
Kehidupan yang Aby jalani dengan istrinya, layaknya sebagai
pasangan yang baru menikah, keharmonisan dan keromantisan mereka berdua sungguh
membuat mata para pelayan yang ada di dalam rumah mewahnya merasa di manjakan,
di saat Aby bersikap manja kepada istrinya dan di saat Becca meminta di gendong
untuk turun menikmati makan malam bersama di meja makan, dan para pelayan yang
melihat itu semua merasa seperti nonton drama korea.
Cinta yang tulus dan besar kepada istrinya membuat Aby
selalu bersikap posesif, kemana pun istrinya ingin pergi, harus ia temani,
namun jika ia tidak sempat Aby telah menyiapkan tiga Body guar untuk istrinya
satu wanita dan dua pria, ketiga body guardnya itu layak menjadi pengawal untuk
istrinya selain pintar membela diri, ia juga pasti bisa menjaga istrinya dengan
baik.
Ketiga bodi guard Becca semunya memiliki sipat yang tegas,
dan selalu mengeluarkan nada datar, bahkan Vira selaku Body guar wanita yang
selalu mendapingi Becca kemana pun ia pergi memiliki suara dingin dan datar
tidak jauh berbeda dengan kedua bdy guar prianya.
Dengan langkah yang cepat, wajah yang sangat kesal dan marah
Aby berjalan masuk ke dalam rumahnya. Aby dengan terburu-buru meninggalkan
perusahaannya, meskipun ia tengah mithin pentin dengan kliennya, namun setelah
ia menerima telpon dari salah satu pelayan di rumahnya yang mengatakan kalau
istri sekaligus Nyonya mereka tidak ada di dalam rumah bahkan semua sudut
ruangan sudah ia cari semuanya, namun keberadaan Nyonya tidak ada yang
mengetahuinya.
Aby duduk di kursi sambil melihat ke arah para pelayan dan
para body Guar yang selalu menjaga istrinya kini tengah berdiri berjejeran di
hadapannya.
“Apa yang kamu kerjakan!? Sehingga Nyonya kalian keluar
rumah tampa ada yang mengetahui.” Aby mengatakan itu dengan nada suara tinggi.
“Jawab!!.”
“Dan kamu!” Menunjuk ke arah Vira yang kini tengah
menundukkan wajahnya karna merasa takut.
“Jawab!!”
“Maafkan saya Bos.” Gugup “Saya memang salah karna tidak
menjaga Nyonya dengan baik, tapi sungguh saya tidak pernah meninggalkan halaman
depan setelah anda pergi ke kantor.” Vira menjelaskan.
Aby yang mendengar penjelasan Vira, menarik napasnya lalu
membuangnya secara kasar.
“Ada yang bisa jelaskan? Kemana perginya Nyonya kalian saat
ini?”
Semua pelayan dan para Body guard terdiam ketika mendengar pertanya majikannya
yang meminta penjelasan atas pertanyaanya. Dan setelah beberapa saat petugas
yang di bagian CCTV datang menhampiri Aby dan menyerahkan semua yang terekam
dalam Camera hapenya.
“Ini Bos.”
Aby meraih hape dari tangan pertugas CCTVnya dan mulai
melihat semua. Aby sangat terkejut ketika melihat tingkah istrinya masuk ke
dalam mobil yang ia kenakan untuk ke kantor tampa ia ketahui karna Becca
bertingkah seperti anak kecil berjalan ke arah mobilnya dan masuk membuka pintu
mobil secara pelan-pelan lalu masuk bersembunyi di job bagian belakang mobil yang
Aby gunakan untuk pergi ke kantor, sementara ia tengah berbicara dengan
keamanan pintu gerban rumahnya.
“Apa!”
Terus melihat vidio yang ada di layar hape, setelah ia
selesai melihat itu semua, Aby berdiri dan berjalan terburu-buru menuju arah
mobil yang tadi ia gunakan untuk ke kanror.
Aby membuka pintu mobilnya, dan tersenyum melihat Becca kini
tengah terlelap di bawah lantai dalam mobilnya.
“Astaga sayang.”
Dengan sangat pelan Aby mengankat tubuh istrinya masuk ke
dalam rumahnya, tampa membangunkannya. Rasa panik yang di alaminya tadi
terganti dengan rasa senang ketika
melihat wajah istrinya kini tengah terlelap di lantai job belakang mobilnya.
