
Abdy yang mendengar ucapan istrinya, yang menyuruhnya
santai, kembali berkata “Kamu menyuruhku santai? Bagaimana jika kamu sampai
terjatuh tadi?” tanya Abdy kembali dengan nada suara tinggi.
Mata Lisa mulai
berkaca-kaca ketika ia kembali mendengar nada suara Abdy yang kembali meninggi.
Hiks,hiks, hiks.
Suara tangisan Lisa, mulai terdengar dan itu membuat Abdy
merasa sangat terkejut karna ia tidak bermaksud ingin membuat istrinya
menangis.
“Hiks, kamu memang tidak pernah mencintaiku Dy, huhuhu, kamu
suka sekali berteriak kepadaku, jika kamu memang tidak mencintaiku pulangkan
aku ke pangkuan orang tuaku, huhuhu,” ucap Lisa dalam tanggisannya.
Lisa merasa sakit hati mendengar nada suara meninggi keluar
dari dalam mulut suaminya, meskipun ia sendiri merasa salah dengan masalah ini,
namun ia harapkan dari Abdy bukanlah teriakan melaikan nada suara lembut.
Abdy berjalan mendekat ke arah istrinya yang kini tengah
menangis di pinggir tempat tidur sambil menutup wajahnya dengan kedua
tangganya, Abdy merengkuh tubuh Lisa lalu berkata.
“Maafkan aku Lis, bukan maksud aku ingin berkata seperti
itu” berkata pelan dan lembut “Aku sangat khawatir jika kamu sampai terjatuh
dan terluka, aku tidak ingin kamu kenapa-napa Lis, maafkan aku ya sayang karna
berkata kasar kepadamu, lagian aku juga takut jika terjadi sesuatu dengan calon
anak kita.” Abdy mengelus lembut perut Lisa yang hanya terbungkus handuk dan
itu membuat Lisa membuka tangan yang menutupi wajahnya lalu melihat ke arah
Abdy yang kini ada di sampinnya.
“Memangnya aku hamil? Baru kemarin aku datang bulan, masa
lansung hamil.” Jawab Lisa cepat.
“Iya, aku tau, siapa tau yang kita lakukan semalam sudah
jadi,” Abdy terkekeh ketika ia selesai mengatakan itu karna ia merasa lucu
dengan apa yang baru saja ia katakan.
“Semoga yang Dy, aku segera hamil,” ucap Lisa tersenyum
manis melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah tersenyum melihat kearahnya.
Lisa juga merasa sangat bingun dengan dirinya sudah 7bulan
mereka menikah, namun kenapa hingga saat ini ia tidak kunjung hamil, padahal
dokter mengatakan kalau keadaan mereka berdua baik-baik saja tidak ada sedikit
masalah pun.
Namun bagi Abdy sambil menunggu kedatangan buah hatinya ia
ingin menikmati kebersamaanny dengan Lisa tampa ada ganguan apapun seperti yang
selalu Aby katakan padanya.
Seperti siang ini Aby
datang ke kantor Abdy karna merasa butuh teman untuk mencurahkan isi kepalanya,
ia merasa kepalanya sedikit sakit karna semalam hasrat dalam dirinya tidak tertuntaskan.
Ia memilih Abdy untuk mencurahkan semua isi kepalanya
sekaligus curhat, karna ia adalah adik satu-satunya, aibnya tentu akan menjadi
aib untuk adiknya itulah yang ada di fikiran Aby saat ini.
Aby melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan Abdy,
perushaanya warisana yang Doni berikan untuk putranya dan kini mulai berkembang
setelah beberapa bulan Abdy mengelolahnya.
Semua para karyawan tertunduk sopan ketika ia melihat putra
pertama Atmaja berjalan di hadapannya, Aby yang melihat para karyawan yang
bekerja di kantor adiknya tertunduk hormat ketika melihatn berjalan masuk hanya
tersenyum.
Aby mendorong pintu lalu masuk ke dalam ruangan Abdy dan
mendapatkan Abdy tengah sibuk mengerjakan semua pekerjaanya.
“Lagi sibuk pak?” tanya Aby duduk di hadapan Abdy.
Abdy yang mendengar suara yang ia kenal dengan segera
__ADS_1
beralih melihat ke arah Aby yang kini tengah duduk di hadapannya.
