Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.132


__ADS_3

Nabila masuk ke dalam kamar, namun tak menemukan Lisa di dalam kamar. Nabila berjalan ke arah kamar mandi, lalu mengetuknya.


Toktoktok.


"Lisa, apa kamu ada di dalam?" Nabila kembali mengetuk pintu, ketika tak mendengar sahutan Lisa dari dalam kamar mandi.


Pelan-pelan Nabila membuka pintu kamar mandi, namun tak menemukan Lisa di dalam.


"Kemana Lisa pergi sepagi ini?" Nabila menatap ke arah Doni ketika mengatakan itu.


Nabila juga melihat ke arah tempat tidur, tempat tidurnya sangat rapi, seperti tak ditempati tidur semalam,


melihat itu semua Nabila kembali berkata.


"Kemana Lisa pergi?"


Mendengar itu, ucapan Nabila, Doni pun berkata.


"Jangan-jangan bersama putramu." menaikkan tangannya menunjuk ke arah atas.


"Apa mungking?" Nabila menatap ke arah Doni.


"Akan lebih baik, kalau kita melihatnya." setelah mengatakan itu Doni mengandeng pinggul Nabila naik ke lantai atas.


Namun ketika menaiki anak tangga Nabila memulai percakapan soal hubungan Lisa dan Abdy.


"Mas, apa kamu yakin Lisa berada di dalam kamar Abdy?" tanya Nabila pelan.


"Aku juga tak tau, dan akan lebih baik, kalau kita melihatnya sendiri."


Mendengar itu, Nabila kembali berkata. "Kalau sampai mereka tidur berdua. besok kita akan melamar Lisa, untuk kita jadikan menantu." tersenyum "Apa Mas akan setuju denganku? aku sangat menyukai Lisa, aku akan sangat senang kalau Dia bisa menjadi menantu kita."


Nabila nampak sangat senang ketika mengatakan itu.


Doni hanya bisa mengangukkan kepala, mendengar semua yang di katakan istrinya, karna jujur Ia juga sangat menyukai Lisa. Doni tersenyum melihat ke arah Nabila ketika sampai di depan kamar Abdy.


Tampa mengetuk pintu, pelan-pelan Nabila memutar knop pintu kamar putranya. Nabila berfikir kalau saat ini Abdy tengah tertidur sangat lelap bersama dengan Lisa di dalam balutan selimut yang sama. Itulah yang terlintas dalam fikiran Nabila saat ini. Nabila membuka pintu. Namun tak menemukan Abdy dan Lisa di dalam kamar.


"Mereka kemana?" melihat ke arah Doni "Sepertinya kamar ini kosong dalam semalam!" menatap tempat tidur, lalu berjalan ke arah kamar mandi.


Nabila membuka pintu kamar mandi tampa mengetuk pintu, lalu melihat sekeliling kamar mandi.

__ADS_1


"Mereka berdua kemana?" berjalan ke arah Doni.


Doni menaikkan bahunya, lalu berkata. "Aku juga tak tau."


Setelah itu mereka berdua keluar dari kamar Abdy. Mereka berdua kembali berjalan ke tangga. Namun sebelum menurungi anak tangga, Nabila melihat sekejap, ke arah teras rumahnya yang berada di lantai dua.


"Jangan-jangan mereka berdua berada di situ." menunjuk "Kita ke sana dulu Mas." Nabila berjalan ke arah teras rumahnya di ikuti oleh Doni di belakangnya.


Setelah sampai di pintu teras rumahnya. Nabila membuka pintu, lalu melihat sekeliling, Dan tampa sengaja Nabila, melihat ke arah ayunan gantungnya yang biasa Ia pakai bersantai bersama Doni.


"Mas, sini." memanggil "Lihatlah." menujuk ke arah ayunan gantung.


Mendengar panggilan istrinya, Doni berjalan mendekat, lalu melihat ke arah ayunan gantungannya. Doni dan Nabila tersenyum ketika melihat Abdy dan Lisa tengah tidur bersama.


Terlihat jelas bagi Nabila dan Doni, kalau Abdy sangat menyukai Lisa. karna saat ini Abdy memeluk erat Lisa yang tengah berada di atas tubuhnya.


Nabila dan Doni berjalan mendekat ke arah ayunan yang tengah di tempati Lisa dan Abdy tengah tidur bersama, keduanya tersenyum melihat tingkah konyol putranya.