Di bilang trauma dengan apa yang tengah di alami istrinya
selama beberapa bulan ini, iya, Aby memang sangat trauma dan juga merasa sangat
takut dengan insident yang pernah menimpah istrinya, oleh karna itu Aby
memperlihatkan semua sikap posesifnya karna ia tidak ingin sesuatu yang buruk
kembali menimpa istrinya, cukup hanya sekali dan tidak ingin hal itu terjadi
untuk yang kedua kalinya.
Demi istrinya Aby meninggalakan mithin pentin yang tengah ia
lakukan dengan kliennya, meskipun ia tau kalau akan mengalami kerugian yang
besar ketika keliennya itu membatalkan kesepakatan mereka. Namun Aby tidak
memikirkan itu semua, karna Prioritas utama Aby saat ini hanya istrinya, hanya
istrinya ia tidak ingin sesuatu yang buruk terjadi dengan orang yang paling ia
cintai.
Pelan-pelan Aby merebahkan tubuh istrinya di atas tempat
tidur, lalu menyelimuti dengan selimut dan duduk di pinggir tempat tidur sambil
menatap wajah istrinya yang kini tengah terlelap.
“Sayang.” Mengusap wajah Becca “Kamu selalu saja membuatku
panik dan takut” mengankar rambut yang ada di wajah Becca “Karna semua tingkah
__ADS_1
lakumu yang konyol.” Mengecup lembut dahi istrinya.
Setelah melakukan itu Aby berdiri dan mulai membuka jas yang
ia kenakan, lalu mengeluarkan hapenya dari dalam kanton celananya dan mulai
menghubungi Abdy karna ketika ia mendapat kabar dari para pelayannya Aby
menyuruh Abdy untuk mengantikannya untuk melanjutkan Mithinnya dengan para
klennya.
“Beres, bos, semuanya sudah aku urus. Bos hanya tinggal
menandatangani semuanya.” Ucap Abdy dari balik telpon.
Dengan senyuman merekah Aby berbalik melihat ke arah
istrinya yang kini tengah melihat ke arahnya, Becca bangun lalu duduk dan
menyandarkan kepalanya di sandaran tempat tidur.
“By.” Berkata manja.
“Iya, ada apa sayang?” berjalan ke arah tempat tidur, dengan
senyuman ceria yang ia sunggingkang.
Aby duduk di sampin istriya, sementara Becca lansung memeluk
dan menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.
“Kamu kenapa sayang” mengecup lembut dahi istrinya “Kamu
menginginkan sesuatu?” membalas pelukan istrinya.
“Tidak, aku hanya ingin memelukmu saja.” Becca mengeratkan
pelukannya.
“Baiklah, peluk saja sesukamu.”
Sementara di perusahaan Aby. Abdy yang baru saja selesai
mengurus semua berkas yang harus Aby tandatangi dan menyimpan semua di dalam
laci kerja Aby, setelah itu ia berjalan keluar dari ruangan Aby dan bertemu
lansung dengan Lisa di depan pintu ruangan kerja Aby dalam keadaan wajah
sembab.
“Lisa, kamu di sini?” tersenyum dan memeluk erat tubuh Lisa
dan tidak lupa kecupan lembut di dahi Lisa.
Tampa menjawab pertanyaan Abdy, Lisa mengeratkan pelukannya
sambil menangis pelan.
Hiks, hiks,hiks.
Aby yang mendengar suara tangisan Lisa, terkejut dan
berkata.
“kamu kenapa?” Abdy kembali membuka pintu ruangan kerja Abdy
lalu mengajak Lisa masuk ke dalam.
Abdy nampak sangat bingun melihat Lisa tiba-tiba datang ke
perusahaan kakaknya, untuk menemuinya dalam keadaan menangis.
“Duduk dulu Lis, dan jelaskan apa yang sebenarnya terjadi
denganmu?”
Lisa duduk, sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya,
Abdy yang melihat itu tambah bingun karna tidak tau apa yang sebenarnya terjadi
ada di atas kepala Abdy saat ini.
Abdy duduk di sampin Lisa, dan kembali mengulang
kata-katanya.
“Kamu kenapa Lis? Apa sesuatu yang buruk telah terjadi?”
