datang ke


perusahaan kakaknya, untuk menemuinya dalam keadaan menangis.


“Duduk dulu Lis, dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi


denganmu?”


Lisa duduk, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,


Abdy yang melihat itu tambah bingun karna tidak tau apa yang sebenarnya terjadi


ada di atas kepala Abdy saat ini.


Abdy duduk di sampin Lisa, dan kembali mengulang


kata-katanya.


“Kamu kenapa Lis? Apa sesuatu yang buruk telah terjadi?”


Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy, berhambur memeluknya


sambil menangis, di dalam tangisan dan pelukan Abdy Lisa berkata.


“Bawa aku pergi Dy. Hiks, hiks, hiks, bawa aku pergi.”


Abdy yang mendengar ucapan Lisa, benar-benar bingun, dengan


semua yang Lisa katakan.


“Coba jelaskn Lis, sebenarnya apa yang terjadi? Dan kamu memintaku


untuk membawamu pergi, sungguh Lis aku bingun dan tidak mengerti dengan semua


yang kamu katakan.”


Lisa melepas pelukannya dari tubuh Abdy, dan mengusap


wajahnya karna penuh air mata lalu melihat ke arah Abdy dan mulai berkata.


“Apa kamu benar-benar mencintaiku Dy? Jika kamu memang


serius dengan hubungan kita, segerah bawa aku ke tempat yang jauh, jauh dari


orang-orang yang ingin memisahkan kita.”


Lisa mengatakan semua itu sambil menatap wajah Abdy yang


kini tengah melihat ke arahnya.


“Iya, aku sangat mencintaimu, benar-benar mencintaimu, tapi


kenapa aku harus membawamu pergi jauh? Dan orang yang ingin memisahkan kita? Maksud


kamu apa, sekarang jelaskan semuanya” berkata pelan “Agar aku mengerti


permasalahannya.


“Orang tuaku ingin menikahkanku dengan Romi.” Meneteskan air


mata karna merasa tidak tega mengatakan itu kepada orang yang sangat di


cintainya, karna ia juga tau pasti Abdy merasa sakit hati mendengarnya.


“Apa!” terkejut, dan tidak percaya dengan apa yang baru saja


keluar dari dalam mulut Lisa “Romi? Orang tuamu ingin menikahkanmu dengan Romi?


Apa mereka tidak tau apa yang telah Romi lakukan kepadamu? Menkhianatimu dan


menjalin hubungan dengan wanita lain.”


Abdy nampak sangat kesal dan marah ketika mengatakan itu


“Iya, mereka mengetahui semuanya karna sebelumnya aku telah


mengatakannya, namun saat ini kedua orang tuaku tidak berdaya, kerja sama yang


lakukan bersama orang tua Romi gagal dan itu membuat orang tuaku mengalami


kerugian besar, dan terlilit utan dengan orang tua Romi. Dan Romi yang


mengetahui hal itu mengambil kesempatan untuk melanjutkan pertunangan kami yang


batal ke arah pernikahan. Dan itu akan membuat seluruh utang keluargku lunas


dan membantu mengembalikan perusahaan orang tuaku di ambang kebangkrutan.” Lisa

__ADS_1


menjelaskan sedetail mungkin agar Abdy mengerti dengan semua yang kamu katakan.


Abdy yang mendengar penjelasan Lisa, menarik napasnya, lalu


membuangnya secaraperlahan lalu berkata.


“Biarkan aku menemui kedua orang tuamu. Aku akan menjelaskan


semuanya.”


“Sudah terlambat Dy. Saat ini mereka mulai melakukan


persiapan pernikahan, karna pernikahan ini akan di lansungkan minggu depan.”


“Masih ada waktu Lisa, sebelum kamu menjalani ijob qobul,


berarti kamu masih milikku, bukan milik orang lain atupun Romi berengsek itu.” Dengan


lantangnya Abdy mengatakan itu.


Lisa yang mendengarkan ucapan Abdy, merasa sedikit tenang,


tenang karna Abdy akan memperjuankan cinta mereka berdua yang telah terjalin


selama beberapa bulan terakhir.


Abdy mengengam tangan Lisa dan mengajaknya keluar dari dalam


ruangan Aby, karna rencana Abdy ia ingin segera menemui ke dua orang tua Lisa


dan meminta kejelasan dan juga soal hubungannya yang telah ia jalin bersama


Lisa.


