Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 123


__ADS_3

Aby merebahkan tubuh istrinya dia atas tempat tidur, lalu


ikut merebahkan tubuhnya di samping istrinya.


Becca berbalik melihat ke arah Aby yang kini tengah melihat sekeliling dalam kamar Becca.


Aby tersenyum ketika melihat poto Becca yang terpasang di depannya. Aby ingin berangjak. Namun Becca keburu mendekat lalu menciumi wangi ketiaknya.


Aby merasa geli dengan apa yang tengah di lakukan Becca padanya. Dan untuk menghilangkan rasa kegeliannya. Aby membuka kancin baju istrinya satu persatu, lalu memasukkan tangannya di dalam baju istrinya dan mulai memegan bagian favoritnya, berungtung saat ini Becca tak mengenakan pakaian dalam.


Becca yang menyadari aksi Aby. Melepas ciumannya dari ketiak suaminya, lalu melihat ke arah Aby yang kini mulai sibuk dengan urusannya sendiri.


Bukannya marah Becca malah melepas semua pakaian tidurnya dan hanya meninggalkan celana tidurnya saja, dan itu membuat Aby tersenyum senang melihatnya.


Tampa berkata apapun Aby menindih tubuh istrinya, lalu berkata.


"Sayang, apa kamu menggodaku? Hem" mengecup lembut bibir istrinya.


"Tidak" tertawa "Aku tak pernah berfikir untuk menggodamu" ucap Becaca sambil tertawa.


"Lalu ini?" Aby membenamkan wajahnya di tempat favoritnya, dan sesekali mengecup, dan bahkan meninggalkan tanda kepemilikan disana.


Becca yang mendapat sentuhan lembut dari suaminya, bereaksi sendiri. Hingga akhirnya Ia meminta sendiri pada suaminya.


"Sayang, aku mengiginkannya" Becca mengelus kepala Aby yang kini tengah sibuk di bagian favoritnya.


Aby mengankat wajahnya melihat ke arah wajah istrinya sambil tersenyum, mengerti dengan apa yang di maksud oleh istrinya.


Tampa berkata apapun, Aby memulai semuanya dengan sangat pelan dan lembut, membuat Becca mengeluarkan desahannya dan itu membuat Aby semakin bergairah.


Malam semakin larut, sepasang suami istri di dalam kamar kini tengah melakukan ritua malam indah mereka, di dalam kamar mereka hanya di penuhi oleh suara desahan mereka berdua.


*****


Hamish masuk ke dalam kamarnya di ikuti oleh Doni di belakangnya, Hamish berjalan ke arah bar tender yang ada di dalam kamarnya, lalu menuangkan wine di gelasnya dan juga gelas untuk Doni.

__ADS_1


Hamish memberikan gelas yang berisi wine itu kepada Doni. Doni tersenyum mengambil wine pemberian Hamish, lalu duduk di kursi yang ada di dalam ruangan Hamish tersebut.


Melihat Doni duduk di kursi, Hamish pun ikut duduk, lalu kembali bercerita soal istrinya Bella pada Doni.


Hamish merasa begitu sangat senang, karna Ia merasa Doni bisa Ia tempati bercerita soal Bella dan dirinya.


"Apa kamu tau Besan? sewaktu Becca berumur 9tahun, Mommynya berkata apa padaku?" Hamish tersenyum ketika mengatakan itu pada Doni.


Doni melihat ke arah Hamish, lalu berkata. "Memangnya Mommynya Becca mengatakan apa?" Doni nampak penasaran dengan apa yang ingin Hamish ceritakan padanya.


"Ia ingin ke Indonesia, untuk menemuimu dan juga istrimu Nabila"


Doni mengertkan dahinya bingun dengan apa yang di katakan Hamish lalu beraka."Menemui kami berdua? untuk apa?" menatap ke arah Hamish.


Hamish kembali tersenyum lalu berkata. "Untuk membicarakan perjodohan dengan putramu Aby" tertawa melebar membuat Doni ikut tertawa.


"Apa! jadi sebegitu inginnya Bella berbesan denganku?" melihat ke arah wajah Hamish.