Lisa yang mendengar pertanyaan Abdy, berhambur memeluknya
sambil menangis, di dalam tangisan dan pelukan Abdy Lisa berkata.
“Bawa aku pergi Dy. Hiks, hiks, hiks, bawa aku pergi.”
Abdy yang mendengar ucapan Lisa, benar-benar bingun, dengan
semua yang Lisa katakan.
“Coba jelaskn Lis, sebenarnya apa yang terjadi? Dan kamu memintaku
untuk membawamu pergi, sungguh Lis aku bingun dan tidak mengerti dengan semua
yang kamu katakan.”
Lisa melepas pelukannya dari tubuh Abdy, dan mengusap
wajahnya karna penuh air mata lalu melihat ke arah Abdy dan mulai berkata.
“Apa kamu benar-benar mencintaiku Dy? Jika kamu memang
serius dengan hubungan kita, segerah bawa aku ke tempat yang jauh, jauh dari
orang-orang yang ingin memisahkan kita.”
Lisa mengatakan semua itu sambil menatap wajah Abdy yang
kini tengah melihat ke arahnya.
“Iya, aku sangat mencintaimu, benar-benar mencintaimu, tapi
kenapa aku harus membawamu pergi jauh? Dan orang yang ingin memisahkan kita? Maksud
kamu apa, sekarang jelaskan semuanya” berkata pelan “Agar aku mengerti
permasalahannya.
“Orang tuaku ingin menikahkanku dengan Romi.” Meneteskan air
mata karna merasa tidak tega mengatakan itu kepada orang yang sangat di
cintainya, karna ia juga tau pasti Abdy merasa sakit hati mendengarnya.
“Apa!” terkejut, dan tidak percaya dengan apa yang baru saja
keluar dari dalam mulut Lisa “Romi? Orang tuamu ingin menikahkanmu dengan Romi?
Apa mereka tidak tau apa yang telah Romi lakukan kepadamu? Menkhianatimu dan
menjalin hubungan dengan wanita lain.”
Abdy nampak sangat kesal dan marah ketika mengatakan itu
“Iya, mereka mengetahui semuanya karna sebelumnya aku telah
mengatakannya, namun saat ini kedua orang tuaku tidak berdaya, kerja sama yang
lakukan bersama orang tua Romi gagal dan itu membuat orang tuaku mengalami
kerugian besar, dan terlilit utan dengan orang tua Romi. Dan Romi yang
mengetahui hal itu mengambil kesempatan untuk melanjutkan pertunangan kami yang
batal ke arah pernikahan. Dan itu akan membuat seluruh utang keluargku lunas
dan membantu mengembalikan perusahaan orang tuaku di ambang kebangkrutan.” Lisa
__ADS_1
menjelaskan sedetail mungkin agar Abdy mengerti dengan semua yang kamu katakan.
Abdy yang mendengar penjelasan Lisa, menarik napasnya, lalu
membuangnya secaraperlahan lalu berkata.
“Biarkan aku menemui kedua orang tuamu. Aku akan menjelaskan
semuanya.”
“Sudah terlambat Dy. Saat ini mereka mulai melakukan
persiapan pernikahan, karna pernikahan ini akan di lansungkan minggu depan.”
“Masih ada waktu Lisa, sebelum kamu menjalani ijob qobul,
berarti kamu masih milikku, bukan milik orang lain atupun Romi berengsek itu.” Dengan
lantangnya Abdy mengatakan itu.
Lisa yang mendengarkan ucapan Abdy, merasa sedikit tenang,
tenang karna Abdy akan memperjuankan cinta mereka berdua yang telah terjalin
selama beberapa bulan terakhir.
Abdy mengengam tangan Lisa dan mengajaknya keluar dari dalam
ruangan Aby, karna rencana Abdy ia ingin segera menemui ke dua orang tua Lisa
dan meminta kejelasan dan juga soal hubungannya yang telah ia jalin bersama
Lisa.
Setelah tiga puluh menit, kini mobil Abdy telah sampai di
depan pintu gerban Lisa, Lisa melihat ke arah rumahnya, lalu melihat ke arah
Abdy yang kini tengah duduk di sampinnya.
“Apa kamu yakin? Ingin menemui ke dua orang tuaku?” Lisa
menatap wajah Abdy ketika mengatakan itu.
