Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.210


__ADS_3

Abdy yang mendengar ucapan istrinya, yang menyuruhnya


santai, kembali berkata “Kamu menyuruhku santai? Bagaimana jika kamu sampai


terjatuh tadi?” tanya Abdy kembali dengan nada suara tinggi.


 Mata Lisa mulai


berkaca-kaca ketika ia kembali mendengar nada suara Abdy yang kembali meninggi.


Hiks,hiks, hiks.


Suara tangisan Lisa, mulai terdengar dan itu membuat Abdy


merasa sangat terkejut karna ia tidak bermaksud ingin membuat istrinya


menangis.


“Hiks, kamu memang tidak pernah mencintaiku Dy, huhuhu, kamu


suka sekali berteriak kepadaku, jika kamu memang tidak mencintaiku pulangkan


aku ke pangkuan orang tuaku, huhuhu,” ucap Lisa dalam tanggisannya.


Lisa merasa sakit hati mendengar nada suara meninggi keluar


dari dalam mulut suaminya, meskipun ia sendiri merasa salah dengan masalah ini,


namun ia harapkan dari Abdy bukanlah teriakan melaikan nada suara lembut.


Abdy berjalan mendekat ke arah istrinya yang kini tengah


menangis di pinggir tempat tidur sambil menutup wajahnya dengan kedua


tangganya, Abdy merengkuh tubuh Lisa lalu berkata.


“Maafkan aku Lis, bukan maksud aku ingin berkata seperti


itu” berkata pelan dan lembut “Aku sangat khawatir jika kamu sampai terjatuh


dan terluka, aku tidak ingin kamu kenapa-napa Lis, maafkan aku ya sayang karna


berkata kasar kepadamu, lagian aku juga takut jika terjadi sesuatu dengan calon


anak kita.” Abdy mengelus lembut perut Lisa yang hanya terbungkus handuk dan


itu membuat Lisa membuka tangan yang menutupi wajahnya lalu melihat ke arah


Abdy yang kini ada di sampinnya.


“Memangnya aku hamil? Baru kemarin aku datang bulan, masa


lansung hamil.” Jawab Lisa cepat.


“Iya, aku tau, siapa tau yang kita lakukan semalam sudah


jadi,” Abdy terkekeh ketika ia selesai mengatakan itu karna ia merasa lucu


dengan apa yang baru saja ia katakan.


“Semoga yang Dy, aku segera hamil,” ucap Lisa tersenyum


manis melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah tersenyum melihat kearahnya.


Lisa juga merasa sangat bingun dengan dirinya sudah 7bulan


mereka menikah, namun kenapa hingga saat ini ia tidak kunjung hamil, padahal


dokter mengatakan kalau keadaan mereka berdua baik-baik saja tidak ada sedikit


masalah pun.


Namun bagi Abdy sambil menunggu kedatangan buah hatinya ia


ingin menikmati kebersamaanny dengan Lisa tampa ada ganguan apapun seperti yang


selalu Aby katakan padanya.


 Seperti siang ini Aby


datang ke kantor Abdy karna merasa butuh teman untuk mencurahkan isi kepalanya,


ia merasa kepalanya sedikit sakit karna semalam hasrat dalam dirinya tidak tertuntaskan.


Ia memilih Abdy untuk mencurahkan semua isi kepalanya


sekaligus curhat, karna ia adalah adik satu-satunya, aibnya tentu akan menjadi


aib untuk adiknya itulah yang ada di fikiran Aby saat ini.


Aby melangkahkan kakinya masuk ke dalam perusahaan Abdy,


perushaanya warisana yang Doni berikan untuk putranya dan kini mulai berkembang


setelah beberapa bulan Abdy mengelolahnya.


Semua para karyawan tertunduk sopan ketika ia melihat putra


pertama Atmaja berjalan di hadapannya, Aby yang melihat para karyawan yang


bekerja di kantor adiknya tertunduk hormat ketika melihatn berjalan masuk hanya


tersenyum.


Aby mendorong pintu lalu masuk ke dalam ruangan Abdy dan


mendapatkan Abdy tengah sibuk mengerjakan semua pekerjaanya.


“Lagi sibuk pak?” tanya Aby duduk di hadapan Abdy.