“Eh, si bos, tumben g ni berkunjung?” tanya abdy melepas
kecamata yang ia gunakan lalu melihat ke arah Aby yang kini tengah duduk di
hadapannya.
“Hem” Aby hanya menjawab pertanyaan adiknya dengan
dehemannya saja, namun penglihatannya tetap mengarah melihat ke arah Abdy yang
kini tersenyum melihat ke arahnya.
“Bagaimana kabar kamu?” tanya Aby mengetukkan jari
telunjukknya di meja kerja Abdy.
Aby tiba-tiba merasa ragu untuk mengatakan isi kepalanya
kepada adiknya, namun ia tetap mencoba untuk mengatakannya setidaknya ini bisa
mengurangi rasa sakit kepalanya.
“Sehat, seperti yang bos lihat saat ini, lebih sehat
daripada biasanya, karna pulang bekerja uda ada yang ngelonin.” Abdy terkekeh
ketika selesai mengatakan hal konyol ini kepada kakaknya.
Aby yang mendengar ucapan adiknya hanya tersenyum karna ia
sudah tau sifat somplak adiknya, Aby pun ikut menimbrum ucapanAbdy.
“Kamu mah enak, ada yang ngelonin, lah aku baru saja mulai
Kaisar uda nangis karna popok basah dan penuh belum lagi kalau susunya yang ada
di dalam dotnya habis, aku harus menunggu dan menahannya sampai tumpah-tumpah
karna nungguin Mommynya melakukan semua itu, Mommynya juga ngak mau mengerti,
aku sudah kasih saran untuk mengambil beby sitter untuk jaga Kaisar, namun apa
kamu tau apa jawababannya?” Aby melihat ke arah Abdy ketika menanyakan hal itu.
“Apa bos jawabannya?” jawab Abdy serius ingin tau apa yang
di katakan kakak iparnya kepada suaminya.
Aby menarik napasnya lalu membuangnya secara perlahan
melihat ke arah Abdy yang kini tengah bertopang dagu melihat ke arahnya.
“Iya hanya menjawab” terdiam sejenak “Percuma ia mengadopsi
anak kalau ia harus menyuruh orang lain merawat anak yang ia adopsi” Aby
menjelaskan semuanya kepada Abdy agar Abdy mengerti apa yang tengah di
“Benar kata kakak ipar bos, percuma mengadopsi anak kalau
harus menyuruh orang lain merawatnya,” Abdy membenarkan apa yang kakak iparnya katakan.
Aby kembali menarik napasnya lalu membuangnya secara
perlahan ketika selesai mendengar apa yang baru saja adiknya katakan.
“Iya, sebenarnya aku juga sangat setuju dengan apa yang
istriku katakan, namun apakah aku harus terabaikan dan membuatku sakit kepala
seperti ini?” tanya Aby serius kepada adiknya.
“Wah, sepertinya yang bos alami sangatlah parah,” jawaban
yang Abdy keluarkan dari dalam mulutnya lebih mengarah ke kata ejekan.
“Apa bos butuh pelepasan?” bisik pelan Abdy.
Aby mengerutkan dahi bingun dengan apa maksud dari ucapan
pelan adiknya yang mengatakan butuh pelepasan. Hingga akhirnya ia mengerti apa
maksud dari perkataan Abdy.
“Hei, maksud kamu apa berbicara seperti itu?” tanya Aby
dengan nada suara datarnya.
Aby mengambil dokument yang ada di hadapannya lalu
melemparkan ke arah wajah Abdy, Abdy yang melihat itu dengan segera menyingkir
karna jika sampai wajah tampannya terkena dokument yang Aby lemparkan
kewajahnya, itu akan membuatnya lecet dan tidak tampan lagi itulah yang ada di
fikiran Abdy saat ini.
Abdy yang mendengar nada datar yagng keluar dari dalam mulut
Abdy dengan segera berkata, “Maaf bos, hehehe, jangan tersinggun aku hanya
memberikan sedikit saran siapa tau berminat, huaa, huaa, huaa,” Abdy terkekeh
kegelian ketika selesai mengatakan itu karna ia merasa sangat lucu dengan apa yang
baru saja ia katakan.