Ada perasaan takut dan juga rasa gelisah mulai menghantui
pikiran Lisa, ia menjadi dilema memikirkan langkah apa yang akan Abdy ambil
untuk mempertahankan hubungan cintanya.
“Apa kamu tidak yakin denganku?” mengusap waja Lisa dengan
tangannya “Dengar Lis, apapun akan aku lakukan demi cinta kita, kalau
masalahnya ini tidak ada jalan keluarnya setelah aku berusaha keras.” Terdiam sejenak
“Aku akan membawamu pergi, karna aku tidak ingin ada orang lain memilikimu
selain aku, karna aku sangat mencintaimu.”
Setelah mengatakan itu Abdy mengecup lembut dahi Lisa dengan
sangat lembut, kecupan yang membuat hati Lisa seketika menghangat,
“Kamu yakin kan Lis dengan diriku?”
“Iya, Dy, aku sangat yakin dan percaya padamu.”
Lisa tersenyum ketika selesai mengatakan itu, dan juga
menjadikannya sebagai kekuatan untuk ikut memperjuangkan cintanya untuk Abdy.
Abdy membuka pintu mobilnya, lalu keluar di ikuti oleh Lisa.
Abdy berdiri di sampin Lisa dan saling berpegangan tangan berjalan masuk ke dalam
pkerangan rumah Lisa yang terlihat ramai
dengan para pelayang yang sibuk mempersiapkan segala sesuatunya.
Dengan jantung berdetak tidak karuan Lisa melangkah masuk ke
dalam rumahnya dengan Abdy sambil berpegangan tangan.
“Ayah.” Lisa memanggil ayahnya yang kini tengah sibuk
mempersiapkan segala sesuatunya.
Rendi selaku ayah Lisa berbalik melihat ke arah putrinya
yang kini datang dan bergandeng tangan bersama dengan seoarang pemuda yang
tidak ia kenal. Iya Rendi tidak mengenali putra Atmaja satu yang satu ini,
karna yang ia kenal hanya Aby Atmaja.
Rendi berjalan mendekat ke arah putrinya dengan menatap
tajam ke arah pemuda tampan yang kini tengah mengandeng tangan putrinya.
“Siapa pemuda ini Lisa?” tanya Rendi dengan nada datarnya.
“Di—dia?...”
Ucapan Lisa terhenti ketika Abdy menyambung kata yang ingin
ia ucapkan.
“Perkenalkan, namaku Abdy Om, orang yang sangat mencintai
putri anda.”
Tampa rasa ragu dan rasa takut Abdy mengatakan itu kepada
Ayah Lisa, karna menurut Abdy mengatakan secara lansung akan lebih baik
daripada hanya diam tidak menjawab, itulah yang tengah ada dalam pikiran Abdy
saat ini.
“Apa!” Rendi membuka kecamata yang ia kenakan ketika
mendengar ucapan pemuda yang tengah menggandeng tangan putrinya.
“Iya, Om, aku sangat mencintaimu putrimu dan aku ingin
segera menikahinya.” Ucap Abdy lantang.
“Iya, ayah kami saling mencintai.” Timpal Lisa.
Dan itu membuat Rendi sangat marah dengan apa yang baru saja
di katakan oleh putrinya.
“Lisa!” berteriak sambil menaikkan tangan ingin memukul wajah
putrinya, namun dengan segera Abdy menangkap tangan Rendi yang ingin memukul
wajah Lisa.
“Jangan pernah Om, melakukan hal ini kepada orang yang
sangat aku cintai, apalagi Om ingin melakukan hal ini di depan mataku, aku tau
Lisa adalah putrimu, dan aku tidak ada hak untuk melarangmu, tapi satu hal yang
harus Om tau siapapun ingin menyakiti dan memukul orang yang akan sangat aku
cintai, aku tidak akan segan-segan melakukan sesuatu di luar batasanku.” Dengan
mata menyalah karna marah abdy mengatakan itu.
Lisa yang mendengar ucapan Abdy menangis, dan di dalam
tanggisan Lisa berkata. “Sudah Dy, akan lebih baik kalau kamu membawaku pergi
jauh dari sini, karna percuma, Ayah tidak akan pernah mengerti dengan cinta
__ADS_1
kita.