Abdy yang mendengar suara yang ia kenal dengan segera

__ADS_1


beralih melihat ke arah Aby yang kini tengah duduk di hadapannya.


“Eh, si bos, tumben g ni berkunjung?” tanya abdy melepas


kecamata yang ia gunakan lalu melihat ke arah Aby yang kini tengah duduk di


hadapannya.


“Hem” Aby hanya menjawab pertanyaan adiknya dengan


dehemannya saja, namun penglihatannya tetap mengarah melihat ke arah Abdy yang


kini tersenyum melihat ke arahnya.


“Bagaimana kabar kamu?” tanya Aby mengetukkan jari


telunjukknya di meja kerja Abdy.


Aby tiba-tiba merasa ragu untuk mengatakan isi kepalanya


kepada adiknya, namun ia tetap mencoba untuk mengatakannya setidaknya ini bisa


mengurangi rasa sakit kepalanya.


“Sehat, seperti yang bos lihat saat ini, lebih sehat


daripada biasanya, karna pulang bekerja uda ada yang ngelonin.” Abdy terkekeh


ketika selesai mengatakan hal konyol ini kepada kakaknya.


Aby yang mendengar ucapan adiknya hanya tersenyum karna ia


sudah tau sifat somplak adiknya, Aby pun ikut menimbrum ucapanAbdy.


“Kamu mah enak, ada yang ngelonin, lah aku baru saja mulai


Kaisar uda nangis karna popok basah dan penuh belum lagi kalau susunya yang ada


di dalam dotnya habis, aku harus menunggu dan menahannya sampai tumpah-tumpah


karna nungguin Mommynya melakukan semua itu, Mommynya juga ngak mau mengerti,


aku sudah kasih saran untuk mengambil beby sitter untuk jaga Kaisar, namun apa


kamu tau apa jawababannya?” Aby melihat ke arah Abdy ketika menanyakan hal itu.


“Apa bos jawabannya?” jawab Abdy serius ingin tau apa yang


di katakan kakak iparnya kepada suaminya.


Aby menarik napasnya lalu membuangnya secara perlahan


melihat ke arah Abdy yang kini tengah bertopang dagu melihat ke arahnya.


“Iya hanya menjawab” terdiam sejenak “Percuma ia mengadopsi


anak kalau ia harus menyuruh orang lain merawat anak yang ia adopsi” Aby


menjelaskan semuanya kepada Abdy agar Abdy mengerti apa yang tengah di


“Benar kata kakak ipar bos, percuma mengadopsi anak kalau


harus menyuruh orang lain merawatnya,” Abdy membenarkan apa yang kakak iparnya katakan.


Aby kembali menarik napasnya lalu membuangnya secara


perlahan ketika selesai mendengar apa yang baru saja adiknya katakan.


“Iya, sebenarnya aku juga sangat setuju dengan apa yang


istriku katakan, namun apakah aku harus terabaikan dan membuatku sakit kepala


seperti ini?” tanya Aby serius kepada adiknya.


“Wah, sepertinya yang bos alami sangatlah parah,” jawaban


yang Abdy keluarkan dari dalam mulutnya lebih mengarah ke kata ejekan.


“Apa bos butuh pelepasan?” bisik pelan Abdy.


Aby mengerutkan dahi bingun dengan apa maksud dari ucapan


pelan adiknya yang mengatakan butuh pelepasan. Hingga akhirnya ia mengerti apa


maksud dari perkataan Abdy.


“Hei, maksud kamu apa berbicara seperti itu?” tanya Aby


dengan nada suara datarnya.


Aby mengambil dokument yang ada di hadapannya lalu


melemparkan ke arah wajah Abdy, Abdy yang melihat itu dengan segera menyingkir


karna jika sampai wajah tampannya terkena dokument yang Aby lemparkan


kewajahnya, itu akan membuatnya lecet dan tidak tampan lagi itulah yang ada di


fikiran Abdy saat ini.


Abdy yang mendengar nada datar yagng keluar dari dalam mulut


Abdy dengan segera berkata, “Maaf bos, hehehe, jangan tersinggun aku hanya


memberikan sedikit saran siapa tau berminat, huaa, huaa, huaa,” Abdy terkekeh


kegelian ketika selesai mengatakan itu karna ia merasa sangat lucu dengan apa yang


baru saja ia katakan.