Setelah tiga puluh menit, kini mobil Abdy telah sampai di


depan pintu gerban Lisa, Lisa melihat ke arah rumahnya, lalu melihat ke arah


Abdy yang kini tengah duduk di sampinnya.


“Apa kamu yakin? Ingin menemui ke dua orang tuaku?” Lisa


menatap wajah Abdy ketika mengatakan itu.


Ada perasaan takut dan juga rasa gelisah mulai menghantui


pikiran Lisa, ia menjadi dilema memikirkan langkah apa yang akan Abdy ambil


untuk mempertahankan hubungan cintanya.


“Apa kamu tidak yakin denganku?” mengusap waja Lisa dengan


tangannya “Dengar Lis, apapun akan aku lakukan demi cinta kita, kalau


masalahnya ini tidak ada jalan keluarnya setelah aku berusaha keras.” Terdiam sejenak


“Aku akan membawamu pergi, karna aku tidak ingin ada orang lain memilikimu


selain aku, karna aku sangat mencintaimu.”


Setelah mengatakan itu Abdy mengecup lembut dahi Lisa dengan


sangat lembut, kecupan yang membuat hati Lisa seketika menghangat,


“Kamu yakin kan Lis dengan diriku?”


“Iya, Dy, aku sangat yakin dan percaya padamu.”


Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan itu, dan juga


menjadikannya sebagai kekuatan untuk ikut memperjuangkan cintanya untuk Abdy.


Abdy membuka pintu mobilnya, lalu keluar di ikuti oleh Lisa.


Abdy berdiri di sampin Lisa dan saling berpegangan tangan berjalan masuk ke dalam


pkerangan rumah Lisa yang terlihat  ramai


dengan para pelayang yang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.


Dengan jantung berdetak tidak karuan Lisa melangkah masuk ke


dalam rumahnya dengan Abdy sambil berpegangan tangan.


“Ayah.” Lisa memanggil ayahnya yang kini tengah sibuk


mempersiapkan segala sesuatunya.


Rendi selaku ayah Lisa berbalik melihat ke arah putrinya


yang kini datang dan bergandeng tangan bersama dengan seoarang pemuda yang


tidak ia kenal. Iya Rendi tidak mengenali putra Atmaja satu yang satu ini,


karna yang ia kenal hanya Aby Atmaja.


Rendi berjalan mendekat ke arah putrinya dengan menatap


tajam ke arah pemuda tampan yang kini tengah mengandeng tangan putrinya.


“Siapa pemuda ini Lisa?” tanya Rendi dengan nada datarnya.


“Di—dia?...”


Ucapan Lisa terhenti ketika Abdy menyambung kata yang ingin


ia ucapkan.


“Perkenalkan, namaku Abdy Om, orang yang sangat mencintai


putri anda.”


Tampa rasa ragu dan rasa takut Abdy mengatakan itu kepada


Ayah Lisa, karna menurut Abdy mengatakan secara lansung akan lebih baik


daripada hanya diam tidak menjawab, itulah yang tengah ada dalam pikiran Abdy


saat ini.


“Apa!” Rendi membuka kecamata yang ia kenakan ketika


mendengar ucapan pemuda yang tengah menggandeng tangan putrinya.


“Iya, Om, aku sangat mencintaimu putrimu dan aku ingin


segera menikahinya.” Ucap Abdy lantang.


“Iya, ayah kami saling mencintai.” Timpal Lisa.


Dan itu membuat Rendi sangat marah dengan apa yang baru saja


di katakan oleh putrinya.


“Lisa!” berteriak sambil menaikkan tangan ingin memukul wajah


putrinya, namun dengan segera Abdy menangkap tangan Rendi yang ingin memukul


wajah Lisa.


“Jangan pernah Om, melakukan hal ini kepada orang yang


sangat aku cintai, apalagi Om ingin melakukan hal ini di depan mataku, aku tau


Lisa adalah putrimu, dan aku tidak ada hak untuk melarangmu, tapi satu hal yang


harus Om tau siapapun ingin menyakiti dan memukul orang yang akan sangat aku


cintai, aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu di luar batasanku.” Dengan


mata menyalah karna marah abdy mengatakan itu.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy menangis, dan di dalam


tanggisan Lisa berkata. “Sudah Dy, akan lebih baik kalau kamu membawaku pergi


jauh dari sini, karna percuma, Ayah tidak akan pernah mengerti dengan cinta

__ADS_1


kita.


__ADS_2