“Ho, jadi kamu seperti itu?” tersenyum jail “Bagaimana
__ADS_1
reaksi Lisa jika mengetahui suaminya suka bermain dengan para gadis-gadis di
luar sana?” Aby tersenyum jail ketika selesai mengatakan itu kepada adiknya
meskipun ia tau kalau adiknya tidak mungkin melakukan hal serendah itu.
“Bos, bos, bos, jangan lakukan itu” berdiri dari tempat
duduk lalu berjalan ke arah Aby yang kini tengah duduk santai sama seperti yang
ia lakukan di kantornya “Aku mohon bos, jangan sampai bos mengatakan hal bohon
itu, dari dulu hingga saat ini aku tidak pernah melakukan hal yang rendah
dengan gadis manapun, karna niatku hanya melakukan hal itu dengan istriku saja,
hanya istriku saja.” Abdy menekankan kata istriku di depan kakaknya Aby.
Abdy duduk di pinggir meja kerjanya berhadapan dengan Aby
ketika selesai mengatakan itu, jujur ia merasa sangat takut ketika Aby
mengatakan itu kepadanya.
*****
Waktu terus berlalu, Aby dan Becca semakin menikmati harinya
sebagai orang tua dari Kaisar, mereka berdua seperti keluarga yang sangat
sempurna, kebahagian yang mereka berdua rasakan tidak bisa di katakan dengan
kata-kata.
Kaisar tumbuh menjadi anak yang sangat lucu dan tampan karna
usianya saat ini tengah berangjak delapan bulan, dan itu menbuat seluruh anggota
keluarganya selalu menghabiskan waktu di hari libur di rumah Becca.
Nabila begitu sangat menyayangi Kaisar, bahkan ia telah
mengangap Kaisar sebagai cucunya sendiri, kasih sayang berlimpah itulah yang
Kaisar dapat dari keluarga Atmaja.
Seperti hari ini
Becca membuat acara makan siang dengan mengumpulkan semua anggota keluarganya,
Lisa dan Abdy mulai sibuk menyiapkan alat-alat yang ingin ia gunakan untuk
membakar steik.
Lisa berjalan ingin mengambil Kaisar, namun tiba-tiba ia
merasa sangat pusing dan penglihatannya tiba-tiba berkunang-kunang, Lisa memgen
kepalanya lalu melihat sekeliling ia melihat seluruh yang ada di hadapannya
berguling-guling.
Abdy yang melihat istrinya memegan kepalanya dan tidak
meninggalkan tempatnya dengan segera berjalan ke arahnya karna ia takut jika
terjadi sesuatu dengan Lisa.
Dan memang benar, beruntung ia dengan segera berjalan ke
arah Lisa, jika tidak Lisa pasti akan jatuh di reumputan taman belakang rumah
rumah Becca.
“Lisa.” Teriak Abdy ketika melihat Lisa tidak sadarkan diri
di dalam pelukannya.
Semua anggota keluarga yang mendengar teriakan Abdy dengan
segera berlari mendekat ke arah Abdy yang kini tengah mengankat tubuh Lisa masuk
ke dalam rumah Aby dan segera membawanya masuk ke dalam kamar yang selalu ia
tempati ketika ia menginap di rumah Aby dulu.
Rendi dan Clarisa nampak sangat panik melihat putrinya
tiba-tiba jatuh dan pinsang seperti itu.
“Apa yang terjadi Abdy?” tanya Rendi dan Clarisa bersamaan.
Mereka berdua nampak sangat panik melihat apa yang telah
terjadi dengan putrinya, bahkan mereka berdua sampai berpikir kalau putri
mereka tidak sarapan hingga membuatnya pinsang seperti ini.
“Aku juga tidak tau Ma, pa, ini pertama kalinya Lisa
mengalami hal seperti ini” jawab Abdy setelah merebahkan tubuh Lisa di atas
tempat tidur.
“Cepat hubungi dokter keluarga kita Abdy” kata Nabila
menyuruh putranya untuk segera memanggil dokter.
Nabila terlihat lebih panik, takut jika terjadi sesuatu
dengan menantnya.
__ADS_1
“Sudah aku hubungi, sebentar lagi mereka akan segera sampai,”
Jawab Aby yang baru saja masuk bersama dengan Becca dan juga Kaisar.