"Abdy, bangun." Nabila menepuk pelan dahi putranya.


Abdy mengeliat dari tidurnya, belum menyadari kalau saat ini Lisa masih tertidur sangat lelap di atas tubuhnya.


Setelah mengatakan itu Abdy tambah mengeratakan pelukannya pada tubuh Lisa. Dan mungking Abdy fikir kalau yang Ia peluk saat ini adalah bantal guling. Merasa pelukan Abdy tambah kuat, Lisa mengeliat.


"Ao, Abdy, pelankang pelukanmu." Lisa mengatakan itu tampa membuka matanya.


Melihat tingkah koyol Abdy dan Lisa, Nabila dan Doni tertawa melebar.


Hahaha.


Mendengar suara tawa itu. Pelan-pelan Lisa membuka matanya, lalu mendongak melihat ke arah Nabila dan Doni yang kini tengah melihat ke arahnya.


Melihat kedua orang tua Abdy tengah berdiri, melihat ke arahnya, Lisa sangat terkejut dan juga sangat malu.


Dengan segera Lisa ingin bangun dari atas tubuh Abdy. Namun pelukan Abdy sangatlah kuat dan itu membuat Lisa tak bisa bangun.


Karna rasa malu dan juga rasa gugup, Lisa membangunkan Abdy.


"Abdy, Abdy bangun." suara pelan "Abdy lepasin aku." Lisa berusaha melepaskan tubuhnya dari pelukan Abdy.


Abdy yang merasa terusik dengan tidurnya, bukannya bangun, justru malah memeluk tubuh Lisa dengan satu tangannya, sementara tangan yang satunya menepuk pelan kepala Lisa.

__ADS_1


"Tidurlah." menepuk pelan kepala Lisa "Aku masih sangat mengantuk."


Setelah mengatakan itu Abdy kembali tertidur. Melihat Abdy kembali tertidur Lisa mencubit keras dada Abdy. Dan itu membuat Abdy berteriak.


"Ao, sakit Lis." ringgis Abdy, melihat ke arah Lisa, lalu beralih melihat ke arah ke dua orang tuanya yang tengah menatap ke arahnya.


Sementara Doni dan Nabila menaikkan kedua alisnya, ketika Abdy melihat ke arahnya.


Abdy sangat terkejut melihat kedua orang tuanya, tengah menatap ke arahnya, dengan menaikkan kedua alisnya.


Dengan cepatnya Abdy melepas pelukannya, lalu membantu Lisa untuk bangun.


Setelah Lisa udah berdiri. Abdy ikut bangun.


Dengan wajah merah, karna malu Lisa, tak berenti menundukkan wajahnya di hadapan kedua orang tua Abdy.


Sementara Abdy menggaruk kepalanya, yang tidak gatal melihat ke arah kedua orang tuanya.


Untuk menghilangkang rasa kecanggungann dia antara mereka semua, Abdy mulai berbicara.


"Ayah." melihat ke arah Doni "Kapan, Ayah datang? kenapa tak memberi kabar padaku, aku kan bisa jemput Ayah di bandara."


Mendengar itu semua Doni hanya tersenyum melihat ke arah putranya yang kini tengah salah tingkah karna kepergok.


Sementara Nabila tak berenti melihat kepada Lisa dan Abdy.


"Dy!" panggil Nabila "Apa Mama boleh tau? hubungan kalian sebenarnya?" Nabila menatap ke arah putranya.


Mendengar pertanyaan Mamanya, Abdy tersenyum, sambil menggaruk kepalanya, melihat ke arah Lisa yang kini tengah menundukkan wajahnya.


"Lisa, jawab Tante. Apa kalian berdua memiliki hubungan atau tidak?" Nabila menatap wajah Lisa yang terlihat sangat memerah.


Abdy ingin menjawab pertanyaan Mamanya. Namun Lisa mendahuluinya.


"Maaf, Tante." tertunduk "Sebenarnya aku, dan Abdy tidak memiliki hubungan apapun. Kami hanya teman baik."


Dan itu memang kenyataanya, Lisa tak pernah mendapat ungkapan kata cinta dari Abdy. Walaupun sebenarnya Lisa telah memiliki perasaan cinta untuk Abdy.


Namun Ia takut, kalau Abdy hanya mengangapnya sebagai seorang sahabat baik.


Abdy yang mendengar kata yang keluar dari mulut Lisa, merasa sedikit kecewa...

__ADS_1


__ADS_2