“Ho, jadi kamu seperti itu?” tersenyum jail “Bagaimana

__ADS_1


reaksi Lisa jika mengetahui suaminya suka bermain dengan para gadis-gadis di


luar sana?” Aby tersenyum jail ketika selesai mengatakan itu kepada adiknya


meskipun ia tau kalau adiknya tidak mungkin melakukan hal serendah itu.


“Bos, bos, bos, jangan lakukan itu” berdiri dari tempat


duduk lalu berjalan ke arah Aby yang kini tengah duduk santai sama seperti yang


ia lakukan di kantornya “Aku mohon bos, jangan sampai bos mengatakan hal bohon


itu, dari dulu hingga saat ini aku tidak pernah melakukan hal yang rendah


dengan gadis manapun, karna niatku hanya melakukan hal itu dengan istriku saja,


hanya istriku saja.” Abdy menekankan kata istriku di depan kakaknya Aby.


Abdy duduk di pinggir meja kerjanya berhadapan dengan Aby


ketika selesai mengatakan itu, jujur ia merasa sangat takut ketika Aby


mengatakan itu kepadanya.


*****


Waktu terus berlalu, Aby dan Becca semakin menikmati harinya


sebagai orang tua dari Kaisar, mereka berdua seperti keluarga yang sangat


sempurna, kebahagian yang mereka berdua rasakan tidak bisa di katakan dengan


kata-kata.


Kaisar tumbuh menjadi anak yang sangat lucu dan tampan karna


usianya saat ini tengah berangjak delapan bulan, dan itu menbuat seluruh anggota


keluarganya selalu menghabiskan waktu di hari libur di rumah Becca.


Nabila begitu sangat menyayangi Kaisar, bahkan ia telah


mengangap Kaisar sebagai cucunya sendiri, kasih sayang berlimpah itulah yang


Kaisar dapat dari keluarga Atmaja.


 Seperti hari ini


Becca membuat acara makan siang dengan mengumpulkan semua anggota keluarganya,


Lisa dan Abdy mulai sibuk menyiapkan alat-alat yang ingin ia gunakan untuk


membakar steik.


Lisa berjalan ingin mengambil Kaisar, namun tiba-tiba ia


merasa sangat pusing dan penglihatannya tiba-tiba berkunang-kunang, Lisa memgen


kepalanya lalu melihat sekeliling ia melihat seluruh yang ada di hadapannya


berguling-guling.


Abdy yang melihat istrinya memegan kepalanya dan tidak


meninggalkan tempatnya dengan segera berjalan ke arahnya karna ia takut jika


terjadi sesuatu dengan Lisa.


Dan memang benar, beruntung ia dengan segera berjalan ke


arah Lisa, jika tidak Lisa pasti akan jatuh di reumputan taman belakang rumah


rumah Becca.


“Lisa.” Teriak Abdy ketika melihat Lisa tidak sadarkan diri


di dalam pelukannya.


Semua anggota keluarga yang mendengar teriakan Abdy dengan


segera berlari mendekat ke arah Abdy yang kini tengah mengankat tubuh Lisa masuk


ke dalam rumah Aby dan segera membawanya masuk ke dalam kamar yang selalu ia


tempati ketika ia menginap di rumah Aby dulu.


Rendi dan Clarisa nampak sangat panik melihat putrinya


tiba-tiba jatuh dan pinsang seperti itu.


“Apa yang terjadi Abdy?” tanya Rendi dan Clarisa bersamaan.


Mereka berdua nampak sangat panik melihat apa yang telah


terjadi dengan putrinya, bahkan mereka berdua sampai berpikir kalau putri


mereka tidak sarapan hingga membuatnya pinsang seperti ini.


“Aku juga tidak tau Ma, pa, ini pertama kalinya Lisa


mengalami hal seperti ini” jawab Abdy setelah merebahkan tubuh Lisa di atas


tempat tidur.


“Cepat hubungi dokter keluarga kita Abdy” kata Nabila


menyuruh putranya untuk segera memanggil dokter.


Nabila terlihat lebih panik, takut jika terjadi sesuatu


dengan menantnya.

__ADS_1


“Sudah aku hubungi, sebentar lagi mereka akan segera sampai,”


Jawab Aby yang baru saja masuk bersama dengan Becca dan juga Kaisar.


__ADS_2