"Iya, bahkan aku sampai cemburu, karna Ia selalu menyebut nama belakanmu, yang ingin berbesan dengan keluarga Atmaja. Namun kini semua itu terwuju, tampa dirinya menyaksikan kebahagian putrinya." Hamish menundukkan wajah sedihnya ketika mengatakan itu.


"Kalau boleh aku tau semua cerita lengkap tentang Bella, sebelum Ia tiada. Maaf, bukan maksud aku ingin membuka luka lamamu, dan kalau kamu tak mau menceritakan tidak masalah." Doni masih penasaran dengan apa yang di alami Bella sebelum meninggal.


Hamish melihat ke arah Doni yang kini tengah duduk di sampinnya. lalu berkata.


"Tidak masalah, aku akan menceritakan semuanya." setelah mengatakan itu Hamish mulai bercerita tentang Bella waktu itu.


*****


Hamish tertegun mendengar kata yang keluar dari mulut istrinya. Ai begitu sangat takut, mendengar ucapan Dokter, kalau itu akan membahayakan nyawanya kalau Bella masih ingin mengpertahankan janinnya.


Hamish melepas pelukannya, lalu berkata. "Tapi sayang" menatap wajah pucat Bella.


Dengan segera Bella berkata.


"Tidak ada tapi -tapian" berkata tegas "Aku akan mempertahankan bayi kita, sesulit dan sesakit apapun! aku akan berusaha untuk melahirkan bayi kita dengan selamat. Kamu percayakan sama aku?" Bella tersenyum setelah mengatakan itu.

__ADS_1


"Tapi sayang, ini akan membahayakan nyawa kamu" Hamish kembali memperingati istrinya.


Bella meraih tangan Hamish, lalu mengecup lembut punggun tangan suaminya lalu berkata. "Kamu tenang saja sayang. Aku akan berusaha sekuat tenaga, untuk menyelamatkan calon anak kita. Dan sekarang kita pulang ke rumah. Aku tak mau tinggal di sini terlalu lama." rengek manja Bella, membuat hati Hamish luluh.


Hamish hanya terdiam mendengar semua yang dikatakan Bella. Hingga akhirnya Ia setuju dengan apa yang di inginkan istrinya.


Hamish berjalan keluar dari ruangan perawatan Bella, menuju arah ruangan Dokter, untuk meminta izin untuk pulang.


Hamish keluar dari ruangan Dokter dengan perasaan yang begitu sangat kacau. Hamish tak tau harus melakukan apa lagi, ketika dokter mengatakan.


"Jika, anda ingin mengeluarkan istri anda dari rumah sakit ini, tampa adanya pengankatan janin, itu sama halnya dengan memunuh istri anda dengan cara perlahan" itulah kata yang terngian di telinga Hamish saat ini.


Namun demi memenuhi keinginan istrinya, Ia melakukannya dengan samgat terpaksa.


Setelah menebus obat dan Vitamin yang harus Bella komsumsi, Hamish kembali masuk ke dalam ruangan rawat inap istrinya. Dan mendapati Bella tengah tertawa melebar melihat Vidio lucu Becca putrinya tengah bermain kejar -kejaran dengan Hamish Daddynya.


Hamish berjalan mendekat ke arah tempat dimana Bella tengah tertawa sambil melihat ke layar Hapenya.


Hamish mengelus, dan menciumi dahi istrinya, lalu berkata.


"Semua yang kamu inginkan telah aku selesaikan, sekarang, ayo kita pulang." dengan wajah yang lesu Hamish mengatakan itu pada Bella.


Mendengar ucapan suaminya, Bella tersenyum melihat ke arah Hamish yang kini nampak lesu.


"Ecc, sayang apa ini? kenapa wajahmu terlihat seperti itu? apa.kamu tak senang aku pulang ke rumah kita?" tanya Bella pelan.


"Tentu saja aku senang. Namun tidak dalam kondisimu yang seperti ini." Hamish jujur.


Bella meraih tangan Hamish, lalu berkata. "Sayang, tenanglah semuanya pasti akan baik -baik saja." setelah mengatakan itu Bella mencoba untuk berdiri dari tempat tidur, namun kakinya terasa kram dan itu membuatnya hampir terjatuh, beruntung Hamish dengan segera menangkap tububnya dan membantunya untuk duduk di pinggir berangka rumah sakit...


*


*


*

__ADS_1


__ADS_2